Hi sophia….Mengapa manusia perlu bertobat?

anonymous

[JAWAB]:

[DSB]:

Pertanyaan yang sangat bagus sekali!! Suatu ketika, saat saya menceritakan kepada seorang teman tentang bagaimana saya bertobat, iseng-iseng saya bertanya kepadanya: “Kalau kamu gimana? Pernahkah bertobat?” Pertanyaan itu rupanya membuat dia bingung. Saya percaya bahwa banyak orang juga sama bingungnya dengan dia kalau ditanya pertanyaan yang sama. Mungkin Anda juga termasuk yang bingung. Mungkin kita bertanya-tanya “Bertobat?!?! Haruskah??”

Manusia memang luar biasa, punya kemampuan untuk berpikir dan bertindak, khususnya mampu untuk berpikir maupun bertindak yang baik. Dari sejak kita lahir, kita memiliki kemampuan untuk melakukan yang baik. Manusia mempunyai hati nurani yang memberitahu mana yang baik dan yang jahat. Tapi pertanyaannya apakah yang kita anggap baik itu juga adalah benar?

Ada orang yang berbuat baik supaya masuk surga. Apakah perbuatannya benar? Ataukah sebenarnya orang itu egois, karena hanya ingin menyogok Tuhan dengan perbuatan baik? Siapa yang sanggup berkata bahwa dirinya tidak berdosa? Saya yakin tentu setiap orang akan mengakui bahwa dalam hidupnya pasti pernah berdosa. Pertanyaannya sekarang, apakah perbuatan-perbuatan baik kita cukup untuk menutupi dosa kita? Ilustrasinya adalah seperti issue daging daur ulang, di mana seseorang mengambil daging-daging dari tempat sampah bekas sisa-sisa buangan restoran/hotel. Kemudian dia menambahkan zat kimia untuk menghilangkan bau busuk dan menyulap rupa daging menjadi kelihatan seperti bukan daging sisa. Dapatkah daging daur ulang tersebut dimakan? Tentu saja tidak. Kebaikan-kebaikan manusia termasuk ibadah-ibadah manusia adalah seperti menambahkan zat kimia untuk menghilangkan bau busuk dosa yang telah kita miliki. Tentu saja kita tidak dapat menutupi dosa-dosa kita dengan melakukan perbuatan baik. Setiap dosa kita haruslah diselesaikan di hadapan Tuhan.

Perhatikan sistem hukum yang berlaku di semua negara saat ini, dapatkah seorang pencuri yang tertangkap basah dibebaskan dari semua hukumannya hanya karena sang pencuri adalah seorang yang selalu berbuat baik? Kalau itu terjadi tentu kita akan bilang kalau si hakim tidak adil. Kita selalu percaya Tuhan adalah Maha Adil. Bagaimana mungkin Tuhan melepaskan 1 dosa pun dari kita hanya karena kita telah melakukan berjuta-juta perbuatan baik? Di sinilah saatnya kita harus menyadari bahwa dengan perbuatan kita sendiri tidaklah mungkin dosa kita dapat diampuni.

Masalah yang lain adalah: Tuhan itu begitu sucinya sehingga tidak ada senoda dosa pun yang dapat diterima di sisi-Nya. Sehingga setiap orang yang berdosa tidak dapat kembali ke pangkuan Dia saat mati. Dengan kata lain, semua orang berdosa yang mati akan menuju neraka. Manusia telah menjadi musuh Tuhan, tidak mungkin untuk datang kepada Tuhan. Tuhanlah yang harus datang menghampiri manusia. Tapi bagaimana? Bukankah Tuhan itu Maha Suci, sedangkan manusia itu begitu kotor?

Maka supaya kita dapat berdamai dengan Tuhan, harus ada yang mati menanggung hukuman atas dosa-dosa kita, sehingga kita tidak perlu mati karena dosa-dosa kita. Syarat untuk orang yang bisa menanggung hukuman kita setidaknya ada 2:
1. Yang bisa menebus dosa manusia haruslah mahluk yang sama, atau lebih tinggi tingkatannya, ini baru adil. Jadi domba dan kambing tentu tidak bisa menebus dosa kita. Haruslah manusia lagi atau Tuhan sendiri yang menebus dosa manusia.
2. Penebus dosa manusia haruslah tanpa dosa. Kalau dia berdosa, tentu dia harus ditebus juga oleh orang lain, tidak mungkin orang dosa menebus orang dosa lagi.
Siapa yang bisa memenuhi 2 persyaratan ini untuk bisa menebus dosa manusia? Satu-satunya jawaban yang masuk akal adalah haruslah Tuhan sendiri yang datang untuk dihukum sebagai ganti manusia. Tuhan yang begitu besar dan agung nilainya jauh melebihi nilai seluruh umat manusia yang pernah, sedang dan akan hidup di dunia. Itulah yang sudah Yesus lakukan. Dia sebagai Tuhan yang menjadi manusia, disalib dan mati untuk menebus dosa seluruh umat manusia.

Anugerah keselamatan dari Yesus ini hanya dapat kita terima dengan iman. Imanlah yang membawa kita kepada pertobatan dan kembali kepada perdamaian dengan Allah. Kita harus meminta secara pribadi supaya Yesus menyucikan dan membersikan segala dosa kita. Itulah pertobatan.

Kenapa kita perlu bertobat? Hanya orang yang tidak mengerti karunia keselamatan dari Tuhanlah yang tidak merasa perlu pertobatan. Dia tidak mau percaya bahwa Tuhan telah datang, telah mati untuk membayar hukuman atas segala dosa kita. Bagaimanapun juga, percaya atau tidak percaya, tidak akan mengubah kenyataan bahwa Tuhan Yesus sudah benar-benar datang, mati di kayu salib dan bangkit pada hari yang ketiga. Kita bukan “perlu” bertobat supaya masuk surga, tapi kita “HARUS” bertobat karena Tuhan Yesus telah menebus segala dosa kita.

About these ads