Shalom,.
Sebenarny, ap sih makna di balik perjamuan kudus?
Gb

sardo

[JAWAB]:

[CKM]:

1. Mengenai Pengertian Perjamuan Kudus/Perjamuan Malam Tuhan, Katekismus Kecil Westminster T/J: 98 memberikan penjelasan sbb:

”Perjamuan Tuhan adalah suatu sakramen. Di dalamnya kematianNya diberitakan, dengan cara memberikan dan menerima roti dan anggur, sesuai dengan pesan Kristus. Dan mereka yang menerimanya dengan cara yang layak dibuat mengambil bagian dalam tubuh dan darahNya, bersama segala kebaikanNya, bukan dengan cara badaniah dan jasmani, melainkan melalui iman. Dengan demikian mereka diberia makan secara rohani dan bertumbuh dalam anugerah.”

Lalau dalam Pengakuan Iman Westminster Bab XXIX.2 tertulis:

“Dalam sakramen itu Kristus tidak dipersembahkan sebagai kurban kepada BapaNya, dan sama sekali tidak dipersembahkan kurban nyata apapun demi pengampunan dosa…Sakramen itu hanaya merupakan peringatan akan perbuatanNya mempersembahkan diriNya sebagai kurban satu-satunya di kayu salib, satu kali untuk selama-lamanya…”

2. Perjamuan Kudus juga bukan sekedar pesta peringatan. “Orang-orang yang menerima sakramen itu dengan cara yang layak, dan yang turut mengambil bagian dalam unsur-unsur kelihatan sakramen ini (1 Kor 11:27-29; 2 Kor 6:14-16), dengan demikian, secara batin, melalui iman, sungguh-sungguh & secara nyata, namun tidak secara badaniah & jasmani,tetapi secara rohani. [” Worthy receivers, outwardly partaking of the visible elements, in this sacrament, do then also, inwardly by faith, really and indeed, yet not carnally and corporally but spiritually, receive, and feed upon, Christ crucified, and all benefits of his death" (WCF, XXIX.7)].

Kristus benar-benar hadir dalam administrai sakramen dalam Perjamuan Kudus – bukan secara fisik, tetapi secara spiritual. Orang percaya makan, bersatu dengan, dan menerima karunia dariNya dalam sakramen. Berarti mereka menolak berkat tersebut jika tidak mengikuti Perjamuan Kudus, walau mereka bisa mencari Dia dengan cara lain, misalnya dengan Firman dan doa.

3. Perjamuan Kudus tidak diberikan pada setiap anggota jemaat, tetapi dibagikan pada “orang dewasa, yang sudah mampu menguji diri.” [=” only to such as are of years and ability to examine themselves" (Westminster Larger Catechism, Q. 177; cf. 1 Cor. 11:28-29)]. Anak-anak Perjanjian [covenant] diharuskan membuat pengakuan iman pada Kristus di depan umum (Sidi bagi yang sudah menerima baptisan anak dan baptisan dewasa bagi yang belum menerima baptisan anak), mereka baru boleh menerima Perjamuan setelah mereka melakukannya.

Bagian ini berkewajiban menjaga kesucian sakramen dengan membagikannya hanya pada orang yang berhak (1 Cor. 11:27-32). Jemaat tidak boleh menerimanya jika hak keanggotaan mereka sedang dicabut atau mereka menolak berdamai dengan saudaranya. Juga, Perjamuan Kudus harus dipagari sedemikian agar tidak diberikan pada orang berdosa yang belum bertobat atau pengunjung biasa yang tidak memiliki iman dalam Kristus.

About these ads