Saya seorang gadis berumur 23 tahun. Sejak 2 tahun yang lalu saya punya pacar, seorang duda berusia 46 tahun. Istrinya meninggal karena sakit kanker. Saya tidak mengerti mengapa saya jatuh cinta kepada dia yang jelas jauh lebih tua. Saya tahu dia jauh lebih tua, tetapi saya tidak dapat menahan gejolak cinta saya kepadanya. Mungkin saja karena dia sangat memperhatikan saya. Orangtua saya sangat keberatan dengan mengajukan berbagai alasan, antara lain usianya yang sama dengan usia ibu saya dan hanya lebih muda 2 tahun daripada ayah saya. Beberapa teman juga mengejek saya, dianggap saya pacaran dengan teman ayah saya. Saya benar-benar mencintai dia. Rasanya saya tidak dapat hidup tanpa dia. Hanya akhir-akhir ini saya mulai merenung, apakah secara ilmu pengetahuan akan terjadi akibat karena menikah dengan orang yang jauh lebih tua, khususnya dalam urusan hubungan seks suami istri? Mohon penjelasan, apakah pasti ada masalah kelak kalau saya nekat menikah dengan dengan dia yang jauh lebih tua? Apakah saya masih bisa hamil mengingat usia dia yang sudah tua? Apakah kalau melakukan hubungan seks dengan orangtua dapat menyebabkan saya cepat tua? Saya juga ingin tahu, apakah saya akan mengalami masalah seksual karena suami yang sudah tua? Apakah perbedaan usia yang jauh dapat menyebabkan terjadi perselingkuhan? Apakah saya harus putus dengan dia?ö

(T.S.. Jakarta)

[JAWAB]:

[DSB]:

dear TS,

Secara kekristenan memang tidak ada larangan untuk menikahi pria yang jauh lebih tua dari Anda, namun kami pun dapat memahami keberatan dari orang tua Anda, di mana orang tua ingin yang terbaik bagi kita, dan melihat calon menantunya seusia dengan ibunya tentu akan menjadi kekuatiran bagi mereka. Para pria cenderung pergi lebih cepat daripada kaum wanita, sehingga apabila wanita menikah dengan pria yang jauh lebih tua, kemungkinan ditinggal pergi (dalam arti – maaf -meninggal dunia) pada usia yang lebih muda akan semakin tinggi. Nah saat ditinggal pergi tersebut, Anda harus berjuang seorang diri untuk mencukupi kebutuhan hidup Anda dan anak-anak Anda. Apabila Anda mengenal para janda yang ditinggal pergi suaminya, Anda akan dapat mengetahui bahwa ditinggal pergi suami adalah cobaan yang paling berat dalam hidup mereka.

Pertimbangan lain adalah menurut psikologi, usia Anda masih pada tahap Young Adulthood di mana Anda sedang bertumbuh secara sosial untuk mendapatkan intimacy yang tepat dan keluar dari keterikatan kelompok yang sebaya. Sedangkan pacar Anda sudah di tahap Adulthood, di mana pergumulannya adalah memberikan sesuatu kontribusi kepada orang lain dan masyarakat. Perbedaan kedua tahap ini dapat menjadi potensi konflik antara keduanya. Terlebih karena beda umur yang jauh, Anda tidak akan pernah berada dalam tahap yang sama dengan pacar Anda. Ini berarti potensi konfliknya dapat menjadi berkepanjangan.

Sayangnya kami tidak mengetahui lebih banyak mengenai keluarga TS, namun TS masih sangat muda, sebenarnya masih begitu banyak kesempatan untuk berteman dengan banyak pria yang seusia dan menjalin hubungan dengan mereka. Kami mengusulkan agar TS memikirkan kembali matang-matang hubungan Anda dengan pria tersebut. Kami percaya cinta itu tidak semata-mata buta, tapi perlu kebijaksanaan dalam memilih pasangan apakah memang baik menjalin hubungan dengan si pria atau tidak. Tentunya kami tidak dapat mengatakan apakah Anda harus meneruskan hubungan ini atau tidak, karena keputusan terletak pada diri Anda sendiri.

Mengenai masalah seksual, secara umum pria dapat melakukan hubungan seksual sampai akhir hayatnya walaupun dengan kemampuan dan libido yang menurun, namun untuk lebih jelasnya sdr TS dapat bertanya kepada ahli sexologi yang lebih kompeten untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar urusan seks ini.