Bagaimana kehidupan setelah kematian?
NN

[JAWAB]:

[MC]:

Untuk menjawab pertanyaan Saudara, maka kita harus mengasumsikan bahwa ADA KEHIDUPAN SESUDAH KEMATIAN, dan bukannya segala sesuatu berakhir saat kita mati (seperti yang dipercayai oleh orang atheis).

Hal kedua yang harus kita perhatikan adalah mengenai jangka waktu. Apakah kehidupan sesudah kematian itu bersifat sementara seperti hidup kita saat ini? Ataukah kehidupan tersebut berbeda?

Dari sudut pandang iman Kristen, kematian bersifat SATU KALI dan setelah itu segalanya bersifat kekal.

Jadi iman Kristen menolak paham reinkarnasi dan kelahiran kembali yang dianut oleh beberapa pandangan lain.

Bila kematian bukanlah akhir dari segala-galanya, maka apa yang akan terjadi dengan kita setelah kita mati nanti?

Iman Kristen memberikan jawaban yang sangat sederhana sekali.

Ada dua hal yang bisa terjadi setelah kita mati.

1. Kita memasuki tempat yang disebut NERAKA. Di tempat ini kita akan terus menerus mengalami penderitaan.

2. Atau kita memasuki SURGA. Di mana kita hidup bersekutu dengan sesama kita dan Tuhan yang menciptakan kita, di mana segala penderitaan tidak ada lagi.

Pertanyaannya, mana yang Anda pilih?

Semua tentu ingin masuk Surga bukan? Maka pertanyaan berikutnya adalah:
BAGAIMANA KITA BISA MASUK SURGA?

Sekali lagi iman Kristen memberikan jawaban yang sangat mudah.

Surga sebetulnya adalah ANUGRAH yang Tuhan berikan secara cuma-cuma bagi kita.

Sayangnya, MANUSIA SUDAH BERDOSA dan Tuhan tidak tahan terhadap dosa yg sekecil apapun. Mengapa? Karena Tuhan adalah Kudus.

Ia juga Tuhan yang ADIL. Setiap dosa adalah pelanggaran, dan setiap pelanggaran harus dihukum. Maka, manusia kehilangan kesempatan untuk dapat masuk Surga karena dosanya.

Tapi Tuhan juga penuh dengan KASIH, sehingga Ia mencari jalan agar manusia tetap dapat masuk Surga.

Tuhan akhirnya DATANG KE DALAM DUNIA DAN MENJADI MANUSIA, yaitu YESUS. Yesus mengorbankan diriNya yang sempurna dan tidak berdosa untuk mati di kayu salib demi menanggung dosa kita semua dan memuaskan keadilan Tuhan dengan cara menerima hukuman yang seharusnya kita terima.

Maka, SATU-SATUNYA CARA manusia dapat masuk kembali ke Surga adalah dengan cara menerima Yesus sebagai Tuhan Allah dan Juruselamat kita. TIDAK ADA JALAN LAIN YANG TUHAN SEDIAKAN SELAIN MELALUI YESUS.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, bersediakah Saudara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat?

Bila Saudara bersedia, maka dosa dan hukuman Saudara akan ditanggung oleh Yesus dan Surga sudah tersedia bagi Saudara.

Bagi yang tidak bersedia, segala dosa dan hukuman Saudara juga akan ditanggung… oleh Saudara sendiri, dan tempatnya adalah di Neraka.

Buatlah pilihan Saudara sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya, karena kita tidak tahu kapan kita akan mati.

[CKM]:

Pertama, jiwa/roh itu kekal. Jadi setelah kematian, jiwa/roh tidaklah musnah. Allah itu ada dan adil, tetapi dalam kehidupan ini, keadilan itu belum terlaksana. Kalau pada saat mati, jiwa/roh musnah, maka semua keadilan ini tidak pernah diluruskan. Dasar Alkitab bahwa setelah kematian, jiwa tetap ada, tidak musnah, diantaranya adalah Matius 10:28; Luk 23:43; dll.

Kedua, Kehidupan orang setelah meninggal hanya 2 tempat. Yaitu sorga atau neraka. Perjanjian Baru mengajarkan bahwa setelah kematian, orang-orang percaya mendapatkan kehidupan yang diberkati dalam persekutuan dengan Allah (Matius 13:43; 25:43; Fil 3:21,23; Wah 21:4; dll).

Hal ini tertuang dalam Pengakuan Iman Wesminster BAB XXXII yang berbunyi:

Bab XXXII. Keadaan manusia sesudah kematian; kebangkitan orang mati.
1. Sesudah kematian, tubuh manusia kembali menjadi debu, dan diserahkan kepada kebinasaan. [a] Tetapi jiwa mereka (yang tidak mati dan tidak juga tidur)berwujud tidak dapat mati dan langsung kembali kepada Allah yang telah menganugerahkannya. [b] Pada waktu itu, orang-orang benar akan disempurnakan dalam kekudusan dan akan diterima dalam surga tertinggi. Di sana mereka memandang wajah Allah dalam cahaya dan kemuliaan sambil menantikan  kelepasan sepenuhnya tubuh mereka. [c] Jiwa orang-orang jahat dibuang ke dalam neraka dan di sana mereka tetap tinggal, dalam penganiayaan dan kegelapan yang paling pekat, sampai penghakiman pada hari besar.[d] Alkitab tidak mengenal tempat tujuan jiwa-jiwa yang terpisah dari tubuhnya selain kedua tempat tersebut.
a. Kej 3:19; Kis 13:36. b. Luk 23:43; Pengk 12:7. c. Ibr 12:23; 2Ko 5:1,6,8; Fil 1:23 bersama Kis 3:21 dan Efe 4:10. d. Luk 16:23-24; Kis 1:25; Yud 6-7; 1Pe 3:19.

2. Pada hari terakhir, mereka yang didapati masih hidup tidak akan mati, tetapi mereka akan diubah, [a] dan semua orang akan dibangkitkan dengan tubuh yang sama juga, dan bukan tubuh lain, meski sifatnya memang lain, yang akan disatukan kembali dengan jiwa mereka untuk selama-lamanya.[b]
a. 1Te 4:17; 1Ko 15:51-52. b. Ayu 19:26-27; 1Ko 15:42-44.

3. Tubuh orang-orang yang tidak benar akan dibangkitkan oleh kuasa Kristus untuk keaiban. Tubuh orang-orang benar, oleh Roh-Nya, akan dibangkitkan untuk kehormatan dan akan dijadikan serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.[a]

a. Kis 24:15; Yoh 5:28-29; 1Ko 15:43; Fil 3:21.

About these ads