Syalom, sampai saat ini saya kurang mengerti tentang ketritunggalan Allah, tolong jelaskan donk….

Martin

[JAWAB]:

[MC]:

Dear Martin,

Konsep Tritunggal memang adalah salah satu konsep Kekristenan yang menjadi misteri paling sulit untuk dipahami. Namun, hanya karena sulit dipahami, tidak berarti konsep tersebut tidak benar. Konsep tersebut menyatakan bahwa Allah terdiri dari tiga pribadi, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus), dan Allah Roh Kudus, tetapi satu secara hakikat.

Ketiga pribadi tersebut berada sejak kekekalan dan akan tetap ada sampai selama-lamanya. Allah Bapa tidak menciptakan Allah Anak dan Allah Roh Kudus, dan demikian pula sebaliknya.

Dalam Amanat AgungNya, Yesus menyatakan ketiga pribadi ini saat Ia memerintahkan murid-muridNya untuk membaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (Matius 28:19)

Banyak rekan non-Kristen yang salah memahami konsep Tritunggal dengan mengatakan bahwa orang Kristen mempercayai tiga Allah. Pemahaman tersebut jelas-jelas tidak sesuai dengan iman Kristen. Mengapa? Karena jelas tertulis dalam Alkitab bahwa hanya ada satu Allah (Ulangan 6:4).

Malah sebaliknya, ayat tersebut diberikan kepada orang Israel untuk mengoreksi jalan pikiran mereka yang terbiasa akan politeisme (percaya kepada banyak allah) yang terbentuk selama mereka diperbudak di Mesir.

Jadi apakah Tritunggal itu? Tidakah kontradiktif bila kita katakan tiga tetapi satu? Dan bukankah sesuatu yang kontradiktif tidak mungkin benar? Bagaimana mungkin 1+1+1=1?

Sesuatu yang kontradiktif memang tidak mungkin benar, akan tetapi, konsep Tritunggal bukanlah suatu kontradiksi. Mengapa? Karena meskipun kita menyatakan bahwa Allah itu satu dan tiga, akan tetapi tidak dalam pengertian yang sama.

Allah itu satu secara hakikat (natur / esensi), namun Ia adalah tiga secara kepribadian. Akan menjadi kontradiksi bila kita mengatakan bahwa Allah adalah satu secara hakikat dan tiga secara hakikat atau Allah adalah satu secara kepribadian dan tiga secara kepribadian.

Ada beberapa perumpamaan yang sering digunakan untuk menjelaskan Tritunggal:
1. Allah seperti seorang pria yang menjadi suami, ayah, maupun anak. Perumpamaan ini sebenarnya kurang tepat karena pria tersebut tidak mungkin menjadi suami, ayah, dan anak pada waktu yang bersamaan, sementara Allah adalah Bapa, Anak, dan Roh Kudus secara bersamaan. Selain itu, Allah bukanlah satu pribadi yang memerankan tiga peran, melainkan tiga pribadi dengan tiga peran berbeda, namun satu secara hakikat.

2. Allah seperti segitiga. Segitiga memiliki tiga sisi, akan tetapi hanya ada satu segitiga.

3. Allah seperti 1x1x1. Di mana hasil perkalian tersebut adalah 1.

Konsep Allah Tritunggal sesungguhnya adalah konsep Allah yang lebih sempurna secara logika. Mengapa?

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang mampu berkomunikasi dan mampu mengasihi. Agar manusia mampu melakukan semua ini, maka Sang Penyebab manusia harus pula mampu berkomunikasi dan mengasihi.

Konsep Allah yang non-Tritunggal, tidak memungkinkan hal tersebut, karena dengan siapa Allah berkomunikasi? Dan siapa yang dikasihi Allah? Ada dua kemungkinan yang terjadi:
1. Tidak ada kasih dan komunikasi saat Allah menjadikan segala sesuatu.
2. Allah membutuhkan ciptaan untuk dikasihi dan berkomunikasi.

Karena Allah adalah sempurna, maka Ia tidak memerlukan ciptaan untuk hal apapun juga, termasuk untuk menyalurkan kasih dan untuk berkomunikasi.

Dalam Allah Tritunggal, ketiga pribadi Allah saling mengasihi dan saling berkomunikasi dalam persekutuan yang erat. Dengan demikian, Allah tidak membutuhkan ciptaan untuk menyalurkan kasih dan berkomunikasi. Sebaliknya, keharmonisan, kasih, komunikasi, dan persekutuan antara ketiga pribadi Allah tersebut menjadi contoh yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita.

[DSB]:

Dear Martin,

Istilah “Tritunggal” memang tidak terdapat dalam Alkitab. Namun demikian, konsep Allah Tritunggal bukanlah suatu doktrin ciptaan manusia, melainkan memang sungguh-sungguh diajarkan oleh Firman Tuhan.

Alkitab menyatakan Trinitas atau Allah Tritunggal dengan sederhana: Allah kita adalah Allah yang Esa. Namun dinyatakan pula bahwa selain Allah yang disebut Bapa, Yesus Kristus (Anak) juga adalah Allah dan Roh Kudus juga adalah Allah. Ketiga-Nya memang merupakan pribadi-pribadi yang berbeda, namun setara dalam hal kuasa dan kemuliaan. Sehingga penjelasan yang logis dari ketiga statement yang kelihatannya bertentangan ini adalah Allah kita adalah Allah yang Esa namun memiliki 3 pribadi yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Hal ini memang sulit untuk dijelaskan secara rasio sehingga sebenarnya tidak perlu kita coba untuk masukkan dalam akal pikiran kita yang terbatas, karena hal ini merupakan sesuatu yang melampaui akal pikiran kita. Namun tidak mungkin kita menyangkali ke-Tritunggalan Allah itu karena banyaknya tulisan di Firman Tuhan yang menyatakan hal tersebut.

Berikut ini merupakan beberapa kutipan Alkitab yang menyatakan Allah Tritunggal:

1. Allah kita adalah Allah yang Esa

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku (Yesaya 44:6)

Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” (Matius 12:29)

2. Allah yang Esa namun dinyatakan dalam bentuk jamak

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26)

3. Bapa adalah Allah

Sebab sungguhpun ada apa yang disebut “allah”, baik di sorga, maupun di bumi–dan memang benar ada banyak “allah” dan banyak “tuhan” yang demikian– namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (I Korintus 8:5-6)

4. Yesus adalah Allah

Sebab sungguhpun ada apa yang disebut “allah”, baik di sorga, maupun di bumi–dan memang benar ada banyak “allah” dan banyak “tuhan” yang demikian– namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (I Korintus 8:5-6)

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5 – ayat ini menubuatkan tentang kelahiran Yesus, yang disebut juga sebagai Allah)

5. Roh Kudus juga Allah

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Matius 28:19)

Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” (Kisah Para Rasul 5:3-4)

Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. (Matius 12:31)

Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu). (I Yohanes 5:7)