Syaloom…

Saya mau bertanya tentang hubungan saya dengan pacar (cewek) saya. Pacar saya lebih tua 5 tahun dari saya, kondisinya dia bekerja dan saya kuliah. Kami berpacaran jarak jauh karena saya kuliah di luar kota. Yang mau saya tanyakan adalah bagaimana caranya menghadapi pacaran jarak jauh itu? Dan bagaimana mengatasi usia pacar saya yang lebih tua itu? Satu lagi dia pernah jujur bilang ke saya kalo dia itu tidak suci (virgin) lagi. Dia melakukan itu dengan mantan pacarnya.

Bagaimana saya mesti jalani ini semua? Padahal saya sangat menyayanginya….

Terima kasih

Tuhan Yesus Memberkati

J di somewhere

[JAWAB]:

Jawaban atas pertanyaan di atas kami bagi dalam 2 bagian. Untuk bagian yang kedua ini kami akan menjawab mengenai pacar yang tidak perawan lagi. Untuk jawaban mengenai pacaran jarak jauh, silakan membaca Pacaran Jarak Jauh

[MC]:

Dear J,

Tidaklah mudah untuk dapat menerima kenyataan bahwa pasangan kita sudah tidak perawan lagi, apalagi kalau kita sendiri menjaga kesucian kita dengan sungguh-sungguh.

Kejujuran pacar J sebetulnya patut dikagumi, tentulah tidak mudah baginya untuk membuka salah satu rahasia terkelam dalam hidupnya. Apalagi dengan ia membuka dirinya, selalu ada kemungkinan J akan meninggalkan dirinya.

Keberanian J untuk dapat menerima dirinya pun merupakan suatu hal yang sangat baik. Kita harus selalu ingat bahwa kita harus membenci dosa, tetapi tetap mengasihi sang pendosa. Bukankah Yesus pun datang untuk orang-orang berdosa (termasuk J dan saya).

Yesus memberikan teladan yang sangat baik dalam menghadapi orang-orang yang telah jatuh ke dalam dosa sexual. Berulang kali kita menemukan kisah tentang perjumpaan Yesus dengan wanita-wanita yang terjerumus dalam dosa sexual (Yohanes 4:5-30, 8:1-11, Lukas 7:36-50). Bagaimana respons Yesus terhadap perempuan-perempuan tersebut?

Yesus menunjukkan belas kasihan dan memberikan pengampunan kepada mereka. Ia juga memperingatkan mereka agar jangan berbuat dosa lagi. Yesus menghadapi mereka dengan kelembutan yang bahkan membuat orang-orang lain terkejut.

Demikian pula kita harus bersikap terhadap mereka yang telah jatuh ke dalam dosa. Kita harus menghadapi mereka dengan lemah lembut dan tetap mengasihi mereka, sebagaimana Allah juga mengasihi mereka.

Bagaimana dengan pacar J? Kami berharap bahwa kesalahan pacar J terjadi di masa lalu, dan ia telah sadar akan dosanya dan telah bertobat.

Bila ya, maka ia perlu meminta pengampunan. Pertama-tama, tentu saja kepada Tuhan. Seperti yang telah kita lihat, Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Kasih dan penuh dengan kelembutan. Datanglah kepada-Nya, mintalah ampun, maka Ia akan mengampuni dosa pacar J.

Selanjutnya, pacar J perlu mengampuni diri sendiri. Tidaklah mudah melepaskan diri dari akibat dosa kita. Seringkali walaupun Tuhan sudah mengampuni kita, kita membiarkan diri kita dirongrong perasaan bersalah karena dosa tersebut. Maka dari itu, ampunilah diri kita sendiri.

Lalu, J sendiri perlu mengampuni dosa pasangan J tersebut. Mungkin tidak perlu dengan pernyataan, tetapi tunjukanlah kasih dan pengampunan J melalui tindakan J. Biarlah pacar J mampu merasakan bahwa J menerima dirinya apa adanya.

Terakhir, ingatlah peringatan Yesus untuk tidak berbuat dosa lagi. J dan pacar J harus berkomitmen untuk menjaga kesucian diri masing-masing. Jangan biarkan Iblis memakai masa lalu pacar J untuk menjatuhkan kalian berdua ke dalam dosa yang sama.

Jangan buat kesempatan. Hindari berduaan tanpa adanya pihak lain, terutama di rumah / kos. Bila berada di kamar, bukalah pintu kamar agar orang yang lewat dapat melihat kalian berdua.

Berdoalah berdua, mintalah kekuatan kepada Tuhan untuk memampukan kalian berdua menjaga kesucian.

Tuhan berkati.

[DSB]:

Dear J,

Waktu pertama kali mendengar pacar J sudah tidak perawan lagi, mungkin itu seperti petir di siang bolong yang mengagetkan J. Sdr MC sudah memberikan input yang sangat baik dalam masalah ini, saya ingin menekankan beberapa poin saja.

Sdr J, yang sangat penting untuk dilakukan adalah memastikan bahwa hal tersebut memang sudah berlalu dan tidak lagi dilakukan terus-menerus (sekalipun dalam tingkat yang lebih rendah misalnya petting). Karena sekali sudah melampaui batas, akan menjadi lebih mudah untuk melakukannya yang kedua kalinya. Untuk itulah maka J harus benar-benar bisa menjaga diri dan pasangan untuk tetap kudus sebelum pernikahan. J bisa membaca tulisan kami di Kami Sudah ML, Harus Bagaimana? sebagai salah satu panduan dalam menjaga kekudusan.

Berikutnya, bagaimana sikap J sendiri sekarang kepada dia? Apakah J bisa menerima sang kekasih apa adanya tanpa memandang rendah si dia? Memang ini tidak mudah, namun penting sekali pengampunan dan penerimaan secara penuh dari Anda sebagai pasangannya. Hal ini benar-benar harus dibereskan sebelum hubungan kalian berdua dapat naik ke tingkat berikutnya.

Mengetahui kenyataan ini memang sulit. Tapi lebih sulit lagi bagi yang mengatakannya. Kalau J memang sungguh-sungguh serius mengasihi dia, percayalah bahwa bersama Tuhan segalanya dapat dilalui bersama.