Shalom sophia! Saya ingin Bertanya tentang kitab Kejadiaan. Saya pernah diajarkan guru agama katholik (sewaktu membahas alkitab dan ilmu pengetahuan) saya bahwa kitab kejadian baru ditulis pada abad ke 7 SM sewaktu bangsa Israel dibuang ke Babel dengan tujuan memperkuat iman bangsa Israel terhadap Yahwe lewat isi kitab itu dimana cerita pada kitab kejadian mengadopsi cerita orang Babel tentang penciptaan.
Dari keterangan di atas disimpulkan bahwa penulis kitab Kejadian dkk., bukanlah Nabi Musa karena ia telah mati pada abad ke 7SM dan tidak mungkin ia sempat menulis di saat ia harus mengurusi bangsa Israel, juga pada masa Musa belum ada budaya menulis sejarah (hanya lewat cerita dari mulut ke mulut). Hanya sewaktu itu sengaja dikatakan pembuatnya adalah Musa supaya bangsa Israel mau mendengar isi kitab itu (mereka menghargai Musa). Juga disimpukan bahwa yang penting isinya bukan ceeritanya (sehingga boleh dibilang cerita di kitab Kejadian hanya cerita adaptasi dongeng).

Yang ingin saya tanyakan apakah hal tersebut benar? Seingat saya dari apa yang pernah saya pelajari bahwa kitab kejadian dsb., memang benar ditulis oleh Musa. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

RC

[JAWAB]:

[MC]:

Kitab Kejadian memang merupakan salah satu kitab yang paling banyak diperdebatkan dalam Alkitab. Mulai dari siap penulisnya, kapan waktu penulisannya hingga kepada kebenaran isinya. Sebagian besar orang Kristen dan Yudaisme percaya bahwa kitab tersebut ditulis oleh Musa, yang berarti waktu penulisannya adalah sekitar 1400 SM. Namun belakangan, para teolog dan ilmuwan liberal menyatakan bahwa kitab ini ditulis pada sekitar tahun 650 SM, ketika bangsa Israel tengah berada di pembuangan di Babel. Jadi bagaimana sesungguhnya pandangan Kristiani mengenai hal ini?

Pertama-tama, mari kita luruskan dahulu pendapat guru RC mengenai “pada masa Musa belum ada budaya menulis sejarah (hanya lewat cerita dari mulut ke mulut)”. Apakah pernyataan tersebut akurat? Bila pernyataan tersebut benar, maka memang sangatlah kecil kemungkinan bila Musa menulis kitab Kejadian, mengingat hal tersebut tidaklah lazim. Maka dari itu, marilah kita melihat sejarah tulisan.

Berdasarkan penemuan arkeologi, bentuk tulisan tertua yang ditemukan adalah cangkang kura-kura Jiahu di China. Para arkeolog memperkirakan cangkang ini dibuat sekitar tahun 6300 SM. Memang tulisan tersebut baru berupa simbol dan gambar, belum berupa tulisan seperti yang kita kenal sekarang.

Bentuk tulisan kuno yang lebih modern yang ditemukan diperkirakan berasal dari sekitar tahun 3500 SM. Dari manakah asalnya? Dari Sumeria, Akkadia, dan Mesir. Di Sumeria berkembang huruf paku (yang mungkin pernah kita pelajari sewaktu kita di SMP), sementara di Mesir berkembang hieroglif (yang mungkin sering kita lihat di film-film). Di Yunani, tulisan mulai dikenal sekitar tahun 2500 SM.

Salah satu dari dokumen-dokumen tua yang paling terkenal mungkin adalah Kodex Hammurabi, yang berisi tentang hukum-hukum negara yang ditulis oleh Raja Hammurabi. Tahun berapakah Kodex tersebut ditulis? Diperkirakan sekitar tahun 2000-1700 SM. Lalu tulisan kembali berkembang sehingga muncullah abjad (alfabet). Diperkirakan alfabet mulai berkembang sekitar tahun 1800 SM di Mesir.

Jadi kita lihat, tradisi penulisan sebenarnya telah dimulai di daerah Sumeria dan Mesir jauh sebelum jaman Musa, bahkan saat Abraham lahir pun (diperkirakan sekitar 2100 SM), tulisan telah dikenal. Selain itu, kaum kerajaan dan pendeta-pendeta biasanya adalah orang-orang yang memegang erat tradisi tersebut. Musa adalah seorang Israel yang dibesarkan di istana Firaun Mesir. Dapat dipastikan bahwa Musa menerima pendidikan terbaik di dunia di masa itu, termasuk di dalamnya adalah ilmu menulis.

Jadi argumen bahwa Musa tidak mungkin menulis karena waktu itu tidak ada tradisi tersebut tidaklah tepat, apalagi mengingat Musa adalah “keluarga” kerajaan Mesir. Dapat dipastikan Musa adalah orang yang sangat terdidik, menguasai berbagai macam ilmu, dan mengetahui berbagai macam cerita tentang “sejarah” alam semesta. Hal ini juga didukung oleh Alkitab (bdk. Kisah 7:22).

Lalu, benarkah Musa yang menulis kitab Kejadian? Bagaimana dengan argumen bahwa Musa begitu sibuk sampai Musa tidak mungkin menulisnya? Kalau kita perhatikan, Keluaran 24:4 menyatakan “Musa menuliskan segala firman TUHAN itu.” Lalu dalam Keluaran 34:27, “Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah segala…”” Di sini kita lihat bahwa penulisan Musa adalah perintah dari Tuhan, bukan keinginan Musa seorang. Ulangan 24:4 menyatakan, “… Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan.”

Selain itu, bukanlah tidak mungkin Musa menulis kitab Kejadian selama ia berada di Mesir atau di Median. Ada jangka waktu 80 tahun (yang sangatlah cukup) untuk menulis kitab Kejadian. Di kedua tempat itu terdapat pula banyak sumber untuk Musa menulis kitab tersebut. Dan bila kita mencermati struktur penulisan dan kosa kata yang dipakai dalam kitab Kejadian, banyak kata yang sudah tidak dipakai lagi ketika bangsa Israel berada di pembuangan di Babel.

Segala bukti di atas membuat tuduhan bahwa kitab Kejadian ditulis pada masa pembuangan di Babel (abad 7 SM) menjadi suatu tuduhan yang sangatlah lemah dan mengabaikan fakta sejarah. Sebaliknya, bukti bahwa Musa adalah penulis kitab Kejadian dan keempat kitab Musa lainnya (Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan) sangatlah kuat.

Sebenarnya pertanyaan RC mengenai apakah Kitab Kejadian berisi sejarah ataukah hanya cerita dongeng seperti yang dinyatakan guru agama RC pernah kami bahas, silakan baca juga Penciptaan, Mitos atau Fakta.

Ada beberapa cara kita dapat memandang Alkitab.
1. Alkitab bukanlah Firman Allah.
2. Alkitab berisi Firman Allah.
3. Alkitab adalah Firman Allah.

Pandangan pertama jelas kita tolak.

Pandangan kedua menyatakan bahwa Alkitab berisi Firman Allah, jadi di dalam Alkitab terdapat pula hal-hal yang bukan merupakan Firman Allah. Guru RC nampaknya memiliki pandangan ini, demikian pula rekan-rekan Muslim yang menyatakan bahwa Alkitab telah diselewengkan namun masih ada yang benar. Di kalangan Kristen sendiri, terdapat orang-orang berpandangan liberal (seperti Jesus Seminar) yang menyatakan bahwa tidak seluruh Alkitab adalah Firman Allah.

Kami dari tim Ask Sophia percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Tidak ada bagian di dalam Alkitab yang bukan merupakan Firman Allah. Maka, bila kita menerima bahwa Alkitab adalah Firman Allah, maka tidak ada ruang untuk meragukan isi dari Alkitab. Kita harus percaya bahwa apa yang ada di dalam Alkitab adalah kebenaran yang sejati, termasuk kitab Kejadian

Pandangan ini juga membawa konsekuensi logis lainnya, yaitu bahwa Alkitab menjadi otoritas tertinggi dalam kehidupan kita sebagai umat-Nya.

Masalahnya, gereja Roma Katolik tidak menerima Alkitab sebagai otoritas tertinggi, karena mereka menyatakan bahwa tradisi gereja dan juga kepausan adalah otoritas yang sebanding dengan Alkitab.

Namun bagi kita orang Kristen, tidak ada pilihan bagi kita, Alkitab adalah mutlak Firman Allah, dan isinya adalah kebenaran. Kita harus menjadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam hidup kita.

RC juga dapat membaca posting berikut dalam menyikapi permasalah ini:
Bukti Alkitab Benar-Benar Diwahyukan oleh Allah.
Hanya Alkitab Sajakah Otoritas Tertinggi Umat Kristen?

[CKM]:

Penulis kitab Kejadian tidak secara langsung menyebutkan penulisnya; Yesus dan penulis-penulis Firman Tuhan sangat percaya bahwa Musa adalah penulis Pentateukh (lima kitab pertama dari Alkitab, juga disebut “hukum Taurat” ; lihat Kel. 17:14; Ul. 31:24; 1 Raja-raja 2:3; Ezra 6:18; Neh 13:1; Dan 9:11-13; Mal. 4:4; Mrk. 12:26; Lukas 16:29; Yohanes 1:17; 5:44-47; 7:19, 23; Kisah Para Rasul 26:22; Rm. 10:5; 2 Kor 3:15, dll.). mengingatkan kita bahwa Musa dididik dalam Injil Lukas “hikmat orang Mesir” (Kisah Para Rasul 7:22). Dalam kedaulatan Allah, Musa telah disiapkan untuk menggabungkan dan mengerti semua catatan-catatan, naskah-naskah, dan narasi lisan yang tersedia dengan mana ia menuliskan Pentateukh. Tak ada orang yang lebih siap atau cakap untuk tugas menulis sejarah Israel yang sangat luas. Saya baru dengar kalau Kitab kejadian baru ditulis pada abad 7 SM karena setahu saya 1450-1410 SM/beberapa perbedaan minor dalam tahun seperti misalnya ada juga yang menuliskan kira-kita Kitab Kejadian ini ditulis pada tahun 1445 — 1405 SM.

Tuhan Yesus Kristus berkata, “Jadi: Musa menetapkan supaya kamu bersunat” (Yohanes 7:22). Ayat ini merefer langsung kepada Kejadian 17:9-11.

Perhatikan juga bahwa Kristus juga menegaskan tentang kepenulisan Musa untuk Kitab Kejadian ketika Ia berkata, “Musa menetapkan supaya kamu bersunat.” Jadi, Tuhan Yesus menjelaskan kepada kita bahwa Musa adalah penulis Kitab Kejadian. Yesus juga berbicara tentang Musa sebagai penulis dari lima kitab pertama dari Alkitab, yang Ia sebut sebagai “Hukum Taurat,” dalam Yohanes 7:19. Kristus berkata, “Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu?….” (Yohanes 7:19). “Hukum Taurat” mengacu kepada Pentateukh. Yesus berbicara tentang “Hukum Taurat dan kitab para nabi” di dalam Lukas 16:16. Hukum Taurat mengacu kepada lima kitab pertama dari Alkitab – Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Jadi ketika Yesus berkata, “Bukankah Musa yang telah memberikan hukum Taurat kepadamu?” Ia sedang menyatakan bahwa Musa adalah penulis dari lima kitab pertama dari Alkitab, mulai dengan Kitab Kejadian. Perhatikan pembagian Perjanjian Lama dalam cerita Yesus tentang Lazarus dan orang kaya. Orang kaya yang ada di Neraka meminta Lazarus untuk kembali ke dunia dan bersaksi kepada saudara-saudaranya yang masih terhilang. Kemudian Yesus memberikan jawaban Abraham kepada orang kaya itu (lih. Luk 16:29-31).

Persoalan ini sudah menjadi soal dari sejak dulu dan polemik ini sudah diselesaikan dengan konfirmasi dari Yesus sendiri. Jadi walaupun banyak bukti lain, seharusnya tidak diperlukan lagi.

Soal cerita dalam Kitab Kejadian, khususnya Kej 1-11. Ada sebagian orang (baik itu dari kalangan yang mengaku dirinya Kristen, non-Kristen, bahkan Atheis dan para pecinta teori Darwin) yang memiliki pandangan bahwa Kej 1-11 bukanlah kisah nyata tetapi mitos atau dongeng belaka. Mereka percaya bahwa sejarah dalam Alkitab dimulai dari Kejadian 12. Kej 1-11 adalah fondasi kekristenan. Landasan iman orang percaya. Jika kita meniadakan atau tidak percaya dengan kesebelesan pasal pertama dalam kitab Kejadian, maka kita akan menggugurkan fondasi iman Kekristenan secara keseluruhan. Maka bisa dipastikan bahwa Iblis telah berhasil menghancurkan ‘fondasi Kebenaran’ di dalam mereka yang tidak mengakui Kejadian 1-11 adalah peristiwa nyata  tetapi dongeng belaka.

Seseorang berkata bahwa,”Everything about the topic of this polemical essay is wrong. There is absolutely no reason to set Genesis 1-11 off from the rest of Genesis, the rest of the Old Testament, and the rest of the Bible as a special, indeed dubious, kind of writing. There is no question whether Genesis 1-11 is historical. There may be no question about the historicity of Genesis 1-11. Merely to allow for the possibility that Genesis 1-11 is mythical is unbelief. Seriously to pose the question about Genesis 1-11, “Myth or History?” is to do exactly what Eve did when she entertained the speaking serpent’s opening question, “Yea, hath God said?” (Gen. 3:1). Tolerance of doubt concerning the truthfulness of God’s Word is revolt against Him and apostasy from Him. “

Sekarang siapa yang Anda percaya? Alkitab atau…..? :)