Mau tanya dong.. Ciuman bibir itu dosa apa ngak sih?? Apa kalo uda pernah ciuman uda gak suci lagi? Apa bisa menyucikan diri lagi? THX

BAR

[JAWAB]:

[DSB]:

Dear BAR,

Kalau kita bilang ciuman = dosa, berarti kita menganggap adanya suatu hukum legalis. Padahal Kekristenan bukanlah agama yang berdasarkan hukum legalis, melainkan berdasarkan anugerah dan kasih Allah. Kasih dan anugerah itulah yang membuat kita rindu dan dengan sepenuh hati mau melakukan apa yang benar di hadapan Allah dan menjauhi apa yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Nah, bicara mengenai ciuman bibir, pertama secara etika di Indonesia hal ini belum umum, jadi masyarakat masih menganggap hal ini sebagai hal yang tabu dalam pacaran.

Kedua, ciuman bibir menunjukkan suatu tingkat keintiman yang sangat tinggi. Dalam pacaran, kalau tingkat keintimannya begitu tinggi, dapat dengan mudah sekali naik ke level berikutnya, yaitu petting dan kemudian ML atau Making Love. Hal ini tentu sangatlah berbahaya. Karena pada umumnya pasangan yang sudah mencoba ke suatu tingkat keintiman tertentu tidak akan turun ke tingkat keintiman yang lebih rendah, melainkan akan semakin naik dan seringkali tanpa bisa dikendalikan oleh kedua belah pihak.

Selain itu, saat kedua orang berciuman, tidaklah mungkin dilakukan tanpa berpelukan, dan dalam waktu singkat dapat meningkat ke kegiatan SEKWILDA (sekitar wilayah dada).

Jadi walaupun ciuman bibir bersama kekasih memang menggoda dan membuat kita semakin dekat, namun kegiatan ini sebaiknya tidak dilakukan. Lebih baik menggunakan lebih banyak waktu untuk saling mengenal satu sama lain (bukan mengenal fisik, tetapi mengenal kepribadian dan pemikiran satu dengan yang lain).  Hindari tempat-tempat untuk “mojok” dan lebih mencari tempat pacaran yang terbuka sehingga menghindarkan kita dari bahaya “keintiman yang sebelum waktunya”.

Mengenai suci atau tidak suci, secara fisik kesucian sering dikaitkan dengan keutuhan selaput dara. Dalam hal ini ciuman bibir saja tidak akan merusakkan selaput dara (artinya tidak akan merusak kesucian). Namun kalau dibilang suci dalam pandangan rohani, sebenarnya semua orang pun tidak ada yang suci, semua orang telah berbuat dosa (Roma 3:23). Jadi, kalau pernah melakukan hal itu, tidak perlu merasa tidak suci, namun sebaiknya mulai menghentikan kebiasaan tersebut.

Apabila BAR merasa perbuatan itu dosa, berarti hati nurani BAR telah berbicara. Mohonlah ampun pada Tuhan dan mintalah pada-Nya supaya BAR tidak melakukan hal tersebut lagi.