Adakah ajaran Alkitab yang membenarkan :

1.berdoa kepada orang yg sudah mati
2.mendoakan orang yg sudah mati
3.Minta orang yg sudah mati berdoa bagi kita

Apakah alasan alasan teologisnya ?

Terima kasih

Shalom

HB

JAWAB:

[CKM]:

Ketiga pertanyaan ini saling berkaitan, maka mengerti dan menerima penjelasan nomor 1 maka pertanyaan nomor 2 dan 3 secara otomatis terjawab karena ini adalah konsukensi logis. Ini penjelasan singkatnya:

Roh manusia yang sudah mati tidak mungkin dapat bertemu dengan  manusia yang hidup. Ketika orang meninggal dunia, rohnya langsung kembali Allah pencipta, karena itu roh tersebut tidak mungkin dapat bepergian semaunya seperti ketika hidup dalam dunia fana ini, ingatlah “Dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya”(Pkh. 12:7).

The Westminster Confession of Faith Bab XXXII ayat 1,”Sesudah kematian, tubuh manusia kembali menjadi debu (Kej 3:19; Kis 13:36), …tetapi jiwa mereka (yang tidak mati & tidak juga tidur) berwujud tidak dapat mati & langsung kembali kepada Allah (Luk 23:43; Pkh 12:7),…” dan lihat juga Second Helvetic Confession pada Bab XXVI mengatakan,”Kami percaya bahwa orang beriman, setelah kematian jasmani, segera pergi kepada Kristus”.

Dari Alkitab kita tahu bahwa roh orang mati tidak dapat bertemu dengan orang hidup seharusnya membuat keluarga-keluarga yang saudaranya meninggal dunia tidak perlu lagi menyembahyangi orang yang telah meninggal tersebut, memberi sesuatu, bahkan merasa ketakutan akan diganggu oleh roh orang yang sudah meninggal.

Bacalah juga Mat 4:10 : “… Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti! Baca juga Mat 4:10; Kis 12:20-23 Kis 14:14,15 Wah 19:10 Wah 22:8,9 Alkitab jelas melarang penyembahan pada manusia maupun malaikat. Alkitab jelas melarang kita yang masih hidup untuk mengadakan kontak dengan orang yang sudah meninggal (Ul 18:9-12; Im 20:6; Yes 8:19-20).

Bacalah 1 Yoh 5:16. Yang dimaksud “maut” pada ayat tersebut adalah dosa yang harus dijatuhi hukuman mati. Jadi mendoakan orang yang melakukan dosa yang mendatangkan maut saja sudah dilarang (padahal orang tersebut masih hidup), apalagi mendoakan orang yang sudah mati. Jadi Alkitab jelas melarang kita untuk mendoakan orang yg sudah mati.

[MC]:

Dear HB,

Jawaban untuk ketiga pertanyaan tersebut adalah TIDAK. Alkitab tidak pernah membenarkan kita untuk melakukan ketiga hal tersebut.

Untuk pertanyaan pertama dan ketiga, ada sebuah pertanyaan yang hendak saya ajukan, yaitu: apa gunanya kita berdoa kepada orang yang sudah mati atau minta didoakan oleh orang yang sudah mati?

Dalam I Timotius 2, Paulus berbicara mengenai doa. Di ayat 5, Paulus dengan tegas mengatakan bahwa “Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus”.

Jelas sekali Paulus memerintahkan kita untuk:
1. Berdoa hanya kepada Allah.
2. Berdoa melalui pengantaraan Yesus.

Sebaliknya, Kitab Musa mencatat dengan tegas agar kita tidak berkonsultasi dengan roh orang mati. Dengan jelas pula ditulis bahwa hukumannya adalah mati. (Imamat 19:31, 20:6, Ulangan 18:10-12).

Jadi tidak ada dasar Alkitab untuk kita berdoa kepada orang mati dan minta didoakan oleh orang mati, malah sebaliknya Alkitab MELARANG kita untuk berhubungan dengan orang mati.

Bagaimana dengan pertanyaan kedua, yaitu mendoakan orang mati? Bukankah ini praktik yang dilakukan oleh semua agama lain, termasuk Katolik?

Bagi orang Kristen, kematian sesungguhnya bersifat final. Bukan final dalam artian tidak ada apa-apa setelah kematian (seperti yang dipercayai ateisme), akan tetapi final dalam artian kita hanya memiliki dua tempat tujuan, yaitu hidup kekal bersama-sama dengan Tuhan di surga, atau hidup dalam penghukuman kekal di neraka.

Pilihan di mana kita akan berada, tergantung pada apa yang kita lakukan di bumi ini. Bila kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka tujuan kita adalah surga. Bila kita tidak mau percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka apapun yang telah kita kerjakan di dunia ini (termasuk segala kebaikan, amal ibadah kita), kita tetap akan berakhir di neraka.

Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini, silakan baca juga Kehidupan Setelah Kematian.

Karena finalitas tersebut, maka dari itulah, pada upacara kematian / pemakaman Kristen, tidak diadakan acara untuk mendoakan roh orang yang meninggal. Tidak ada gunanya lagi kita mendoakan orang yang meninggal tersebut. Doa kita tidak akan mengubah apapun. Sebaliknya, yang kita doakan adalah keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, yaitu agar mereka dihiburkan dan dikuatkan di dalam kesedihan mereka dan agar mereka yang belum percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mau membuka hati mereka kepada Yesus sebelum terlambat.