You are currently browsing the category archive for the 'Curhat' category.
Dear Sophia, nama saya Katarina. Saya lagi dilema dengan seorang pria. Dia mengalami glaukoma yang katanya tidak bisa sembuh & bahkan bisa mengalami kebutaan & dia tidak bekerja tapi dia bermain valas. Pertama saya tau dia glaukoma, saya sempat tidak terima karena menurut saya dia pria baik & dia tidak pantas menerimanya. Tapi seiring berjalannya waktu, kami masih tetap menjalin hubungan & dia mengatakan bahwa dia seorang pemain valas. Jujur saya bingung, apakah saya hanya merasakan iba karena glaukomanya & saya juga bingung apakah saya bisa menerima pekerjaanya? Saya umur 28 tahun & dia 40 tahun, usia yang cukup jauh, tapi setiap kali kita ingin meng-cut hubungan, sll saja tidak pernah bisa, sampai akhirnya kita memutuskan untuk berteman tapi tetap saja kami tidak bisa menutupi perasaan masing2. Yang ingin saya tanyakan perasaan apa yang saya rasakan sekarang ya? Cinta ataukah hanya sekedar iba? Dengan penyakitnya seperti itu saya takut orang tua tidak mengizinkan kami untuk bersama & juga dengan pekerjaannya spt itu membuat saya ragu untuk memperkenalkannya ke orang tua. Saya bukan orang pembantah terhadap orang tua, jadi apapun yang orang tua katakan pasti akan saya turuti krn saya yakin orang tua sangat ingin yang terbaik untuk anak2nya.
Terkadang saya putus asa, mengapa Tuhan sll memberikan cobaan yang berliku2 ttg jodoh saya..tapi saya masih terus berharap yang terbaik. Di saat saya sudah sreg pasti ada saja yang membuat hubungan itu terhenti, entah itu dr pihak orang tua ataupun dari saya pribadi. Mohon sarannya.
Salam,
Katarina (nama samaran)
Saya seorang gadis berumur 23 tahun. Sejak 2 tahun yang lalu saya punya pacar, seorang duda berusia 46 tahun. Istrinya meninggal karena sakit kanker. Saya tidak mengerti mengapa saya jatuh cinta kepada dia yang jelas jauh lebih tua. Saya tahu dia jauh lebih tua, tetapi saya tidak dapat menahan gejolak cinta saya kepadanya. Mungkin saja karena dia sangat memperhatikan saya. Orangtua saya sangat keberatan dengan mengajukan berbagai alasan, antara lain usianya yang sama dengan usia ibu saya dan hanya lebih muda 2 tahun daripada ayah saya. Beberapa teman juga mengejek saya, dianggap saya pacaran dengan teman ayah saya. Saya benar-benar mencintai dia. Rasanya saya tidak dapat hidup tanpa dia. Hanya akhir-akhir ini saya mulai merenung, apakah secara ilmu pengetahuan akan terjadi akibat karena menikah dengan orang yang jauh lebih tua, khususnya dalam urusan hubungan seks suami istri? Mohon penjelasan, apakah pasti ada masalah kelak kalau saya nekat menikah dengan dengan dia yang jauh lebih tua? Apakah saya masih bisa hamil mengingat usia dia yang sudah tua? Apakah kalau melakukan hubungan seks dengan orangtua dapat menyebabkan saya cepat tua? Saya juga ingin tahu, apakah saya akan mengalami masalah seksual karena suami yang sudah tua? Apakah perbedaan usia yang jauh dapat menyebabkan terjadi perselingkuhan? Apakah saya harus putus dengan dia?ö
(T.S.. Jakarta)
Shaloom,
Saya mau tanya apakah berpacaran atau bahkan menikah dengan cewek yang lebih tua (terlepas berapa tahun perbedaannya) di dalam kekristenan karena ada beberapa temen saya yang bilang gak boleh atau gak bisa karena cewek cenderung mempunyai sifat manja dan karenanya kalau cowok lebih muda maka tidak akan ada kesatuan hati sehingga akan terjadi pertengkaran demi pertengkaran, ada juga yang bilang karena adam lebih dahulu diciptakan dari hawa jadi cowok harus lebih tua. tapi ada juga beberapa temen saya yang bilang gak apa-apa selama bisa saling menghargai, menghormati, memahami perbedaaan masing2 juga dapat saling menjaga kekudusan selama berpacaran. trus mana yang bener sih saya jadi bingung, tolongin saya yang sophia. terima kasih sebelumnya. Tuhan memberkati.
Andos rewindo
Salam Kenal….Namaku Rey….saya sedang ada masalah yang lumayan besar atau mungkin juga sepele……
Baru-baru ini saya putus dengan Pacar saya….sebut Saja Y, Kami menjalani pacaran selama 1 tahun 8 bulan dulu kami satu kampus selisih 3 angkatan. sebelum jadian sama dia aku itu orangnya gak mau tau, dan susah diatur, selama kuliah aku hanya pegang prinsip yang penting nilai harus bagus dan paham kuliah yang diajarkan…lainnya urusanku aku gak mau diatur. Terhadap perempuan aku juga gak terlalu perduli, hanya prinsipku perempuan itu harus di hargai jadi gak usah dimacam-macamin (terus terang aku selalu jaga kekudusan badan, anti free sex). Menjelang akhir kuliah di yogyakarta, aku ketemu seorang wanita yang menurutku Pas dengan yang kucari…dia juga anak Tuhan, setelah di dekatin akhirnya kami jadian, pada saat pdkt dia pernah cerita dia suka teman pria satu angkatannya, tapi temannya itu gak punya keberanian mendekati jadi dia juga akhirnya hanya menganggap dia teman….ya memang dia sesuai tipeku, dia bisa ngajak aku rajin kegereja, tiap ke gereja kami selalu ketaman doa,
berdoa bersama agar hubungan kami di berkati dan juga berjanji saling setia, bahkan dia mengajari aku berdoa makan (hal yang lama kutinggalkan), bersama dia aku berubah total, semua kelakuan burukku ku tinggal. 5 bulan setelah jadian aku lulus, selama 5 bulan aku banyak belajar sama dia, kenalan sama keluarganya dan cerita banyak hal..termasuk tentang masa depan, saat itu aku langsung berfikir sebagai pria, aku harus mandiri dan segera kerja….aku harus bisa mempersiapkan masa depan kami (menikah) karena aku ngerasa cocok, singkat cerita akhirnya aku dapat kontrak di kalimantan 2 tahun, aku diskusi sama dia, bahwa aku harus ninggalin dia dulu untuk kerja, aku ngejelasin maksutku ke dia, aku harus bangun masa depan bersama dia, aku harus nunjukin ke ortunya aku bisa jaga anaknya kelak. pokoknya aku bertekat jadi pria bukan anak laki2 lagi, lagian 2 tahun lagi paling dia udah lulus jadi kami bisa langsung nikah (ortunya mau dia lulus dulu) ….akhirnya singkat cerita, dengan berat
// hati dia melepasku, aku berangkat kekalimantan, masih ingat aku tangisnya, selama 1 tahun 2 bulan kami baik2 saja, paling ribut kecil aja..biasa long distance….6 bulan sekali aku cuti ketemu dia, sebagai bukti keseriusan slip gajiku ku tunjukin, demikian juga tabungan yang ku simpan buat pernikahan nanti, sebagai bukti aku serius. Tetapi betapa hancur hatiku, baru2 ini dia minta putus (1,3 tahun di rantau), alasannya dia gak bisa ngelupain pria yang dulu pernah di sukai dan dia merasa bersalah, meskipun gtu aku maafin aku mencoba nenangin dia, meskipun sakit aku maafin dia, aku tetap terima dia karena aku sayang dia. Pertama dia ngelunak tetap jadi pacarku, trus dengan besar hati kubilang, kalian ketemulah bicara baik2 kalo kau udah punya komitmen dengan aku dan dia harus terima itu, cowok itu juga kusuruh ketemu, namun akhirnya dia ngambil keputusan gak akan milih aku atau cowok itu, itu keputusan final….ok saat itu aku terima, tapi alangkah kagetnya aku dalam 1 jam di fbnya
dia ganti status pacaran dengan pria itu ternyata pas mereka kusuruh ketemu, mereka malah jadian, terus terang aku shock…sangat shock….aku nelf dia dan minta penjelasan, aku juga usaha pulang mau ketemu tapi gak diijinin sama dia, akhirnya sambil nangis, dia bilang alasan mutusin aku…..
1. Egois, aku gak bisa bersama dia terus, aku lebih milih egoku untuk mandiri ketimbang bersama dia.
2. Pria yang dia sukai itu selama ini berantakan kuliahnya karena dia frustasi gadis itu jadi pacarku.
3. Dia gak suka suku aku, sekalipun 1 suku sama bapaknya.
4. Dia butuh orang didekatnya dan nyata bukan cuma pria yang cuma ngasi janji tapi tidak ada bukti.
Terus terang aku sakit hati sekali, aku marah ke mantanku aku bilang cowok itu anjing, tapi kemudian aku nyesal.
Yang aku bingung sekarang…
1. Jika suatu saat cowok itu nyia-nyiain dia, aku harus gmna?, aku masih sayang dia…tapi aku takut terulang lagi.
2. Benarkah aku egois dengan milih kerja jauh dibanding dekat dengan dia?
3. aku bingung, harus gmna, terus terang motifasi kerjaku jatuh sekali karena ini….
// 4. Pantaskah aku berharap pada gadis itu….aku takut dia jadi begini karena kesepian………..kutinggal jadi dia salah langkah…..kalo suatu saat dia salah pasti aku punya andil, dosa kah aku?..
5. Pada saat marah aku bilang ke pacarku kamu lebih rendah dari pelacur, pelacur saja mandi dulu baru ganti pelanggan, kau bahkan air mata belum kering udah yang-yangan sama anjing itu di f.b. aku harus gmna harus minta maafkah secara langsung?, karena no hpnya telah ganti…
Demikian curhatku, mohon maaf ganggu…..minta tolong pandangannya
Hai Shallom, saya ingin tahu bagaimana dalam menghadapi situasi di bawah ini:
1. Pertama saya sering ditawarkan teman untuk kenalan dengan cewek
tapi beragama Katolik dan saya sering menolaknya, karena memang
dasarnya saya tidak suka kalau dikenalin lebih baik natural.
2. Saya pernah menemukan orang yang beragama Katolik cewek lebih
mengerti bagaimana caranya bersandar kepada Tuhan
Yesus bukan bersandar pada doktrin manusia dibandingkan dengan
orang Kristen yang sekarang ada termasuk aku sih jadi saya tertegur.
Nah pertanyaan saya,
Pada saat ini saya menemukan hal yang sama yaitu saya mau
dikenalkan lagi dengan cewek yang beragama Katolik dan akhirnya
saya setuju. Apa yang harus saya lakukan, disamping saya sudah
mendapat peringatan dari teman seiman saya (Kristen) untuk tidak
perlu buang waktu dan disamping itu saya merasa tidak enak dengan
teman gereja saya yang sudah berusaha mengenalkan dia.
Sebelumnya saya tahu bahwa Kristen dan Katolik sama kepercayaannya cuma berbeda dengan cara beribadah, jadi kalau ada kata2 saya yang menyinggung saya mohon maaf, saya hanya sharing pengalaman saya dan berusaha untuk menyelesaikannya. Thanks God Bless You all
AN
Saat Teduh sangat dianjurkan untuk membangun hubungan persekutuan pribadi dengan Tuhan..
Pertanyaannya:
Bagaimana agar kita dapat terus menerus mempunyai gairah dan semangat yang baru untuk terus melakukan Saat Teduh?? Kadang Saat Teduh kita bisa merasakan jenuh, bosan, dan tidak mendapat apa-apa.. Apakah ini proses dr Tuhan agar kita tetap setia dan terus menerus mencari wajah-Nya??
-MinZz-
aku mau nanya saat ini aku tu punya pcr (ga seiman) dia itu kuliah di jogja.yang aku bingungkan kira-kira boleh ga sich aku pacaran sama dia?
Tapi masalahnya dia janji kalo kami sampai ke jenjang pernikahan dia mau ikut aku ( mau ikut kristen).Tolong di jawab ya?Trus kira_kira untuk saat ini apa yang harus aku lakukan coz,aku masih SMA.
Nadia
2. Bagaimana dengan hal ini: untuk jemaat yg blom memiliki PH (Pasangan Hidup) harap mendaftar ke Ketua Komsel, agar nantinya didoakan sampai mendapat pasangan hidup, saya juga terganjal atas dogma ini, serta aturan yg dibuat2 sendiri, misalnya dalam 6 bulan tidak boleh contact dengan calon pasangan kita agar tau ini pasangan dari TUhan atau bukan.
Maria di Jakarta
Dear sophia,
Saya ingin bertanya :
1. apakah pernikahan yang telah diteguhkan gereja diperbolehkan untuk bercerai, dikarenakan sang suami telah tinggal bersama dengan wanita lain dan memutuskan untuk bercerai dengan istri?
2. Jika suami bertobat dan ingin kembali kepada istrinya, apakah yang harus dilakukan sang istri?
3. Apakah ada sanksi dari gereja, untuk pasangan yang bercerai?
Terima kasih atas jawabannya.
- someone -
