<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ask Sophia</title>
	<atom:link href="http://asksophia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asksophia.wordpress.com</link>
	<description>Bingung? Lagi ada problem? Masalah dengan pacar? ortu? atau mau nanya tentang iman Kristen? Anda pun bisa bertanya kepada Sophia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Oct 2009 02:45:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='asksophia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1109186615da386cdf3b8257ae3407bb?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ask Sophia</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pluralitas Agama dan Kekristenan</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2009/10/17/pluralitas-agama-dan-kekristenan/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2009/10/17/pluralitas-agama-dan-kekristenan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 02:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana para Calvinis memahami relevansi Matius  28:19 untuk umat Kristen saat ini?
&#8220;Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus&#8221;
Apakah untuk zaman sekarang, seorang Kristen harus dengan semangat berkobar-kobar &#8220;mempertobatkan&#8221; orang-orang nonKristen? Kalau saya berhasil membaptis seorang muslim, saya akan ditimpuki batu, Bung!
Ataukah pluralitas agama kini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=165&subd=asksophia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagaimana para Calvinis memahami relevansi Matius  28:19 untuk umat Kristen saat ini?</p>
<p>&#8220;Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus&#8221;</p>
<p>Apakah untuk zaman sekarang, seorang Kristen harus dengan semangat berkobar-kobar &#8220;mempertobatkan&#8221; orang-orang nonKristen? Kalau saya berhasil membaptis seorang muslim, saya akan ditimpuki batu, Bung!</p>
<p>Ataukah pluralitas agama kini sudah diamini para Calvinis sebagai suatu keniscayaan&#8211;bahwa Allah memang menghendaki adanya keberagaman agama? Bagaimana para Calvinis menanggapi fenomena ini?</p>
<p>Terakhir, menurut Calvinis, apakah para nonKristen yg sepanjang hidupnya menghayati ajaran agama mereka masing-masing tetap tidak memperoleh keselamatan seperti yang dijanjikan Yesus?</p>
<p>Hireka</p>
<p><span id="more-165"></span></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><strong>[MC]:</strong></p>
<p>Pertanyaan saudara akan saya bagi menjadi 3 bagian.</p>
<p>1. Apakah ada banyak jalan untuk ke surga (diselamatkan)?<br />
2. Bagaimana relevansi Mat 28:19?<br />
3. Bagaimana dengan toleransi hidup beragama?</p>
<p>Untuk pertanyaan pertama, kita dapat melihatnya secara filosofis dan secara Firman Tuhan.</p>
<p>A. Secara filosofis.</p>
<p>Memungkinkah ada banyak jalan menuju keselamatan?</p>
<p>Pertama-tama, mari kita lihat kembali HUKUM LOGIKA.</p>
<p>Salah satu bagian dari hukum logika adalah bahwa 2 hal yang bertentangan (berkontradiksi) tidak mungkin keduanya benar. Mungkin saja keduanya salah, tapi TIDAK MUNGKIN KEDUANYA BENAR.</p>
<p>Misalkan X dan Y datang dan menanyakan siapa Presiden Amerika saat ini.</p>
<p>Bila saya menjawab &#8220;Bush&#8221; kepada X dan &#8220;Clinton&#8221; kepada Y, apakah mungkin kedua jawaban tersebut benar?</p>
<p>Tidaklah mungkin, karena hanya ada 1 Presiden Amerika.</p>
<p>Dalam hal ini, kedua jawaban saya salah, karena Presiden Amerika saat ini adalah &#8220;Obama&#8221;.</p>
<p>Maka kita lihat, 2 hal yang berkontradiksi, tidaklah mungkin keduanya benar. Namun mungkin saja keduanya salah.</p>
<p>Bagaimana dengan &#8220;agama&#8221;?</p>
<p>Setiap agama yang ada, mengajarkan hal-hal yang saling bertentangan satu sama lain, contoh:</p>
<p>a. Kristen dan Islam tidak percaya reinkarnasi, tetapi bagi Hindu dan Buddha, reinkarnasi adalah doktrin yang tidak dapat diganggu gugat.</p>
<p>b. Kristen menyatakan bahwa keselamatan adalah anugerah semata, tidak ada perbuatan kita yang perlu dilakukan. Bagaimana dengan agama lain yang rata-rata mengajarkan bahwa perbuatan baik adalah salah satu syarat untuk mendapatkan keselamatan?</p>
<p>Jadi kita lihat, agama-agama yang ada, semuanya saling berkontradiksi. Dan seperti yang kita telah bahas di awal, 2 (atau lebih) hal yang berkontradiksi, tidak mungkin semuanya benar.</p>
<p>Jadi dapat kita simpulkan bahwa TIDAK MUNGKIN SEMUA AGAMA BENAR. Mungkin saja semua agama salah, tetapi MEMUNGKINKAN ADA 1 YANG BENAR.</p>
<p>B. Secara Firman Tuhan.</p>
<p>a. Kisah Para Rasul 4:11-12. &#8220;Sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.&#8221;</p>
<p>b. Markus 16:16. &#8220;Siapa yang percaya dan dibaptis, akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum&#8221;</p>
<p>c. Yohanes 14:6. &#8220;I AM THE way, THE truth, and THE life. No man come to the Father, but by Me.&#8221;<br />
Perhatikan bahwa terjemahan Inggris menggunakan kata &#8220;THE&#8221; yang menyatakan hal yang sangat spesifik. Dalam hal ini, Yesus menyatakan bahwa Ia adalah SATU-SATUNYA JALAN, KEBENARAN, DAN HIDUP.</p>
<p>Jadi, kami mengklaim bahwa KRISTUS ADALAH SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN, tidak ada cara lain atau jalan lain.</p>
<p>2. Relevansi Matius 28:19.</p>
<p>Kami percaya bahwa ayat ini (dan juga seluruh isi Alkitab) tetaplah relevan dengan kehidupan kita saat ini, karena Alkitab adalah Firman Tuhan.</p>
<p>Jadi, panggilan untuk memberitakan Injil HARUSLAH TETAP DILAKSANAKAN. Dan kita tetap harus dengan sepenuh hati mengabarkan Injil. Hal ini tidaklah bisa ditawar-tawar.</p>
<p>Namun, saya juga hendak meluruskan sebuah kekeliruan pandangan.</p>
<p>&#8220;&#8230;semangat berkobar-kobar &#8220;mempertobatkan&#8221; orang-orang&#8221;</p>
<p>Pertobatan bukanlah usaha manusia, melainkan karya Roh Kudus semata. Kita tidak dapat mempertobatkan orang, yang dapat kita perbuat adalah mengabarkan berita Injil.</p>
<p>Kembali lagi ke topik pekabaran Injil, harus kita akui bahwa tempat kita berdiam bukanlah tempat yang ramah bagi pemberitaan Injil.</p>
<p>Akan tetapi kita tetap dapat memberitakan Injil dengan perbuatan kita.</p>
<p>Matius 5:16 mencatat:<br />
&#8220;Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.&#8221;</p>
<p>Artinya, kita dapat memberitakan Injil dengan perbuatan kita. Maka dari itulah orang-orang Kristen dituntut untuk menjadi berbeda dengan orang-orang dunia.</p>
<p>Biarlah kita tetap memberitakan Injil Kristus melalui perbuatan dan tutur kata kita.</p>
<p>3. Pluralitas dan Toleransi</p>
<p>Dengan banyaknya agama dan kepercayaan di Indonesia, kita mungkin bertanya-tanya bagaimana sikap kita seharusnya terhadap rekan-rekan kita yang berbeda kepercayaan.</p>
<p>Indonesia sebenarnya memiliki sebuah semboyan yang sangat baik, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p>Makna paling mendasar dari semboyan ini adalah bahwa setiap perbedaan yang ada di antara kita, tidaklah harus memisahkan kita. Sebaliknya, perbedaan-perbedaan tersebut haruslah ditoleransi.</p>
<p>Jadi, perbedaan kepercayaan seharusnya tidaklah memecah belah kita.</p>
<p>Sebagai orang Kristen, memang kita percaya bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan dan kita ditugaskan untuk memberitakan Injil. Tetapi, hal ini bukan berarti kita tidak perlu menghargai dan menghormati orang lain.</p>
<p>Sebaliknya, kita harus mengasihi mereka. Hormatilah kepercayaan mereka. Tetapi kita juga tidak boleh mengkompromikan kepercayaan kita demi menyenangkan mereka.</p>
<p>Akhir kata, pekabaran Injil dan toleransi sebenarnya sangatlah erat hubungannya. Rata-rata orang yang akhirnya mau menerima Kristus karena mereka dapat melihat kasih yang nyata dari dalam diri orang-orang Kristen. Kasih yang berasal dari Sang Kasih itu sendiri.</p>
<p><strong>[CKM]:</strong></p>
<div class="im">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="color:#333399;"><span style="font-size:small;">Bagaimana para Calvinis memahami relevansi Matius  28:19 untuk umat  Kristen saat ini?</p>
<p>&#8220;Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku  dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus&#8221;</p>
<p>Apakah untuk  zaman sekarang, seorang Kristen harus dengan semangat berkobar-kobar  &#8220;mempertobatkan&#8221; orang-orang nonKristen? Kalau saya berhasil membaptis seorang  muslim, saya akan ditimpuki batu, Bung!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;">
</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">CKM:  Ya. <strong>‘Jadikanlah  semua bangsa muridKu’</strong>.adalah  satu-satunya kata perintah dalam bagian ini. Sedangkan kata-kata  <strong>‘pergilah’</strong>, <strong>‘baptislah’</strong>, dan <strong>‘ajarlah’</strong> merupakan  <em>participles. </em>Ini menunjukkan bahwa penekanan utama dari bagian ini adalah  <strong>‘menjadikan murid Yesus’</strong>. Sedangkan <strong>‘pergi’</strong>, <strong>‘membaptis’</strong> dan <strong>‘mengajar’</strong> adalah hal-hal yang harus dilakukan untuk bisa menjadikan  murid.  Ini juga secara <em>implicit</em> menunjukkan bahwa Yesus Kristus  adalah satu-satunya jalan ke surga, karena kalau tidak mengapa Yesus menyuruh  menjadikan semua bangsa muridNya? Kalau memang Yesus bukan satu-satunya jalan  keselamatan, untuk apa ada perintah untuk memberitakan Injil / membawa semua  orang untuk datang kepada Yesus?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Sesuatu hal lain yang perlu diingat adalah bahwa dalam rasul-rasul  melaksanakan perintah ini, mereka memberitakan Injil kepada orang-orang yang  sudah beragama sekalipun (agama Yahudi). Dan bagaimanapun mereka diancam untuk  tidak memberitakan Injil, mereka tetap memberitakan Injil! (baca Kis  3:11-5:42).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Pandangan yang mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga  bukanlah fanatisme yang picik, tetapi memang merupakan kebenaran yang nyata  sekali di ajarkan dalam Alkitab! Menolak kebenaran ini sama dengan menolak  Alkitabi / Firman Tuhan! Mengejek orang kristen yang mempercayai kebenaran ini  sama dengan mengejek  Firman Tuhan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Terakhir. Jangan berhenti hanya sampai ayat 19-20a, tapi masih ada 1 ayat  lagi, yaitu ayat 20b.  Perintah untuk memberitakan Injil dalam  ay 19-20a memang berat, tetapi Tuhan berjanji untuk menyertai orang yang  mau mentaati perintah itu! Kalau Anda  mau untuk memberitakan  Injil, Anda  harus menyadari bahwa akan ada serangan setan bagi Anda.  Tetapi jangan takut, karena Tuhan Yesus beserta dengan  Anda!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Kepercayaan tentang Kristus sebagai satu-satunya jalan ke surga bisa ada  bersama-sama dengan kasih kepada orang non kristen, dan ini diwujudkan dengan  memberitakan Injil kepada orang non kristen itu, supaya ia bisa  diselamatkan.</span></p>
<div class="im">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;">
<span style="color:#333399;">Ataukah pluralitas agama kini sudah diamini para Calvinis sebagai suatu  keniscayaan&#8211;bahwa Allah memang menghendaki adanya keberagaman agama? Bagaimana  para Calvinis menanggapi fenomena ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong>CKM:</strong> Kami mengakui akan adanya pluralitas agama  dalam arti bahwa kami mengakui bahwa di sekeliling kami  banyak agama-agama  lain. Kemunculan berbagai macam agama bukan karena Allah menghendaki  demikian.  Timbulnya berbagai macam agama adalah karena manusia mengakui  bahwa ada sesuatu di luar dirinya yang lebih besar, lebih berkuasa, dll sehingga  dalam diri manusia timbul akan adanya perasaan takjub dan mengakui adanya  kekuatan besar di luar sana selain manusia, misalnya ada kekuatan yang bisa  mengeluarkan petir, dan lainnya. Itu disebut <em>sensus deititas</em>, yaitu Allah  menanam dalam batin manusia bahwa ada ilah yang lebih besar dari dirinya yang  menguasai dunia. Dengan potensi ini, maka setiap manusia jika hendak jujur,  pasti mengakui bahwa memang Allah ada. Namun pengetahuan ini kabur, siapakah  allah itu? Hal ini menjadi kabur oleh sebab dosa. Maka manusia tidak bisa  mengetahui allah yg sejati, manusia hanya bisa mereka-reka bahwa allah adalah  seperti ini itu. Maka dalam hal inilah Alkitab menyatakan, bahwa Allah yang  benar adalah siapa? Allah yang kami kenal dalam Tritunggal adalah Allah sejati  yang dinyatakan oleh Alkitab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Alkitab ditulis dalam konteks pluralistik. Sepanjang Perjanjian Lama  Allah Israel mengingatkan agar umatNya berbalik dari berhala dan hanya menyembah  Dia saja. Yosua memberi pilihan pada bangsa Israel: : <em>&#8220;If serving the LORD  seems undesirable to you, then choose for yourselves this day whom you will  serve, whether the gods your forefathers served beyond the River, or the gods of  the Amorites, in whose land you are living. But as for me and my household, we  will serve the LORD&#8221;</em> (Josh. 24:15 &#8211; NASB). Orang Israel tidak sembarangan  memilih: mereka kenal dengan semua pilihan agama itu. Berikutnya, nabi Elia  memberi pilihan yang sama kepada bangsa Israel: <em>&#8220;How long will you hesitate  between two opinions? If the LORD is God, follow Him; but if Baal, follow him&#8221;… </em>(1 Kings 18:21 &#8211; NASB). Umat Tuhan dalam Perjanjian Lama memerlukan  peringatan yang terus menerus akan keunikan Allah karena mereka dikelilingi  dewa-dewi asing. Hal yang sama juga berlaku di Perjanjian Baru. Dosa global  bukanlah berita baru bagi Kekristenan. Jemaat Kristen pertama hidup di kota-kota  kosmopolitan seperti Antiokhia, Korintus, dan Roma, dan di persimpangan  pertukaran budaya. Ini berarti mereka dikelilingi ajaran-ajaran lain. Mereka  bukan menjadi Kristen karena tidak pernah mendengar yang lainnya. Sebaliknya,  mereka beralih menjadi Kristen dari agama-agama lain. Saat berkata, “Yesuslah  satu-satunya jalan,” mereka tahu apa saja jalan lain itu: Yudaisme, agama mistik  timur, agama kekaisaran Romawi, dan berbagai sekolah filosofi Yunani. Contoh  baik mengenai pertentangan antara Kekristenan dengan ajaran lain terdapat dalam  Kisah Para Rasul. Buku ini menceritakan saat Paulus mengunjungi Athena dan  berdebat dengan filsuf <em>Epikuros</em> dan <em>Stoa </em>(Kis 17:18 – LAI TB).  Para ahli pikir sangat menyukai perdebatan, maka mereka mengundang Paulus ke  pertemuan <em>Areopagus</em>, kelompok filosofis yang berkumpul di Bukit  <em>Mars</em> memandang kota Athena. Kelompok itulah pusat intelektual dunia  Mediteranian. Penulis Kisah Para Rasul mengamati, <em>“Adapun orang-orang Athena  dan orang-orang asing yang tinggal di situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu  selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru”</em> (ay 21).  Paulus telah melihat semua mezbah dan patung penyembahan, maka ia memulai  pembicaraannya dengan mengakui betapa religiusnya orang Yunani: <em>“Paulus pergi  berdiri di atas Areopagus dan berkata: &#8216;Hai orang-orang Athena, aku lihat, bahwa  dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku  berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai  juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal&#8217;”</em> (ay  22-23a). Paulus kemudian menjelaskan Kekristenan kepada para filsuf. Ia tidak  berkata, “Sekarang aku akan menjelaskan seorang dewa lain untuk ditambahkan di  kuilmu.” Sebaliknya ia berkata, <em>“Allah yang telah menjadikan bumi dan segala  isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil  buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah  Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala  sesuatu kepada semua orang”</em> (ay 24-25). Paulus bersikukuh bahwa Allah yang  benar dan hidup melebihi semua allah lain. Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa  membuat patung untuk sesuatu yang ilahi dari emas atau perak atau batu adalah  tindakan kebodohan (ay 29-30). Dalam pembelaannya Paulus menyatakan Kekristenan  melawan latar belakang pluralisme empiris, seperti yang setelahnya orang Kristen  harus terus melakukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Masalah pluralisme agama dibicarakan dalam pemberitaan Kristen karena  masalah ini adalah bagian penting dari pemberitaan Injil. Paulus berkata di  dalam Kis 14:15, <em>“Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu,  supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang  hidup”.</em> Bertobat berarti menolak pengertian pluralis tentang kehadiran ilahi  dalam tiap berhala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Dari Alkitab, kita bisa belajar atau mencontoh dari Paulus bahwa  tetap  ada <em>eklsuvisme</em> di  dalam iman Kristen. Mereka (Tokoh-tokoh Alkitab) tidak sedikitpun mengurangi  keyakinan bahwa hanya di dalam Kristuslah Allah (YHWH) dapat di kenal dengan  benar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;">
<span style="font-size:small;"> </span></p>
<div class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><br />
<hr size="1" /></span></div>
<div class="im">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="color:#333399;">Terakhir, menurut Calvinis, apakah para nonKristen yg sepanjang hidupnya  menghayati ajaran agama mereka masing-masing tetap tidak memperoleh keselamatan  seperti yang dijanjikan Yesus?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong>CKM:</strong> Ya. </span><span style="font-size:small;">Dalam Kis 4:12 menyatakan bahwa <strong>‘keselamatan itu ada <span style="text-decoration:underline;">di dalam</span> Yesus’</strong>, dan 1 Yoh 5:11-12 menyatakan bahwa <strong>‘hidup yang kekal itu ada  <span style="text-decoration:underline;">di dalam</span> Yesus’</strong>. Bayangkan Yesus sebagai sebuah kotak yang di  dalamnya berisikan keselamatan / hidup kekal. Kalau seseorang menerima kotaknya  (Yesus), maka ia menerima isinya (keselamatan / hidup yang kekal), dan  sebaliknya kalau ia menolak kotaknya (Yesus), otomatis ia juga menolak isinya  (keselamatan / hidup yang kekal). Perhatikan juga kata-kata <strong>‘di bawah kolong  langit ini’</strong> dalam Kis 4:12, dan kata-kata <strong>‘barangsiapa tidak  memiliki Anak’</strong> dalam 1 Yoh 5:12 itu. Ini menunjukkan bahwa tidak mungkin  kata-kata ini ditujukan hanya untuk orang kristen. Ayat-ayat tersebut di atas  ini berlaku untuk seluruh dunia!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;">Orang tidak bisa menyembah / mentaati / melayani Allah, tetapi pada saat  yang sama menolak Yesus. Menolak Yesus berarti menolak Allah, dan tidak percaya  kepada Yesus berarti tidak percaya kepada Allah. Melihat pada semua ini bisakah  orang yang tidak percaya kepada Yesus masuk surga? Semua manusia membutuhkan  Penebus, karena semua manusia berdosa, dan dosa tidak bisa ditebus dengan  perbuatan baik / ketaatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt 39.75pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">Ef 2:8,9 Gal 2:16 Ro 3:24,27-28 menunjukkan bahwa kita  selamat / dibenarkan hanya karena iman. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt 39.75pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">Gal 3:2,14 menunjukkan bahwa kita menerima Roh Kudus karena iman. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt 39.75pt;"><span style="font-size:small;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">Kis 15:1-21 menunjukkan bahwa kita bisa selamat karena iman saja,  bukan karena ketaatan pada hukum-hukum Musa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt 39.75pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">Dalam Yoh 19:30 Yesus berkata &#8217;sudah selesai&#8217;. Ini menunjukkan bahwa  keselamatan kita sudah Ia selesaikan, sehingga kita tak perlu berusaha apa-apa  lagi! Kita hanya menerima keselamatan itu dengan iman! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;">Jadi, Alkitab dengan jelas sekali mengajarkan bahwa kita selamat hanya  karena iman kepada Yesus Kristus. Perbuatan baik hanya merupakan bukti iman, dan  kalau perbuatan baik itu tidak ada maka iman itu sebetulnya mati / tidak ada  (Yak 2:17,26), tetapi bagaimanapun juga, perbuatan baik itu sama sekali  tidak punya andil dalam keselamatan kita. Maka jika  kami mengatakan  bahwa orang yang tidak per­caya kepada Yesus pasti masuk neraka, maka kami  bukan menghakimi, tetapi percaya pada kebenaran   Alkitab!</span></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:2436px;width:1px;height:1px;">
<div class="im">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Bagaimana para Calvinis memahami relevansi Matius  28:19 untuk umat  Kristen saat ini?</p>
<p>&#8220;Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku  dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus&#8221;</p>
<p>Apakah untuk  zaman sekarang, seorang Kristen harus dengan semangat berkobar-kobar  &#8220;mempertobatkan&#8221; orang-orang nonKristen? Kalau saya berhasil membaptis seorang  muslim, saya akan ditimpuki batu, Bung!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;">
</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">CKM:  Ya. <strong>‘Jadikanlah  semua bangsa muridKu’</strong>.adalah  satu-satunya kata perintah dalam bagian ini. Sedangkan kata-kata  <strong>‘pergilah’</strong>, <strong>‘baptislah’</strong>, dan <strong>‘ajarlah’</strong> merupakan  <em>participles. </em>Ini menunjukkan bahwa penekanan utama dari bagian ini adalah  <strong>‘menjadikan murid Yesus’</strong>. Sedangkan <strong>‘pergi’</strong>, <strong>‘membaptis’</strong> dan <strong>‘mengajar’</strong> adalah hal-hal yang harus dilakukan untuk bisa menjadikan  murid.  Ini juga secara <em>implicit</em> menunjukkan bahwa Yesus Kristus  adalah satu-satunya jalan ke surga, karena kalau tidak mengapa Yesus menyuruh  menjadikan semua bangsa muridNya? Kalau memang Yesus bukan satu-satunya jalan  keselamatan, untuk apa ada perintah untuk memberitakan Injil / membawa semua  orang untuk datang kepada Yesus?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Sesuatu hal lain yang perlu diingat adalah bahwa dalam rasul-rasul  melaksanakan perintah ini, mereka memberitakan Injil kepada orang-orang yang  sudah beragama sekalipun (agama Yahudi). Dan bagaimanapun mereka diancam untuk  tidak memberitakan Injil, mereka tetap memberitakan Injil! (baca Kis  3:11-5:42).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Pandangan yang mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga  bukanlah fanatisme yang picik, tetapi memang merupakan kebenaran yang nyata  sekali di ajarkan dalam Alkitab! Menolak kebenaran ini sama dengan menolak  Alkitabi / Firman Tuhan! Mengejek orang kristen yang mempercayai kebenaran ini  sama dengan mengejek  Firman Tuhan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Terakhir. Jangan berhenti hanya sampai ayat 19-20a, tapi masih ada 1 ayat  lagi, yaitu ayat 20b.  Perintah untuk memberitakan Injil dalam  ay 19-20a memang berat, tetapi Tuhan berjanji untuk menyertai orang yang  mau mentaati perintah itu! Kalau Anda  mau untuk memberitakan  Injil, Anda  harus menyadari bahwa akan ada serangan setan bagi Anda.  Tetapi jangan takut, karena Tuhan Yesus beserta dengan  Anda!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Kepercayaan tentang Kristus sebagai satu-satunya jalan ke surga bisa ada  bersama-sama dengan kasih kepada orang non kristen, dan ini diwujudkan dengan  memberitakan Injil kepada orang non kristen itu, supaya ia bisa  diselamatkan.</span></p>
<div class="im">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;">
<span style="font-size:small;">Ataukah pluralitas agama kini sudah diamini para Calvinis sebagai suatu  keniscayaan&#8211;bahwa Allah memang menghendaki adanya keberagaman agama? Bagaimana  para Calvinis menanggapi fenomena ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong>CKM:</strong> Kami mengakui akan adanya pluralitas agama  dalam arti bahwa kami mengakui bahwa disekililing kami  banyak agama-agama  lain. Kemunculan berbagai macam agama bukan karena Allah menghendaki  demikian.  Timbulnya berbagai macam agama adalah karena manusia mengakui  bahwa ada sesuatu diluar dirinya yang lebih besar, lebih berkuasa, dll sehingga  dalam diri manusia timbul akan adanya perasaan takjub dan mengakui adanya  kekuatan besar di luar sana selain manusia, misalnya ada kekuatan yang bisa  mengeluarkan petir, dan lainnya. Itu disebut sensus deititas, yaitu Allah  menanam dalam batin manusia bahwa ada ilah yang lebih besar dari dirinya yang  menguasai dunia. Dengan potensi ini, maka setiap manusia jika hendak jujur,  pasti mengakui bahwa memang Allah ada. Namun pengetahuan ini kabur, siapakah  allah itu? Hal ini menjadi kabur oleh sebab dosa. Maka manusia tidak bisa  mengetahui allah yg sejati, manusia hanya bisa mereka-reka bahwa allah adalah  seperti ini itu. Maka dalam hal inilah Alkitab menyatakan, bahwa Allah yang  benar adalah siapa? Allah yang kami kenal dalam Tritunggal adalah Allah sejati  yang dinyatakan oleh Alkitab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Alkitab ditulis dalam konteks pluralistik. Sepanjang Perjanjian Lama  Allah Israel mengingatkan agar umatNya berbalik dari berhala dan hanya menyembah  Dia saja. Yosua memberi pilihan pada bangsa Israel: : <em>&#8220;If serving the LORD  seems undesirable to you, then choose for yourselves this day whom you will  serve, whether the gods your forefathers served beyond the River, or the gods of  the Amorites, in whose land you are living. But as for me and my household, we  will serve the LORD&#8221;</em> (Josh. 24:15 &#8211; NASB). Orang Israel tidak sembarangan  memilih: mereka kenal dengan semua pilihan agama itu. Berikutnya, nabi Elia  memberi pilihan yang sama kepada bangsa Israel: <em>&#8220;How long will you hesitate  between two opinions? If the LORD is God, follow Him; but if Baal, follow him&#8221;… </em>(1 Kings 18:21 &#8211; NASB). Umat Tuhan dalam Perjanjian Lama memerlukan  peringatan yang terus menerus akan keunikan Allah karena mereka dikelilingi  dewa-dewi asing. Hal yang sama juga berlaku di Perjanjian Baru. Desa global  bukanlah berita baru bagi Kekristenan. Jemaat Kristen pertama hidup di kota-kota  kosmopolitan seperti Antiokhia, Korintus, dan Roma, dan di persimpangan  pertukaran budaya. Ini berarti mereka dikelilingi ajaran-ajaran lain. Mereka  bukan menjadi Kristen karena tidak pernah mendengar yang lainnya. Sebaliknya,  mereka beralih menjadi Kristen dari agama-agama lain. Saat berkata, “Yesuslah  satu-satunya jalan,” mereka tahu apa saja jalan lain itu: Yudaisme, agama mistik  timur, agama kekaisaran Romawi, dan berbagai sekolah filosofi Yunani. Contoh  baik mengenai pertentangan antara Kekristenan dengan ajaran lain terdapat dalam  Kisah Para Rasul. Buku ini menceritakan saat Paulus mengunjungi Athena dan  berdebat dengan filsuf <em>Epikuros</em> dan <em>Stoa </em>(Kis 17:18 – LAI TB).  Para ahli pikir sangat menyukai perdebatan, maka mereka mengundang Paulus ke  pertemuan <em>Areopagus</em>, kelompok filosofis yang berkumpul di Bukit  <em>Mars</em> memandang kota Athena. Kelompok itulah pusat intelektual dunia  Mediteranian. Penulis Kisah Para Rasul mengamati, <em>“Adapun orang-orang Athena  dan orang-orang asing yang tinggal di situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu  selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru”</em> (ay 21).  Paulus telah melihat semua mezbah dan patung penyembahan, maka ia memulai  pembicaraannya dengan mengakui betapa religiusnya orang Yunani: <em>“Paulus pergi  berdiri di atas Areopagus dan berkata: &#8216;Hai orang-orang Athena, aku lihat, bahwa  dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku  berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai  juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal&#8217;”</em> (ay  22-23a). Paulus kemudian menjelaskan Kekristenan kepada para filsuf. Ia tidak  berkata, “Sekarang aku akan menjelaskan seorang dewa lain untuk ditambahkan di  kuilmu.” Sebaliknya ia berkata, <em>“Allah yang telah menjadikan bumi dan segala  isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil  buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah  Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala  sesuatu kepada semua orang”</em> (ay 24-25). Paulus bersikukuh bahwa Allah yang  benar dan hidup melebihi semua allah lain. Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa  membuat patung untuk sesuatu yang ilahi dari emas atau perak atau batu adalah  tindakan kebodohan (ay 29-30). Dalam pembelaannya Paulus menyatakan Kekristenan  melawan latar belakang pluralisme empiris, seperti yang setelahnya orang Kristen  harus terus melakukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Masalah pluralisme agama dibicarakan dalam pemberitaan Kristen karena  masalah ini adalah bagian penting dari pemberitaan Injil. Paulus berkata di  dalam Kis 14:15, <em>“Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu,  supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang  hidup”.</em> Bertobat berarti menolak pengertian pluralis tentang kehadiran ilahi  dalam tiap berhala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Dari Alkitab, kita bisa belajar atau mencontoh dari Paulus bahwa  tetap  ada <em>eklsuvisme</em> di  dalam iman Kristen. Mereka (Tokoh-tokoh Alkitab) tidak sedikitpun mengurangi  keyakinan bahwa hanya di dalam Kristuslah Allah (YHWH) dapat di kenal dengan  benar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;">
<span style="font-size:small;"> </span></p>
<div class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><br />
<hr size="1" /></span></div>
<div class="im">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;">Terakhir, menurut Calvinis, apakah para nonKristen yg sepanjang hidupnya  menghayati ajaran agama mereka masing-masing tetap tidak memperoleh keselamatan  seperti yang dijanjikan Yesus?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong>CKM:</strong> Ya. </span><span style="font-size:small;">Dalam Kis 4:12menyatakan bahwa <strong>‘keselamatan itu ada <span style="text-decoration:underline;">di dalam</span> Yesus’</strong>, dan 1 Yoh 5:11-12 menyatakan bahwa <strong>‘hidup yang kekal itu ada  <span style="text-decoration:underline;">di dalam</span> Yesus’</strong>. Bayangkan Yesus sebagai sebuah kotak yang di  dalamnya berisikan keselamatan / hidup kekal. Kalau seseorang menerima kotaknya  (Yesus), maka ia menerima isinya (keselamatan / hidup yang kekal), dan  sebaliknya kalau ia menolak kotaknya (Yesus), otomatis ia juga menolak isinya  (keselamatan / hidup yang kekal). Perhatikan juga kata-kata <strong>‘di bawah kolong  langit ini’</strong> dalam Kis 4:12, dan kata-kata <strong>‘barangsiapa tidak  memiliki Anak’</strong> dalam 1 Yoh 5:12 itu. Ini menunjukkan bahwa tidak mungkin  kata-kata ini ditujukan hanya untuk orang kristen. Ayat-ayat tersebut di atas  ini berlaku untuk seluruh dunia!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;">Orang tidak bisa menyembah / mentaati / melayani Allah, tetapi pada saat  yang sama menolak Yesus. Menolak Yesus berarti menolak Allah, dan tidak percaya  kepada Yesus berarti tidak percaya kepada Allah. Melihat pada semua ini bisakah  orang yang tidak percaya kepada Yesus masuk surga? Semua manusia membutuhkan  Penebus, karena semua manusia berdosa, dan dosa tidak bisa ditebus dengan  perbuatan baik / ketaatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt 39.75pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">Ef 2:8,9 Gal 2:16 Ro 3:24,27-28 menunjukkan bahwa kita  selamat / dibenarkan hanya karena iman. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt 39.75pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">Gal 3:2,14 menunjukkan bahwa kita menerima Roh Kudus karena iman. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt 39.75pt;"><span style="font-size:small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt 39.75pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">Kis 15:1-21 menunjukkan bahwa kita bisa selamat karena iman saja,  bukan karena ketaatan pada hukum-hukum Musa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt 39.75pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;">·<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span style="font-size:small;">Dalam Yoh 19:30 Yesus berkata &#8217;sudah selesai&#8217;. Ini menunjukkan bahwa  keselamatan kita sudah Ia selesaikan, sehingga kita tak perlu berusaha apa-apa  lagi! Kita hanya menerima keselamatan itu dengan iman! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;">Jadi, Alkitab dengan jelas sekali mengajarkan bahw kita selamat hanya  karena iman kepada Yesus Kristus. Perbuatan baik hanya merupakan bukti iman, dan  kalau perbuatan baik itu tidak ada maka iman itu sebetulnya mati / tidak ada  (Yak 2:17,26), tetapi bagaima-napun juga, perbuatan baik itu sama sekali  tidak punya andil dalam keselamatan kita. Maka jika  kami mengatakan  bahwa orang yang tidak per­caya kepada Yesus pasti masuk neraka, maka kami  bukan menghakimi, tetapi percaya pada kebenaran   Alkitab!</span></p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=165&subd=asksophia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2009/10/17/pluralitas-agama-dan-kekristenan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta adalah Pilihan</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2009/10/17/cinta-adalah-pilihan/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2009/10/17/cinta-adalah-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 02:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Dear Sophia, nama saya Katarina. Saya lagi dilema dengan seorang pria. Dia mengalami glaukoma yang katanya tidak bisa sembuh &#38; bahkan bisa mengalami kebutaan &#38; dia tidak bekerja tapi dia bermain valas. Pertama saya tau dia glaukoma, saya sempat tidak terima karena menurut saya dia pria baik &#38; dia tidak pantas menerimanya. Tapi seiring berjalannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=163&subd=asksophia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dear Sophia, nama saya Katarina. Saya lagi dilema dengan seorang pria. Dia mengalami glaukoma yang katanya tidak bisa sembuh &amp; bahkan bisa mengalami kebutaan &amp; dia tidak bekerja tapi dia bermain valas. Pertama saya tau dia glaukoma, saya sempat tidak terima karena menurut saya dia pria baik &amp; dia tidak pantas menerimanya. Tapi seiring berjalannya waktu, kami masih tetap menjalin hubungan &amp; dia mengatakan bahwa dia seorang pemain valas. Jujur saya bingung, apakah saya hanya merasakan iba karena glaukomanya &amp; saya juga bingung apakah saya bisa menerima pekerjaanya? Saya umur 28 tahun &amp; dia 40 tahun, usia yang cukup jauh, tapi setiap kali kita ingin meng-cut hubungan, sll saja tidak pernah bisa, sampai akhirnya kita memutuskan untuk berteman tapi tetap saja kami tidak bisa menutupi perasaan masing2. Yang ingin saya tanyakan perasaan apa yang saya rasakan sekarang ya? Cinta ataukah hanya sekedar iba? Dengan penyakitnya seperti itu saya takut orang tua tidak mengizinkan kami untuk bersama &amp; juga dengan pekerjaannya spt itu membuat saya ragu untuk memperkenalkannya ke orang tua. Saya bukan orang pembantah terhadap orang tua, jadi apapun yang orang tua katakan pasti akan saya turuti krn saya yakin orang tua sangat ingin yang terbaik untuk anak2nya.</p>
<p>Terkadang saya putus asa, mengapa Tuhan sll memberikan cobaan yang berliku2 ttg jodoh saya..tapi saya masih terus berharap yang terbaik. Di saat saya sudah sreg pasti ada saja yang membuat hubungan itu terhenti, entah itu dr pihak orang tua ataupun dari saya pribadi. Mohon sarannya.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Katarina (nama samaran)</p>
<p><span id="more-163"></span></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><strong>[DSB]:<br />
</strong></p>
<p>Dear Katarina,</p>
<p>Memang membingungkan apabila memiliki kekasih yang kemungkinan tidak akan disetujui oleh keluarga Anda. Apalagi buat Anda yang patuh pada orang tua. Dari e-mail Anda, kelihatannya Anda sudah menyadari berbagai kesulitan yang menghadang dalam membina hubungan dengan si dia, dan ingin memutuskan hubungan cinta Anda. Tetapi nampaknya ada hal yang membuat Anda berdua sulit untuk memutuskan hubungan ini. Mungkin Anda dapat coba merenungkan mengenai apa sebenarnya yang menyebabkan sulitnya memutuskan hubungan Anda dengan si dia.</p>
<p>Katarina, cinta itu bukan sekedar perasaan. Memang perasaan tertarik dengan lawan jenis seringkali sulit disangkal. Namun perasaan saja tidak akan membawa Anda kepada cinta yang sejati. Perasaan banyak dipengaruhi oleh keadaan. Perasaan juga banyak dipengaruhi oleh tampilan fisik (bagi pria) atau sikap yang manis (bagi wanita). Keadaan, rupa dan sikap ketiganya bisa berubah-ubah, dan perasaan Anda juga akan berubah-ubah menurut hal-hal tersebut. Tentunya Katarina setuju kalau cinta sejati tidak berubah-ubah seperti ini bukan?</p>
<p>Cinta sejati adalah pilihan. Cinta adalah memilih pasangan yang tepat dari sekian banyak orang yang menarik hati kita, dan memilih untuk memberikan hati kita kepadanya, kemudian menolak semua yang lain.</p>
<p>Nah&#8230; coba Katarina menimbang-nimbang dan menilai diri sendiri dengan jujur, apakah Katarina merasa si dia adalah orang yang tepat untuk diajak hidup bersama sampai maut memisahkan? Saya rasa dengan menjawab hal ini, Katarina dapat memutuskan dengan lebih mantap mengenai apa yang harus dilakukan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=163&subd=asksophia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2009/10/17/cinta-adalah-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa maksudnya “Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman”?</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2009/09/28/apa-maksudnya-%e2%80%9cdaging-ku-adalah-benar-benar-makanan-dan-darah-ku-adalah-benar-benar-minuman%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2009/09/28/apa-maksudnya-%e2%80%9cdaging-ku-adalah-benar-benar-makanan-dan-darah-ku-adalah-benar-benar-minuman%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 04:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana orang Kristen Reformed memahami perikop Yohanes 6:52-68?
Apa maksudnya “Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman”?
Apakah ini berarti bahwa Yesus SUNGGUH-SUNGGUH hadir dalam Hosti dan Anggur yang dikonsekrasikan dalam Perjamuan Ekaristi orang Katolik?
Atau, Yesus sekadar menceritakan metafora? Jadi, Ia tidak bermaksud mengatakan bahwa umat-Nya harus secara harfiah “makan daging-Nya dan minum darah-Nya” agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=161&subd=asksophia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagaimana orang Kristen Reformed memahami perikop Yohanes 6:52-68?</p>
<p>Apa maksudnya “Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman”?</p>
<p>Apakah ini berarti bahwa Yesus SUNGGUH-SUNGGUH hadir dalam Hosti dan Anggur yang dikonsekrasikan dalam Perjamuan Ekaristi orang Katolik?</p>
<p>Atau, Yesus sekadar menceritakan metafora? Jadi, Ia tidak bermaksud mengatakan bahwa umat-Nya harus secara harfiah “makan daging-Nya dan minum darah-Nya” agar memperoleh hidup yang kekal?</p>
<p>Bagaimana penjelasannya?</p>
<p>Hireka</p>
<p><span id="more-161"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[CKM]:</strong></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Ini adalah bahasa kiasan. Untuk itu perlu diperhatikan    sbb:</span></p>
<p style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:12pt;">Pertama,    kita harus mengerti dulu bahwa Orang-orang Yahudi memberikan penafsiran    hurufiah untuk sesuatu yang jelas-jelas bersifat kiasan (ay 52). </span></p>
<p style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:12pt;">Kedua,    dalam  ayat 52 dikatakan bahwa ‘orang-orang Yahudi bertengkar antara    sesama mereka’, menunjukkan bahwa ada di antara mereka yang mengerti secara    benar kata-kata Yesus, tetapi ada juga yang mengertinya secara salah / secara    hurufiah. Ini menimbul­kan pertengkaran / perdebatan di antara mereka    (bdk. Yoh 7:12,40-43  9:16  10:19-21).</span></p>
<p style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Ketiga,    sewaktu orang-orang Yahudi tidak bisa menerima hal-hal keras yang Yesus    ajarkan (ay 52), maka Yesus bukannya melemahkan / melunakkan ajaranNya,    tetapi sebaliknya makin menekankan / memperkeras. Ini bisa terlihat dari ayat    51 dimana tadinya Yesus   bicara tentang makan dagingNya,    sekarang  pada ayat 53-56 Ia bicara tentang makan dagingNya dan minum    darahNya. Ajaran tentang minum darah ini kalau ditafsirkan secara hurufiah    akan bertentangan dengan ayat-ayat seperti Kej 9:4;     Im 3:17;  Im 17:10,12,14.</span></p>
<div>
<p style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:12pt;"></p>
<p><strong>Apakah ini berarti bahwa Yesus    SUNGGUH-SUNGGUH hadir dalam Hosti dan Anggur yang dikonsekrasikan dalam    Perjamuan Ekaristi orang Katolik?</strong></span></p>
<p style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
</div>
<p style="line-height:normal;margin:0 0 5pt;"><span style="font-size:12pt;">CKM:    Supaya tidak terjadi kesalahpahaman, maka disini saya harus menjelaskan  bahwa kaum Reformed menganggap    Perjamuan Kudus harus dipisahkan dari Misa Katolik .</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Perjamuan    Kudus bukanlah misa. &#8220;Dalam sakramen itu Kristus tidak dipersembahkan sebagai    kurban kepada BapaNya, dan sama sekali tidak dipersembahkan kurban nyata    apapun demi pengampunan dosa…Sakramen itu hanaya merupakan peringatan akan    perbuatanNya mempersembahkan diriNya sebagai kurban satu-satunya di kayu    salib, satu kali untuk selama-lamanya.” </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Isi    Konsili Katolik mengenai Misa:<em>&#8220;</em>pengorbanan (dalam Misa) adalah identik    dengan pengorbanan di kayu salib, karena Yesus Kristus adalah imam maupun    korban. Satu-satunya per-bedaan terletak dalam cara pengorbanannya, yang    merupakan pengorbanan berdarah di kayu salib dan tanpa darah pada altar kami.”    (</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Council    of Trent)</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Isi    dari Pengakuan Iman Reformed, Pengakuan Iman Westminster:&#8221;In this sacrament, Christ is not offered    up to his Father; nor any real sacrifice made at all, for remission of sins    &#8230;; but only a commemoration of that one offering up of himself, by himself,    upon the cross, once for all.&#8221; (WCF, XXIX:2).&#8221;</span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Kami    juga berbeda dengan katolik yang  mengajarkan doktrin transubstansiasi,    yang percaya bahwa roti dan anggur komuni diubah menjadi substansi tubuh dan    darah Kristus. </span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Pandangan    Reformed mengenai Perjamuan Kudus adalah, Kristus benar-benar hadir dalam    sakramen Perjamuan Kudus – bukan secara fisik, tetapi secara spiritual. Orang    percaya makan, bersatu dengan, dan menerima karunia dariNya dalam sakramen.    Berarti mereka menolak berkat tersebut jika tidak mengikuti Perjamuan Kudus,    walau mereka bisa mencari Dia dengan cara lain, misalnya dengan Firman dan    doa. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;" lang="SV"> &#8220;Orang-orang    yang menerima sakramen itu dengan cara yang layak, dan yang turut mengambil    bagian dalam unsur-unsur kelihatan sakramen ini (1 Kor 11:27-29; 2 Kor    6:14-16), dengan demikian, secara batin, melalui iman, sungguh-sungguh &amp;    secara nyata, namun tidak secara badaniah &amp; jasmani,tetapi secara rohani.” </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Worthy    receivers, outwardly partaking of the visible elements, in this sacrament, do    then also, inwardly by faith, really and indeed, yet not carnally and    corporally but spiritually, receive, and feed upon, Christ crucified, and all    benefits of his death&#8221; (WCF, XXIX:7).</span></p>
<div>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Atau,    Yesus sekadar menceritakan metafora? Jadi, Ia tidak bermaksud mengatakan bahwa    umat-Nya harus secara harfiah &#8220;makan daging-Nya dan minum darah-Nya&#8221; agar    memperoleh hidup yang kekal?</span></strong></p>
</div>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">CKM:    Alkitab tidak mengajarkan bahwa untuk selamat haruslah mengikuti sakramen    perjamuan kudus. Alkitab menyatakan bahwa keselamatan adalah anugerah dari    Allah kepada orang berdosa yang percaya dalam hatinya bahwa Kristus mati untuk    dosa-dosanya dan bangkit kembali untuk membenarkan si pendosa (1 Kor 15:1-4;    Rom 10:9-13. Alkitab menyatakan bahwa sewaktu seseorang menerima anugerah    kesematan makan secara langsung/simultan ia memperoleh hidup kekal ( 1 Yoh    5:10-13). Bacalah dengan teliti     Yoh 1:12; 3:16-18; 3:36; 5:24; 14:1-6; 20:30 &amp; 31. Tidak ada gereja    manapun yang bisa memberikan keselamatan pada orang manapun, tetap Kristuslah    yang bisa dan akan menyelamtakan orang-orang yang mau datang dan percaya    kepadaNya dan mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya (Kis 4:12; Yoh    6:37; 10:27-30). Keanggotaan atau iman kepada gereja bukanlah jeminan    keselamatan bagi siapaun, tetapi percaya kepada Kristus dan keapda Kristus    sajalah manusia akan memperoleh keselamatan kekal!</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=161&subd=asksophia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2009/09/28/apa-maksudnya-%e2%80%9cdaging-ku-adalah-benar-benar-makanan-dan-darah-ku-adalah-benar-benar-minuman%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berpacaran dengan Pria yang Jauh Lebih Tua</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2009/09/24/berpacaran-dengan-pria-yang-jauh-lebih-tua/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2009/09/24/berpacaran-dengan-pria-yang-jauh-lebih-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 08:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Saya seorang gadis berumur 23 tahun. Sejak 2 tahun yang lalu saya punya pacar, seorang duda berusia 46 tahun. Istrinya meninggal karena sakit kanker. Saya tidak mengerti mengapa saya jatuh cinta kepada dia yang jelas jauh lebih tua. Saya tahu dia jauh lebih tua, tetapi saya tidak dapat menahan gejolak cinta saya kepadanya. Mungkin saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=159&subd=asksophia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya seorang gadis berumur 23 tahun. Sejak 2 tahun yang lalu saya punya pacar, seorang duda berusia 46 tahun. Istrinya meninggal karena sakit kanker. Saya tidak mengerti mengapa saya jatuh cinta kepada dia yang jelas jauh lebih tua. Saya tahu dia jauh lebih tua, tetapi saya tidak dapat menahan gejolak cinta saya kepadanya. Mungkin saja karena dia sangat memperhatikan saya. Orangtua saya sangat keberatan dengan mengajukan berbagai alasan, antara lain usianya yang sama dengan usia ibu saya dan hanya lebih muda 2 tahun daripada ayah saya. Beberapa teman juga mengejek saya, dianggap saya pacaran dengan teman ayah saya. Saya benar-benar mencintai dia. Rasanya saya tidak dapat hidup tanpa dia. Hanya akhir-akhir ini saya mulai merenung, apakah secara ilmu pengetahuan akan terjadi akibat karena menikah dengan orang yang jauh lebih tua, khususnya dalam urusan hubungan seks suami istri? Mohon penjelasan, apakah pasti ada masalah kelak kalau saya nekat menikah dengan dengan dia yang jauh lebih tua? Apakah saya masih bisa hamil mengingat usia dia yang sudah tua? Apakah kalau melakukan hubungan seks dengan orangtua dapat menyebabkan saya cepat tua? Saya juga ingin tahu, apakah saya akan mengalami masalah seksual karena suami yang sudah tua? Apakah perbedaan usia yang jauh dapat menyebabkan terjadi perselingkuhan? Apakah saya harus putus dengan dia?ö</p>
<p>(T.S.. Jakarta)</p>
<p><span id="more-159"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[DSB]:</strong></p>
<p>dear TS,</p>
<p>Secara kekristenan memang tidak ada larangan untuk menikahi pria yang jauh lebih tua dari Anda, namun kami pun dapat memahami keberatan dari orang tua Anda, di mana orang tua ingin yang terbaik bagi kita, dan melihat calon menantunya seusia dengan ibunya tentu akan menjadi kekuatiran bagi mereka. Para pria cenderung pergi lebih cepat daripada kaum wanita, sehingga apabila wanita menikah dengan pria yang jauh lebih tua, kemungkinan ditinggal pergi (dalam arti &#8211; maaf -meninggal dunia) pada usia yang lebih muda akan semakin tinggi. Nah saat ditinggal pergi tersebut, Anda harus berjuang seorang diri untuk mencukupi kebutuhan hidup Anda dan anak-anak Anda. Apabila Anda mengenal para janda yang ditinggal pergi suaminya, Anda akan dapat mengetahui bahwa ditinggal pergi suami adalah cobaan yang paling berat dalam hidup mereka.</p>
<p>Pertimbangan lain adalah menurut psikologi, usia Anda masih pada tahap Young Adulthood di mana Anda sedang bertumbuh secara sosial untuk mendapatkan intimacy yang tepat dan keluar dari keterikatan kelompok yang sebaya. Sedangkan pacar Anda sudah di tahap Adulthood, di mana pergumulannya adalah memberikan sesuatu kontribusi kepada orang lain dan masyarakat. Perbedaan kedua tahap ini dapat menjadi potensi konflik antara keduanya. Terlebih karena beda umur yang jauh, Anda tidak akan pernah berada dalam tahap yang sama dengan pacar Anda. Ini berarti potensi konfliknya dapat menjadi berkepanjangan.</p>
<p>Sayangnya kami tidak mengetahui lebih banyak mengenai keluarga TS, namun TS masih sangat muda, sebenarnya masih begitu banyak kesempatan untuk berteman dengan banyak pria yang seusia dan menjalin hubungan dengan mereka. Kami mengusulkan agar TS memikirkan kembali matang-matang hubungan Anda dengan pria tersebut. Kami percaya cinta itu tidak semata-mata buta, tapi perlu kebijaksanaan dalam memilih pasangan apakah memang baik menjalin hubungan dengan si pria atau tidak. Tentunya kami tidak dapat mengatakan apakah Anda harus meneruskan hubungan ini atau tidak, karena keputusan terletak pada diri Anda sendiri.</p>
<p>Mengenai masalah seksual, secara umum pria dapat melakukan hubungan seksual sampai akhir hayatnya walaupun dengan kemampuan dan libido yang menurun, namun untuk lebih jelasnya sdr TS dapat bertanya kepada ahli sexologi yang lebih kompeten untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar urusan seks ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=159&subd=asksophia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2009/09/24/berpacaran-dengan-pria-yang-jauh-lebih-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hanya Alkitab Sajakah Otoritas Tertinggi Umat Kristen?</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2009/09/24/hanya-alkitab-sajakah-otoritas-tertinggi-umat-kristen/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2009/09/24/hanya-alkitab-sajakah-otoritas-tertinggi-umat-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 07:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Di mana dalam Alkitab kita dapat menemukan bahwa HANYA Alkitab sajalah otoritas tertinggi umat Kristen?
Lagi pula, mengapa Paulus justru berkata dalam 2 Tesalonika 2:15,
&#8220;Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara LISAN, maupun secara TERTULIS.&#8221; (&#8211;capslock dari saya)
Bagaimana penjelasannya?
Hireka

JAWAB:
[CKM]:
 

Ada      beberapa hal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=157&subd=asksophia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di mana dalam Alkitab kita dapat menemukan bahwa HANYA Alkitab sajalah otoritas tertinggi umat Kristen?</p>
<p>Lagi pula, mengapa Paulus justru berkata dalam 2 Tesalonika 2:15,<br />
&#8220;Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara LISAN, maupun secara TERTULIS.&#8221; (&#8211;capslock dari saya)</p>
<p>Bagaimana penjelasannya?</p>
<p>Hireka</p>
<p><span id="more-157"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[CKM]:</strong></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><strong> </strong></span></p>
<div>
<div>Ada      beberapa hal yang harus diperhatikan:</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">1.      Yoh 1:1. Semua  keberadaan alam semesta, perkembangan sejarah dan      seluruh perkembangan kemungkinan potensi yang ada mulai dengan kata ‘Firman’      (<em>The Word &#8211; Yoh 1:1). </em>Ini  adalah ayat yang pendek tetapi       mempunyai satu aspek teologis yang begitu solid. Firman ini menjadi      dasar atau sumber dari semua keberadaan yang ada di dalamnya. Firman itu      mencipta lalu dari ciptaan itu adanya ciptaan kemudian dan itupun dari      Firman. Di dalam ayat 3 mengatakan, <em>&#8220;Tanpa Dia tidak ada suatupun yang      telah jadi dari segala yang telah dijadikan</em>.&#8221; Ini berarti ciptaan dan      penurunan ciptaan itu kembali kepada firman. Disini kita melihat pentingnya      konsep ‘<strong><em>Sola Scriptura</em></strong>.’  Pertanyaannya sekarang dimana      pusat konsentrisitas kemutlakan kita? Melalui Firman Tuhan. Ini menjadi inti      pertama yang harus dikerjakan di dalam kekristenan kita. Yoh 1 mengatakan      bahwa semua yang jadi tidak akan jadi jikalau bukan karena Firman. dan      Firman inilah terang bagi dunia ini. Begitu terang ada maka kegelapanpun      hilang. Yoh 1 hanya terdiri dari satu kalimat pendek tetapi       tuntas untuk menyelesaikan semua problema. Disini Yohanes mau      membukakan kepada manusia bahwa tanpa Firman, hidup manusia tidak ada arah      dan kita akan hidup di dalam kegelapan, kecuali kita kembali kepada terang.      Terang itu adalah Firman. Kembali kepada Firman adalah satu keharusan yang      tidak bisa diganggu gugat. Calvin di dalam bukunya memberikan satu tema yang      cukup menarik dan ketat, ketika dia mengatakan, &#8220;<strong><em>Without scripture we      fall into error</em></strong>.&#8221; Seluruh hidup kita tidak mungkin jalan tanpa      referensi yang mutlak. Tanpa kemutlakan kita kehilangan pegangan. Calvin      mengatakan, hanya kembali kepada Alkitab kita memiliki pegangan. Kembali      kepada Alkitab! Kalimat ini sebelumnya diteriakkan oleh Martin Luther.      Ketika Martin Luther meneriakkan itu berarti taruhannya nyawa dan hanya      karena pemeliharaan Tuhan maka Martin Luther tidak jadi dibunuh hanya      ditangkap kemudian disembunyikan. Martin luther hilang beberapa tahun dan di      tengah-tengah persembunyiannya dia menerjemahkan Alkitab bahasa latin ke      dalam bahasa Jerman.Inti reformasi adalah menuntut kita      <strong><em>Back to the Scripture!</em></strong></p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 5pt;">2.      Gereja mula-mulabersandar pada prinsip sola Scriptura. Dimana bahwa semua      doktrin harus dibuktikan berdasarkan Kitab Suci dan bila bukti      tersebut tak dapat diperlihatkan, doktrin tersebut akan ditolak.       Bapa-bapa Gereja mula-mula  (Ignatius, Polycarp, Clement, Didache,      dan Barnabus) mengajarkan doktrin dan membela kekristenan melawan bidat.      Untuk melaksanakannya, mereka berpegang hanya kepada Ayat-ayat Kitab Suci      saja. Tulisan-tulisan mereka secara literal bernafaskan Perjanjian Lama dan      Baru. Dalam tulisan para apologis seperti martir Justin dan Anthenagoras      juga terlihat hal yang sama.&#8221;</p>
</div>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">3.      Alkitab adalah otoritas terakhir bagi Gereja mula-mula. Secara materi cukup,      dan merupakan mediator akhir dalam segala permasalahan tentang kebenaran      doktrin. Sebagaimana yang dikatakan J.N.D. Kelly:  &#8220;Bukti yang paling      jelas mengenai martabat Ayat Kitab Suci adalah kenyataan bahwa hampir semua      usaha keagamaan para Bapa rasul, apakah tujuan mereka menimbulkan polemik      atau pun konstruktif, dicurahkan pada apa yang disebut sebagai penjelasan      Alkitab secara terperinci. Selanjutnya, <strong>sudah menjadi anggapan dimanapun      bahwa, agar suatu doktrin dapat diterima, haruslah pertama-tama menunjukkan      dasar Ayat Kitab Sucinya</strong>&#8220;. [J. N. D. Kelly, <em>Early Christian      Doctrines</em> (San Francisco: Harper &amp; Row, 1978), pp. 42, 46.]</p>
<div>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 5pt;">4.      Kenyataan bahwa Gereja awal setia kepada prinsip Sola Scriptura jelas      terlihat lewat karya Cyril dari Yerusalem (uskup dari Yerusalem pada      pertengahan abad ke-4). Beliau adalah pengarang apa yang dikenal sebagai      Catechetical Lectures. Karya ini adalah serentetan panjang kuliah yang      disampaikan kepada para penganut baru yang menjelaskan secara terperinci      doktrin-doktrin prinsip keimanan. Ini adalah penjelasan lengkap tentang      keimanan Gereja pada masa ia hidup. Ajarannya sepenuhnya berdasarkan Ayat      Kitab Suci. Malah tak ada satu pun seruan dari keseluruhan Pengajaran      merujuk kepada Tradisi Kerasulan lisan yang terlepas dari Ayat Kitab      Suci.  Ia menyatakan dengan tegas bahwa seandainya ia memberikan suatu      ajaran apapun kepada para katekumen ini yang tidak dapat disahkan      berdasarkan Ayat Kitab Suci, mereka akan menolaknya. Kenyataan ini      memperkuat bahwa <strong>kekuasaannya sebagai seorang uskup tergantung dari      kesetiaannya kepada Ayat-ayat Kitab Suci tertulis dalam ajarannya</strong>.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong>Gereja      pertama diselenggarakan berdasarkan sola Scriptura.</strong> Gereja      pertama beroperasi dengan berlandaskan prinsip sola Scriptura. Prinsip      historis inilah yang para Reformis cari untuk dikembalikan ke dalam Gereja.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 5pt;"><strong>Q:      Lagi pula, mengapa Paulus justru berkata dalam 2 Tesalonika 2:15,&#8221;Sebab itu,      berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari      kami, baik secara LISAN, maupun secara TERTULIS.&#8221; (&#8211;capslock dari      saya)</p>
<p>Bagaimana penjelasannya?</strong></p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong> </strong></p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong> </strong>Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai ayat      ini:</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">1. Kata      &#8220;ajaran-ajaran&#8221; ini berasal dari kata Yunani &#8220;Paradosis&#8221; yagn artinya<span style="color:#008000;"> </span><strong><span style="color:#008000;">tradisi, doktrin atau amanat      yang diserahkan atau dikomunikasikan dari seseorang kepada orang      lain.</span> <span style="color:#0000ff;">Therefore, brethren, stand fast,      and hold the</span> <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">traditions</span></span><span style="color:#0000ff;"> which ye have been taught, whether by word, or our epistle      (KJV)</span>.</strong> Jadi, benar bahwa Gereja Pertama juga berpegang kepada      konsep tradisi bila merujuk kepada kebiasaan dan praktek-praktek gerejawi.      Kerap dipercaya bahwa praktek-praktek seperti itu sebenarnya diturunkan para      Rasul, walau begitu semua itu tidak dapat begitu saja disahkan oleh Kitab      Suci, karena praktek-praktek ini, bagaimanapun, tidak termasuk      doktrin-doktrin keimanan, dan sering bertentangan diantara berbagai segmen      Gereja.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 5pt;">2.      Berdasarkan tulisan-tulisan Irenaeus dan Tertullian pada pertengahan hingga      akhir abad kedua inilah pertama kalinya kita mendapati konsep Tradisi      Kerasulan (tradisi yang diteruskan ke dalam gereja oleh para rasul secara      lisan). Istilah “tradisi” hanya berarti ajaran. Irenaeus dan Tertullian      secara tegas menyatakan bahwa semua ajaran para Uskup yang diberikan secara      lisan berakar pada Ayat-ayat Suci dan dapat dibuktikan dari Ayat-ayat Suci      tertulis/Alkitab/Sola Scriptura.  Kedua orang ini menyatakan makna      kedoktrinan yang sebenarnya dari Tradisi Kerasulan yang secara lisan      disampaikan dalam gereja-gereja.Dari sini, dapat dilihat secara jelas bahwa      semua doktrin mereka tersebut berasal dari Ayat-ayat Kitab Suci. Tak satupun      doktrin, yang mereka sebut sebagai Tradisi kerasulan, yang tak terdapat      dalam Ayat-ayat Suci.  Dengan kata lain, Tradisi kerasulan yang      didefinisikan oleh Irenaeus dan Tertullian hanyalah ajaran Ayat-ayat Kitab      Suci. Irenaeus lah yang menyatakan bahwa sementara para Rasul yang pada      mulanya berkotbah secara lisan, ajaran mereka kemudian dibuat tulisan      (Ayat-ayat Suci), dan sejak saat itu Ayat-ayat Suci menjadi tonggak dan      dasar keyakinan Gereja. Pernyataannya secara jelas adalah sebagai      berikut,&#8221;Kita telah belajar tentang rencana keselamatan kita dari mereka      yang lewat mana kabar baik turun kepada kita, yang telah mereka sampaikan di      depan umum, dan, kemudian, dengan kehendak Allah, diteruskan kepada kita      dalam Ayat-ayat Suci, sebagai dasar dan tiang kepercayaan kita.&#8221; [Alexander      Roberts and James Donaldson, editors, <em>Ante-Nicene Fathers</em> (Peabody:      Hendriksen, 1995) Vol. 1, Irenaeus, “Against Heresies” 3.1.1, p. 414.] .      Tradisi, saat dikaitkan pada pernyataan lisan seperti khotbah atau      pengajaran, dipandang terutama sebagai penyampaian kebenaran Kitab Suci      secara lisan, atau penyusunan kebenaran Alkitab dalam ekspresi keimanan. Tak      ada seruan dalam tulisan Irenaeus atau Tertullian tentang Tradisi mengenai      doktrin yang tak terdapat dalam Kitab Suci.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">3.      Gereja Katolik Roma menyatakan memiliki suatu Ajaran Kerasulan lisan yang      terlepas dari Ayat Kitab Suci, dan yang mengikat manusia. Mereka merujuk      pada pernyataan Paulus dalam 2 Tesalonika 2:15. Roma menegaskan bahwa,      berdasarkan ajaran Paulus dalam ayat ini, ajaran sola Scriptura adalah      salah, karena ia menyampaikan ajaran-ajaran kepada penduduk Tesalonika      secara lisan maupun tertulis.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;">Tetapi      yang menarik dalam penegasan tersebut adalah bahwa para pendukung Roma tidak      pernah mendokumentasikan doktrin-doktrin khusus Paulus yang mereka katakan      ada pada mereka, dan menurut mereka mengikat manusia. Dari Francis de Sales      hingga karya-karya Karl Keating dan Robert Sungenis terdapat bukti kuat yang      amat nyata tentang ketiadaan dokumentasi dari doktrin-doktrin khusus yang      Rasul Paulus tunjukkan. Sungenis mengedit suatu buku sebagai pembelaan bagi      ajaran Katolik Roma tentang tradisi yang berjudul <em>Not By Scripture      Alone.</em> Karya ini dipuji sebagai suatu sangkalan yang pas terhadap ajaran      Protestant tentang sola Scriptura. Buku yang tebalnya  627 halaman      itu, tidak sekalipun dalam buku itu pengarang menjelaskan kandungan      doktrinal dari apa yang dianggap sebagai Tradisi kerasulan yang mengikat      semua manusia! Bagaimanapun, kita diberitahu bahwa itu ada, bahwa Gereja      Katolik Roma memilikinya, dan bahwa kita diikat, oleh karena itu, supaya      tunduk pada gereja ini yang memiliki wahyu Tuhan secara utuh dari para      Rasul.  Apa yang Sungenis dan pengarang Katolik Roma lainnya gagal      untuk menjelaskan, adalah isi dan doktrin-doktrin yang jelas dari apa yang      disebut “Tradisi kerasulan”. Alasan sederhana bahwa mereka tidak      melakukannya adalah karena itu tidak ada. Bila tradisi seperti itu ada dan      penting mengapa Cyril dari Yerusalem tidak menyinggungnya dalam Catechetical      Lectures?</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;">Cyril      dari Yerusalem  menyatakan dengan tegas bahwa seandainya ia      memberikan suatu ajaran apapun kepada para katekumen ini yang tidak dapat      disahkan berdasarkan Ayat Kiab Suci, mereka akan menolaknya. Kenyataan ini      memperkuat bahwa <strong>kekuasaannya sebagai seorang uskup tergantung dari      kesetiaannya kepada Ayat-ayat Kitab Suci tertulis dalam ajarannya</strong>.      Kutipan-kutipan berikut adalah beberapa pernyataannya tentang  otoritas      final Ayat Kitab Suci (statements on the final authority of Scripture      from these lectures).</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 5pt;"><a name="123c659239d2d469_123c5d9512cbf7bd_5up"></a>&#8220;This seal have thou ever on thy mind;      which now by way of summary has been touched on in its heads, and if the      Lord grant, shall hereafter be set forth according to our power, with      Scripture proofs. <strong>For concerning the divine and sacred Mysteries of the      Faith, we ought not to deliver even the most casual remark without the Holy      Scriptures</strong>: nor be drawn aside by mere probabilities and the artifices      of argument. Do not then believe me because I tell thee these things, unless      thou receive from the Holy Scriptures the proof of what is set forth: for      this salvation, which is of our faith, is not by ingenious reasonings, but      by proof from the Holy Scriptures.&#8221;[<em>A Library of the Fathers of the Holy      Catholic Church</em> (Oxford: Parker, 1845), "The Catechetical Lectures of S.      Cyril" Lecture 4.17]</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 5pt;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">&#8220;But      take thou and hold that faith only as a learner and in profession, which is      by the Church delivered to thee, and is established from all Scripture. For      since all cannot read the Scripture, but some as being unlearned, others by      business, are hindered from the knowledge of them; in order that the soul      may not perish for lack of instruction, in the Articles which are few we      comprehend the whole doctrine of Faith…And for the present, commit to memory      the Faith, merely listening to the words; and expect at the fitting season      the proof of each of its parts from the Divine Scriptures. For the Articles      of the Faith were not composed at the good pleasure of men: but the most      important points chosen from all Scriptures, make up the one teaching of the      Faith. <a name="123c659239d2d469_123c5d9512cbf7bd_6up"></a>And, as the mustard seed in a little      grain contains many branches, thus also this Faith, in a few words, hath      enfolded in its bosom the whole knowledge of godliness contained both in the      Old and New Testaments. Behold, therefore, brethren and hold the traditions      which ye now receive, and write them on the table of your hearts&#8221;". [<em>A      Library of the Fathers of the Holy Catholic Church</em> (Oxford: Parker,      1845), "The Catechetical Lectures of S. Cyril" Lecture 5.12. ]</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;">Perhatikan      tulisan di atas dimana Cyril menyatakan bahwa para katekumen menerima      tradisi, dan ia mendorong mereka untuk berpijak kepada tradisi/pengajaran,      yang mereka terima sekarang. Dari sumber manakah tradisi/pengajaran ini      berasal? Sudah jelas berasal dari Ayat-ayat Kitab Suci, ajaran atau tradisi      atau wahyu Tuhan, yang dijalankan para Rasul dan disampaikan kepada Gereja,      dan yang sekarang dapat di diperoleh hanya lewat Ayat Kitab Suci.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;">Jadi      jelas bahwa Cyril dari Yerusalem, yang menyampaikan keseluruhan dari      keimanan kepada para penganut baru ini, tidak membuat satu pun seruan      terhadap tradisi lisan untuk mendukung ajaran-ajarannya. Keseluruhan      keimanan didasarkan pada Ayat Kitab Suci dan hanya Ayat Kitab Suci saja. (It      is significant that Cyril of Jerusalem, who is communicating the entirety of      the faith to these new believers, did not make a single appeal to an oral      tradition to support his teachings. The entirety of the faith is grounded      upon Scripture and Scripture alone).</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;">Satu-satunya wahyu khusus yang manusia miliki sekarang      dari Tuhan yang disampaikan kepada para Rasul adalah Kitab      Suci Tertulis/Alkitab.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;"><strong>Kesimpulan:</strong></p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">Sewaktu      Paulus menulis kepada jemaat di Tesalonika (2 Tes 2:15), saat itu Alkitab PB      belum ada, jadi semua wahyu masih berjalan progresif, dan saya percaya waktu      itu rasul Paulus tidak sesat mengajar. Tapi setelah Alkitab lengkap,      para rasul dan nabi stop. Ini inti konsep inspirasi.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0;">
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;">Irenaeus      lah yang menyatakan bahwa sementara para Rasul yang pada mulanya berkotbah      secara lisan, ajaran mereka kemudian dibuat tulisan (Ayat-ayat Suci), dan      sejak saat itu Ayat-ayat Suci menjadi tonggak dan dasar keyakinan      Gereja. Ini adalah keyakinan dan praktek Gereja mula-mula. Prinsip ini      dianut oleh Reformator. Mereka mencoba untuk mengembalikan itu kepada Gereja      setelah korupsi kedoktrinan masuk lewat pintu tradisi.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;">Ajaran      tentang suatu bagian yang terpisah dari wahyu kerasulan yang dikenal sebagai      Tradisi yang adalah lisan sifatnya berkembang bukan dengan Gereja Kristen      tapi lebih dengan ajaran Gnostic. Ini adalah usaha kaum Gnostic untuk      mendukung kekuasaan mereka dengan memaksakan bahwa Ayat-ayat Kitab Suci      tidaklah cukup. Mereka menyatakan memiliki wahyu Kerasulan yang utuh karena      mereka tidak hanya memiliki wahyu yang tertulis mengenai kerasulan dalam      Ayat-ayat Kitab Suci tapi juga tradisi lisannya, dan juga, kunci untuk      menafsirkan dan memahami wahyu tersebut.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;">Sebagaimana      Para Bapa Gereja awal membantah ajaran tersebut dan menegaskan dengan suatu      kepercayaan terbatas terhadap dan seruan kepada Kitab Tertulis/Alkitab, maka      kita juga harus.</p>
<p style="line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><em>&#8220;Domba-domba-Ku      mendengarkan suara-Ku, dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut      Aku&#8221;</em> Yohanes 10:27</p>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=157&subd=asksophia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2009/09/24/hanya-alkitab-sajakah-otoritas-tertinggi-umat-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran Beda Suku</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2009/08/31/pacaran-beda-suku/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2009/08/31/pacaran-beda-suku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 07:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana dengan pacaran beda suku?
Aldo
Jawab:
[DSB]:
Bung Aldo, dalam Firman Tuhan juga tidak ada aturan spesifik yang mengatur bahwa orang Kristen boleh/tidak boleh menikah dengan yang berbeda suku. Jadi tentunya menikahi orang yang berbeda suku sah-sah saja. Secara biologis pun pernikahan beda suku ini sangat baik, karena dapat menumbuhkan sifat-sifat baru pada keturunan mereka.
Namun seringkali pacaran dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=155&subd=asksophia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagaimana dengan pacaran beda suku?</p>
<p>Aldo</p>
<p><span id="more-155"></span><strong>Jawab:</strong></p>
<p><strong>[DSB]:</strong></p>
<p>Bung Aldo, dalam Firman Tuhan juga tidak ada aturan spesifik yang mengatur bahwa orang Kristen boleh/tidak boleh menikah dengan yang berbeda suku. Jadi tentunya menikahi orang yang berbeda suku sah-sah saja. Secara biologis pun pernikahan beda suku ini sangat baik, karena dapat menumbuhkan sifat-sifat baru pada keturunan mereka.</p>
<p>Namun seringkali pacaran dengan suku yang berbeda menghadapi tantangan dari orang tua mereka. Misalnya masih ada keluarga suku Jawa yang tidak mengijinkan anaknya berpacaran dengan orang bule misalnya, karena stereotipe orang bule dianggap tidak setia pada pasangannya. Atau ada juga keluarga tionghoa yang tidak memperbolehkan anaknya berpacaran dengan suku sunda karena dianggap punya tingkat sosial yang lebih rendah misalnya. Apabila orang tua kita sendiri yang mempunyai persepsi negatif tersebut, tentunya cukup menyulitkan bagi Anda. Anda perlu melobi orang tua Anda dan terus menunjukkan hormat dan kasih kepada orang tua Anda (juga orang tua pasangan Anda) sambil menjalin kasih dengan pasangan Anda. Banyak orang tua yang luruh juga melihat kegigihan dan ketulusan anaknya / calon menantunya dalam memperjuangkan pasangannya. Yang penting dalam masa-masa seperti ini adalah kesabaran dari Anda dan pasangan Anda.</p>
<p>Perbedaan suku juga berarti perbedaan budaya dan kebiasaan. Kadang-kadang karena beda kebiasaan, tindakan seseorang dapat dianggap tidak sopan. Misalnya kebiasaan di Jawa, kalau bertamu dan disediakan minuman, jangan dihabiskan, karena kalau dihabiskan dianggap rakus dan tidak sopan. Tapi di pulau lain mungkin kebalikannya, di mana dengan menghabiskan minuman tersebut berarti menghargai tuan rumah.  Karena itu bagi yang berpacaran beda suku, hal-hal semacam ini perlu diketahui sehingga dapat mengurangi potensi konflik di kemudian hari.</p>
<p>Untuk mempelajari budaya/adat pasangan kita membutuhkan waktu. Anda perlu menghadiri berbagai acara dan kesempatan dari kerabat pasangan Anda untuk mempelajari dan mengenal adat dan kebiasaan sukunya. Pada umumnya perbedaan adat dapat dilihat dari acara kelahiran, pernikahan dan kematian. Misalnya pada budaya tionghoa untuk kelahiran ada yang disebut <em>man yue</em> atau peringatan 1 bulanan bagi bayi yang baru melahirkan. Pada pernikahan harus melalui tahap &#8220;diminta&#8221; dan &#8220;tukar baki&#8221; terlebih dahulu baru menikah. Dan pada saat kematian adalah tabu menggunakan pakaian berwarna merah. Nah, hal-hal detil seperti itu haruslah diperhatikan agar memudahkan Anda memasuki keluarga pasangan Anda.</p>
<p>Perlu diingat bahwa budaya Asia umumnya masih bersifat kekeluargaan, sehingga kita bukan hanya akan menikahi seorang pria/wanita saja, tetapi kita akan menikahi seluruh keluarga besarnya. Demikian juga pasangan kita. Seringkali salah paham dan persepsi negatif muncul bukan dari pasangan yang akan menikah, namun dari saudara atau keluarga besar mereka. Hal ini memang sulit dicegah dalam pernikahan beda suku. Dibutuhkan banyak pengertian, kesabaran dan toleransi baik dari pasangan, maupun dari keluarga mereka.</p>
<p>Yang paling penting adalah tetap bersikap hormat pada keluarga pasangan bagaimanapun sorotan negatif yang muncul, dan terus menunjukkan bahwa pernikahan Anda didasarkan dengan cinta dan ketulusan serta kekudusan. Maka lama-lama pihak keluarga yang kurang simpati pun dapat melunak, dan akhirnya akan menerima pasangan yang beda suku tersebut.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=155&subd=asksophia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2009/08/31/pacaran-beda-suku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran dengan Wanita yang Lebih Tua</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2009/08/18/pacaran-dengan-wanita-yang-lebih-tua/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2009/08/18/pacaran-dengan-wanita-yang-lebih-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 16:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Shaloom,
Saya mau tanya apakah berpacaran atau bahkan menikah dengan cewek yang lebih tua (terlepas berapa tahun perbedaannya) di dalam kekristenan karena ada beberapa temen saya yang bilang gak boleh atau gak bisa karena cewek cenderung mempunyai sifat manja dan karenanya kalau cowok lebih muda maka tidak akan ada kesatuan hati sehingga akan terjadi pertengkaran demi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=153&subd=asksophia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Shaloom,</p>
<p>Saya mau tanya apakah berpacaran atau bahkan menikah dengan cewek yang lebih tua (terlepas berapa tahun perbedaannya) di dalam kekristenan karena ada beberapa temen saya yang bilang gak boleh atau gak bisa karena cewek cenderung mempunyai sifat manja dan karenanya kalau cowok lebih muda maka tidak akan ada kesatuan hati sehingga akan terjadi pertengkaran demi pertengkaran, ada juga yang bilang karena adam lebih dahulu diciptakan dari hawa jadi cowok harus lebih tua. tapi ada juga beberapa temen saya yang bilang gak apa-apa selama bisa saling menghargai, menghormati, memahami perbedaaan masing2 juga dapat saling menjaga kekudusan selama berpacaran. trus mana yang bener sih saya jadi bingung, tolongin saya yang sophia. terima kasih sebelumnya. Tuhan memberkati.</p>
<p>Andos rewindo</p>
<p><span id="more-153"></span><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[DSB]</strong></p>
<p>Dear Andos,</p>
<p>Secara prinsip Firman Tuhan, tidak ada ketentuan mengenai pria harus menikahi wanita yang lebih muda. Jadi tentunya jangan menjadi halangan apabila memang kedua belah pihak menjalin hubungan cinta yang benar dan serius di hadapan Tuhan dan manusia. Namun menikahi wanita yang lebih tua memang membutuhkan perjuangan yang lebih keras dari kedua belah pihak dan juga perlu mempertimbangkan berbagai hal khusus yang berbeda dengan kalau menikahi wanita yang lebih muda. Di bawah ini saya coba berikan beberapa pertimbangan dan cara-cara untuk mengatasinya.</p>
<p>1. Wanita secara psikologis bertumbuh lebih cepat daripada pria, jadi kalau wanita lebih tua, membutuhkan usaha yang lebih kuat dari kedua belah pihak untuk saling mengerti satu sama lain dan beradaptasi. Terlebih lagi banyak pria cenderung masih memiliki sisi kanak-kanak sekalipun sudah dewasa. Untuk pria-pria seperti ini yang serius menjalin hubungan dengan wanita yang lebih dewasa sebaiknya belajar untuk bertumbuh lebih cepat dan mengambil tanggung jawab, sehingga dapat mengimbangi pertumbuhan psikologis dari pasangannya.</p>
<p>2. Sebagai orang Asia, kita lebih mendengarkan dan menghormati yang lebih tua, maka ada kecenderungan juga bagi wanita yang lebih tua untuk mendominasi dan memimpin pasangannya yang lebih muda. Hal ini bukanlah hal yang baik, karena Tuhan menetapkan pria sebagai kepala keluarga dan imam dalam keluarga. Ini bukan semata-mata karena ketetapan Tuhan begitu saja, tetapi Tuhan memang memberikan perlengkapan secara fisik, dan psikologis kepada pria untuk berperan sebagai pelindung dan pengambil keputusan dalam keluarga. Melanggar ketentuan ini dapat mengakibatkan berbagai permasalahan dalam keluarga, termasuk pola homoseksual pada anak. Jadi apabila memang ingin menikahi wanita yang lebih tua, dibutuhkan kerendahhatian dari sang wanita untuk menundukkan diri pada pimpinan sang suami.</p>
<p>3. Wanita lebih cepat tua daripada pria. Umur kecantikan wanita sangat terbatas, dan kecantikan wanita lebih cepat pudar setelah melahirkan anak. Kecantikan wanita berangsur-angsur akan semakin sirna di atas usia 35, tetapi sebaliknya banyak pria yang semakin memikat hati wanita di usia mapan 40. Jadi misalnya istri lebih tua 5 tahun dari suami, saat suami berusia 40 dan terlihat sangat gagah, maka sang istri sudah berusia 45 dan akan terlihat jauh lebih tua dari sang suami. Tentu saja pandangan orang lain tidak semestinya menjadi halangan bagi kedua insan yang memang tulus saling mencintai, tetapi keduanya perlu bersiap dan menguatkan tekad sehingga bisa menghadapi permasalahan ini di kemudian hari. Sang suami juga harus bisa menerima kalau si istri sangat cepat menjadi tua mengingat usianya yang lebih tua.</p>
<p>4. Gairah seksual pria dapat terus menyala sampai tua, bahkan sampai ajal menjemput. Sedangkan gairah seksual wanita ada batasnya. Setelah menopause, gairah seksual wanita akan semakin menurun sebagai akibat dari rendahnya hormon estrogen dalam tubuh. Menopause juga dapat mengakibatkan kekeringan pada (maaf) vagina wanita. Sehubungan dengan hal tersebut, banyak wanita emoh melakukan hubungan intim setelah menopause (rata-rata usia 45-55 tahun). Kita berandai-andai begini: pria umur 30 menikah dengan wanita usia 27 (lebih muda 3 tahun), maka si pria dapat menikmati hubungan seksual dengan istrinya selama 18-28 tahun, sampai usia istrinya kira-kira antara 45-55 tahun. Namun bila si pria berusia 30 tahun menikah dengan istri yang berumur 35 tahun misalnya, maka dia hanya dapat menikmati hubungan intim selama 10 s/d 20 tahun saja. Ini juga dapat merupakan potensi konflik dalam pernikahan anda kelak. Terlebih lagi di usia 40 tahun, merupakan usia puber kedua bagi pria dan wanita. Apabila saat sang suami berada pada usia puber tersebut sang istri sudah menopause, godaan untuk mencari WIL sedang kuat-kuatnya, tapi istri tidak bisa melayani suaminya lagi, tentu ini benar-benar ujian bagi keluarga tersebut.</p>
<p>Puji Tuhan saat ini sudah ditemukan pelumas (lubricant) untuk hubungan intim. Pelumas yang sudah tersedia di apotik/toko obat ini seharusnya dapat membantu pasangan yang ingin melakukan hubungan seksual namun sang istri sudah menopause.</p>
<p>Kesimpulannya, memang menikahi wanita yang lebih tua merupakan tantangan yang tidak mudah, namun bukan berarti tidak ada kesempatan atau tidak boleh. Saya yakin banyak pasangan yang istrinya lebih tua namun berhasil mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga mereka dengan baik. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.</p>
<p>Sedikit catatan bagi pria yang mencintai wanita yang berusia jauh lebih tua daripada mereka. Semakin jauh perbedaan umur di antara mereka semakin berat tantangan yang dihadapi, maka sebagai orang awam saya pribadi mengajurkan idealnya beda umur mereka sebaiknya tidak lebih dari 5 tahun. Di atas beda umur tersebut, potensi konflik internal keluarga dan juga tekanan dari masyarakat akan menjadi begitu sulit untuk dihadapi. Selain itu, kedua belah pihak perlu benar-benar menguji dirinya sendiri dan pasangannya apakah itu benar-benar cinta, ataukah itu merupakan suatu kebutuhan dicintai oleh ibu (atau anak) nya sendiri (cinta dalam hubungan keluarga, bukan dalam hubungan suami-istri). Atau yang terburuknya adalah saling memanfaatkan, bukan cinta.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=153&subd=asksophia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2009/08/18/pacaran-dengan-wanita-yang-lebih-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Putus Cinta Jarak Jauh</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2009/07/13/putus-cinta-jarak-jauh/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2009/07/13/putus-cinta-jarak-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 17:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Salam Kenal&#8230;.Namaku Rey&#8230;.saya sedang ada masalah yang  lumayan besar atau mungkin juga sepele&#8230;&#8230;
Baru-baru ini saya putus dengan  Pacar saya&#8230;.sebut Saja Y, Kami menjalani pacaran selama 1 tahun 8 bulan dulu  kami satu kampus selisih 3 angkatan. sebelum jadian sama dia aku itu orangnya  gak mau tau, dan susah diatur, selama kuliah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=149&subd=asksophia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Salam Kenal&#8230;.Namaku Rey&#8230;.saya sedang ada masalah yang  lumayan besar atau mungkin juga sepele&#8230;&#8230;<br />
Baru-baru ini saya putus dengan  Pacar saya&#8230;.sebut Saja Y, Kami menjalani pacaran selama 1 tahun 8 bulan dulu  kami satu kampus selisih 3 angkatan. sebelum jadian sama dia aku itu orangnya  gak mau tau, dan susah diatur, selama kuliah aku hanya pegang prinsip yang  penting nilai harus bagus dan paham kuliah yang diajarkan&#8230;lainnya urusanku aku  gak mau diatur. Terhadap perempuan aku juga gak terlalu perduli, hanya prinsipku  perempuan itu harus di hargai jadi gak usah dimacam-macamin (terus terang aku  selalu jaga kekudusan badan, anti free sex). Menjelang akhir kuliah di  yogyakarta, aku ketemu seorang wanita yang menurutku Pas dengan yang  kucari&#8230;dia juga anak Tuhan, setelah di dekatin akhirnya kami jadian, pada saat  pdkt dia pernah cerita dia suka teman pria satu angkatannya, tapi temannya itu  gak punya keberanian mendekati jadi dia juga akhirnya hanya menganggap dia  teman&#8230;.ya memang dia sesuai tipeku, dia bisa ngajak aku rajin kegereja, tiap  ke gereja kami selalu ketaman doa,<br />
berdoa bersama agar hubungan kami di  berkati dan juga berjanji saling setia, bahkan dia mengajari aku berdoa makan  (hal yang lama kutinggalkan), bersama dia aku berubah total, semua kelakuan  burukku ku tinggal. 5 bulan setelah jadian aku lulus, selama 5 bulan aku banyak  belajar sama dia, kenalan sama keluarganya dan cerita banyak hal..termasuk  tentang masa depan, saat itu aku langsung berfikir sebagai pria, aku harus  mandiri dan segera kerja&#8230;.aku harus bisa mempersiapkan masa depan kami  (menikah) karena aku ngerasa cocok, singkat cerita akhirnya aku dapat kontrak di  kalimantan 2 tahun, aku diskusi sama dia, bahwa aku harus ninggalin dia dulu  untuk kerja, aku ngejelasin maksutku ke dia, aku harus bangun masa depan bersama  dia, aku harus nunjukin ke ortunya aku bisa jaga anaknya kelak. pokoknya aku  bertekat jadi pria bukan anak laki2 lagi, lagian 2 tahun lagi paling dia udah  lulus jadi kami bisa langsung nikah (ortunya mau dia lulus dulu) &#8230;.akhirnya  singkat cerita, dengan berat<br />
//  hati dia melepasku, aku berangkat kekalimantan, masih ingat aku tangisnya,  selama 1 tahun 2 bulan kami baik2 saja, paling ribut kecil aja..biasa long  distance&#8230;.6 bulan sekali aku cuti ketemu dia, sebagai bukti keseriusan slip  gajiku ku tunjukin, demikian juga tabungan yang ku simpan buat pernikahan nanti,  sebagai bukti aku serius. Tetapi betapa hancur hatiku, baru2 ini dia minta putus  (1,3 tahun di rantau), alasannya dia gak bisa ngelupain pria yang dulu pernah di  sukai dan dia merasa bersalah, meskipun gtu aku maafin aku mencoba nenangin dia,  meskipun sakit aku maafin dia, aku tetap terima dia karena aku sayang dia.  Pertama dia ngelunak tetap jadi pacarku, trus dengan besar hati kubilang, kalian  ketemulah bicara baik2 kalo kau udah punya komitmen dengan aku dan dia harus  terima itu, cowok itu juga kusuruh ketemu, namun akhirnya dia ngambil keputusan  gak akan milih aku atau cowok itu, itu keputusan final&#8230;.ok saat itu aku  terima, tapi alangkah kagetnya aku dalam 1 jam di fbnya<br />
dia ganti status  pacaran dengan pria itu ternyata pas mereka kusuruh ketemu, mereka malah jadian,  terus terang aku shock&#8230;sangat shock&#8230;.aku nelf dia dan minta penjelasan, aku  juga usaha pulang mau ketemu tapi gak diijinin sama dia, akhirnya sambil nangis,  dia bilang alasan mutusin aku&#8230;..<br />
1. Egois, aku gak bisa bersama dia terus,  aku lebih milih egoku untuk mandiri ketimbang bersama dia.<br />
2. Pria yang dia  sukai itu selama ini berantakan kuliahnya karena dia frustasi gadis itu jadi  pacarku.<br />
3. Dia gak suka suku aku, sekalipun 1 suku sama bapaknya.<br />
4. Dia  butuh orang didekatnya dan nyata bukan cuma pria yang cuma ngasi janji tapi  tidak ada bukti.<br />
Terus terang aku sakit hati sekali, aku marah ke mantanku  aku bilang cowok itu anjing, tapi kemudian aku nyesal.<br />
Yang aku bingung  sekarang&#8230;<br />
1. Jika suatu saat cowok itu nyia-nyiain dia, aku harus gmna?,  aku masih sayang dia&#8230;tapi aku takut terulang lagi.<br />
2. Benarkah aku egois  dengan milih kerja jauh dibanding dekat dengan dia?<br />
3. aku bingung, harus  gmna, terus terang motifasi kerjaku jatuh sekali karena ini&#8230;.<br />
//  4. Pantaskah aku berharap pada gadis itu&#8230;.aku takut dia jadi begini karena  kesepian&#8230;&#8230;&#8230;..kutinggal jadi dia salah langkah&#8230;..kalo suatu saat dia  salah pasti aku punya andil, dosa kah aku?..<br />
5. Pada saat marah aku bilang ke  pacarku kamu lebih rendah dari pelacur, pelacur saja mandi dulu baru ganti  pelanggan, kau bahkan air mata belum kering udah yang-yangan sama anjing itu di  f.b. aku harus gmna harus minta maafkah secara langsung?, karena no hpnya telah  ganti&#8230;<br />
Demikian curhatku, mohon maaf ganggu&#8230;..minta tolong  pandangannya</p>
<p>Rey<br />
<span id="more-149"></span><br />
<strong>JAWAB:<br />
[DSB]:<br />
</strong><br />
Sungguh amat menyakitkan hati apabila seseorang yang kita perjuangkan ternyata mengalihkan cintanya ke lain hati. Bahkan ketika kita rela menderita demi dia dengan rela berpisah sementara demi masa depan bersamanya, tapi malah disalahartikan dengan menanggap bahwa hal itu demi keegoisan kita semata. Tentunya Rey merasa sungguh sangat menderita sekaligus marah karenanya. Meskipun demikian, cinta Rey kepada Y tentu masih besar sehingga Rey masih mengharapkan Y kembali. Adalah hal yang wajar juga apabila Rey merasa ini sebagai kesalahan Rey. Bahkan istri yang ditinggal mati suaminya pun seringkali menyalahkan diri sendiri sebagai akibat kematian suaminya.</p>
<p>Rey, hati yang luka memang perlu pemulihan. Saat ini, ambilah waktu untuk menikmati kesendirian Anda, carilah kesibukan dan temuilah teman-teman seiman yang dapat membantu menguatkan Rey. Saat seperti ini tentu sangat berat dilalui sendiri. Bersandarlah pada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan mengijinkan hal ini terjadi untuk kebaikan Rey juga. Berdoalah mohon Tuhan beri kekuatan untuk melewati masa sulit ini. Just take your time to recover.</p>
<p>Rey, banyak hubungan cinta yang hancur dengan tidak baik, hal ini justru akan menyimpan masalah di kemudian hari pada hubungan cinta yang berikutnya. Misalnya dalam kasus serupa Rey, ada orang yang jadi trauma berhubungan dengan orang suku x misalnya, atau malah jadi benci semua perempuan. Tentunya ini tidak baik. Jadi bereskanlah hubungan yang sudah putus itu dengan baik. Caranya bagaimana?<br />
1. Terimalah keadaan yang sudah terjadi, bahwa Y sudah jadian dengan cowok lain. Tidak perlu menyalahkan siapa pun dalam hal ini, hanya perlu berlapang dada menerima kondisi ini. Menerima keadaan ini berarti let her go. Berhentilah untuk mengharapkan dirinya kembali. Saya tau ini akan sangat sulit (saya pun pernah mengalami hal yang serupa), tapi percayalah bahwa berhenti mengharapkannya akan sangat membantu mempercepat recovery Anda. Cobalah untuk mengalihkan pikiran Rey dari dia. Carilah kegiatan yang berguna (misalnya aktif di gereja), bergaulah dengan orang-orang lain.<br />
2. Maafkanlah Y beserta cowok lain tersebut. Ini adalah sesuatu yang vital untuk dilakukan. Keberhasilan Rey mengampuni Y akan membuka jalan ke hubungan yang lebih baik di kemudian hari.<br />
3. Sebisa mungkin buatlah hubungan Rey dengan mantan Rey tetap baik. Kalau Rey sudah terlanjur kelepasan ngomong yang agak kasar kepada mereka, usahakan untuk mintalah maaf kepada mereka. Hubungan yang baik bukan berarti terus berkomunikasi. Mintalah maaf dan kemudian untuk sementara jauhilah dia dulu untuk memulihkan hati Rey.<br />
4. Evaluasi diri diperlukan supaya tidak jatuh di tempat yang sama.</p>
<p>Bicara tentang hubungan jarak jauh, sebelum Rey memutuskan untuk berkarir di Kalimantan, apakah sudah ada pembicaraan antara kedua belah pihak mengenai hal tersebut? Apabila hubungan pacaran Rey dan Y memang sudah sampai tahap yang cukup serius, adalah penting untuk mengambil keputusan bersama dalam hal masa depan, khususnya apabila salah satu dari keduanya harus pindah ke kota lain. Apabila salah satu pihak sudah memutuskan baru kemudian meminta ijin dari pasangannya, ada kecenderungan di kemudian hari akan saling menyalahkan apabila timbul permasalahan di antara keduanya. Memang tidak mudah membina hubungan jarak jauh. Sangat diperlukan komitmen yang tinggi di antara keduanya. Kedua belah pihak memang harus memikirkan kemungkinan kehilangan orang yang ditinggal pergi. Apalagi apabila hubungan yang masih baru saja berjalan (5 bulan?), komitmen yang dibangun mungkin belum cukup kokoh untuk bisa ditinggalkan selama beberapa tahun.</p>
<p>Mengenai kemungkinan bahwa Y akan kembali ke pelukan Rey, tentunya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, namun terntu pertimbangan-pertimbangan berikut harus terlebih dulu dipertimbangkan sebelum memutuskan:<br />
1. Seperti yang Rey sendiri katakan, Rey akan takut hal ini terulang kembali. Tentu ada kemungkinan Y bisa berubah, namun saya harus katakan bahwa memulihkan kepercayaan itu bukan sesuatu yang mudah. Perlu banyak kesabaran dan pengertian dan tentunya Rey harus bisa menuntut komitmen Y untuk berubah dan menunjukkan perubahan tersebut.<br />
2. Semakin cepat Rey melepaskan Y dan tidak mengharapkannya lagi, semakin cepat Rey bisa recovery dan bisa memulai hubungan yang lain dengan baik. Sebaliknya apabila Rey terus-menerus mengharapkan Y, wanita lain pun akan sulit mendekat, atau Rey dapat jatuh pada kesalahan yang sama dengan yang dilakukan oleh Y.</p>
<p>Akhir kata, apapun yang Rey rasakan, atau apapun yang Rey akan putuskan atau lakukan, doakanlah, berserulah kepada Tuhan. &#8220;TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.&#8221; (Mazmur  34:19).</p>
<p>Kami pun akan turut berdoa untukmu Rey.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=149&subd=asksophia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2009/07/13/putus-cinta-jarak-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Kristen Adalah Bukan Karena Orang Tua Kita</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2009/06/10/menjadi-kristen-adalah-bukan-karena-orang-tua-kita/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2009/06/10/menjadi-kristen-adalah-bukan-karena-orang-tua-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 15:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Kita kan jadi Kristen karena orang tua kita Kristen. Kalau orang tua kita bukan kristen tentunya kita juga bukan kristen. Sedangkan kita tidak dapat memilih orang tua kita, berarti keselamatan itu untung-untungan dong.
Rio
Jawab:
[CKM]:
Tidak ada jaminan bahwa seorang anak yang lahir dalam keluarga Kristen pasti nantinya menjadi Kristen. Kalau kita sekedar adalah orang yang ada dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=146&subd=asksophia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kita kan jadi Kristen karena orang tua kita Kristen. Kalau orang tua kita bukan kristen tentunya kita juga bukan kristen. Sedangkan kita tidak dapat memilih orang tua kita, berarti keselamatan itu untung-untungan dong.</p>
<p>Rio</p>
<p><span id="more-146"></span>Jawab:</p>
<p><strong>[CKM]:</strong></p>
<p>Tidak ada jaminan bahwa seorang anak yang lahir dalam keluarga Kristen pasti nantinya menjadi Kristen. Kalau kita sekedar adalah orang yang ada dalam keluarga kristen selama puluhan atau bahkan ratusan tahun, kita perlu bertobat secara pribadi karena kekristenan tidak diwariskan dari orang tua. Kita menjadi Kristen/percaya kepada Kristus bukan karena kita lahir dikeluarga Kristen. Hal ini diperkuat dalam Roma 9:7-9 Dalam ay 7 ini Paulus mulai membahas dari Abraham. Ay 7 ini mengatakan bahwa tidak semua keturunan Abraham adalah anak Abraham. Bdk. Kej 17:19-21. Paulus juga menambahkan ay 7b yang ia kutip dari Kej 21:12. Dengan kata-kata ini Paulus menunjukkan bahwa pemilihan tidak tergantung keturunan secara daging/jasmani. Martin Luther mengomentari bagian ini dengan berkata: Jika Israel pasti adalah orang pilihan karena mereka adalah keturunan jasmani dari Abraham, maka pasti Ismael dan anak-anak Ketura (istri ketiga dari Abraham &#8211; Kej 25:1-dst) juga adalah orang pilihan. Tetapi jelas bahwa baik Ismael maupun anak-anak Ketura bukanlah orang pilihan, dan karena itu jelas bahwa Israelpun tidak semuanya adalah orang pilihan! Dalam ay 8 ada istilah ‘anak-anak daging’ dan ‘anak-anak perjanjian’. Yang disebut ‘anak-anak daging’ adalah keturunan Abraham yang tidak mempunyai apapun yang lain selain fakta bahwa mereka diturunkan secara jasmani oleh Abraham. Sedangkan yang disebut ‘anak-anak perjanjian’ adalah mereka yang secara khusus dipilih oleh Tuhan. Inilah orang pilihan yang sejati. Jadi dsiini jelas, bahwa kita bisa percaya kepada Kristus bukan karena orang tua Kristen, tetapi adalah pilihan Allah secara personal. Keselamatan tidak untung-untungan. Karena natur manusia yg berdosa, yang masiih dibutakan oleh dosa dan keadaan rohani yang mati, sama sekali tidak merasa berdosa dan membutuhkan Juruselamat. Maka semua orang seharusnya adalah menuju neraka, tapi karena kasih karunia Allah maka Ia mengrimkan Kristus sebagai Juruselamat. Sudahkah Anda percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat prinadi Anda? Kalau belum, lekaslah bertobat.</p>
<p><strong>[MC]:</strong></p>
<p>Pertama-tama, mari kita luruskan pernyataan berikut.</p>
<p>&#8220;Kita kan jadi Kristen karena orang tua kita Kristen.&#8221;</p>
<p>Kita menjadi Kristen BUKAN KARENA ORTU KITA KRISTEN, melainkan karena KITA TELAH MENERIMA KRISTUS SEBAGAI TUHAN DAN JURU SELAMAT. Firman Tuhan tidak pernah menyatakan bahwa Kekristenan bersifat turun temurun.</p>
<p>Banyak di antara rekan kami yang orang tuanya bukanlah Kristen, akan tetapi mereka mau menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang akhirnya membawa orang tua mereka untuk mau menerima Kristus.</p>
<p>Sebaliknya, banyak juga rekan kami yang orang tuanya Kristen, tetapi anak-anaknya memutuskan untuk tidak mau menerima Kristus dalam hidup mereka.</p>
<p>Kita menerima Kristus bukan karena orang tua kita, melainkan karena karya Roh Kudus dalam diri kita. Roh Kudus dapat bekerja melalui berbagai macam cara. Ada yang melalui mimpi, ada yang melalui teman atau kerabat, ada yang melalui penginjil, dan ada juga yang melalui orang tua, dan ada juga cara-cara lain yang digunakan Roh Kudus.</p>
<p>Jadi sekali lagi, tidak ada hubungan antara orang tua Kristen dan anak Kristen.</p>
<p>Memang bila orang tua adalah Kristen, kemungkinan anaknya akan lebih mudah untuk dapat menerima Kristus. Hal ini karena orang tuanya sejak kecil telah menanamkan benih-benih yang akhirnya tumbuh ketika Roh Kudus bekerja.</p>
<p>Nah, setelah mengetahui hal ini, kita harus kembali kepada Amamat Agung Yesus, yaitu menjadikan semua bangsa sebagai murid Kristus. Tugas kitalah untuk dapat memberitakan kasih Kristus kepada mereka yang belum mengenal Kristus, termasuk mereka yang orang tuanya tidak mengenal Kristus</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=146&subd=asksophia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2009/06/10/menjadi-kristen-adalah-bukan-karena-orang-tua-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukti Keberadaan Allah</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2009/06/10/bukti-keberadaan-allah/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2009/06/10/bukti-keberadaan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 15:25:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Dari mana kita tahu    bahwa Allah memang ada? apa buktinya?
Rio

Jawab:
[DSB]:
Sebenarnya secara khusus, banyak sekali bukti bahwa memang Allah ada. Bahkan bukan hanya ada, tetapi Allah tidak pernah diam, alias selalu turut serta dalam perjalanan umat manusia (tidak seperti dalam ajaran Deisme di mana mempercayai Allah memang ada, tapi tidak ikut campur dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=143&subd=asksophia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari mana kita tahu    bahwa Allah memang ada? apa buktinya?</p>
<p>Rio</p>
<p><span id="more-143"></span></p>
<p>Jawab:</p>
<p><strong>[DSB]:</strong></p>
<p>Sebenarnya secara khusus, banyak sekali bukti bahwa memang Allah ada. Bahkan bukan hanya ada, tetapi Allah tidak pernah diam, alias selalu turut serta dalam perjalanan umat manusia (tidak seperti dalam ajaran Deisme di mana mempercayai Allah memang ada, tapi tidak ikut campur dalam segala urusan dunia). Malah Allah juga pernah hidup bersama-sama dengan manusia dalam diri Yesus Kristus dengan bukti-bukti yang tidak dapat disangkal. Namun secara umum, Alkitab sudah menjawab pertanyaan ini dalam Mazmur 19:2 &#8220;Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya&#8221;</p>
<p>Jadi kalau ditanya apa buktinya bahwa Allah ada? Mari kita lihat langit dan bumi ciptaannya. Bahwa dapat tercipta keberadaan jagat raya dengan galaxy dan sistem tata surya yang begitu teratur, segala hukum fisika dan kimia diciptakan oleh-Nya sehingga semuanya teratur, khususnya untuk bumi kita ini. Sekalipun berbagai ancaman dari jagat raya mengancam bumi kita ini, misalnya meteor, asteroid, tabrakan dengan objek langit yang besar, dan lain-lain, tapi toh bumi selalu selamat hingga sekarang ini.</p>
<p>Para ilmuwan boleh membuat berbagai teori terbentuknya jagat raya seperti teori The BIG BANG, tapi teori itu tetap tidak mampu menjelaskan dari mana asal mula zat2 yang terlibat BIG BANG tersebut. Karena tentunya setiap zat tersebut haruslah ada yang menciptakan. Banyak sekali ilmuwan-ilmuwan yang mencoba mempelajari alam semesta ini berakhir dengan kagumnya karena itu semua tidaklah mungkin terjadi secara kebetulan. Sebagai contoh, kemungkinan terjadi kehidupan kompleks di suatu planet seperti di bumi kita ini adalah 1 banding 10 pangkat 500. Itu sama dengan kemungkinan untuk selalu memenangkan Royal Flush dalam 10 pangkat 495 kali permainan.  Seorang fisikawan Rusia bernama Prof. Andre Linde mengatakan bahwa untuk terjadi alam semesta seperti sekarang dengan kehidupan manusia seperti di Bumi, diperlukan persyaratan-persyaratan kondisi-kondisi yang khusus dan istimewa sebanyak 10 pangkat 500 jumlahnya. Jadi kalau memang Allah tidak ada, maka bumi dan manusia haruslah extremely sangat sangat sangat amat beruntung sekali untuk dapat terbentuk!!</p>
<p><strong>[CKM]:</strong></p>
<p>Pertanyaan ini pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh orang banyak. Baik orang skeptik maupun orang yg percaya kepada Tuhan, termasuk kekristenan. Bahkan pertanyaan ini sudah dipertanyakan pada beberapa abad yang lalu. Misalnya oleh Plato dan Aristoteles. Di satu pihak Gereja Kristen mengakui bahwa Allah adalah Pribadi yang tak terjangkau pengertian manusia, namun di pihak lain mengakui juga bahwa Dia dapat dikenal dan bahwa pengenalan akan Dia adalah syarat mutlak untuk keselamatan. Gereja menyadari desakan Zofar (Ayb 11:7). Tetapi Gereja merasa tak dapat menjawab pertanyaan Yesaya: “Jadi dengan siapakah hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?” (Yes 40:18).  Tetapi pada saat yang sama Gereja juga selalu ingat pernyataan Yesus: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”. (Yoh 17:3). Gereja bersukacita dalam kenyataan bahwa “Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan kepada kita, supaya kita mengenal yang benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Yesus Kristus. Dia adalah Allah Yang Benar dan hidup yang kekal (I Yoh 5:20). Kedua ide yang dipancarkan dalam ayat ayat-ayat ini selalu dipegang berdampingan dalam Gereja Kristen.</p>
<p>Bahkan Luther berulang kali mengatakan tentang Allah sebagai Deus Absconditus (Allah yang tersembunyi), yang dibedakannya dari Allah sebagai Deus Revelatus (Allah yang dinyatakan). Dalam beberapa tulisannya, Luther bahkan mengatakan bahwa Allah yang dinyatakan masih juga Allah yang tersembunyi ditinjau dari kenyataan bahwa kita tidak dapat sepenuhnya mengenal Dia bahkan melalui pernyataan khususNya sekalipun. Bagi Calvin, Alah dalam keberadaanNya yang terdalam tak terselami. Jadi Calvin dan Luther sama-sama menyatakan bahwa manusia hanya bisa mengenal Allah sejauh Allah wahyukan kepada kita. Namun itu hanya sebagian dari seluruh hakekat Allah. Kita tidak mampu mengerti seluruh keilahianNya. Manusia memang bisa belajar adanya Allah dari dunia, tetapi kita hanya bisa mendapatkan pengenalan yang benar melalui wahyu khusus, melalui pencerahan Roh Kudus. Manusia tidak bisa memberikan definisi logis yang memadai untuk seluruh diri Allah, sebab Ia tidak bisa ditundukkan ke bawah sesuatupun.</p>
<p>Namun, pengenalan akan Allah memang dimulai dari iman dan kesadaran religius manusia yang sudah Tuhan berikan. Tanpa hal ini tidak mungkin ada agama, tidak mungkin manusia memiliki sifat religius, tidak ada sikap hormat, tidak ada penyembahan dan tidak ada rasa takut akan Allah, tidak ada ibadah kepada Allah.</p>
<p>Segala sesuatu yang kita ketahui mengenai kekristenan telah dinyatakan oleh Allah kepada kita. Manyatakan berarti “membukakan”, Hal ini berarti membuka penutup dari sesuatu yang sebelumnya disembunyikan atau ditutupi. Spekulasi tentang Allah merupakan suatu kesalahan yang bodoh. Apabila kita ingin mengenal Allah dengan benar; maka kita harus mengandalkan apa yang Ia katakan tentang diriNya sendiri kepada kita. Alkitab menyatakan bahwa Allah menyatakan diriNya dengan berbagai cara. Ia memperlihatkan kemuliaanNya melalui alam semesta. Ia menyatakan diriNya pada zaman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru melalui mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan. Tanda dari pemeliharaanNya diperlihatkan dalam catatan sejarah. Ia mennyatakan diriNya di dalam Alkitab yang telah diinspirasikan. Puncak pewahyuanNya terlihat dalam diri Yesus Kristus yang menjadi manusia, yang oleh pakar teologi disebaut “inkarnasi”. (Lih. Ibrani 1:1-2). Meskipun Alkitab berbicara bahwa Allah menyatakan diriNya dengan berbagai macam cara, namun kita dapat membedakan 2 macam wahyu Allah yaitu Wahyu Umum (natural) dan Wahyu Khusus (supranatural). Wahyu Umum disebut “umum” dengan 2 alasan: (1) isinya bersifat umum; (2) wahyu ini dinyatakan bagi semua orang secara umum. Pewahyuan di dalam alam semesta tidak memberikan pewahyuan sepenuhnya tentang Allah. Wahyu Umum tidak memberikan keterangan tentang Allah sebagai Penebus kepada kita, sebagaimana yang dapat kita baca di Alkitab. Allah yang menyatakan diriNya melalui alam semesta adalah Allah yang sama, yang menyatakan diriNya melalui Firman Tuhan. Oleh karena itu kekuatan dari Wahyu Umum, setiap umat manusia mengetahui bahwa Allah ada. Ateisme merupakan bentuk penyangkalan dari sesuatu yang jelas dapat diketahui sebagai kebenaran. Itulah sebabnya Alkitab berkata, “Orang bodoh telah berkata di dalam hatinya, tidak ada Allah” (Maz 14:1). Pada waktu Firman Tuhan menghardik orang ateis dengan menyebut mereka sebagai orang bodoh, itu merupakan penghakiman secara moral terhadap mereka. Menjadi orang bodoh menurut Alkitab bukan berarti itu kurang pandai atau kurang memiliki pengetahuan, tetapi merupakan suatu kondisi yang tidak bermoral. Takut akan Allah merupakan permulaan pengetahuan, demikian pula penyangkalan akan Allah merupakan kebodohan yang paling bodoh. Orang agnostik juga menyangkal kekuatan Wahyu Umum. Orang agnostik lebih lumayan ibandingkan dengan orang ateis; sebab mereka tidak menyangkali keberadaan Allah sama sekali. Mereka hanya menyatakan bahwa tidak cukup bukti untuk memutuskan apakah Allah itu ada atau tidak ada. Mereka memilih untuk tidak memutuskan apa-apa, dan membiarkan isu tentang keberadaan Allah tetap terbuka. Namun berdasarkan kejelasan dari Wahyu Umum, pandangan  agnostik sama menjijikkannya dihadapan Allah. Tetapi bagi setiap orang yang pikiran dan hatinya terbuka, kemuliaan Allah merupakan hal yang sangat indah untuk dilihat, dari alam semesta di langit sampai pada partikel-partikel atom yang menghasilkan molekul yang kecil. Betapa luar biasanya Allah yang kita layani.</p>
<p>Manusia di dalam kejatuhannya, tidak mungkin mengerti teologi hanya dengan membangunnya berdasarkan Wahyu Umum. Untuk mengerti kebenaran pengetahuan tentang Allah, manusia harus kembali kepada Wahyu Khusus. Justru melalui Wahyu Khusus, Allah membukakan kembali tentang pengetahuan Wahyu Umum yang benar, sekaligus membuat manusia terbuka dan mengerti hal-hal rohani, sampai dimungkinkan untuk mempunyai pengetahuan yang benar tentang Allah. Ketika Rasionalisme dan Deisme menyapu Eropa, pengertian wahyu mengalami masalah besar. Akal pikiran dan perasaan manusia mau mengusai wahyu Allah. Akibatnya, wahyu ditundukkan dibawah rasio dan perasaan manusia. Sekalipun sebagian orang masih percaya kepada Wahyu Khusus, tetapi mereka tetap menganggap itu belum cukup dan harus ditundukkan je bawah pikiran manusia. Maka, wahyu tidak lagi obyektif, tetapi menjadi subyektif (tergantung manusia). Maka kita perlu kembali kepada kebenaran Firman Tuhan sendiri, yang melihat Alkitab sebagai Wahyu Khusus yang diwahyukan oleh Allah kepada manusia, dan memampukan kita untuk mengerti alam dengan baik, sehingga kita bisa dibawa mengerti Wahyu Umum, berdasarkan terang Wahyu Khusus.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&blog=414472&post=143&subd=asksophia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2009/06/10/bukti-keberadaan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>