<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ask Sophia</title>
	<atom:link href="http://asksophia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asksophia.wordpress.com</link>
	<description>Bingung? Lagi ada problem? Masalah dengan pacar? ortu? atau mau nanya tentang iman Kristen? Anda pun bisa bertanya kepada Sophia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 15:08:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asksophia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ask Sophia</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asksophia.wordpress.com/osd.xml" title="Ask Sophia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asksophia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sekali Lagi Tentang Pacaran Jarak Jauh</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2012/01/10/sekali-lagi-tentang-pacaran-jarak-jauh/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2012/01/10/sekali-lagi-tentang-pacaran-jarak-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 15:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[Shalom…. Saya mau curhat tentang pergumulanku saat ini mengenai pasangan hidup. Pada saat kuliah, saya berkenalan dengan seorang pemuda Kristen dan kami berteman selama 1 tahun, sebelum saya diwisuda. Selama saya mengerjakan skripsi, saya selalu berdoa mengenai pekerjaan dan pasangan hidup. Setelah saya diwisuda, dia menyatakan cinta kepada saya dan mengatakan bahwa hubungannya dengan pacarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=609&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom….<br />
Saya mau curhat tentang pergumulanku saat ini mengenai pasangan hidup.<br />
Pada saat kuliah, saya berkenalan dengan seorang pemuda Kristen dan kami berteman selama 1 tahun, sebelum saya diwisuda. Selama saya mengerjakan skripsi, saya selalu berdoa mengenai pekerjaan dan pasangan hidup. Setelah saya diwisuda, dia menyatakan cinta kepada saya dan mengatakan bahwa hubungannya dengan pacarnya sudah berakhir beberapa bulan yang lalu. Saya berpikir bahwa dia adalah jawaban yang Tuhan berikan untuk menjadi pasangan hidup saya. Kami sering ke gereja bersama. Namun setelah beberapa saat berlalu, hati saya tidak merasa tenang dan damai sejahtera karena pada waktu itu saya tidak berdoa secara khusus apakah memang benar dia orang yang Tuhan sediakan untuk saya. Dulu pembimbing rohani saya mengatakan bahwa saya terlalu cepat mengambil keputusan. Terlebih setelah saya mengetahui karakternya, saya menjadi tidak yakin dengan pilihan saya sendiri. 2 bulan setelah wisuda saya harus kembali ke daerah asal saya sedangkan dia mendapatkan pekerjaan di kota lain dan sebentar lagi saya mulai bekerja di luar propinsi saya karena saya diterima bekerja di sana. Itu artinya kalau saya tetap berhubungan dengan dia kami harus berhubungan jarak jauh. Dia mempunyai keyakinan untuk menikah dengan saya, bahkan dia sudah merencanakan kapan kami akan menikah dan bagaimana hidup kami nantinya. Sedangkan prinsip saya yaitu saya akan menikah dengan orang yang benar-benar saya kenali karakternya dan mengerti bagaimana hubungannya secara pribadi dengan Tuhan. Dengan berhubungan jarak jauh, saya tidak tau bagaimana kami dapat lebih mengenal karakter masing-masing dan saling membangun. Kalau saya menikah dengannya, saya seperti menikah dengan orang yang tidak saya kenal secara dekat. Saya terus mempergumulkan hal ini, saya menjadi tidak yakin dengan dia karena selain kami dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh, ada beberapa karakternya yang tidak saya sukai terutama yang menyangkut masalah pekerjaan. Saya juga tidak tau apakah hubungan ini harus diakhiri atau tetap dilanjutkan. Mohon bantuannya, terimakasih…..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>EO</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-609"></span></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><strong>[DSB]:</strong></p>
<p><strong></strong>Dear EO,</p>
<p>Saya kagum dengan komitmen EO untuk benar-benar mengenal terlebih dahulu pasangan EO secara karakter dan terlebih lagi tentang bagaimana hubungan pribadinya dengan Tuhan, sebelum mengambil keputusan menikah. Saat ini tidak banyak lagi wanita yang punya prinsip seperti EO. Walaupun mungkin EO merasa di awal kurang pertimbangan dan kurang berdoa dalam menerima cinta si doi, gak masalah. Yang penting sekarang prinsip EO tadi tidak boleh ditoleransi karena alasan apa pun.</p>
<p>Sdri EO, berhubungan jarak jauh betul seperti yang EO katakan. Tidak mudah, dan membutuhkan usaha yang lebih dari kedua belah pihak untuk bisa mendapatkan tingkat relasi yang cukup dalam untuk membina rumah tangga. Tentunya bukan mustahil, namun harus dipertimbangkan masak-masak. Silakan membaca posting mengenai pacaran jarak jauh yang sebelumnya di <a href="http://asksophia.wordpress.com/2010/03/22/pacaran-jarak-jauh/">sini</a>. Dalam postingan tersebut telah kami kemukakan pertimbangan dan tips dalam membina hubungan jarak jauh.</p>
<p>Kalau dari tulisan Anda, kelihatannya Anda sendiri belum yakin mengenai karakter pasangan EO. Karena itu, tips no 3 dan no 4 yang kami kutip berikut ini merupakan hal yang wajib untuk Anda berdua:</p>
<blockquote><p>3. Luangkan waktu sesering mungkin untuk bertemu, dan dalam pertemuan-pertemuan tersebut, usahakanlah untuk mengisinya dengan aktivitas yang membangun relasi kita dengan pasangan.<br />
Menonton bioskop TIDAK termasuk aktivitas yang membangun. bukan berarti kita tidak boleh pergi nonton, akan tetapi janganlah kita habiskan waktu kita terlalu banyak menonton bioskop. Mengapa? Kita tidak menjalin relasi dengan pasangan kita saat kita menonton bioskop karena fokus kita ada pada film.</p>
<p>4. Saat kita hendak menapaki hubungan ke arah yang lebih dalam, ada baiknya dicari cara agar J dapat tinggal satu kota dengan pasangan. Hal ini akan berguna untuk membawa kita mengenal pasangan kita dengan lebih baik lagi.</p></blockquote>
<p>Melihat waktu pacaran Anda yang masih seumur jagung, hubungan jarak jauh masih dimungkinkan. Namun apabila memang sang pria serius dengan Anda, seperti pada kutipan di atas, tentunya pada waktu ingin membina hubungan yang lebih serius lagi, dia harus berani juga mengambil keputusan untuk mencari pekerjaan yang sekota dengan Anda. Atau sebaliknya, Anda yang harus pindah ke kota pasangan Anda. Anda berdua perlu percaya bahwa Allah sanggup menyediakan pekerjaan yang layak untuk kalian berdua. Tetapi kalau pasangan Anda/Anda sendiri tidak berani mengambil keputusan tersebut, ini dapat merupakan point penting untuk mempertimbangkan hubungan Anda kembali.</p>
<p>Semoga cukup membantu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asksophia.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asksophia.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asksophia.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asksophia.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/609/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=609&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2012/01/10/sekali-lagi-tentang-pacaran-jarak-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1/10 Dari Mana?</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2012/01/10/110-dari-mana/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2012/01/10/110-dari-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 14:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Saya mau bertanya soal persepuluhan untuk Tuhan… Saya sedikit bingung, bagaimana menentukan jumlah persepuluhan bagi Tuhan.. Contoh: saya perbulan mendapat uang dari orang tua sebesar 3jt.. Tetapi 3 juta ini harus dikurangi uang sekolah misal 800rb,uang les 400rb.. Nah brrti sisa uang yang dpt saya gunakan 1,8jt.. Nah persepuluhan itu 1/10 dari 3 juta td,atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=606&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau bertanya soal persepuluhan untuk Tuhan…<br />
Saya sedikit bingung, bagaimana menentukan jumlah persepuluhan bagi Tuhan..<br />
Contoh: saya perbulan mendapat uang dari orang tua sebesar 3jt.. Tetapi 3 juta ini harus dikurangi uang sekolah misal 800rb,uang les 400rb.. Nah brrti sisa uang yang dpt saya gunakan 1,8jt..<br />
Nah persepuluhan itu 1/10 dari 3 juta td,atau 1/10 dari 1,8jt itu…maaf kalau sedikit melenceng dari tujuan pertanyaan..trimakasih..:)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Richard</p>
<p><span id="more-606"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[MC]:</strong></p>
<p>Dear Richard,</p>
<p>Ulangan 14:22 mencatat, &#8220;Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun.&#8221;</p>
<p>Berdasarkan ayat tersebut berarti persepuluhan dihitung dari hasil yang kita dapatkan, bukan sisa, jadi mengacu pada contoh Richard, dihitung dari 3juta, dan bukan dari 1,8juta.</p>
<p>Semoga bisa membantu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>[DSB]: </strong></p>
<p><strong></strong>Dear Richard,</p>
<p>Sekalipun tidak wajib, adalah disiplin rohani yang baik apabila kita membiasakan diri kita memberikan perpuluhan bahkan dari sejak kita belum mempunyai penghasilan sendiri. Karena itu orang tua yang mendidik anaknya dengan baik akan memperhitungkan juga besar perpuluhan anaknya saat memberikan uang bulanan pada anaknya.</p>
<p>Buat Anda yang belum mempunyai penghasilan sendiri, besarnya perpuluhan dapat sebesar 1/10 dari seluruh uang bulanan Saudara, atau bahkan lebih, bisa juga lebih kecil dari itu, tergantung dari berapa komitmen Anda. (silakan membaca <a href="http://asksophia.wordpress.com/2008/05/13/perpuluhan-dalam-perjanjian-baru/">&#8220;Perpuluhan dalam Perjanjian Baru&#8221;</a>) Namun mungkin pertanyaannya sekarang adalah mengapa pertanyaan ini muncul dalam pikiran Saudara Richard. Apakah karena 90% dari uang bulanan tersebut tidak mencukupi kebutuhan Anda? Karena kalau memang Saudara Richard mampu memberikan 1/10 dari seluruh 3 juta mengapa tidak? Sekali lagi ini bergantung pada komitmen Anda sendiri untuk memberi perpuluhan kepada Tuhan.Yang penting, seperti yang dituliskan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus adalah:</p>
<blockquote><p>Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (II Korintus 9:7)</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asksophia.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asksophia.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asksophia.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asksophia.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=606&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2012/01/10/110-dari-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Depresi Akibat Patah Hati</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2011/12/28/depresi-akibat-patah-hati/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2011/12/28/depresi-akibat-patah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 15:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Shalom&#8230; Saya pengen sharing tentang masalah pribadi saya. Sudah 4 bulan saya berpisah dengan pacar saya. Dan selama 4 bulan itu saya selalu merasa tertekan dan depresi. Alasannya karna saya bingung dengan perasaan saya. Di 1 sisi saya benci dengan mantan saya karna dia sudah membuat saya sangat kecewa, tapi di sisi lain saya masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=603&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom&#8230;<br />
Saya pengen sharing tentang masalah pribadi saya.<br />
Sudah 4 bulan saya berpisah dengan pacar saya.<br />
Dan selama 4 bulan itu saya selalu merasa tertekan dan depresi.<br />
Alasannya karna saya bingung dengan perasaan saya.<br />
Di 1 sisi saya benci dengan mantan saya karna dia sudah membuat saya sangat kecewa, tapi di sisi lain saya masih mencintainya.<br />
Yg membuat saya kecewa adalah perubahan sikap dan sifatnya yg sangat drastis.<br />
Ibaratnya seperti domba yg tiba2 berubah menjadi serigala.<br />
Saya sudah 2 tahun lebih pacaran dengan dia.<br />
1 tahun pertama hubungan kami baik2 saja biarpun kadang ada perselisihan.<br />
Tapi waktu hubungan kami memasukin usia 1 tahun semuanya berubah semenjak dia masuk kerja dan mengenal seorang wanita teman kerjanya.<br />
Awalnya sih semuanya masih berjalan baik, tapi setelah beberapa bulan teman mantan saya itu mulai memperlihatkan watak aslinya.<br />
Dia mulai sering ikut campur urusan saya dengan mantan saya.</p>
<p><span id="more-603"></span><br />
Pada saat kami berantem, dia sering memberi saran2 yg negatif kepada mantan saya.<br />
Mulai dari menyuruh mantan saya mencari pacar baru lah, mutusin saya lah, dll.<br />
Akhirnya kami berdua jadi sering berantem.<br />
Dan bahkan sering putus nyambung.<br />
Puncak kemarahan saya waktu saya sedang membuka akun facebook mantan saya.<br />
Ga sengaja saya melihat isi chattingnya dengan temannya itu.<br />
Betapa kaget dan marahnya saya ketika membacanya.<br />
Karna ternyata mantan saya sudah terpengaruh dan sudah di &#8220;cuci otak&#8221; oleh temannya.<br />
Mantan saya ternyata sering membohongi saya.<br />
Temnannya itu juga sering menawakan laki2 lain buat di jadikan pacar.<br />
Tanpa pikir panjang saya langsung memutusi dia lewat sms!<br />
Dan akhirnya dia pun pergi tanpa sepatah kata pun.<br />
Rasa kecewa terhadapnya sangat menyiksa yg akhirnya membuat saya tertekan dan depresi.<br />
Bahkan akibat apa yg saya alami, saya dipecat dari pekerjaan saya karna prestasi kerja saya menurun.Sampe sekarang pun saya belum mendapatkan pekerjaan lagi karna saya masih sangat terpukul dengan kejadian itu.<br />
Org yg 2 tahun saya sayangi dengan mudah mematahkan hati saya.<br />
Semangat untuk melakukan apapun hilang.<br />
Tiap hari saya selalu terbayang dengan mantan saya.<br />
Saya pengen balikan lagi dengannya tapi entah kenapa sering ada bisikan mengatakan &#8220;jangan&#8221;.<br />
Saya benar2 bingung..<br />
Mudah2an @askingsophia bersedia memberi nashet dan motivasi supaya semangat saya tumbuh kembali.</p>
<p>KA</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[DSB]:</strong></p>
<p><strong></strong>Dear KA,<br />
Memang berat dan bahkan sangat berat rasanya bila orang yang kita cintai mengecewakan kita dan bahkan akhirnya meninggalkan kita. Saya dapat memahami betapa terlukanya Anda setelah kekasih Anda begitu saja menerima keputusan putus Anda tanpa usaha menghubungi kembali. Dan ternyata luka tersebut begitu dalam menoreh hati Anda sehingga mengganggu pekerjaan Anda sampai-sampai Anda harus menelan pil pahit PHK.<br />
Perlu KA tahu bahwa saat kita merasakan sakit yang begitu dalam, Yesus merasakan sakit hati kita. Dia ikut merasa sedih apabila ada anak-Nya yang begitu menderita.</p>
<p>Sdr KA, kalau Allah berkenan memberikan kepada kita cobaan seperti ini, tentu ada maksudnya. Tidak pernah Tuhan memberikan cobaan yang gratis yang tidak tentu tujuannya. Ada sesuatu yg Tuhan ingin ubah dari hidup Bung KA. Mungkin kedewasaan Anda, mungkin juga karakter Anda, atau bisa juga kerohanian Anda. Tentunya Sdr KA sendiri yang paling mengetahui diri Anda sendiri. Sambil ada waktu yang kosong Anda sendiri, cobalah untuk mengevaluasi diri Anda:<br />
1. Bagaimana hubungan Anda dengan Tuhan selama ini? Apakah Sdr KA punya kerinduan kepada-Nya? Atau kepada Firman-Nya?<br />
2. Bagaimana karakter Anda menurut Anda sendiri. Apakah cukup dapat dibanggakan? Ataukah memang masih perlu belajar lagi agar dapat lebih dewasa?</p>
<p>Di atas masalah Anda, saya melihat bahwa Bung KA sudah melakukan 1 langkah penting yang positif dalam menghadapi masalah ini. Yaitu KA sudah menyebut kekasih KA itu sebagai &#8220;mantan&#8221;. Hal ini baik karena berarti Anda sudah mengambil langkah untuk menerima bahwa kekasih Anda itu adalah masa lalu (mantan).<br />
Sdr KA, tidak ada masalah yang abadi, demikian juga tidak ada kesedihan yang tak akan berlalu. Lambat laun kesedihan Anda pasti berlalu dan Anda akan melupakan apa yang KA alami ini. Pertanyaannya sekarang hanyalah kapan?<br />
Tentunya semua bergantung pada diri KA sendiri. Kalau mantan KA ini tidak berada dalam satu komunitas, tentu lebih mudah bagi Anda untuk bisa melupakannya.</p>
<p>Mengenai keinginan untuk balik kembali, tentunya hal tersebut adalah hal yang sangat wajar dan sangat manusiawi. Tetapi KA haruslah realistis dengan kondisi yang ada, mengingat mantan Anda sama sekali tidak mengatakan sepatah kata apapun lagi setelah diputuskan. Apalagi kelihatannya mantan Anda sudah melihat Anda secara negatif, entah apakah karena terhasut oleh temannya, ataukah memang dia sendiri merasa demikian. Saya pikir akan jauh lebih mudah bagi Anda untuk melupakan yang ada di belakang dan menghadap ke depan. Tapi tentunya semua terserah pada keputusan KA sendiri.</p>
<p>Masukan terakhir dari saya: saat kita patah hati, memang rasanya nikmat sekali kalau bisa cuek dengan segala kondisi yang ada, dan do nothing selain merenung, dan mengasihani diri sendiri. Boleh mengasihani diri, namun sebaiknya tidak untuk jangka waktu lama. Anda masih muda. Ada begitu banyak berkat di luar yang menanti untuk Sdr KA tuai dari kemurahan Allah.Semakin lama Anda memilih untuk mengasihani diri, semakin banyak berkat yang lalu begitu saja dari Anda. Tuhan kita itu begitu pemurah sehingga tidak pernah kekurangan anugerah untuk KA. Beredarlah ke luar, berteman dengan lebih banyak orang lagi. Cari pekerjaan dengan semangat baru. Ikutlah dalam kegiatan-kegiatan positif seperti ibadah, kelompok kecil atau pelayanan. Hal-hal tersebut akan mempercepat pemulihan Sdr, bahkan mempercepat Anda menemukan calon belahan jiwa Anda berikutnya.</p>
<p>GBU, kami akan mendoakan Sdr KA.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asksophia.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asksophia.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asksophia.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asksophia.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/603/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=603&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2011/12/28/depresi-akibat-patah-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesulitan Menanggung Orang Tua</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2011/12/17/kesulitan-menanggung-orang-tua/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2011/12/17/kesulitan-menanggung-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 14:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[hello,&#8230; Syukur pada Tuhan karena saya mendapatkan situs ini,&#8230;saya ingin berbagi tentang apa yang saya rasakan,saya adalah bungsu dari tiga bersaudara,saat ini berusia 34 thn,kedua kakak saya telah menikah dan tinggal dengan keluarga mereka masing2,&#8230;.masalahnya adalah ibu saya sakit stroke sdh 15 thn,&#8230;.kemudian yg menjaga ,merawat,memenuhi keperluan ibu saya adalah saya,..(karena di rumah tinggal saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=597&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hello,&#8230;<br />
Syukur pada Tuhan karena saya mendapatkan situs ini,&#8230;saya ingin berbagi tentang apa yang saya rasakan,saya adalah bungsu dari tiga bersaudara,saat ini berusia 34 thn,kedua kakak saya telah menikah dan tinggal dengan keluarga mereka masing2,&#8230;.masalahnya adalah ibu saya sakit stroke sdh 15 thn,&#8230;.kemudian yg menjaga ,merawat,memenuhi keperluan ibu saya adalah saya,..(karena di rumah tinggal saya dan ibu saya),&#8230;sekitar dua tahun yg lalu kakak saya menggadaikan pensiun ibu say di bank,namun dia berjanji akan melunasinya tidak lebih dari 3 bln,jumlah yg di gadaikan 70 jt lbih,tapi sampai kini mereka belum melunasinya,saat ini sayalah tumpuan ibuku,segala kebuttuhan perawatn,obat dsb say yng harus tanggulangi padahal saya hanyalah sebagai tukang,sedangkan kdua kaka saya pegawai negri(saya berhenti dari pekerjaan di luar daerah karena keputusan saya merawat ibu prioritasku,yang lain biarlah Tuhan sediakan)&#8230;dan hal ini pula yg membuat saya menjadi malas untuk mencari pasanga n hidup,..terkadang saya emosi krna terbawa dgn situasi ini tapi ibu hanya mengatakan sabar sabar dan sabar padahal sia tidak tahu bagaimana batin ini menahan sakit,,&#8230;..saya mohon solusinya dan terima kasih atas saran yg di brikan,&#8230;.</p>
<p>Calvin di manado</p>
<p><span id="more-597"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[DSB]:</strong></p>
<p><strong></strong>Dear Calvin,</p>
<p>Kami sangat mengagumi semangat pengorbanan Anda demi Ibu Anda, di mana Anda sebagai tukang, dengan penghasilan Anda harus menanggung beban hidup ibu Anda. Memang hidup ini tidaklah selalu mudah, karena seringkali apa yang kita harapkan tidak selalu terjadi. Apa yang kita rencanakan banyak yang tidak dapat dilaksanakan karena adanya hal-hal diluar dugaan yang terjadi.</p>
<p>Bung Calvin, di tengah keringnya padang pasir selalu ada oase yang memberikan air kepada orang yang membutuhkan. Di tengah kesulitan dan penderitaan Saudara, tentu Allah sebagai Tuhan yang begitu mengasihi Anda akan memelihara dan memberikan kesejukan kepada Anda.</p>
<p>Saya rindu membagikan satu kutipan dari Surat Petrus yang pertama yang mengatakan demikian:</p>
<blockquote><p>Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. (I Petrus 2:20-21 )</p></blockquote>
<p>Kristus telah menderita untuk kita. Sesuatu yang tidak perlu Dia tanggung, dengan kerelaan-Nya Dia tanggung supaya kita memperoleh jalan menuju keselamatan. Demikian juga kita sebagai anak-anak-Nya. Anggaplah suatu kehormatan untuk dapat turut menderita karena melakukan perbuatan yang baik dan mulia, yaitu mengurus ibu kita sendiri. Sekalipun pasti akan banyak masalah dan kesulitan yang menerpa, kita bisa percaya kepada Allah yang dapat dipercayai bahwa:</p>
<blockquote><p>Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (I Petrus 5:7)</p></blockquote>
<p>Kami yakin Allah kita tidak pernah kekurangan berkat fisik yang dapat Dia berikan kepada kita untuk kebutuhan hidup kita sehari-hari, malah Ia akan memberikan jauh lebih besar daripada yang mampu kita pikirkan.</p>
<p>Mengenai kakak Anda, menurut hemat kami, daripada Anda merasa kesal/sedih yang dapat membuat sikap hidup Anda negatif, lebih baik Anda lebih berfokus kepada bagaimana bisa mendapatkan penghasilan yang lebih untuk membantu perekonomian keluarga Anda. Dan Anda tidak perlu takut untuk mencari pasangan hidup karena Allahlah yang empunya seluruh dunia yang akan mencukupkan segala kebutuhan Anda pada waktunya.</p>
<p>Ayo semangat!!! Gambate! Jia you!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asksophia.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asksophia.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asksophia.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asksophia.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/597/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=597&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2011/12/17/kesulitan-menanggung-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Sampai ML, Diterima Jangan?</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2011/10/20/tidak-sampai-ml-diterima-jangan/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2011/10/20/tidak-sampai-ml-diterima-jangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 15:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Syaloom mau tanya&#8230; ada Cwo yang mendekati saya saat ini.. sebelum menjalin hubungan yang lebih jauh (berpacaran), tentunya saya mencari tahu latar belakang cwo ini.. dia tergabung juga dalam pelayanan..namun ,Saya mendengar dari beberapa orang bahwa dahulu kehidupan berpacarannya tidak kudus (tidak sampai ML).. Saya pun agak menyayangkan jadinya.. namun suatu saat dia mengakui dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=595&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syaloom mau tanya&#8230;<br />
ada Cwo yang mendekati saya saat ini.. sebelum menjalin hubungan yang lebih jauh (berpacaran), tentunya saya mencari tahu latar belakang cwo ini.. dia tergabung juga dalam pelayanan..namun ,Saya mendengar dari beberapa orang bahwa dahulu kehidupan berpacarannya tidak kudus (tidak sampai ML).. Saya pun agak menyayangkan jadinya.. namun suatu saat dia mengakui dan menceritakan masa lalunya tersebut karena hendak serius dengan saya,</p>
<p>Saya sangat menghargai pengakuannya itu,, dan berusaha ingin menerimanya&#8230; namun terkadang terlintas &#8220;apa kata orang, kalo saya berpacaran dengan dia&#8221;. seringkali takut cibiran orang, takut saya terbawa ke arah yang kurang baik, dll<br />
Saat ini saya melihat dia cukup baik dan serius, Dia pun berpuasa untuk memutuskan apakah dia perlu mengatakan masa lalunya ini. namun terkadang banyak ketakutan dalam diri saya untuk membina hubungan yang lebih jauh..terkadang saya merasa yakin, terkadang juga merasa ragu&#8230;<br />
Jadi apa yang harus saya lakukan? apakah lebih baik menerimanya atau menolaknya??</p>
<p><span id="more-595"></span><br />
Saya menyadari siapa tahu saya mempunyai kesempatan untuk menjadi saluran pengampunan dari Tuhan, berharap rasa kecewa tidak menyebabkan saya pahit hati dan merasa lebih suci dibanding dengan cwo itu, ..<br />
Bagaimana cara mengetahui dia benar2 menginggalkan dosa lamanya?<br />
hal-hal apa saja yang perlu disepakati untuk memulai berpacaran dengan kondisi yang seperti ini?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Natalia (bukan nama sebenarnya)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[DSB]:</strong></p>
<p><strong></strong>Kami bersyukur, di tengah jaman yang sudah bengkok ini, masih banyak anak Tuhan seperti Natalia yang mau menjaga kekudusan hidup dalam berpacaran. Kerinduan ini adalah suatu modal yang kuat dalam menjaga kekudusan pacaran Anda. Namun sayangnya semangat dan komitmen untuk kudus barulah modal minimal untuk bisa mempertahankan diri kita dan kekasih kita dari bahaya dosa seksual. Diperlukan banyak usaha, ketergantungan dengan Tuhan secara penuh, dan kerjasama antara si pria dan si wanita juga dengan rekan-rekan seiman lainnya.</p>
<p>Apabila ada seorang dari antara pasangan sejoli ini yang pernah melakukan berpacaran melebihi batas yang seharusnya, memang ini akan menjadi lebih sulit. Karena dosa seksual mirip dengan candu, sekali pernah merasakan, maka orang yang pernah melakukannya akan memiliki hasrat yang lebih kuat (dari orang yang belum pernah melebihi batas) untuk kembali melakukan pacaran yang tidak kudus tersebut. Ini juga seperti orang belajar sepeda, permulaannya memang sulit, tetapi begitu sekali bisa, maka akan sangatlah mudah sekali untuk mengulanginya lagi di kemudian hari. Hal ini berlaku bahkan untuk pasangan yang belum sampai jatuh ke &#8220;The Point of No Return&#8221; alias ML (berhubungan badan).</p>
<p>Sulit mungkin ya, tapi mustahil jelas TIDAK. Berapa banyak pasangan Kristen yang sungguh-sungguh ikut Yesus yang sudah berusaha untuk berpacaran dengan kudus, namun pernah jatuh juga. Good newsnya, pertolongan Tuhan seringkali tepat pada waktunya sehingga kejatuhan mereka tidak sampai ML. Dan setelah itu banyak yang berhasil menjaga kekudusan mereka sampai pernikahan.</p>
<p>Yang pasti seperti yang tadi telah saya utarakan, diperlukan kerjasama yang baik antara Anda dengan pasangan Anda, yaitu dalam:</p>
<p><strong>1. Tetapkanlah batas-batas Anda berdua.</strong> Kalau Anda berdua hanya memberikan batas tidak melakukan ML, itu jelas bukanlah hal yang bijaksana. ML hanyalah puncak dari godaan yang diterima dan dipatuhi Anda. Ada serangkaian proses yang terjadi sebelum pasangan di luar nikah dapat melakukan ML. Misalnya berciuman, berpelukan, pegang-pegangan dan lain-lain. Proses inilah yang harus di <em>cut</em> sebelum rangsangannya menjadi begitu besar untuk dapat dikuasai kalian berdua.</p>
<p><strong>2. Tempat terbuka. </strong>Sekali lagi, dosa seksual adalah masalah transparansi. Tidak ada dosa seksual yang dilakukan di tempat terbuka, kecuali kalau hati nurani Anda sudah mati. Maka semakin hidup anda transparan, dan juga semakin terbukanya tempat di mana Anda berpacaran, semakin mudah Anda menjaga kekudusan pacaran Anda. Hindari tempat-tempat pacaran yang gelap, dan memungkinkan dosa seksual dilakukan, termasuk rumah atau tempat kos Anda atau kekasih Anda yang kosong. Sebaliknya, rumah dengan orang tua Anda di dalamnya dapat menjadi tempat yang terbaik untuk berpacaran.</p>
<p><strong>3. Kegiatan Pacaran</strong>. Saat kegiatan pacaran Anda dapat diarahkan kepada objek di luar diri Anda berdua (misalnya pelayanan, mengikuti persekutuan/ibadah, kehidupan sosial dengan teman-teman Anda berdua), pikiran untuk melakukan dosa juga akan menjauh dari Anda dan pasangan Anda. Memang tentu sebagai salah satu tujuan pacaran yaitu mengenal satu sama lain, tidak dipungkiri bahwa Anda berdua membutuhkan waktu yang cukup untuk secara ekslusif hanya berduaan saja. Namun terlalu banyak waktu berduaan tanpa ada tema yang jelas membuat pikiran dosa mudah hinggap kepada Anda atau pasangan Anda.</p>
<p>Kemudian, bagaimana cara mengetahui bahwa dia sudah meninggalkan dosa lamanya?</p>
<p>Sdr Natalia, saya tidak mengenal orang yang sedang Anda pertimbangkan itu, namun perlu diketahui bahwa bahkan para hamba Tuhan terbaik pun tidaklah<em> immune</em> atau bebas dari kemungkinan jatuh ke dalam dosa seksual ini. Buat para pria, kekudusan seksual adalah sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga secara terus-menerus 24&#215;7 sepanjang mereka hidup. Tidak pernah ada obat atau tips yang dapat menjamin seorang pria/wanita PASTI tidak akan jatuh lagi dalam dosa tersebut. Terus bagaimana? Diperlukan anugerah Allah yang sungguh luar biasa yang melebihi akal pikiran dan kekuatan kita supaya para pria dapat bertahan di tengah dunia yang mengeksploitasi seks secara besar-besaran ini. Hanya Allah sendirilah yang mampu menjaga kita dari kejatuhan.</p>
<p>Ini sama sekali bukan berarti bahwa Anda tidak perlu mencermati apakah si doi sudah berubah atau belum. Namun tentunya kita perlu kembali kepada prinsip utama dalam pacaran yaitu:  Keduanya (pria/wanita) haruslah orang Kristen sungguh-sungguh yang bertumbuh. Hal ini dapat dilihat di antaranya melalui:</p>
<p>a. Bagaimana hubungannya dengan Tuhan? Apakah mempunyai kerinduan yang besar akan doa dan mengerti Firman Allah? Bagaimana kehidupan saat teduhnya?</p>
<p>b. Apa yang menjadi prinsip hidupnya?</p>
<p>c. Bagaimana cara dia mengambil keputusan? Apakah selalu mengikutsertakan Allah dalam pengambilan keputusan yang menyangkut hidupnya?</p>
<p>d. Apakah mempunyai kerinduan untuk melayani orang lain?</p>
<p><strong></strong>Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas baik untuk si doi maupun untuk diri Anda sendiri, kami harap Anda dapat mengambil keputusan secara bijaksana.</p>
<p>Kami akan mendoakan Sdr. GBU Natalia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asksophia.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asksophia.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asksophia.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asksophia.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/595/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/595/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/595/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=595&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2011/10/20/tidak-sampai-ml-diterima-jangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bonus Pihak Ketiga</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2011/10/16/bonus-pihak-ketig/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2011/10/16/bonus-pihak-ketig/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 14:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[dear sophia bolehkah kita menerima hadiah atau bonus dari rekan bisnis yang terlibat dealing atau kita kenalkan dengan perusahaan tempat kita bekerja (disini kita tidak meminta), tolong penjelasannya terima kasih FAL JAWAB: [DSB]: Dear FAL ykk, Tentunya ada suatu perasaan yang kurang damai sejahtera sehingga Sdr FAL menanyakan kepada kami perihal menerima bonus dari rekan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=593&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dear sophia</p>
<p>bolehkah kita menerima hadiah atau bonus dari rekan bisnis yang terlibat dealing atau kita kenalkan dengan perusahaan tempat kita bekerja (disini kita tidak meminta), tolong penjelasannya</p>
<p>terima kasih</p>
<p>FAL</p>
<p><span id="more-593"></span><strong></strong></p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[DSB]:</strong></p>
<p><strong></strong>Dear FAL ykk,</p>
<p>Tentunya ada suatu perasaan yang kurang damai sejahtera sehingga Sdr FAL menanyakan kepada kami perihal menerima bonus dari rekan bisnis tersebut. Memang dalam dunia bisnis khususnya di Indonesia kita mengenal dengan apa yang sering disebut dengan Bonus/Komisi pihak ketiga. Namun apakah secara iman Kristen hal tersebut dapat dibenarkan?</p>
<p>Kekristenan tidak menjalankan iman berdasarkan hukum legal yang mengandung serentetan perintah dan larangan. Kekristenan menjalankan imannya berdasarkan kasih kepada Allah dan kepada sesama. Maka prinsip utama yang dapat kita gunakan dalam menggumulkan permasalahan tersebut adalah:</p>
<blockquote><p>&#8220;Segala sesuatu diperbolehkan.&#8221; Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. &#8220;Segala sesuatu diperbolehkan.&#8221; Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.  (I Kor 10:23)</p></blockquote>
<p>Kita harus mengamati apakah bonus pihak ketiga itu merupakan sesuatu yang berguna/membangun ataukah menerima bonus pihak ketiga itu dapat menjadi batu sandungan bagi saudara seiman yang lain.</p>
<p>Kalau kita memandang bonus/hadiah tersebut dengan kacamata yang polos dan naif, maka awal mulanya bonus tersebut mungkin sama sekali tidaklah kotor. Melainkan suatu tanda terima kasih yang tulus dari perusahaan/sales kepada orang yang membantu penjualan mereka. Dalam hal ini pihak ketiga yang mengenalkan tersebut seharusnya tulus mengenalkan dan bukan karena mengharapkan adanya imbalan, sehingga tanda terima kasih yang diberikan pasti dapat diberikan dan diterima tanpa adanya keberatan hati nurani tertentu.</p>
<p>Namun pada kenyataannya pemberian bonus pada pihak ketiga telah ini sudah bukan lagi tanda terima kasih melainkan sesuatu yang disengaja dan dibudgetkan sehingga bukan terjadi pada proses yang naif tadi, melainkan pihak ketiga memang mengenalkan (bukan hanya mengenalkan malah juga menggolkan proyek) dengan mengharapkan bayaran/bonus dari perusahaan/sales yang dikenalkan tersebut. Di sinilah bonus pihak ketiga menjadi suatu potensi dosa yang terselubung. Seringkali yang paling dirugikan dengan praktek ini adalah perusahaan yang membeli jasa/produk yang dikenalkan. Karena sebenarnya komisi/bonus pihak ketiga ini diperhitungkan masuk ke dalam harga produk/jasa yang dijual, sehingga harganya pasti menjadi lebih mahal. Sekalipun praktek ini menyebabkan bisnis biaya tinggi, tapi mengapa tetap perusahaan yang nilainya lebih mahal yang menang tender? Karena adanya peran pihak ketiga tadi. Kalau memang begini yang terjadi, tentunya Sdr FAL sudah tahu apa yang harus dilakukan bukan?</p>
<p>Sekarang dengan kondisi bangsa yang penuh korupsi terselubung seperti ini, dan juga dengan praktek komisi pihak ketiga yang sudah sangat mendarah daging hampir ke semua institusi dan perusahaan, bagaimana sikap kita sebagai orang Kristen yang baik? Maka menurut saya, sebaiknya apabila mengenalkan rekan bisnis (tanpa adanya mengharapkan imbalan), adalah lebih baik menjadi teladan dengan menolak bonus/hadiah (apalagi dalam bentuk uang) tersebut secara baik-baik, dan biar kita serahkan pada Tuhan saja yang menyediakan dan mencukupkan kebutuhan finansial kita. Percayalah bahwa Allah sanggup dan ingin mencukupkan kebutuhan kita, tidak perlu kita mendapatkan sesuatu dari hal yang seperti ini. Kalaupun dari sisi perusahaan yang dikenalkan ingin memberikan gratitudenya yang tulus, cukup dengan mengajak makan atau memberikan parsel yang secukupnya saat hari raya, tidak perlu memberikan yang lebih besar daripada itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asksophia.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asksophia.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asksophia.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asksophia.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/593/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=593&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2011/10/16/bonus-pihak-ketig/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Merokok?</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2011/10/12/bolehkah-merokok/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2011/10/12/bolehkah-merokok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 06:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[bagaimana kristen memandang &#8220;rokok&#8221;? bolehkah orang kristen merokok?? thanks..gbu NN JAWAB: [MC]: Pertanyaan yg cukup menarik, apalagi karena memang di dalam Alkitab sendiri tidak ada ayat langsung yg mengatakan &#8220;Jangan merokok&#8221;. Maka, bolehkah orang Kristen merokok? Jawabannya sebetulnya sangat jelas. Jangankan orang Kristen, ORANG NON-KRISTEN PUN TIDAK BOLEH merokok. Saat ini kami percaya bahwa hampir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=586&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana kristen memandang &#8220;rokok&#8221;? bolehkah orang kristen merokok?? thanks..gbu</p>
<p>NN</p>
<p><span id="more-586"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[MC]:</strong></p>
<p>Pertanyaan yg cukup menarik, apalagi karena memang di dalam Alkitab sendiri tidak ada ayat langsung yg mengatakan &#8220;Jangan merokok&#8221;.</p>
<p>Maka, bolehkah orang Kristen merokok?</p>
<p>Jawabannya sebetulnya sangat jelas. Jangankan orang Kristen, <strong>ORANG NON-KRISTEN PUN TIDAK BOLEH merokok</strong>.</p>
<p>Saat ini kami percaya bahwa hampir tidak ada orang (termasuk para perokok) yg tidak mengetahui bahwa rokok memiliki dampak yg sangat buruk terhadap kesehatan. Bukan hanya kesehatan si perokok, namun juga kesehatan orang2 yg berada di sekitarnya. Penelitian di Amerika mencatat bahwa kematian akibat penyakit yg berhubungan dengan rokok (baik perokok aktif maupun pasif) menduduki peringkat kedua setelah kematian karena penyakit jantung koroner.</p>
<p>Maka, sekali lagi kami ulangi bahwa jangankan orang Kristen, orang non-Kristen pun seharusnya tidak boleh merokok.</p>
<p>I Kor 6:19-20 dengan jelas mengatakan bahwa tubuh kita adalah Bait Allah dan kita adalah milik Allah. Lebih lanjut lagi kita diperintahkan untuk memuliakan Allah dengan tubuh kita.</p>
<p>Bagaimanakah kita memuliakan Allah dengan tubuh kita? Jelas salah satunya adalah dengan menjaga agar tubuh kita sesehat mungkin, termasuk di dalamnya adalah dengan tidak melakukan hal-hal yg tidak baik bagi tubuh kita.</p>
<p>Bila rokok ternyata merusak tubuh kita, apakah dengan merokok kita dapat mengatakan kita memuliakan Allah dengan tubuh kita?</p>
<p>Matius 22:37-39 memerintahkan kita untuk mengasihi sesama seperti diri kita sendiri. Kita seringkali lupa bahwa dalam ayat ini kita bukan hanya dituntut mengasihi sesama, tetapi juga mengasihi diri kita sendiri.</p>
<p>Apakah dengan merusak tubuh kita melalui rokok berarti kita mengasihi diri kita sendiri? Lalu apakah dengan meracuni orang2 di sekeliling kita dengan asap rokok adalah wujud mengasihi sesama?</p>
<p>Merokok jelas adalah pelanggaran terhadap hukum yg terutama ini.</p>
<p>1. <strong>Kita tidak mengasihi Allah</strong> karena kita merusak bait-Nya yg kudus, yaitu tubuh kita.</p>
<p>2. <strong>Kita tidak mengasihi sesama</strong> karena asap rokok yg kita hembuskan sangatlah beracun dan merusak kesehatan orang2 di sekitar kita.</p>
<p>3. <strong>Kita tidak mengasihi diri kita sendiri</strong> dengan membiarkannya dirusak oleh rokok.</p>
<p>Silakan baca juga <a href="http://asksophia.wordpress.com/2010/02/28/pacarku-merokok-lagi/"><strong>Pacarku Merokok Lagi</strong></a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asksophia.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asksophia.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asksophia.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asksophia.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/586/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=586&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2011/10/12/bolehkah-merokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ke Mana Perpuluhan Diberikan?</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2011/07/26/ke-mana-perpuluhan-diberikan/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2011/07/26/ke-mana-perpuluhan-diberikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 03:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[syalom saya mau nanya,apakah diperkenankan kita yg menentukan kemana uang persepuluhan dikembalikan,,atau kita memecah persepuluhan kealokasi yg kita anggap lebih dibutuhkn misalnya ke dana misi,diakonia atau yg lainnnya digereja dimana kita bertumbuh atau kegereja lain. sumadi JAWAB: [DSB]: Pada prinsipnya, gereja tempat kita berbakti adalah tempat yang paling berhak untuk mendapatkan perpuluhan kita (untuk lengkapnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=576&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>syalom saya mau nanya,apakah diperkenankan kita yg menentukan kemana uang persepuluhan dikembalikan,,atau kita memecah persepuluhan kealokasi yg kita anggap lebih dibutuhkn misalnya ke dana misi,diakonia atau yg lainnnya digereja dimana kita bertumbuh atau kegereja lain.</p>
<p>sumadi</p>
<p><span id="more-576"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[DSB]:</strong></p>
<p>Pada prinsipnya, gereja tempat kita berbakti adalah tempat yang paling berhak untuk mendapatkan perpuluhan kita (untuk lengkapnya silakan membaca <a href="http://asksophia.wordpress.com/2008/05/13/perpuluhan-dalam-perjanjian-baru/"><strong>Perpuluhan dalam Perjanjian Baru</strong></a>). Sedangkan untuk ke bagian atau departemen mana yang Anda akan berikan perpuluhan Anda tentu tergantung dari pengaturan gereja tempat Anda berbakti.</p>
<p>Yang penting kita tidak boleh melupakan hamba Tuhan setempat karena menurut Paulus:</p>
<blockquote><p>&#8220;Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu&#8221;. (I Korintus 9:13-14)</p></blockquote>
<p>Apabila Anda merasa perlu memberikan bantuan kepada gereja lain, mungkin lebih tepatnya adalah persembahan yang diberikan. Kecuali apabila ada alasan yang kuat bagi Anda untuk memberikan perpuluhan Anda kepada gereja lain, kuranglah baik apabila kita memberikan perpuluhan kita kepada gereja lain. Alasan yang kuat itu misalnya apabila Anda merasa Tuhan menggerakkan Anda untuk memberi kepada gereja/badan lain yang membutuhkan dan apabila Anda memang hidup pas-pasan sehingga tidak memiliki uang lebih selain perpuluhan Anda yang dapat Anda berikan kepada mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asksophia.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asksophia.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asksophia.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asksophia.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/576/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=576&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2011/07/26/ke-mana-perpuluhan-diberikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baptis Selam atau Percik?</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2011/07/26/baptis-selam-atau-percik/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2011/07/26/baptis-selam-atau-percik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 02:51:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin bertanya ttg baptisan, mohon dijelaskan. Jujur saya bingung krna ada gereja yg mengatakan bhwa baptisan yg benar adlh dgn cara di SELAM, tp ada jg gereja yg melakukan baptisan dgn cara dipercik. Sekedar info, saya sdh dibaptis sejak masih bayi dgn cara dipercik. Apaka itu sah? Bila tdk, apakah aku hrs dibaptis lagi? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=574&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin bertanya ttg baptisan, mohon dijelaskan. Jujur saya bingung krna ada gereja yg mengatakan bhwa baptisan yg benar adlh dgn cara di SELAM, tp ada jg gereja yg melakukan baptisan dgn cara dipercik. Sekedar info, saya sdh dibaptis sejak masih bayi dgn cara dipercik. Apaka itu sah? Bila tdk, apakah aku hrs dibaptis lagi? Mohon penjelasan. Terima kasih</p>
<p>Terkirim dari Samsung Mobile</p>
<p>Polce Pesik</p>
<p><span id="more-574"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[CKM]:</strong></p>
<p>Ada beberapa hal yang harus dicermati:</p>
<p>1. Baptisan dan Perjamuan Kudus adalah sakramen yang ditentukan oleh Kristus untuk ditaati orang percaya. Kedua sakramen ini mempunyai makna rohani yang sangat dalam berkaitan dengan apa yang telah Allah kerjakan bagi keselamatan manusia berdosa melalui pribadi Yesus Kristus.</p>
<p>2. Baptisan  tidak melahir-barukan orang berdosa. Pandangan Katolik mengajarkan tentang “Baptismal regeneration” yaitu suatu keyakinan bahwa sakramen baptisan pada dirinya sendiri memiliki kuasa untuk menyebabkan terjadinya peristiwa kelahiran baru pada orang yang dibaptiskan. Konsep ini bertentangan dengan ajaran Alkitab yang jelas sekali menekankan kedaulatan karya Roh Kudus dalam peristiwa kelahiran kembali orang berdosa (Yoh. 3:5-8). Hanya Roh Kudus yang berkuasa melahirkan manusia berdosa menjadi satu pribadi yang baru di dalam Tuhan, bukan kuasa sakramen baptisan. Dengan demikian, maka “Baptism logically follows, not precedes, the new birth.”</p>
<p>3. Baptisan adalah suatu tanda kelihatan (visible &amp; external sign) dari peristiwa yang tidak kelihatan dalam proses keselamatan orang berdosa yang dikerjakan Roh Kudus. Jadi, baptisan air adalah suatu tanda kelihatan dari karya Roh Kudus yang tidak kelihatan, yakni pekerjaan-Nya melahir-barukan orang berdosa. Baptisan air melambangkan baptisan Roh Kudus. Dalam Alkitab, air adalah simbol untuk melukiskan Roh Kudus (Yoh. 7:38-39). Air berfungsi untuk menyucikan, membasuh dan membersihkan sehingga noda dan kotoran menjadi hilang. Dengan demikian, maka baptisan air adalah lambang yang tepat untuk menyatakan baptisan Roh Kudus.</p>
<p>4. Para penganut baptisan selam berkeyakinan bahwa kata Yunani untuk membaptis yaitu “baptiz&#8221; atau kata infinitive-nya “baptizein”  selalu bermakna utama mencelupkan atau menenggelamkan ke dalam air. Berlandaskan arti hurufiah kata ini, mereka sangat menekankan bahwa makna literal ini dengan sendirinya sudah menunjukkan cara baptisan yang tidak lain adalah dengan diselamkan.</p>
<p>Apakah benar demikian (makna menentukan cara)?  yang harus diingat adalah arti kata “baptizo” dan “baptizein” tidak bersifat “single-meaning” melainkan “multy-meanings”. Selain, ‘mencelupkan’ kata-kata ini bisa juga mengandung arti as &#8216;to wash&#8217;, &#8216;to bathe&#8217;, and &#8216;to purify by washing&#8217;. Karena tidak bersifat “single-meaning” maka jika kelompok yang memegang baptisan selam telah memakai salah satu maknanya yaitu ‘mencelupkan’ untuk dijadikan penentu metode baptisan, maka golongan yang melaksanakan baptisan percik juga berhak mengambil makna lain dari kata ini (yaitu ‘to wash’ atau ‘to purify by washing’) untuk dipakai sebagai penentu cara baptisan.</p>
<p>Maka arti dari kata “baptizw“ dan “baptizein” tidak bisa menjadi argumentasi yang definitif untuk menentukan satu-satunya cara yang sah dalam pembaptisan.</p>
<p>Jika kita ngotot bahwa arti kata ini mempunyai “single-meaning” maka kita akan menemukan masalah, contohnya adalah  kita bisa dalam Markus 7:4, kata yang diterjemahkan oleh LAI sebagai “membersihkan dirinya” dalam bahasa Yunaninya adalah membaptis. Apakah setiap kali orang Farisi pulang dari pasar mereka pasti menenggelamkan dirinya ke dalam air? Tentu saja tidak. Dalam Luk. 11:38 tercatat bahwa orang Farisi menjadi heran karena “Jesus did not first wash before the meal” (NIV). Terjemahan “wash” dalam bahasa Inggris ini adalah berdasarkan kata “membaptis” dalam bahasa Yunaninya.  Robert Rayburn berkomentar, “Dapatkah seseorang menjadi sedemikian bodoh dengan menganggap bahwa Yesus diharapkan menyelamkan diri-Nya sendiri secara keseluruhan ke dalam air setiap kali sebelum makan?”</p>
<p>Jadi, pada kedua bagian Alkitab ini, kata membaptis tidak dapat dipahami dengan pengertian hurufiah (mencelup, menenggelamkan) melainkan harus dimengerti secara simbolis yaitu pembasuhan, pembersihan atau penyucian. Ritual penyucian dalam Perjanjian Lama umumnya dilakukan dengan cara pemercikan darah (Ibr. 9:18-22). Sebab itu, penyucian yang dilakukan oleh Roh Kudus terhadap manusia berdosa dapat dilambangkan dengan cara baptisan secara percik.</p>
<p>Ada satu bagian yang menarik dalam 1 Kor. 10:1-2, Paulus menulis bahwa umat Israel yang keluar dari tanah perbudakan Mesir adalah mereka yang telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Jelas yang dialami bangsa Israel dalam peristiwa ini adalah mereka berjalan melewati tanah kering. Jika dikatakan mereka telah dibaptis dalam lautan, kemungkinannya adalah mereka hanya terkena percikan air laut yang telah menjadi ‘tembok air’ di sebelah kanan dan kiri mereka (Kel. 14:21-22). Percikan air bisa terjadi karena angin yang menerpa ‘tembok air’ tersebut. Justru yang ditenggelamkan dalam air laut bukan bangsa Israel melainkan bangsa Mesir. Berdasarkan realita sejarah umat Israel yang sudah dibaptis dalam laut namun sama sekali tidak dicelupkan atau ditenggelamkan melainkan kemungkinan besar hanya terkena percikan air laut, maka bisa dinyatakan bahwa sakramen baptisan dapat dilakukan dengan cara dipercik.</p>
<p>5. Berdasarkan argumentasi singkat dari poin 1-4, baptis bayi dengan cara percik adalah sah. Dengan catatan, baptisan tersebut dilaksanakan dengan formula Tritunggal. Maka tidak perlu baptis ulang.  Karena soal selam atau percik bukanlah hal yang prinsipil. Siapa yang menganggapnya sebagai suatu yang prinsipil, itu berarti ia mempersamakan lambang dengan kenyataan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asksophia.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asksophia.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asksophia.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asksophia.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/574/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=574&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2011/07/26/baptis-selam-atau-percik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Main Judi Tanpa Taruhan</title>
		<link>http://asksophia.wordpress.com/2011/07/24/main-judi-tanpa-taruhan/</link>
		<comments>http://asksophia.wordpress.com/2011/07/24/main-judi-tanpa-taruhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 14:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asksophia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Christianity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asksophia.wordpress.com/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[Shalom, saya ingin bertanya. Apakah boleh bagi orang kristen untuk bermain saham, valas, dsb? Dan apakah boleh bagi orang kristen untuk melakukan suatu permainan yang biasa dipakai berjudi, tetapi tanpa taruhan? seperti &#8220;mengadu ayam&#8221; atau &#8220;bermain kartu&#8221; tetapi tanpa taruhan, hanya untuk sekedar bermain. Terima kasih! RC JAWAB: [DSB] Dear RC, mengenai saham dan valas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=569&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shalom, saya ingin bertanya.<br />
Apakah boleh bagi orang kristen untuk bermain saham, valas, dsb?<br />
Dan apakah boleh bagi orang kristen untuk melakukan suatu permainan yang biasa dipakai berjudi, tetapi tanpa taruhan? seperti &#8220;mengadu ayam&#8221; atau &#8220;bermain kartu&#8221; tetapi tanpa taruhan, hanya untuk sekedar bermain. Terima kasih!</p>
<p>RC</p>
<p><span id="more-569"></span><strong>JAWAB:</strong></p>
<p><strong>[DSB]</strong></p>
<p><strong></strong>Dear RC, mengenai saham dan valas, kami sudah pernah mengulasnya, silakan klik di <a href="http://asksophia.wordpress.com/2008/07/01/main-sahamvalas-judi/">sini</a>.</p>
<p>Mengenai permainan berjudi tapi tanpa melibatkan uang secara prinsip seharusnya tidak masalah, namun ada 2 hal yang perlu digumulkan:</p>
<p>1. Apakah dengan bermain permainan tersebut dapat menjadi batu sandungan bagi orang lain?  Kalau permainan kartu remi saat ini sudah menjadi kartu universal dengan segala macam permainan tanpa berjudi yang dapat dimainkan dengan kartu jadi saat bermain kartu mungkin tidak menimbulkan reaksi pandangan negatif orang lain kepada kita. Namun untuk permainan sambung ayam, di mana permainan tersebut memang menempel dengan stigma perjudian, rasanya akan sulit bagi orang lain yang mengetahui kita melakukan permainan tersebut tanpa berpandangan negatif terhadap diri kita. Selain itu masalahnya sambung ayam juga bukan merupakan permainan yang baik untuk diikuti karena menyangkut pertunjukkan kekerasan (sekalipun terhadap binatang).</p>
<blockquote><p>&#8220;Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu&#8221;. Roma 14:21</p></blockquote>
<p>2. Dengan siapa anda memainkan permainan tersebut juga harus menjadi pertimbangan. Apabila Anda bermain dengan orang-orang yang suka berjudi, harus ekstra hati-hati. Suatu kali bisa jadi mereka akan menjadi batu sandungan bagi Anda dengan mengajak Anda berjudi, dan pada saat itu Anda mungkin merasa tidak enak untuk menolak ajakan tersebut.</p>
<blockquote><p>&#8220;Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang&#8221;. Amsal 13:20</p></blockquote>
<p>Semoga cukup membantu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asksophia.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asksophia.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asksophia.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asksophia.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asksophia.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asksophia.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asksophia.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asksophia.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asksophia.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asksophia.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asksophia.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asksophia.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asksophia.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asksophia.wordpress.com/569/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asksophia.wordpress.com&amp;blog=414472&amp;post=569&amp;subd=asksophia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asksophia.wordpress.com/2011/07/24/main-judi-tanpa-taruhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad423ad1891d23e7cb31cf5c83384402?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asksophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
