Saya seorang aktivis pemuda di gereja saya. Saya menyukai pelayanan, tapi akhir-akhir ini tugas kuliah saya banyak dan mulai keteteran. Saya pernah mendengar bahwa kita harus memberikan segalanya buat Tuhan, berarti kita mesti mendahulukan pelayanan daripada kuliah. Tapi gimana? Rasanya gak mungkin saya mengabaikan tugas-tugas kuliah saya. Tolong donk, seharusnya saya gimana sih?

NN

[JAWAB]:

[DSB]:

Dear aktivis pemuda,

Senang sekali kalau ada orang-orang yang begitu mencintai Tuhan sehingga mau memberikan segalanya untuk kemuliaan Dia. Namun rupanya Anda terbentur realita bahwa nilai-nilai Anda akan hancur kalau Anda terus melakukan pelayanan dengan intensitas yang tinggi seperti sekarang.

Aktivis pemuda ykk, dalam Firman Tuhan memang diajarkan mengenai pelayanan sebagai hak dan kewajiban kita setelah menjadi Anak-Nya, namun seringkali ada kesalahan pemahaman mengenai pelayanan ini. Pelayanan untuk Tuhan sesungguhnya adalah keseluruhan hidup kita, bukan terbatas hanya pelayanan di gereja kita saja. Dalam Roma 12:1, Paulus menasehatkan supaya kita mempersembahkan tubuh kita, itulah ibadah yang sejati. Tidaklah mungkin Anda dapat menjadi terang sekalipun pelayanan Anda berhasil di mana-mana, namun IPK Anda termasuk nasakom (nasib satu koma), Anda tidak memuliakan Allah malah membuat Dia malu.

Lebih lanjut, Paulus berkata pada I Timotius 3:5 bahwa “Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?” Jadi tanggung jawab Anda di keluarga dan di kuliah juga mesti dikerjakan dengan baik sebelum Anda melakukan pelayanan.

Sdr aktivis, pelayanan memang penting, sibuk kuliah tidak melepaskan kita dari tanggung jawab melayani, namun kita dapat bijaksana memilih pelayanan yang sesuai dengan karunia dan waktu yang kita miliki. Walaupun tidak ikut serta dalam organisasi gereja, kita juga masih bisa melayani sesama, teman yang kesepian misalnya, orang tua yang butuh didengarkan dll. Intinya istilah pelayanan tidaklah dibatasi oleh tembok organisasi dan gereja. Hidup kita keseluruhannya adalah melayani dan semua orang adalah ladang pelayanannya.