Apakah benar klaim Kekristenan yang menyatakan diri sebagai satu-satunya jawaban: penebusan sempurna untuk dosa? Jika ya, kenapa hanya kekristenen?

[T, Jkt]

[JAWAB]:

[CKM]:

Kekristenan menyatakan diri sebagai satu-satunya jawaban: penebusan sempurna untuk dosa. Dosa harus ditebus karena Allah terlalu suci untuk memandangnya. Harus dilakukan sesuatu terhadap dosa, yaitu apa yang dilakukan Yesus di salib.

Catatan menunjukkan bahwa Yesus dari Nazaret disalibkan oleh prajurit Romawi di luar Yerusalem sekitar tahun 30 M. Alkitab mengajarkan bahwa saat disalib Yesus membayar hukuman dosa. Ia menawarkan korban yang sempurna: hidupNya untuk hidup umatNya. KorbanNya sempurna karena hidupNya tanpa dosa, karena Yesus adalah Allah dan juga manusia. Karena Allah itu adil, maka harus ada penebusan dosa. Karena Allah itu kasih, Ia bersedia membuat penebusan itu di dalam pribadi PutraNya sendiri. Mengutip perkataan Yesaya seutuhnya: “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yes 53:6). Dosa semua orang, yang percaya bahwa Yesus mati di salib untuknya, telah dibayar penuh.

Bukti bahwa Allah Bapa menerima pengorbanan Yesus sebagai pembayaran penuh atas dosa adalah Ia membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Setiap Minggu orang Kristen memperingati kebangkitan Yesus tiga hari setelah wafat. Kebangkitan adalah bukti bahwa Yesus benar-benar Putra Allah. Saat dibangkitkan Yesus mengalahkan maut sekali dan selamanya.

Bukti sejarah akan kebangkitan Yesus sangat meyakinkan. Alkitab mencatat banyak pernyataan saksi peristiwa kebangkitan. Puluhan, bahkan ratusan orang melihat Yesus setelah Ia bangkit (bdk 1 Kor 15:5-8). Mereka tidak hanya melihatNya, mereka berbicara dan menyentuhNya. Dalam kasus ini, pernyataan para saksi sangat menarik karena pernyataan pertama berasal dari seorang wanita, Maria Magdalena (Yoh 20:10-18). Hal terakhir yang akan dilakukan orang Yahudi abad pertama untuk mempercayai suatu isu adalah dengan mengandalkan kesaksian seorang wanita. Wanita bahkan tidak diijinkan bersaksi dalam persidangan. Tetapi kesaksian Maria diterima dalam Alkitab karena ia adalah orang pertama yang melihat Yesus setelah Ia bangkit.

Satu hal lagi memastikan bahwa Yesus telah memecahkan satu-satunya masalah kemanusiaan. Pengikut Yesus bersedia mati untuk keyakinan mereka akan kebangkitan Yesus. Jika kebangkitan hanyalah tipuan, mereka akan mundur saat disiksa sampai mati. Tetapi mereka tidak mundur. Mereka begitu yakin bahwa Yesus adalah Putra Allah hingga bersedia mati untuk keyakinannya itu. Mereka membawa imannya hingga ke kuburnya. Di hadapan penghukuman dan kematian mereka terus bersaksi bahwa Yesus mati untuk dosa-dosa mereka dan bangkit kembali dari antara orang mati.

Jika mereka benar, para murid membawa kesaksian yang paling penting dalam sejarah. Yesus Kristus, Putra Allah, bangkit dari antara orang mati dan masalah terdalam kemanusiaan telah terpecahkan. Dosa telah dibayar dan maut telah dikalahkan. Jika Anda percaya padaNya, dosa-dosa Anda akan diampuni dan Anda akan hidup selamanya bersama Allah. Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan karena Ia telah memecahkan satu-satunya masalah Anda.