Konon kekristenan tidak mengenal kemurtadan. Tapi bukankah kasus Yudas Iskarriot membuktikan bahwa orang Kristen bisa murtad?

[Y, Batam]


[JAWAB]:

[CKM]:

Saya berpendapat bahwa Yudas Iskariot hanyalah orang kristen KTP. Orang Kristen KTP bukan orang Kristen sesungguhnya. Bisa dikatakan, pada hakikatnya orang Kristen KTP bukanlah orang Kristen.

Semua ayat Alkitab yang menunjukkan kemurtadan, harus diartikan sebagai orang kristen KTP yang murtad, karena Alkitab sendiri memberikan jaminan bahwa orang kristen yang sejati tidak mungkin murtad. Perhatikan ayat di bawah ini:

Yoh 8:31 – Ayat ini menunjukkan bahwa kalau seseorang murtad, ia bukan benar-benar murid Kristus/orang Kristen. Dengan kata lain ia adalah orang kristen KTP.
1Yoh 2:18-19 – Ayat ini menunjukkan hal yang serupa dengan Yoh 8:31. Kalau seorang kristen murtad itu menunjukkan bahwa ia bukan orang kristen yang sesungguhnya [sebagian teolog memakai kata “Kristen Sejati”]. Dan ayat ini memberikan jaminan: orang yang sungguh-sungguh pengikut Kristus, pasti tidak mungkin murtad.
2Yoh 9 –

Kembali kepada kasus Yudas.

Di atas saya berpendapat bahwa Yudas Iskariot hanyalah orang kristen KTP. Maka kita perlu memperhatikan ayat-ayat di bawah ini:
Yoh 6:64 – Ayat ini jelas menunjukkan ketidakpercayaan Yudas.
Yoh 6:70
Yoh 13:10b-11
Yoh 13:18
Yoh 12:6 yang menunjukkan bahwa pada waktu mengikut Yesus, Yudas adalah seorang pencuri yang sering mencuri uang kas yang ia pegang.

Yudas Iskariot dipilih menjadi salah seorang dari 12 rasul, bukan karena ia beriman. Biarpun,  ia ikut menyembuhkan dan mengusir setan, tidak menjamin bahwa ia adalah orang yang [benar-benar] beriman, sebabnya di dalam  Mat 7:22-23 menunjukkan adanya orang-orang seperti itu, yang akhirnya tidak pernah dikenal oleh Kristus.

Yudas dipilih karena ia memang harus menjadi pengkhianat. Hal itu memang sudah ditentukan, seperti tertulis dalam Luk 22:21-22;

Dalam  hal ini Calvin memberikan komentar sbb:

“Yudas dikecualikan, dan bukannya tanpa alasan; karena sekalipun ia bukanlah salah seorang dari orang-orang pilihan dan dari kawanan domba Allah, tetapi kewibawaan dari jabatannya seolah-olah menunjukkan hal itu. … supaya tidak seorangpun berpikir bahwa pemilihan kekal dari Allah dibalikkan oleh penghukuman Yudas, Ia langsung menambahkan, bahwa ia adalah ‘anak kebinasaan / neraka’. Dengan kata-kata ini Kristus memaksudkan bahwa kehancurannya, yang terjadi secara mendadak di hadapan manusia, telah diketahui oleh Allah jauh sebelumnya; karena ‘anak kebinasaan / neraka’ menurut ungkapan Ibrani, menunjuk pada seseorang yang dihancurkan, atau disediakan untuk kehancuran.”

Kristus berkata bahwa ‘tidak seorangpun yang binasa, kecuali anak kebinasaan’ (Yoh 17:12); ini memang merupakan ungkapan yang tidak tepat / akurat tetapi bukannya sama sekali kabur; karena ia terhitung di antara domba-domba Kristus bukan karena ia betul-betul adalah domba tetapi karena ia menempati tempat dari domba. Penegasan Tuhan dalam text yang lain bahwa ia dipilih olehNya dengan rasul-rasul hanya dibuat berhubungan dengan pelayanan. ‘Aku sendiri yang memilih kamu yang dua belas ini’, kataNya, ‘tetapi satu di antara mereka adalah Iblis’ (Yoh 6:70). Yaitu, Ia telah memilihnya untuk jabatan rasul. Tetapi pada waktu Ia berbicara tentang pemilihan kepada keselamatan, Ia membuangnya (Yudas) jauh-jauh dari orang-orang pilihan: ‘Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih’ (Yoh 13:18). Jika ada orang yang mencampuradukkan kata ‘pemilihan’ dalam kedua text itu, ia akan bingung sendiri; jika ia memperhatikan perbedaannya, tidak ada yang lebih jelas.”‘Institutes of the Christian Religion’, Book III, Chapter XXIV, no 9.