Saya seorang wanita Kristen. Ada seorang pria yang berbeda iman dengan saya yang kelihatannya jatuh hati kepada saya dan PDKT kepada saya. Apa yang harus saya lakukan?

(I di Jakarta)

[JAWAB]:

[MC]:

“Dikejar” oleh seseorang, seperti apapun orang itu, adalah sebuah hal yang menyenangkan dan membanggakan. Mengapa? Karena artinya ada orang yang menganggap kita berharga.

Namun bila seseorang yang berbeda iman mengejar kita, apakah yang harus kita perbuat?

Alkitab jelas mengajarkan agar kita mempunyai pasangan yang seimbang. Juga dicatat agar “hendaklah terang berpasangan dengan terang”. Jadi dapat kita nyatakan bahwa sikap Alkitab terhadap hal ini sangatlah jelas. Tuhan tidak menginginkan kita untuk memiliki pasangan yang tidak seiman.

Banyak orang yang akhirnya berpikir bahwa kita harus membuat “sang pengejar” menjadi seiman. Kadang kala sang pengejar akan menawarkan diri untuk berpindah iman. Harus kita ingat, bahwa kita tidak boleh menjadikan hubungan (baik itu pacaran ataupun suami-istri) sebagai “senjata” untuk membuat pasangan kita berpindah iman. Perpindahan iman menjadi iman Kristen, haruslah terjadi karena kerinduan orang tersebut akan Kristus dan bukan untuk alasan lainnya.

[DSB]:

Saya mengerti keadaan I, teman Anda itu terus mengejar, dan I ingin tetap bersaksi sebagai orang Kristen yang baik dan berteman dengan dia, tapi I tidak bisa menerima cintanya.

Saran saya adalah cobalah untuk I agar tetap berteman dengan dia, tapi benar-benar teman dengan batasan tidak memberi kesempatan pada teman anda itu untuk mendekat. Bicaralah seperlunya bila dia menelepon, hindari pergi berdua saja, ajak teman lain beramai-ramai apabila teman Anda itu mengajak pergi.

Namanya juga jatuh hati memang tidak mudah, so I tetap mesti bersiap hati dan merelakan apabila ternyata hubungan pertemanan kalian tidak bisa berjalan seperti yang diharapkan I. Tidak semua orang tetap bisa berteman setelah cintanya ditolak. Jangan dengan alasan ‘orang Kristen’ terus kita harus tetap dekat dengan dia sebagai teman tapi tidak menerima cintanya. Hal ini akan lebih menyakitkan hatinya.