Apakah benar kalau orang baik lebih cepat mati?

(Ir, Jkt)

[JAWAB]:

[MC]:

Kalau kita berbicara bahwa “orang baik cepat mati”, kita sedang mengkontraskan antara kata “baik” dan kata “mati”. Apakah implikasinya? Artinya kita melihat bahwa kematian adalah sesuatu yang seharusnya tidak diterima oleh orang baik. Dengan demikian kita menyatakan bahwa kematian adalah sesuatu yang buruk.

Benarkah demikian? Mengapa manusia begitu takut akan kematian? Ada beberapa penyebab.

Pertama, karena banyak orang tidak tahu pasti apa yang akan terjadi saat kita mati, dan manusia pada dasarnya membenci ketidak pastian.

Kedua, Allah sesungguhnya menciptakan manusia untuk keabadian. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, upahnya adalah kematian (bdk. Roma 3:23). Maka dari itu, kematian sesungguhnya bukanlah hal yang alami bagi manusia sehingga manusia membenci kematian. 

Bagaimana dengan kita orang Kristen?

Saat kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, kita memperoleh sebuah jaminan, yaitu jaminan bahwa kita akan bersama-sama dengan Tuhan pada saat kematian datang. Dengan demikian, kita memiliki kepastian akan tujuan akhir kita.

Saat kita percaya Kristus, maka kematian bukanlah lagi menjadi sesuatu yang menakutkan, sebaliknya, kematian menjadi “pintu gerbang” untuk menuju sukacita abadi.

Dari sudut pandang tersebut, orang Kristen seharusnya melihat kematian bukan sebagai sesuatu yang buruk atau menakutkan. Sebaliknya, kematian adalah sebuah “anugerah”, karena artinya kita sudah tidak perlu lagi menderita. Kita seharusnya memiliki sudut pandang seperti yang dimiliki rasul Paulus (bdk. Filipi 1:21).

Maka dari itu ingatlah… 

Bagi orang dunia, kehidupan itu sementara, kematian itu selamanya, akan tetapi bagi orang Kristen, kematian itu sementara, kehidupan itu selamanya.