Sekarang saya lebih mengerti bahwa Reformed bukanlah denominasi…

Quote : Reformed memandang denominasi lain sebagai sesama saudara seiman. Karena Reformed bukan 1 denominasi tetapi Reformed adalah 1 arah, 1 semangat, 1 wadah rohani, 1 aliran pikiran, 1 pengakuan kepercayaan, yaitu mau kembali kepada Alkitab. Karena itulah reformasi di teriakan di mana2 waktu gereja sudah menyeleweng dari ajaran yg orthodox. Kalau kamu membaca sejarah gereja kamu akan mendapati bahwa dari negara2 yang berbeda, bangsa yg berbeda, bahasa yang berbeda, ada orang-orang tertentu sewaktu ia membaca Alkitab dan memelihara iman kepercayaan, ia sadar ada yang tidak beres, gereja sudah menyeleweng. Maka akan ada suatu gerakan untuk kembali ke ajaran orthodox.
Jadi jelas di sini Reformed bukanlah ajaran yang baru. Tapi kembali ke bentuk semula.

Maka…rasanya sekarang saya ingin menjadi seorang Kristen yang Reformed ^_^

Tapi sekarang pertanyaan saya menjadi, bagaimana Orthodoxy itu menyesuaikan dengan pergerakan zaman yang kontemporer seperti sekarang ini…?
Dan Orthodoxy itu seperti bagaimana ? Apakah ritual ibadah? Ajaran2 yang back to Bible ?
Karena dunia di akhir zaman ini adalah dunia yang sangat progresif/bergerak sangat cepat, orang-orang Kristen untuk menjadi jawaban itu… Bukankah juga harus sejalan dengan pergerakan zaman dimana ia ditempatkan Tuhan di masa yang progresif seperti sekarang ini ?

Hehe… Itu pertanyaan yang timbul kembali, maaf kalo mungkin kurang mengerti dengan tata bahasa saya…
Tapi intinya, bagaimana menjadi seorang yang Orthodox (always back to Bible) di tengah zaman progresif seperti sekarang ini? Tapi tidak bermaksud menjadi eksklusifitas tetapi sebagai jawaban bagi dunia… Mungkin ini lebih menyangkut Christian Lifestyle…

Thank you…
Once again, GOD Bless this ministry… ^_^ — indiegal

[JAWAB]:

[CKM]:

Ortodoksi (orto = benar; doksa = pengajaran). Ortodoks tidak sama dengan kuno. Ortodoks berarti semangat kembali kepada yang benar. Inilah Reformasi. Ortodoks menuntut kita kembali melihat sejarah dan mempelajari seluruh arus yang berkembang di dalam sejarah. Semua yang benar akan terus terlihat dan terbukti di dalam sejarah. Itu alasan, salah satu pokok studi yang sangat penting di dalam teologi Reformed adalah Sejarah Teologi. Melalui hal ini, kita bisa melihat perkembangan studi pemikiran teologis yang pernah muncul di sejarah. Dengan demikian kita bisa belajar dari sejarah, tidak seperti kecaman Hegel yang menyatakan manusia tidak mau belajar dari sejarah. Reformasi bukan mau mengeluarkan ajaran baru. Reformasi menginginkan kembalinya kekristenan kepada ajaran yang benar, kembali ke pusat.

Bukan orhodoxy yang mengikuti jaman. Jaman sekarang adalah jaman postmodernisme dimana yang menjadi ukuran benar/salah;baik/tidak adalah diri sendiri. Justru kekristenan yang benar adalah yang melawan arus jaman, mengoreksi jaman. Ide gila ya? memang ini sepertinya gila dan sudah pasti berat dan itu yang Alkitab tuntut bagi setiap orang Kristen yang mau balik ke Alkitab.

Orthodoxy seperti bagaimana? dalam segala hal harus sesuai dengan prinsip Alkitab. Saya nggak mungkin jelaskan ini dalam email, karena ini bisa makan 1x seminar. Ini bukan hal yang gampang dijawab singkat. Idenya adalah bahwa ada hal yang mutlak, yaitu iman dan kebenaran. Ini tidak bisa diubah oleh jaman. Baru implikasinya bisa digarap di dalam zaman secara kontekstual. Jadi kalau iman dan teologinya yang dibikin kontekstual, maka kita mempermainkan kebenaran.

Tapi prinsip Reformasi (Sola Scriptura, Sola Fide, Sola Gratia, Solus Christos) perlu kita pegang dan jalankan sebagai prinsip juga dalam kehidupan Kristen kita.