Menurut doktrin kristen, ada penebusan dosa. kepada siapa yesus harus menebus dosa?

Anton

[JAWAB]:

[MC]:

Dear Anton,

Yang Anda katakan adalah tepat. Doktrin Kristen memang menyatakan adanya penebusan dosa melalui kematian dan kebangkitan Yesus. Sebenarnya itulah inti dari karya Yesus di dunia ini.

Lalu kepada siapakah Yesus menebus dosa?

Ada dua kemungkinan jawaban.

Yang pertama, kepada sang penguasa dosa, yaitu Iblis. Manusia dikatakan berada dalam belenggu dosa. Maka, bukankah sangat mungkin bila Yesus membayar kepada Iblis?

Kemungkinan kedua, kepada Allah sendiri. Saat Adam dan Hawa menolak untuk mengikuti kehendak Allah dengan memakan buah terlarang, tercipta sebuah “jurang” di antara manusia dan Allah. Allah yang secara natur adalah Maha Kudus, tidak dapat menerima kehadiran dosa di hadapan-Nya. Saat itulah terjadi hutang dosa manusia.

Manusia mencoba berbagai macam upaya untuk menjembatani “jurang” tersebut dan membayar hutang tersebut. Ada yang berusaha dengan cara mencari pengetahuan tertentu (gnostisme), ada yang berusaha dengan cara mencari “pengalaman spiritual” tertentu (dengan meditasi, dll), ada juga yang berusaha dengan cara melakukan tindakan tertentu.

Akan tetapi, semua usaha manusia tersebut tidaklah berhasil. Mengapa? Karena tuntutan dari Allah adalah kesempurnaan, sedangkan manusia, bagaimanapun caranya, tidak mungkin menjadi sempurna. Maka dari itu, manusia tidak mungkin dapat membayar hutang dosa mereka.

Akan tetapi Allah adalah Allah yang Maha Kasih. Ia ingin mengampuni dosa manusia. Namun, Allah juga adalah Allah yang Maha Adil, Ia tidak dapat membiarkan dosa-dosa manusia berlalu begitu saja.

Agama Kristen dan Islam percaya bahwa Abraham diminta Allah untuk mempersembahkan anaknya. Terlepas dari perdebatan anak manakah yang diminta (Ishak ataukah Ismail), Abraham menuruti kehendak Allah. Akan tetapi pada saat terakhir, Allah menghentikan Abraham dan Ia menyediakan seekor domba jantan sebagai pengganti anak Abraham.

Beberapa ratus tahun setelah kisah Abraham, Allah menyerahkan Anak Tunggal-Nya sebagai pengganti manusia. Melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, keadilan dilaksanakan, dan kasih diberikan.

Pertanyaannya adalah, mengapa harus Yesus? Karena Yesus adalah Allah sendiri yang berinkarnasi menjadi manusia. Ia adalah satu-satunya manusia yang sempurna. Semua manusia dikandung dalam keadaan berdosa, akan tetapi Yesus tidak. Ia dilahirkan dari seorang perawan oleh kuasa Allah.

Karena Ia adalah sempurna, maka Ia dapat memenuhi kehendak Allah secara sempurna dan pengorbanan-Nya adalah sempurna.

Maka, dari kedua kemungkinan di atas, kepada siapakah Yesus menebus dosa? Kepada Allah. Allah membayar sendiri hutang dosa manusia melalui Yesus.

Yang lebih penting adalah, bagaimana respons kita terhadap kasih dan keadilan Allah? Bila Allah telah menyediakan kesempatan dan jalan bagi kita untuk dapat menghapus “hutang dosa” kita, maukah kita menerimanya.