Apakah ada omongon dari mulut yesus sendiri di alkitab yang mengakui dirinya Tuhan dan memerintahkan pada muridnya untuk menyembahnya?

Anton

[JAWAB]:

[MC]:

Dear Anton,

Ucapan secara langsung, “Aku ini Allah,” memang tidak ada…
Tapi…

– TINDAKAN IMAM BESAR SAAT YESUS DITANGKAP
Matius 26:61-66 mencatat Imam Besar mengatakan bahwa Yesus menghujat Allah, ia bahkan mengoyakkan pakaiannya, padahal kitab Imamat 21:10 tegas melarang Imam Besar mencabik pakaiannya.
Artinya, bila sampai Imam Besar mengoyakkan pakaiannya, pelanggaran yg dilakukan Yesus berada pada tingkatan yang “tinggi”, yaitu bahwa Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Juga jgn lupa cukup banyak pengakuan orang bahwa Yesus = Allah yang tidak ditolak oleh Yesus.
– PENGAKUAN THOMAS
Yoh 20:28 Thomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”
Yesus tidak menolak pengakuan Thomas bahwa Dia adalah Tuhan dan Allah.

– YESUS MENGAMPUNI DOSA
Lukas 5:20-24
Orang Farisi dengan tegas menyatakan bahwa HANYA ALLAH YANG DAPAT MENGAMPUNI DOSA. Sebaliknya Yesus dengan tegas menyatakan bahwa IA BERKUASA MENGAMPUNI DOSA.

Premis 1. Hanya Allah yang dapat mengampuni dosa
Premis 2. Yesus mengampuni dosa
Kesimpulan : Yesus adalah Allah

Selain itu, di Yohanes 20:23, Yesus juga “mendelegasikan” pengampunan dosa kepada murid-murid-Nya. Bila Ia tidak merasa diri-Nya adalah Allah, apakah Ia akan mendelegasikannya?

– YESUS MENERIMA PENYEMBAHAN MANUSIA
Lukas 24:52 Mereka SUJUD MENYEMBAH kepada-Nya
Yohanes 9:38 Lalu ia SUJUD MENYEMBAH-Nya

Kata “SUJUD MENYEMBAH” diambil dari bahasa Yunani “proskuneo” yang artinya “mencium, seperti seekor anjing menjilat tangan tuannya, berlutut dalam penghormatan”
Kata ini juga yang dipakai sewaktu Iblis meminta Yesus menyembah dia dengan upah seluruh dunia (Matius 4:9)

Yang menarik, sejak kenaikan Yesus, tidak dicatat sekalipun dalam PB dalam hal menyembah, sebaliknya…
Kisah 10:25 ia (Kornelius) MENYEMBAH Petrus
Kisah 10:26 Bangunlah, aku hanya manusia saja
Petrus menolak penyembahan Kornelius karena Petrus tahu hanya Allah yang patut disembah. Logikanya…

Premis 1. Hanya Allah yang patut disembah
Premis 2. Yesus tidak menolak penyembahan
Kesimpulan: Yesus menyatakan diri-Nya adalah Allah

Pada akhirnya, bukankah “Action speaks louder than words?” Jadi meskipun Yesus tdk mengatakan, namun Ia melakukannya, yg mana yg harus diambil sebagai bukti? C.S. Lewis pernah mengatakan bahwa bila Yesus bukanlah Allah (seperti yang Ia klaim), maka kemungkinannya Ia adalah seorang gila atau seorang pembohong.

Saya mengajak Anda untuk terus mencari bukti lebih jauh yang manakah Yesus di antara ketiga itu (Allah, orang gila, atau pembohong). Semoga berhasil dalam pencarian Anda.

[DSB]

Sebagai tambahan, Yesus mengklaim diri-Nya sudah ada sebelum Abraham

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yohanes 8:58)

Pada saat ditanya apakah Ia adalah Anak Allah, Ia menjawab:

“Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.” (Markus 14:62)

Orang-orang Yahudi pada masa itu sama sekali tidak bingung akan sebutan “Anak Allah”. Mereka sadar betul, klaim Yesus sebagai “Anak Allah” berarti diri-Nya adalah Allah. Klaim Yesus sebagai Mesias, berarti diri-Nya adalah Allah. Itulah sebabnya mereka menjatuhi hukuman mati pada Yesus yang dicatat pada Markus 14:61-64. Yesus dihukum mati karena Dia mengklaim sebagai Allah, suatu klaim yang dianggap menghujat Allah.

Yesus juga mengklaim diri-Nya akan menjadi HAKIM yang akan menghakimi seluruh umat manusia.

“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.  Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. “(Mat 25:31-34,36)

Maka jelaslah sudah, walaupun tidak secara langsung eksplisit mengatakan diri-Nya Allah, dari pernyataan-pernyataan-Nya dan respon dari orang Farisi, sudah menunjukkan klaim Yesus bahwa diri-Nya adalah Tuhan.

[CKM]:

Justru kalau Yesus melakukan hal itu, hal itu malah menunjukkan Yesus tidak layak sebagai Tuhan. Ini adalah sebuh  paradoks. Karena tidak  ada orang rendah hati mengatakan kepada dunia bahwa dia seorang yang rendah hati, lalu menyuruh semua orang di dunia mengakui dia rendah hati. Itu justru sombong. Tetapi Alkitab memerintahkan penyembahan terhadap Yesus.

Dalam Ibr 1:6 Allah sendiri berkata bahwa malaikat-malaikat harus menyembah Anak / Yesus.