syalom,
saya skrg berumur 22 thn,bingung tentang tempat ibadah mana yg seharusnya jadi pilihan dari kecil sekolah minggu di gereja A, belakangan sering di ajak teman2 untuk ikut ibadah di gereja B dari awalnya iseng, skrg jadi keterusan dan rutin tiap minggu selalu ikut ibadah raya di gereja B.. tetapi saya masih menjabat sebagai pengurus dlm komisi pemuda d greja A, dan para tetua greja A mengetahui hal ini dan mulai mempertanyakan apakah saya masih mau menjabat sbg pengurus lagi d thn dpn tetapi dgn catatan saya hrs fokus dan tdk pindah2 gereja. saya mulai ragu dan bingung apakah saya harus memilih salah 1. saya tau klo pindah2 greja membuat kita sbg org kristen tdk bertumbuh, tolong berikan saya pengertian donk.. thx

Devy

[JAWAB]:

[CKM]:

Menurut saya nggak apa kita ibadah 2x. 1x di gereja asal 1x lagi ke gereja lain yang mungkin di gereja kedua ini justru kita bisa banyak belajar FT. Jadi baik masalah kepengurusan dan komintmen kepada gereja lokal tidak terganggu.

Tapi memang menjadi masalah kalau kita masih pengurus sebuah  gereja tapi kita kebaktian di gereja lain secara rutin tapi tidak kebaktian di gereja asal. Jadi hari minggu itu hanya 1x keb dan di gereja lain. memang idelanya tidak pindah2 gereja, tapi kita tahu bahwa banyak gereja yang tidak setia (sedikit/jauh) pada FT dan ini membuat jemaat yang tercelikkan menjadi dilema. Karena biasanya gereja asal menggunakan alasan seperti di bawah ini dan extrimenya sampai ada orang yang lebih baik keluar dari gereja asal dan kepengurusan demi bisa ikut keb di gereja lain.

Yang mungkin bisa menjadi masalah juga adalah kalau sampai ada tarikan dari keduanya, disitu nanti bisa jadi masalah. Misalnya dimana kita sebenarnya menjadi anggota? Siapa yang sebenarnya berhak menggembalakan kita? Ini sering nanti bisa juga jadi masalah. Juga sudah seharusnya/etis kalau dia jemaat gereja X apalagi pengurus, ia tidak boleh ikut ambil pelayanan di gereja Z. Kalau ambil pelayanan di sebuah organisasi/lembaga Kristen nggak apa2, karena sifatnya tidak membawa 1 merek gereja. Jadi, yang terbaik adalah cari gereja sebaik mungkin, lalu berbakti secara serius disitu dan melayani baik-baik.

[MC]:

Dear Devy,

Sayang sekali Devy tidak menjelaskan alasan Devy untuk memilih beribadah di dua gereja tersebut. Juga tidak diinformasikan apakah Devy tetap beribadah di gereja A ataukah hanya di gereja B. Maka dari itu, saya akan coba membahas permasalahan ini secara lebih umum.

Pendapat bahwa bila kita beribadah di dua gereja membuat kita tidak bertumbuh sesungguhnya adalah pendapat yang tidak tepat. Pertumbuhan iman lebih tergantung kepada hubungan pribadi kita dengan Allah. Akan tetapi memang rekan-rekan yang berada di sekitar kita dapat membantu kita dalam menciptakan keadaan yang mendukung pertumbuhan iman (hal ini juga berlaku sebaliknya).

Permasalahannya bukanlah “pergi ke dua gereja membuat iman tidak bertumbuh”, melainkan lebih kepada apa yang sebetulnya diajarkan oleh kedua gereja tersebut. Melihat reaksi dari tetua gereja A, maka saya memberanikan diri untuk menyimpulkan bahwa gereja A dan gereja B mempunyai dasar-dasar pengajaran yang berbeda. Nah, hal inilah yang sering membuat seseorang menjadi bingung dan akhirnya menjadi terombang ambing.

Jadi hal apa yang harus dipertimbangkan Devy dalam memutuskan?

1. Doktrin gereja A dan B. Gereja manakah yang mengajarkan doktrin dan teologi yang benar? Hal ini penting sekali karena pengenalan akan Allah seringkali dimulai dari teologi yang benar. Tim kami (Ask Sophia) percaya bahwa teologi Reformed adalah teologi yang paling tepat (silakan Devy baca tanya jawab mengenai teologi Reformed.

2. Di gereja manakah Devy lebih bertumbuh. Hal ini juga penting.

3. Pelayanan pemuda Devy di gereja A. Apakah Devy masih memiliki komitmen terhadap pelayanan ini?

Pada akhirnya keputusan itu semua ada di tangan Devy, namun saya tidak bisa kembali menekankan pentingnya pengenalan akan Allah yang benar. Berdoalah agar Allah sendiri yang memberikan kebijaksaan kepada Devy untuk memilih.