Saya sekarang tahu bahwa saya tidak boleh pacaran dengan yang tidak seiman. Tapi saya sudah terlanjur pacaran dengan orang beragama lain. Apa yang harus saya lakukan?

dari seorang remaja pada Talk Show “Cewek / Cowok Ideal?” bersama Deny & Noviyanti Sumargo di GII Cicadas 16 February 2008

[JAWAB]:

[DSB]:

Kami bersyukur bahwa makin banyak remaja yang mengerti mengenai pacaran yang benar menurut Firman Tuhan. Kami mengerti bahwa masalah perasaan cinta ini tidaklah mudah. Banyaknya orang yang mengaku dirinya Kristen tapi sesungguhnya hatinya milik dirinya sendiri bukan milik Tuhan sehingga tingkah lakunya kurang baik menyebabkan banyak remaja dan pemuda/pemudi menemukan bahwa orang-orang beragama lain ternyata lebih baik daripada orang kristen. Puji Tuhan bahwa remaja ini belajar Firman Tuhan dan ingin memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya. Sekarang bagaimana, apakah harus putus? ataukah hubungan itu dapat dilanjutkan?

Tidak ada jawaban yang mudah dalam masalah ini, mengingat hubungan pacaran adalah hubungan yang akrab dan berkomitmen antara dua insan yang melibatkan banyak emosi. Namun apabila remaja ini belum terlibat dalam pacaran yang serius seperti itu, lebih baik segera diputuskan supaya tidak membawa dampak buruk yang lebih dalam, sebelum lebih banyak lagi perasaan yang terlibat.

Namun bagi para pasangan yang sudah pacaran dalam tahap yang serius, saya lebih cenderung menguatkan Anda untuk mendoakan pasangan Anda sambil mencoba mendiskusikan masalah iman Anda kepada pasangan Anda dan coba untuk memberitakan Injil kepadanya. Berilah waktu untuk pasangan Anda untuk mencoba memikirkan apakah dia mau beriman kepada Yesus Kristus, tentunya jangan ada paksaan atau manipulasi perasaan. Tidak ada gunanya apabila si doi menjadi Kristen tanpa memang sungguh-sungguh percaya. Apabila dalam beberapa waktu pasangan Anda tetap tidak bisa percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, barulah Anda perlu memikirkan lebih lanjut tentang memutuskan hubungan cinta Anda.