Kenapa ya cewek2 yang kebaktian di grj pake bajunya sexy2? bukannya itu membuat cowok ga bisa berkonsentrasi.

(pertanyaan diambil dari forum di situs http://www.akupercaya.com)

[JAWAB]:

[DSB]:

Menarik juga membicarakan mengenai pakaian wanita. Dalam hal ini kita harus melihat bahwa pria dan wanita itu berbeda. Wanita cenderung tidak tertarik secara visual, sedangkan pria sangat mudah tertarik secara visual. Karena itu dalam hal ini banyak wanita yang tidak bisa mengerti kalau penampilan dia akan sangat mempengaruhi pria di sekitarnya secara psikologis. Wajar sekali kalau bagi wanita dalam urusan ini banyak yang akan mengatakan, “itu sih gimana pikiran orang yang melihatnya aja, kita kan seperti ini bukan tujuan menggoda pria” sedangkan bagi pria, sang wanita sexy tersebut menggoda dia bahkan kadang kala merangsang si pria.

Memang betul bahwa banyak pria mempunyai pikiran kotor bahkan sebelum melihat si sexy, tapi tanpa ada pikiran tersebut pun penampilan wanita yang terlalu terbuka tidak bisa tidak pasti mengganggu para pria khususnya di gereja yang mana para pria baik-baik berusaha untuk memfokuskan diri untuk ibadah. Sekali lagi itu terjadi karena natur pria yang mudah tertarik secara visual. Wanita tidak bisa begitu saja menyalahkan pria akan ketertarikan atau keterangsangan pria kepada wanita berpakaian minim tersebut, sebaliknya, pria juga tidak bisa begitu saja menyalahkan penampilan wanita yang agak terbuka tersebut. Mereka mengenakan pakaian tersebut karena berbagai alasan, misalnya

  1. Tuntutan sosial jaman. Orang abad 19 akan menganggap kita yang mengenakan pakaian kemeja plus rok tertutup selutut sebagai wanita murahan karena zaman mereka orang memang selalu menggunakan pakaian tertutup yang melebihi kita sekarang. Jaman terus berubah, apa yang dulu dibilang terlalu terbuka makin lama makin biasa dan tidak lagi terasa salah. Ukuran mengenai sopan tidak sopannya pakaian berubah menurut masa dan relatif berbeda-beda tiap pribadi. Selain itu, sekalipun kita tidak boleh mengikuti mentah-mentah perkembangan trend mode pakaian, namun secara sosial trend mode pakaian ini tidak bisa begitu saja disingkirkan.
  2. Tuntutan para pria. Para pria lebih tertarik kepada wanita sexy sehingga wanita sexy relatif lebih mudah mendapatkan pasangan daripada wanita berpenampilan tertutup. Jadi wajar saja para wanita akhirnya juga secara tidak langsung terpaksa mengikuti tuntutan tersebut. Demikian juga banyak pria yang menuntut pasangannya untuk berpenampilan menarik di depan banyak orang. Jadi ini adalah kesalahan para pria sendiri juga.

Nah, kalau begitu bagaimana solusinya?

Untuk Wanita:

  1. Pakailah pakaian sesuai dengan tempatnya. Kalau di gereja ya sewajarnyalah menggunakan pakaian tertutup dan rapih. Toh masih banyak pakaian yang tidak kalah modis walau rapih dan tertutup.
  2. Apabila ingin menggunakan pakaian sexy pada lingkungan tertentu (misalnya untuk jalan-jalan ke mall) boleh-boleh saja menggunakan pakaian yang lebih terbuka, namun tentu sewajarnya (tidak berlebihan). Misalnya tidak perlu menggunakan rok yang super minim atau baju yang sangat menonjolkan belahan dada atau lekuk dada.

Untuk Pria:

Bagi pria memang lebih berat. Pria harus melakukan latihan disiplin dengan pandangan matanya. Bukanlah suatu kesalahan apabila kita tertarik kepada seorang wanita yang berpakaian sexy, namun apabila kita pada waktu merasa tertarik kemudian melihat lagi wanita tersebut, menelanjangi dia dengan mata kita dan menikmatinya, itu bukan merupakan sikap seorang Kristen yang benar. Bukankah Yesus pernah berkata dalam Matius 5:28, “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Jadi, lebih baik kalau sudah melihat wanita yang terlalu menggoda, arahkan saja pandangan mata kita ke tempat lain. Itu tentunya akan membuat hidup kita lebih berkenan di hadapan Tuhan.