Kita semua tahu bahwa Naga merupakan salah satu kebanggaan kebudayaan China, Banyak orang Kristen menolak lambang ini, bahkan untuk memakai baju berlambang Naga ini pun “haram” hukumnya, parahnya jika ada soouvenir bergambar Naga inipun disebutkan “ada setan”nya.Menurutmu bagaimana ?

[JAWAB]:

[CKM]:

Yah, ini masalah klasik di beberapa kalangan chinese yang memeluk Kristen. Sampai teman karib papa saya yang katolik pernah bilang bahwa orang Kristen mah anti china karena haram terhadap “naga”.

Sebelum saya coba untuk mengomentari lebih jauh soal naga ini saya ada ingat2 lagi apa yang pernah saya pelajari soal naga ini:
1. Kata Naga berasal dari bahasa Sanskrit, dari akar kata Nag yang artinya adalah ular, khususnya Cobra. Yang menarik adalah, dalam tulisan-tulisan Buddhis, kata Naga ini tidak selalu menunju kepada Cobra, tetapi juga bisa menunjuk kepada gajah karena belalainya yang panjang dan lentur mirip ular, bahkan bisa juga ditujukan kepada seorang yang misterius/kaum ningrat. Selain itu juga bisa diterapkan pada air/kekuatan air juga kepada orang yang mempunyai kekuatan seperti binatang ataupun kepada binatang yang mempunyai kualitas manusia. Contoh, ada satu cerita dalam Buddhisme yang cukup terkenal yaitu naga yang berubah wujud menjadi manusia karena ingin masuk ke dalam orde untuk menjadi bhikkhu. Padahal dalam vinaya jelas dikatakan bahwa binatang tidak bisa masuk dalam orde. Singkatnya, setelah naga di tegur oleh Buddha, naga bersumpah dan sumpahnya ini mengahrukan Buddha. Sebagai wujud dari keharuan Buddha terhadap sumpah naga, sejak itu para samanera/i di sebut juga “naga”, konon sampai sekarang julukan itu masih dipakai. Dalam Ettavata Gatha ada disebut-sebut naga. Naga yang dimaksudkan tersebut adalah salah satu jenis mahluk di alam dewa Catumaharajika atau Surga Empat Maharaja Dewa. Diceritakan dalam Dhamma bahwa Virupakkha, salah satu Raja Dewa yang berkuasa di Barat mempunyai pengikut para naga tersebut. Hal ini dapat dibaca pada MAHA SAMAYA SUTTA bait ke 9 dan 11. Jadi dalam Buddhisme ada naga betulan dalam dunia gaib. Tidak dijelaskan bagaimana wujud mahluk tsb. Kita jangan langsung membayangkan dengan wujud naga di china/timur maupun di barat. Karena kita tidak tahu wujud sesungguhunya dari naga, yang kita lihat dalam gambar2 dan patung2 adalah rekaan manusia.

2. Dari bahasa Latin —> Draco; Yunani Kuno–> Dracon. Konon dari kata inilah muncul kata Dragon dalam bahasa Inggris. Dari kata ini saya mendapatkan informasi bahwa biasanya dracon adalah ular yang sangat besar, biasanya ditujukan kepada ular pithon.

3. Di indonesia Dragon diasosiasikan sebagai Komodo (Dragon Komodo).

4. Di dalam segi miitos, tulisan-tulisan kuno dan cerita rakyat, semua mahluk yang melata dikategorikan sebagai naga. Biasanya adalah ular pithon walaupun secara lietral arti kata naga sendiri lebih ditujukan ke pada ular cobra. Pithon dianggap sebagai mahluk ilahi yang menguasai lautan dan gunung sekaligus roh bumi yang menguasai dunia bawah dan akhirnya dikenal sebagai Naga.

5. Dalam bahasa mandarin —> Long/Loong.

6. Alternatif lain yang diajukan oleh He Xin, naga/dragon adalah buaya, tepatnya dari jenis Crocodylus porosus

Dari pengertian ini bisa disimpulkan bahwa penerjemahan kata dracon ke dalam Bahasa Indonesia menjadi naga, kurang tepat. Karena naga sendiri artinya adalah ular dan lebih spesifik menunnjuk ke ular cobra. Saya tidak tahu kenapa bisa diterjemahkan menjadi naga. Loong yang diterjemahkan menjadi naga juga tidak tepat. Karena Long mempunyai kualitas yang berbeda dengan naga/ular, bahkan ada yang memperkirakan sebagai buaya purba. Juga Loong adalah mahluk mitos sedangkan naga/ular adalah mahluk riil. Naga dalam pengertian dragon di barat dan loong di timur adalah binatang mitos. Memang ada segelintir orang barat & timur yang mempercayai keberadaan naga adalah riil. Kalau di dunia roh bagaimana? Nggak tau, kita liat aja nanti di sorga, ok?

Tapi karena belum ada kesepakatan, maka saya tetap menggunakan istilah naga untuk di timur dan barat sebagaimana kita semua sudah menggunakannya.

Naga di barat memang sebagai personifikasi dari kejahatan, kekacauan, kebrutalan, dll pokoknya dihubungkan dengan segala hal yang tidak baik.

Naga di timur khususnya dalam kontek ini adalah china, naga sebagai personifikasi dari kebaikan, kebahagiaan, keuntungan, kemakmuran, kesuburan, keperkasaan, friendly, dll pokoknya dihingkan dengan segal hal yang baik. Bandingkan dengan Inggris yang mempersonifikasikan kebaikan, keuntungan, kemakmuran, kesuburan, keperkasaan, dll dengan lambang singa.

Bagi saya, naga dengan 9 karakteristiknya itu melambangkan arti persatuan dari sembilan suku yang berhasil bergabung dibawah kepemimpinan Xuan Yuan/Huang Di. Ini berdasarkan informasi dari buku Wu Zha Que yang dikarang oleh Xue Bi Zhi (CMIIW) pada jaman dinasti Ming. Pada saat itu 4 klan besar, yaitui Xia, Jiang, Li & Yue. Xia di bawah kepemimpinan Kaisar Kuning, Xia menaklukan Jiang. Jiang sebelumnya bersekuti dengan Yi, sehinga ketika Xia menaklukan Jiang, itu sekalian menaklukan Yi. Maka Tinggal Li, di dalam klan Li terdapat 9 suku yang kemudian semua ditaklukan oleh Kaisar Kuning.

Jadi naga itu merupakan salah satu simbol persatuan. Dan ingat orang-orang China menyebut dirinya keturunan naga/龍的傳人 Naga disini adalalah identitas bangsa. Naga bagi bangsa China bukan lambang dari kejahantan tapi lambang identitas bangsa, budaya dan spritual untuk kejayaan dan keberuntungan. Naga bagi bangsa China juga menyuntuh seluruh aspek hidup. Kita bisa menemukan naga dalam filsafat, puisi, arsitektur, makanan, religi, dll.

Intinya saya tidak setuju dengan pendapat bahwa naga dalam Alkitab sama dengan naga China. Saya juga sama tidak setujunya dengan menyamakan Naga China dengan kerub atau feng huang dengan Roh Kudus. Ini penafsiran yang ngaco. Terlalu dipaksakan demi untuk menarik hati orang China kalangan tua mungkin.

Kita tidak tahu dari mana asal mula ide naga ini, kecuali (setidaknya saya) dari bahasa sanskrit dan dari penanggalan awal pada tembikar-tembikar china misalnya. Kalau kita mau menyamakan naga sebagai lambang kejahatan maka memang cocok kalau itu ditujukan kepada naga barat. Naga timur/china dan barat memang di bagi 2, Sejak masa Dinasti Han naga memiliki arti yang berbeda bergantung pada warnanya. Naga barat ada yang baik dan jahat. Naga barat yang baik sepeti di film dragon heart dan naga istri si dongkey di film Shrek hahahaha….

Yah, Alkitab khususnya PB ada ditulis dalam masa penjajahan Romawi dan bangsa Romawi ini kalau tidak salah banyak juga mengadopsi budaya Yunani, termasuk dalam sistem kepercayaan. Dalam masa itu, naga memang sudah dipersonifikasikan naga sebagai evil. Padahal tidak ada kepastian apakah mahluk itu ada apa tidak.

Dalam Alkitab kalau kita punya pengertian naga adalah sama dengan ular maka kenapa Alkitab menggunakan istilah yang kelihatannya berbeda ini untuk menekankan sesuatu yang lebih menyeluruh. Seperti sewaktu Paulus menyatakan “…tubuh, jiwa dan Roh…” bukan berarti bahwa manusia terdiri dari 3 elemen tapi hendak menyatakan/menekankan akan totalitas. Lagi, kalau ular juga sebagai lambang dari iblis dalam Alkitab maka fairnya seharusnya yang diharamkan bukan naga aja tapi juga ular…Juga seharusnya yang diharamkan bukan hanya gambar2, patung2, dlsb yang berwujud naga, tetapi juga marga dan nama yang berunsur huruf/kata naga.

Masalah naga tidak mudah. Apalagi jika dihubungkan dengan naga China yang menyangkut kebudayaan China. Untuk mengerti menyeluruh memang tidak bisa kita mempelajari dengan loncat sana loncat sini, nantinya akan mendapatkan pemahaman secara fragment.