hii…

mau nanya, ketika kita minta tuntunan Roh Kudus untuk memimpin doa kita supaya kita mendoakan sesuatu sesuai dengan Kehendak Bapa, dan akhirnya kita berdoa dengan ucapan yang sebenarnya tidak sesuai dengan keinginan dalam otak atau tutur bahasa yang terangkai dalam pikiran kita, tapi terucap begitu saja, apakah itu kehendak Bapa atau kehendak hati kita yang disampaikan oleh Roh kudus kepada Bapa?

Liana

[JAWAB]:

[DSB]:

Bagaimana kita mengetahui kehendak Allah? Roma 12:2 memberikan jawabannya: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Dari ayat ini secara singkat ada 2 hal yang perlu kita lakukan untuk mengetahui kehendak Allah:

  1. Tidak menjadi serupa dengan dunia. Ini berarti sikap hidup kita harus berbeda dengan dunia. Kalau dunia suka korupsi, suka nyontek, suka berzinah di dalam hati, kita tidak boleh mengikutinya. Singkatnya, kita harus taat pada Firman-Nya.
  2. Berubah oleh pembaharuan budi kita (budi lebih tepat diterjemahkan sebagai pikiran), artinya kita harus memperbaharui pikiran kita. Pikiran sendiri merupakan hasil pengolahan apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan (input). Kalau input ke dalam pikiran kita baik, tentunya pikiran kita juga baik. Namun bila kita memberi makan pikiran kita dengan hal-hal yang kotor, filsafat-filsafat dunia yang sesat dan kenikmatan-kenikmatan dunia, tentunya pikiran kita juga akan dipenuhi oleh hal-hal sejenis itu. Pointnya adalah kita harus mengisi pikiran kita dengan Firman Tuhan setiap hari supaya kita bisa memperbaharui pikiran kita.

Dengan 2 hal ini, Firman Tuhan bilang bahwa kita akan bisa membedakan manakah kehendak Allah. Kehendak Allah sendiri memiliki 3 sifat yaitu:

  1. Baik
  2. Berkenan kepada Allah
  3. Sempurna

Nah waktu kita berdoa dan keluar ucapan ”begitu saja” seperti yang dikatakan oleh sdr Liana, maka kita tidak boleh begitu saja mengklaim bahwa itu adalah kehendak Allah atau perkataan Allah, karena setidaknya kita harus menguji hal tersebut, apakah hal itu baik, berkenan kepada Allah dan sempurna? Selain itu Allah juga memberikan kepada kita hikmat untuk membedakan kehendak Allah apabila kita mau taat dan mau belajar Firman Tuhan setiap hari.

Dalam Roma 8:26 memang dikatakan bahwa Roh Kudus berdoa buat kita, namun dikatakan bahwa Roh berdoa untuk kita dengan perkataan-perkataan yang tidak terucapkan. Roh Kudus tidak berdoa melalui kita, karena Roh Kudus tidak memerlukan pengantara atau membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi dengan Bapa.

Jadi, daripada memikirkan apakah itu merupakan kehendak Bapa atau kehendak diri kita sendiri, lebih baik kita terus berupaya belajar membedakan kehendak Bapa itu dengan terus belajar Firman Tuhan. Firman Tuhan merupakan isi hati Allah, dengan belajar Firman Tuhan kita tentu akan lebih mengenal Bapa dan kehendak-Nya. Waktu kita terus bertumbuh dengan Firman Tuhan, kehendak kita sendiri akan semakin selaras dengan kehendak-Nya.