shalom pak….

saya minta saran / pendapat lagi nih….

saya bnr2 bth saran dari anak2 Tuhan,,,

sekarang saya lagi dekat sama anak bos saya (seiman juga)
karena hbgn kami sdh agak dekat dia cerita akan masa lalunya, ternyata dulu dy free sex, n bnyk kepahitan.

saya ingin merubah dia, n saya sudah nanya TUhan akan hubungan ini, TUhan taruh di hati saya untuk terusin. saya udh ijin sama ibunya n ok2 aja, tp bapaknya blm, karna yg saya tahu, anaknya tidak boleh pacaran sampai selesai kuliah. (sekitar 1 tahun lagi) n 1 lagi cewek ini blm tau gmn prasaan dia ma saya.

apa saya harus teuzin pak hbgn ini… tapi saya punya kerinduan untuk pacaran, nikah n bahagia sama itu cewek n saya janji ma TUhan kalau saya bisa bersama dia bhgia n nikah saya berdua dengan dia akan pelayanan di gereja.

saya bth doa, dukungan n saran pak.

terima kasih
JBU

T

[JAWAB]:

[DSB]:

Sdr T ykk,

Adalah suatu hal yang menyenangkan apabila rasa cinta sudah hinggap di dalam hati. Pacaran, menikah dan bahagia tentu adalah mimpi indah yang ingin dicapai tiap orang. Namun dengan siapakah kita memutuskan untuk berpacaran dan menikah jelas akan menentukan masa depan Anda.

Sangat baik sekali kalau sdr T sudah berusaha meminta hikmat dari Tuhan untuk membantu sdr T membuat keputusan yang benar mengenai hubungan Anda. Apalagi sdr T juga menggumulkan calon pasangan yang memiliki iman yang sama. Sdr T juga sudah mencoba terlebih dahulu mengenal sang calon kekasih sebelum memutuskan untuk berpacaran, tentunya ini juga sangat benar untuk dilakukan, karena mencegah Anda untuk membeli kucing dalam karung.

Kalau melihat cara sdr T menggumulkan suatu hubungan pacaran yang benar di hadapan Tuhan, sdr T sudah menjalankan tahapan demi tahapan dengan baik. Nah, kalau begitu sebenarnya apa yang merisaukan Anda sehingga Anda masih ragu untuk mengambil keputusan?

  1. Apakah Anda masih ragu karena sehubungan dengan masa lalu teman wanita Anda yang cukup kelam?
  2. Apakah Anda sebenarnya memerlukan ijin dari ayah sang calon kekasih?
  3. Atau apakah sebenarnya Anda takut teman wanita Anda tidak memiliki perasaan yang sama dengan Anda?

Kalau no 1 yang paling merisaukan sdr T, maka sdr T harus bisa memastikan kerohanian dari sang calon kekasih. Apakah calon kekasih Anda itu memang sudah benar-benar lahir baru dan bertobat dari masa lalunya? Ataukah sebenarnya baru beragama Kristen saja tapi belum pernah dilahirkan kembali? Banyak sekali terjadi orang Kristen yang hanya mencari pasangan hidup di gereja, tanpa cek and ricek terlebih dahulu kesungguhan iman dari sang calon pacar. Mereka pikir asalkan di gereja atau asalkan sama-sama Kristen berarti sudah benar menurut Firman Tuhan. Padahal arti seiman menurut Firman Tuhan adalah sama-sama sudah dilahirkan kembali oleh Roh. Kalau memang sudah benar-benar dilahirkan kembali, sdr T tidak perlu cemas akan masa lalu dari si dia. Asalkan sama-sama berjuang di dalam Tuhan, Dia pasti menolong untuk menumbuhkan sdr T dengan si dia.

Sekarang tinggal masalah fisik/kesehatan. Banyak orang yang mempraktekan free sex terkena penyakit kelamin. Ini perlu dipertimbangkan juga. Demikian juga kalau ternyata si dia pernah melakukan aborsi yang dilakukan tidak dengan prosedur yang baik, ini bisa menimbulkan masalah apabila akibat dari aborsi tersebut si dia tidak dapat memiliki anak lagi. Bukan berarti orang yang pernah terjerumus dalam free sex tidak boleh dijadikan kekasih, tetapi hal-hal tadi haruslah menjadi pertimbangan sdr sebelum berani memutuskan untuk menembak sang calon kekasih.

Kalau no 2 yang menjadi masalah, maka sebaiknya Anda menunggu si dia sampai dia lulus kuliah. Jangan sampai belum apa-apa sudah harus terjadi keributan yang memisahkan kalian berdua yang sebenarnya dapat dicegah jikalau Anda bersedia menanti.

Kalau yang no 3, perasaan sang wanita janganlah menjadi acuan bagi kita untuk maju atau mencoba. Pria tertarik melalui mata, tetapi wanita tertarik secara emosi. Mereka jatuh cinta tidak semudah pria yang banyak tertarik kepada hal-hal yang berbau fisik. Perlu waktu untuk meyakinkan seorang wanita akan cintanya kepada seorang pria. (Anda bisa juga membaca artikel ini: Kapan Saat yang Tepat Menyatakan Cinta?)

Sebagai penutup, saya perlu mengingatkan Anda bahwa tujuan pernikahan bagi orang Kristen bukanlah kebahagiaan, melainkan suatu proses pembelajaran antara seorang pria dan seorang wanita untuk semakin bertumbuh dan memenuhi rencana Allah dalam hidup keduanya.

GBU