Mana yang benar, lahir baru dulu baru bertobat atau bertobat dulu baru kemudian lahir baru?

Tata

[JAWAB]:

[CKM]:

1. Kelahiran baru (Regeneration), yang merupakan pekerjaan Roh Kudus, Regeneration adalah pekerjaan penciptaan yang dilakukan Allah dalam diri manusia yang mengubah manusia itu dari keadaan mati secara rohani menjadi hidup secara rohani. Karena itu ada yang menyebut regeneration sebagai spiritual resurrection (= kebangkitan rohani).

2. Regeneration terjadi dalam sub-conscious life (= alam bawah sadar) dari manusia. Karena terjadi dalam alam bawah sadar, sudah menunjukkan secara jelas bahwa orang yang dilahirbarukan itu pasif total. Bagaimana ia bisa berbuat sesuatu tentang apa yang terjadi di alam bawah sadarnya? Kata dilahirkan’ (bdk. Yoh 3:3,5) adalah suatu kata kerja pasif.
Mengingat bahwa regeneration adalah spiritual resurrection (= kebangkitan rohani), maka adalah sesuatu yang tidak masuk akal untuk berkata: ’saya ikut bekerja sama dengan Allah untuk membangkitkan diri saya sendiri yang mati’! Jadi jelas bahwa dalam pembangkitan rohani itu hanya Allah / Roh Kudus yang bekerja, sedangkan manusianya pasif total.

3. Regeneration bersifat monergistic. Istilah monergistic adalah suatu istilah theologia yang berasal dari 2 kata Yunani yaitu MONO (= satu) dan ERGA (work / pekerjaan), dan ini menunjukkan bahwa ‘hanya satu pihak yang bekerja’. Maka dalam terjadinya regeneration, hanya satu pihak yang bekerja, yaitu Allah! Bagaimana dengan manusia-nya? Manusianya pasif secara total, dan sama sekali tidak ikut mengerjakan regeneration itu!

4. Regeneration tidak sama dengan iman / pertobatan!

Banyak orang bersaksi bahwa ia dilahirbarukan tanggal sekian tahun sekian, dsb. Yang ia maksudkan adalah pada saat itu ia bertobat / percaya kepada Kristus, tetapi ia mencampuradukkan hal itu dengan kelahiran baru / regeneration. Ingat, Regeneration terjadi dalam sub-conscious life (= alam bawah sadar) dari manusiaIni jelas merupa-kan pengertian yang salah, karena regeneration harus mendahului iman, dan tanpa regeneration seseorang tidak mungkin bisa beriman kepada Kristus.

Dalam bahasa Inggris dikenal kata ‘Conversion’ dan ‘Repentance’. Keduanya diterjamahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi ‘Pertobatan’. Pertobatan dalam arti ‘Conversion’ adalah respond dan tindakan yang sadar dari seseorang yang telah mengalami lahir baru (regenerasi) terhadap panggilan Allah melalui berita Injil dimana orang tersebut sungguh-sungguh menyadari keberdosaannya dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat bagi pengampunan dosanya. Ia mau meninggalkan kehidupan dalam dosa dan hidup memperkenan hati Tuhan. Pertobatan dalam pengertian ‘Conversion’ ini terjadi hanya satu kali dalam seumur hidup.

5. Regeneration juga tidak sama dengan perubahan hidup / pengudusan.
Kalau seseorang sudah bisa meninggalkan dosa-dosanya dan mengubah hidupnya ke arah yang positif, maka sering dikatakan bahwa ia sudah mengalami regeneration / kelahiran baru. Ini lagi-lagi merupakan pandangan yang salah, karena per-ubahan hidup / pengudusan terjadi sesudah seseorang beriman, sehingga jelas bahwa regeneration harus mendahului pengudusan.
Pertobatan dalam pengertian ‘Repentance’ adalah perubahan dalam sikap hidup, tingkah laku, karakter / kebiasaan yang buruk / dosa yang tidak berkenan kepada Allah dan tidak memuliakanNya. Seorang yang sudah bertobat, menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat (Conversion), bukanlah manusia yang sempurna tanpa kekurangan dan kelemahan. Ia masih meiliki kekurangan / kebiasaan buruk yang harus di tinggalkan. Ia masih memiliki kelemahan sehingga ia bias hidup jauh dari Tuhan, jatuh dalam dosa / membuat dirinya memiliki kebiasaan buruk.. Untuk ini, ia perlu bertobat (Repentance), dengan meninggalkan dan membuang semua yang tidak berkenan kepada Allah. Jadi dalam pengudusan dimana dua pihak, yaitu Allah dan kita, sama-sama bekerja untuk melakukan hal itu (Synergistic). Pertobatan yang semacam ini terus berlangsung dalam kehidupan orang Kristen.

Petobatan sejati tidak bisa hilang. Jika seseorang bertobat dihadapan Allah dengan suatu jiwa pertobatan yg sejati, maka Dia berjanji untuk mengampuni kita dan memulihkan kita ke dalam persekutuan dengan Dia (1 Yoh 1:9). Jadi di disini juga terjadi pertobatan ulang. Pertobatan sejati ditimbulkan oleh gerakan rohani yang Allah berikan ke dalam hati manusia. Maka hal ini merupakan suatu karya anugerah Allah, yang tidak tergantung pada kapasitas manusia.