Dear Sophia,

Saya mau nanya nih, pertanyaannya agak banyak tapi saling berkaitan, mohon dijawab:

1. Apakah itu kerajaan Allah?
2. Dimanakah kerajaan Allah itu?
3. Mungkinkah orang kristen di jaman sekarang bisa masuk kerajaan Allah? Apa tandanya kalo seseorang sudah masuk kerajaan Allah?
4. Dapatkah orang yang sudah menerima kerajaan Allah berbuat satu kesalahan atau dosa?

Terima kasih sebelumnya…

Yadi

[JAWAB]:

[CKM]:

Ini pertanyaan yang luas sekali. Saya akan jawab secara konsep.

1. Kerjaan Allah = Kerajaan Sorga

Kedatangan Mesias, Raja yang akan memerintah sangatlah diharapkan bangsa Israel hingga kini. Kalimat pembuka injil Matius berbicara mengenai konsep anak Daud, raja yang dijanjikan dan di akhir tulisannya berbicara tentang kerajaan Allah yang bersifat am dan semesta dimana kuasa di surga dan di bumi ada di tanganNya (Mat. 28:18-20). Istilah kerajaan muncul sebanyak 162 kali di seluruh kitab PB dan khusus di injil Matius istilah kerajaan muncul sebanyak 55 kali berarti 1/3 dari keseluruhan. Matius banyak berbicara mengenai hal kerajaan surga karena ia ingin menyampaikan berita bahwa kehadiran Kristus  adalah untuk menggenapkan kerajaan surga di dunia.

2.. Saat Yesus akan naik ke surga, konsep “kerajaan” yang dipahami murid-murid masih duniawi, yaitu  suatu pemerintahan di dunia ini (kuasa politik dan punya daerah teritorial) dimana Mesias akan memerintah dengan
keadilan dan kebenaran, menggantikan pemerintahan Romawi yang kafir dan tidak benar.   Itulah sebabnya ketika Yesus telah bangkit maka muncullah kembali semangat untuk mendirikan “kerajaan” yang kekal seperti yang terungkap dalam pertanyaan mereka : “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel ?” (Kis 1:6).  Atas pertanyaan itu Yesus menjawab : “…Kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis 1:8)

3.. Kerajaan surga yang sejati yaitu kerajaan yang teokrasi dengan Kristus yang menjadi raja atas umatNya; Dia yang akan memimpin umatNya, memelihara umatNya dan Ia hanya menginginkan agar umatNya taat akan semua perintahNya. Tuhan adalah raja yang tidak dibatasi oleh tempat dan waktu. Berbeda dengan konsep ilah yang ada pada diri manusia, yakni hanya terbatas pada satu tempat tertentu. Allah ingin agar kita menjadikanNya Raja di atas segala raja dalam hidup kita, God is our King.  Jadi tidak lain dan tidak bukan,
yang dimaksudkan Yesus tentang “KERAJAAN ALLAH” adalah JEMAAT-Nya, yaitu umat Allah yang telah dipanggil keluar (Ek-klesia/gereja), dikuduskan dan menjadi milik Allah (Kuriakhe).   Mereka akan percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatnya.   Merekalah AHLI WARIS KERAJAAN ALLAH itu (Yak
2:5). Itulah artinya “Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia” (Mat 24:14).  Sekalipun SAAT ITU Injil belum sampai diberitakan ke Indonesia atau Amerika, tetapi penggunaan kata “di seluruh dunia” sama sekali tidak keliru, sebab pemahaman “Seluruh dunia” dalam konteks ini punya arti : “wilayah kekaisaran Romawi”.

4.. Ketika Tuhan Yesus mengajarkan berdoa : “datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, dibumi seperti di surga” (Mat 6:10) maksudnya adalah :
Kerajaan Allah hadir pada saat kehendak Allah diberlakukan.   Siapakah yang memberlakukan kehendak Allah ?  Ya jelas warga Kerajaan Allah sendiri, yakni gereja-Nya. Oleh karena itu gereja (baca : jemaat / tubuh Kristus) adalah perwujudan Kerajaan Allah di dunia ini.

5.. Kerajaan Allah sudah hadir sekarang di dunia ketika Kristus yang menang sedang memerintah umatNya dengan Firman dan RohNya. Namun kita juga menantikan kerajaan yang sempurna dan mulia yang akan datang dalam bumi yang baru, inillah konsep the alreeady & the not yet.

6. Pada jaman sekarang mungkin sekali orang masuk dalam kerajaan Allah (Yoh 6:47; Yoh 1:12). Tanda lahiriah dari orang yang sudah masuk kerajaan Allah adalah:

a. Kepastian keselamatan. Tau dengan pasti kalau dirinya mati kelak, rohnya akan kemana. Yaitu sorga
b. Adanya kerinduan untuk membaca & mengerti Alkitab. Berarti ada kerinduan untuk bertumbuh
c. Adanya kerinduan untuk melayani
d. Adanya kerinduan untuk menginjili
e. Apakah hidupnya menghasilkan buah yang baik? Ingat penjelasan saya yang lalu mengenai iman & perbuatan baik.
f. dll

6. Masih bisa berbuat dosa. Walaupun kita sudah selamat tapi selama di dunia ini kita masih bisa berbuat dosa. Tapi bukan berarti keselamatan kita akan hilang, sebab waktu kita berdosa status kita tetep anak Allah. Itu tidak berarti kita boleh seenaknya berbuat dosa, perhatikan Ibr 12:6; Ef 2:8-9; Mat 5:16; Gal 5:22)