3. Apakah betul bahwa kalau kita mendoakan orang sakit, HARUS dengan perintah kita/maunya kita bukan dengan kata2 “bila Engkau mau Tuhan, engkau dapat menyembuhkan” , jadi tidak boleh ada kata “bila Engkau mau”, tapi “dalam nama Yesus, jadilah sembuh” tidak boleh ragu?

Maria di Jakarta

[JAWAB]:

[DSB]:

11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Markus 11:23-24 di atas atau ayat paralelnya Matius 21:21-22 seringkali dijadikan dasar untuk membenarkan doa yang ‘memaksa’ seperti ini. Apakah Alkitab memang benar mengajarkan demikian?

Perlu kita ketahui bahwa menafsirkan ayat-ayat Alkitab tidaklah bisa kita potong dan kita lepaskan dari konteksnya. Kita pun harus mengerti Firman Tuhan dari keseluruhan isi Alkitab. Karena itu supaya kita tidak salam mengerti dengan perkataan Yesus ini, mari kita baca masing-masing  1 ayat sebelumnya:

Matius 21:20 Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: “Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?”

Markus 11:22 Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah!”

dari ayat-ayat ini kalau kita baca konteksnya secara lengkap, maka kita dapat lebih mengerti bahwa Yesus mengajak mereka benar-benar percaya akan kuasa Allah, penekanannya adalah “ayolah percaya kepada Allah” bukanlah pada doa yang punya kuasa yang bisa melakukan apapun yang kita mau.

Allah tidaklah mengandung kontradiksi, karena itu kita haruslah memahami Alkitab secara keseluruhan dalam mengerti suatu ajaran tertentu. Misalnya mengenai doa ini dalam I Yohanes 5:14 (“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”) dikatakan bahwa Ia akan mengabulkan doa kita dengan syarat kita meminta menurut kehendak-Nya. Demikian pula pada Yakobus 4:3 (Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.) Tentunya 2 ayat terakhir tidak boleh kita abaikan dalam mengerti nats Matius dan Markus di atas.

Yang benar adalah berdoa dengan penuh iman bahwa Allah sanggup menyembuhkan, namun dengan penuh penyerahan keputusan kepada Allah bahwa Dia punya kuasa mutlak untuk memutuskan apakah Dia akan:

1. menyembuhkan penyakit tersebut,
2. membiarkan Dokter dan obat yang menyembuhkan penyakit tersebut atau
3. membiarkan penyakit tetap ada pada orang tersebut.

Kurang iman seperti apa Paulus, bahkan orang bisa sembuh dengan meletakkan saputangan bekas paulus ke atas orang sakit (Kisah 19:12) tapi ternyata Tuhan tidak menyembuhkan penyakit Paulus (II Korintus 12:7-10). Dalam perjanjian lama (II Raja-raja 20) Raja Hizkia adalah raja yang benar, saat dia sakit dan Tuhan sudah berkata, “ayo pulang aja ke Surga” Hizkia malah menangis dan meminta dengan sangat supaya Tuhan memberikan umur lebih panjang. Justru dalam umurnya yang lebih panjang itu Hizkia melakukan dosa kesombongan yang parah dan mempunyai anak yang luar biasa jahatnya yaitu Manasye.

Corrie ten Boom (penulis The Hiding Place) seorang Kristen yang terkenal dengan pelayanannya, waktu terkena stroke pernah bermimpi Tuhan datang dan mengajaknya pulang ke surga untuk menyudahi penderitaannya. Namun Corrie ten Boom menolak dan meminta waktu lebih banyak untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Betul saja umurnya bertambah 5 tahun, dan pelayanannya 5 tahun terakhir di menulis buku lebih banyak daripada semasa dia masih sehat dan banyak jiwa dimenangkan untuk Tuhan. Yang perlu kita ketahui adalah penyakit strokenya tidak pernah sedikitpun berkurang selama 5 tahun terakhir tersebut. Dia hidup cacat selama 5 tahun terakhir hidupnya.

Kita mau pilih yang mana, HARUS sembuh atau PERCAYA pada kedaulatan Tuhan… silakan Anda sendiri yang memilihnya. Tuhan bisa saja mengabulkan ‘perintah’ kita, namun ada akibat yang mesti kita tanggung, mengingat yang Tuhan berikan selalu adalah yang The best buat kita.