aku mau nanya saat ini aku tu punya pcr (ga seiman) dia itu kuliah di jogja.yang aku bingungkan kira-kira boleh ga sich aku pacaran sama dia?
Tapi masalahnya dia janji kalo kami sampai ke jenjang pernikahan dia mau ikut aku ( mau ikut kristen).Tolong di jawab ya?Trus kira_kira untuk saat ini apa yang harus aku lakukan coz,aku masih SMA.

Nadia

[JAWAB]:

[DSB]:

Nadia,

Pacaran yang baik adalah pacaran yang bertujuan pada pernikahan, bukan sekedar punya gandengan atau have fun saja. Maka bagus sekali kalau dalam berpacaran, Nadia dapat membicarakan mengenai bagaimana apabila sampai pada jenjang pernikahan, khususnya mengenai iman dan kepercayaan dari si doi.

Nah, masalahnya pacar Nadia yang sekarang ternyata tidak seiman dengan Nadia, bagaimana seharusnya?

Dalam 2 Korintus 6:14 dikatakan: “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan?Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” di sini memang jelas dikatakan bahwa hendaknya kita tidak mencari pasangan dengan yang tidak seiman dengan kita. Mengapa demikian?

  • Penyesuaian diri antara 2 orang yang punya prinsip hidup sama juga sudah berat, apalagi apabila masing-masing punya prinsip hidup yang berbeda
  • Hanya Kristus yang mampu menjamin tingkah laku seseorang akan tetap baik terus sampai tua. Di luar Kristus: untung-untungan.
  • Resiko penyesalan seumur hidup

Jadi bagaimana sekarang?

Apabila Nadia dan si doi belum terlibat dalam pacaran yang serius, lebih baik segera diputuskan supaya tidak membawa dampak buruk yang lebih dalam, sebelum lebih banyak lagi perasaan yang terlibat. Pacaran yang tidak serius hanya akan mengakibatkan korban perasaan, dan tidak berkenan di hadapan Tuhan. Terlebih lagi Nadia yang masih SMA masih sangat jauh sebelum masuk pada jenjang pernikahan.

Tetapi apabila memang Nadia serius dengan si doi, cobalah untuk mendoakan dia sambil mencoba mendiskusikan masalah iman Kristen kepada dia dan coba untuk memberitakan Injil kepadanya. Berilah waktu untuk dia untuk mencoba memikirkan apakah dia mau beriman kepada Yesus Kristus, tentunya jangan ada paksaan atau manipulasi perasaan. Tidak ada gunanya apabila si doi menjadi Kristen hanya karena ingin menikahi Nadia tanpa memang sungguh-sungguh percaya dan lahir baru. Dia akan menipu dirinya sendiri dan Tuhan pun tidak berkenan padanya.

Apabila setelah beberapa waktu (coba Nadia tentukan sendiri target waktunya) pacar Nadia tetap tidak bisa percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka Nadia harus mempertimbangkan kembali hubungan cinta Nadia. Karena apabila saat pacaran tidak bisa bertobat, apalagi waktu menikah nanti, akan lebih sulit lagi dia untuk percaya Kristus sungguh-sungguh, karena toh Nadia sudah menjadi miliknya.