to sopia..mo nanya nih gmn pendapat kamu ttg gereja yg menolak seseorang yg mau jadi pelayan tuhan tanpa alasan yg jelas?

NN

[JAWAB]:

[CKM]:

Mungkin lebih tepat bukan gereja yg menolak, karena gereja tidak akan menolak orang yg  mau pelayanan. Tapi mungkin yg menolak adalah komisi atau seksi. Komisi/seksi  itu tentu punya alasannya. Hanya alasannya yang tidak di uangkapkan kerana ada  beberapa pertimbangan. Mungkin salah satunya takut menyakiti perasaan orang tsb. Coba orang yg mau pelayanan itu memeriksa diri dimanakah talentanya. Jangan2 orang itu mau pelayanan tetapi tidak sesuai dengan talentanya. Misalnya, dia ttidak bisa nyanyi (dalam arti bawaan sejak lahir) tetapi mau bergabung dengan koor. Bawa dalam doa & konsultasikan dengan pembimbing rohani di komisi/seksi gereja orang itu. Dia pasti bisa bantu.

[MC]:

Berhubung pertanyaan yang Saudara ajukan sangatlah singkat, rasanya tidak mungkin kami memberikan sebuah jawaban yang tepat dan akurat.

Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada gereja yang melarang seseorang untuk melayani tanpa alasan yang jelas. Biasanya, para pengurus gereja memiliki pertimbangan mereka sendiri, hanya saja mungkin mereka tidak mengungkapkan pertimbangan-pertimbangan tersebut kepada yang bersangkutan.

Yang saya lebih ingin tekankan adalah hakekat dari pelayanan itu sendiri. Sebetulnya, apakah pelayanan itu bagi orang Kristen?

Pelayanan adalah menggunakan talenta pemberian Tuhan untuk membangun tubuh Kristus (Ef 4:11-12) dan untuk kemuliaan Allah semata (I Kor 10:31).

Siapakah yang dimaksud dengan tubuh Kristus? Gereja, namun bukan hanya gereja sebagai organisasi, melainkan juga gereja sebagai setiap pribadi. Jadi, pelayanan sebenarnya tidaklah harus dilakukan di dalam gereja saja. Sebaliknya, kita memiliki panggilan untuk melayani di luar organisasi gereja, yaitu panggilan kita sebagai garam dan terang dunia.

Bila mungkin pengurus gereja saat ini belum merasa membutuhkan pelayanan Saudara, janganlah berkecil hati. Banyak sekali pelayanan yang dapat kita lakukan meskipun kita tidak berada dalam organisasi. Yang paling mudah (dan juga merupakan tuntutan bagi orang Kristen) adalah pelayanan pekabaran Injil. Kita bisa mencoba menanamkan benih-benih Injil kepada rekan-rekan di sekitar kita yang belum percaya.

Kita juga dapat menjadi teman yang baik bagi rekan-rekan kita dan menyediakan waktu kita untuk dapat menghibur, menolong, menguatkan, dan berbagi dengan mereka dikala mereka membutuhkan seseorang. Masyarakat saat ini sedang bergerak menjadi masyarakat yang semakin individualistis. Seorang sahabat sebetulnya adalah sebuah anugerah yang sangat indah di tengah keringnya dunia ini.

Yang terpenting adalah, apa yang kita lakukan haruslah membangun tubuh Kristus dan memuliakan Allah. Bukankah lebih baik kita melayani di luar organisasi tetapi orang-orang yang kita sentuh merasa terberkati dan dapat makin mengasihi (atau bahkan bertemu) Kristus dibandingkan dengan kita melayani secara organisasi gereja tapi apa yang kita lakukan hanyalah demi kepuasan diri kita sendiri dan sebetulnya tidak ada orang yang terberkati oleh “pelayanan” kita itu?

Akhir kata, marilah kita renungkan nasehat Paulus.

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Kor 15:58)