Saat Teduh sangat dianjurkan untuk membangun hubungan persekutuan pribadi dengan Tuhan..

Pertanyaannya:
Bagaimana agar kita dapat terus menerus mempunyai gairah dan semangat yang baru untuk terus melakukan Saat Teduh?? Kadang Saat Teduh kita bisa merasakan jenuh, bosan, dan tidak mendapat apa-apa.. Apakah ini proses dr Tuhan agar kita tetap setia dan terus menerus mencari wajah-Nya??

-MinZz-

[JAWAB]:

[CKM]:

Saat teduh (sate) termasuk dalam disiplin rohani. Sehingga kita harus mendisiplinkan diri untuk ber-sate. Kalau sate sudah jalan secara teratur, tapi merasa  merasakan jenuh, bosan, dan tidak mendapat apa-apa, mungkin ada
yg salah pada diri kita.

Mungkin sekali kerohanian kita sedang sakit. Jika kerohanian kita sedang sakit yang biasa terjadi adalah:
1. Tidak menikmati kehadiran Allah/bahkan tidak rindu berpikir tentang Allah.
2. Kehidupan doa & sate yang hampir berhenti sewaktu kasih akan Allah melemah. Doa & sate hanya menjadi rutinitas yg monoton, bukan sebagai kesukaan, sehingga mukin seklai saat itu kita menjadi jenuh, bosan, dan tidak mendapat apa-apa sewaktu sate & doa.
3. Iman yg lemah kelihatan pada waktu orang-orang Kristen tidak lagi mau doa & sate dan juga tidak menikmati saat-saat doa & sate.

Solusi:

1. Temukan apa yg menyebabkan kita merasa demikian sewaktu sate. Apakah ada dosa? apakah salah pergaulan? dll
2. Minta tolong agar Roh Kudus menolong kita sewaktu doa & sate.

[DSB]:

Sdr Minzz,

Perlu diingat bahwa saat teduh bukan berarti hanya mempelajari Firman Tuhan saja, melainkan juga termasuk doa kita kepada Tuhan. Saat teduh yang baik merupakan penyembahan dan ibadah kita kepada Tuhan, jadi ada suatu pengakuan akan kuasa Allah dalam hidup kita dan juga suatu penyerahan hidup kita kepada-Nya. Secara praktis ini dapat kita lakukan dengan memuji Dia (tidak harus dengan bernyanyi, tapi bisa juga dengan berdoa), menyerahkan pergumulan-pergumulan kita kepada-Nya, mendoakan keputusan-keputusan dan rencana-rencana kita.

Waktu kita membaca Firman Tuhan, bacalah dengan suatu sikap yang begitu rindu untuk lebih mengenal Dia, dan lebih mengerti lagi apa yang harus kita lakukan dan putuskan sehari-hari dalam hidup kita. Memang terkadang membaca Alkitab dapat membosankan kalau kita tidak mengerti apa yang kita baca. Untuk itu, sebaiknya dalam bersaat teduh kita menggunakan bahan yang memberi penjelasan mengenai perikop yang kita baca, bukan hanya sekedar ilustrasi atau kesaksian dan aplikasi praktis. Misalnya dalam hal ini buku Santapan Harian adalah bahan yang sangat kami sarankan untuk bertumbuh lebih lagi dalam mengerti Firman Tuhan. Sdr Minzz juga bisa menggunakan bahan-bahan study bible seperti NIV, living Bible, atau yang lain untuk memperkaya saat teduh kita.

Sdr Minzz juga bisa memperkaya pengertian akan Firman Tuhan dengan mengikuti PA, seminar-seminar rohani, KKR atau juga kelas-kelas pembinaan rohani yang mungkin diadakan di gereja Anda, atau juga mengikuti sekolah alkitab untuk kaum awam (seperti STTRII atau SAM di GII misalnya, atau juga kursus teologi untuk kaum awam yang diadakan oleh Yayasan Bina Awam/YBA). Perkaya juga dengan banyak membaca buku-buku rohani yang berkualitas yang memberi penjelasan mengenai Firman Tuhan secara benar. Hal-hal seperti ini akan membuat saat teduh kita semakin hidup dan bersemangat.

Saat Teduh juga adalah waktu kita bersama dengan Tuhan. Saat teduh bukanlah bersifat satu arah, melainkan suatu komunikasi antara kita dengan Tuhan. Jadi kalau saat teduh itu terasa hambar, dan membosankan, mungkin juga komunikasi kita dengan Tuhan belum berjalan dengan baik. Tapi hubungan yang intim dengan Tuhan memang tidak dibangun dalam satu hari saja, melainkan membutuhkan waktu. Dengan seiring waktu, apabila kita terus berupaya membangun persekutuan dengan Tuhan, akan ada banyak pengalaman yang hidup tentang penyertaan Tuhan dalam hidup kita, dan itu akan sangat membangun kerohanian serta semakin membuat saat teduh kita semakin dinantikan dalam hidup kita.