saya mau tanya sebenarnya ada berapa aliran kekristenan di indonesia, dan gimana cara mbedain aliran yang satu dengan yang lainnya? adakah yang dinyatakan sesat?

Joni di Semarang

[JAWAB]:

[CKM]:

Pak Joni, aliran kekristenan di Indonesia sangat banyak sekali, namun sayang kami tidak memiliki data yang akurat mengenai berapa jumlahnya secara tepat.

Ada tiga kriteria yang dapat membantu kita menilai suatu ajaran pemujaan atau gerakan keagamaan, yaitu melalui cara pengajaran para pemimpinnya, masing-masing mengenai Alkitab, mengenai Kristus dan mengenai keselamatan.

1. Sikap terhadap Alkitab

Kitab Suci (Alkitab) adalah Firman Allah secara obyektif. Jadi, apakah Kitab Suci itu diberitakan atau tidak, didengar oleh manusia atau tidak, dimengerti atau tidak, ditaati atau tidak, Kitab Suci tetap adalah Firman Allah. Dan pada waktu manusia mendengar pemberitaan Kitab Suci, apakah ia merasakan Allah menggunakannya untuk berbicara kepadanya atau tidak, Kitab Suci itu tetap adalah Firman Allah. Inilah pandangan yang benar yang harus kita terima.

Secara umum, bidat telah bersalah melakukan “penambahan” pada Kitab Suci. Atau disebut juga dengan nama Injil plus; artinya, memiliki Kitab Suci yang sama, tetapi ditambah dengan kitab-kitab lain yang memiliki kuasa atau otoritas yang sama dengan Alkitab.Contoh: kitab Mormon dengan ajaran Joseph Smith, demikian juga dengan aliran saksi Jehova dengan Watch Towernya. Tapi juga kita harus berhati-hati dengan Injil Minus.Injil minus, artinya ,memiliki Kitab Suci yang sama tetapi sebagian dari Alkitab tersebut dikeluarkan karena tidak sesuai dengan ajaran yang mereka anut. Contoh: Marcionisme yang mengeluarkan kitab2 yang berbau Yahudi seperti Injil Matius.

2. Sikap terhadap Kristus

Kesalahan memandang pribadi Kristus dapat berupa klenik gnostis kuno yang menyangkal sifat kemanusiaanNya, atau klenik agnostis modern, yang menyangkal ketuhananNya yang sebenarnya. Yang disebut belakangan menganggap Dia sebagai orang yang hebat dan seorang guru dan pemimpin agama yang besar, tetapi menolak kelahiranNya, hidupNya yang tidak berdosa, penebusan dosa yang dilakukanNya dan kebangkitan tubuhNya serta kenaikanNya ke Surga. Ajaran pemujaan atau denominasi atau gerakan keagamaan yang tidak secara jelas dan tegas menyatakan Tuhan Yesus Kristus sebagai Anak manusia dan sebagai Anak Allah, “yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha Kuasa” (Wahyu 1:8) iadalah sesat dan harus ditolak. (Sumber: Eden Communications]

Contoh beberapa ajaran sesat menganai Kristus yang ada pada jaman dulu bahkan mungkin sampai sekarang masih ada. Mungkin saja mengajarkan apa yang harus atau tidak harus kita lakukan untuk mendapatkan keselamatan, tetapi mengajarkan tentang apa yang dilakukan Kristus memberikan ajaran sesat itu menjelam dengan nama lain tapi inti ajarannya ternyata sudah ada dan berkembang sejak jaman dulu:

1) Adoptionism; 2) Apollinarianism; 3) Nestorianism; 3) Nestorianism; 4) Monophysitism; 5) Eutychianism; 6) Arianisme, dll.

3. Sikap terhadap Keselamatan

Injil Kristus adalah “kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya” (Roma 1:16). Kata Injil artinya “kabar baik” bukan “nasihat baik”. Itu tidak keselamatan secara cuma-cuma. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8,9). (Sumber: Eden Communications]

Ada pepatah yang mengatakan: ‘Ada banyak jalan menuju ke Roma’. Pepatah ini mungkin benar untuk banyak hal. Dan saya percaya bahwa pepatah ini berlaku untuk neraka. Memang, ada banyak jalan menuju ke neraka. Tetapi betul-betul menyedihkan kalau ada orang yang mengaku sebagai orang kristen, apalagi sebagai hamba Tuhan, yang menerapkan pepatah ini untuk surga. Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga (Yoh 14:6; Kis 4:12; 1 Yoh 5:11-12; 1 Tim 2:5; Yoh 8:24; Wah 21:8) Kita sendiri harus percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan, karena tanpa itu kita menolak jalan satu-satunya ke sorga, sehingga kita tidak mungkin bisa selamat.

Sekarang saya akan memberikan prinsip sederhana yang saya kutip dari Robert M. Bowman mengenai bagaimana cara menguji ajaran nabi palsu.

1. Protestan principle –> memposisikan Alkitab sebagai satu2nya inspirasi tertulis yang benar. Maka orang Kristen Protestan harus menolak tegas ajaran wahyu2 baru, walaupun wahyu baru tsb disampaikan oleh seorang hamba Tuhan yang berkarisma, mempunya kuasa melakukan mujijat dan sekaligus galak mungkin.

2. Evangelical Principle –> Semua ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab yang bersifat mendasar, harus ditolak.

3. Orthodox Principle –> Ortodoksi (orto = benar; doksa = pengajaran). Ortodoks tidak sama dengan kuno. Ortodoks berarti semangat kembali kepada yang benar. Prinsip membantu orang Kristenmengidentifikasi ajaran para hamba Tuhan. Dengan berpedoman pada Pengakuan Iman Rasuli & pengakuan2 iman lainnya sebagai dasar kepercayaan gereja sepanjang jaman.

4. Catholic Principle –> Catholic artinya adalah universal/umum, sehingga maksud Catholic Principle disini bukan menunjuk kepada Gereja Roma Katolik. Catholic Principle artinya ajaran dari hamba Tuhan yang bertentangan dengan iman yg sduah diyakinin kebanyakan gereja Kristen di seluruh dunia, harus diragukan. Karena mungkin masuk kategori nabi palsu.