Kita kan jadi Kristen karena orang tua kita Kristen. Kalau orang tua kita bukan kristen tentunya kita juga bukan kristen. Sedangkan kita tidak dapat memilih orang tua kita, berarti keselamatan itu untung-untungan dong.

Rio

[JAWAB]:

[CKM]:

Tidak ada jaminan bahwa seorang anak yang lahir dalam keluarga Kristen pasti nantinya menjadi Kristen. Kalau kita sekedar adalah orang yang ada dalam keluarga kristen selama puluhan atau bahkan ratusan tahun, kita perlu bertobat secara pribadi karena kekristenan tidak diwariskan dari orang tua. Kita menjadi Kristen/percaya kepada Kristus bukan karena kita lahir dikeluarga Kristen. Hal ini diperkuat dalam Roma 9:7-9 Dalam ay 7 ini Paulus mulai membahas dari Abraham. Ay 7 ini mengatakan bahwa tidak semua keturunan Abraham adalah anak Abraham. Bdk. Kej 17:19-21. Paulus juga menambahkan ay 7b yang ia kutip dari Kej 21:12. Dengan kata-kata ini Paulus menunjukkan bahwa pemilihan tidak tergantung keturunan secara daging/jasmani. Martin Luther mengomentari bagian ini dengan berkata: Jika Israel pasti adalah orang pilihan karena mereka adalah keturunan jasmani dari Abraham, maka pasti Ismael dan anak-anak Ketura (istri ketiga dari Abraham – Kej 25:1-dst) juga adalah orang pilihan. Tetapi jelas bahwa baik Ismael maupun anak-anak Ketura bukanlah orang pilihan, dan karena itu jelas bahwa Israelpun tidak semuanya adalah orang pilihan! Dalam ay 8 ada istilah ‘anak-anak daging’ dan ‘anak-anak perjanjian’. Yang disebut ‘anak-anak daging’ adalah keturunan Abraham yang tidak mempunyai apapun yang lain selain fakta bahwa mereka diturunkan secara jasmani oleh Abraham. Sedangkan yang disebut ‘anak-anak perjanjian’ adalah mereka yang secara khusus dipilih oleh Tuhan. Inilah orang pilihan yang sejati. Jadi dsiini jelas, bahwa kita bisa percaya kepada Kristus bukan karena orang tua Kristen, tetapi adalah pilihan Allah secara personal. Keselamatan tidak untung-untungan. Karena natur manusia yg berdosa, yang masiih dibutakan oleh dosa dan keadaan rohani yang mati, sama sekali tidak merasa berdosa dan membutuhkan Juruselamat. Maka semua orang seharusnya adalah menuju neraka, tapi karena kasih karunia Allah maka Ia mengrimkan Kristus sebagai Juruselamat. Sudahkah Anda percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat prinadi Anda? Kalau belum, lekaslah bertobat.

[MC]:

Pertama-tama, mari kita luruskan pernyataan berikut.

“Kita kan jadi Kristen karena orang tua kita Kristen.”

Kita menjadi Kristen BUKAN KARENA ORTU KITA KRISTEN, melainkan karena KITA TELAH MENERIMA KRISTUS SEBAGAI TUHAN DAN JURU SELAMAT. Firman Tuhan tidak pernah menyatakan bahwa Kekristenan bersifat turun temurun.

Banyak di antara rekan kami yang orang tuanya bukanlah Kristen, akan tetapi mereka mau menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang akhirnya membawa orang tua mereka untuk mau menerima Kristus.

Sebaliknya, banyak juga rekan kami yang orang tuanya Kristen, tetapi anak-anaknya memutuskan untuk tidak mau menerima Kristus dalam hidup mereka.

Kita menerima Kristus bukan karena orang tua kita, melainkan karena karya Roh Kudus dalam diri kita. Roh Kudus dapat bekerja melalui berbagai macam cara. Ada yang melalui mimpi, ada yang melalui teman atau kerabat, ada yang melalui penginjil, dan ada juga yang melalui orang tua, dan ada juga cara-cara lain yang digunakan Roh Kudus.

Jadi sekali lagi, tidak ada hubungan antara orang tua Kristen dan anak Kristen.

Memang bila orang tua adalah Kristen, kemungkinan anaknya akan lebih mudah untuk dapat menerima Kristus. Hal ini karena orang tuanya sejak kecil telah menanamkan benih-benih yang akhirnya tumbuh ketika Roh Kudus bekerja.

Nah, setelah mengetahui hal ini, kita harus kembali kepada Amamat Agung Yesus, yaitu menjadikan semua bangsa sebagai murid Kristus. Tugas kitalah untuk dapat memberitakan kasih Kristus kepada mereka yang belum mengenal Kristus, termasuk mereka yang orang tuanya tidak mengenal Kristus