Salam Kenal….Namaku Rey….saya sedang ada masalah yang lumayan besar atau mungkin juga sepele……
Baru-baru ini saya putus dengan Pacar saya….sebut Saja Y, Kami menjalani pacaran selama 1 tahun 8 bulan dulu kami satu kampus selisih 3 angkatan. sebelum jadian sama dia aku itu orangnya gak mau tau, dan susah diatur, selama kuliah aku hanya pegang prinsip yang penting nilai harus bagus dan paham kuliah yang diajarkan…lainnya urusanku aku gak mau diatur. Terhadap perempuan aku juga gak terlalu perduli, hanya prinsipku perempuan itu harus di hargai jadi gak usah dimacam-macamin (terus terang aku selalu jaga kekudusan badan, anti free sex). Menjelang akhir kuliah di yogyakarta, aku ketemu seorang wanita yang menurutku Pas dengan yang kucari…dia juga anak Tuhan, setelah di dekatin akhirnya kami jadian, pada saat pdkt dia pernah cerita dia suka teman pria satu angkatannya, tapi temannya itu gak punya keberanian mendekati jadi dia juga akhirnya hanya menganggap dia teman….ya memang dia sesuai tipeku, dia bisa ngajak aku rajin kegereja, tiap ke gereja kami selalu ketaman doa,
berdoa bersama agar hubungan kami di berkati dan juga berjanji saling setia, bahkan dia mengajari aku berdoa makan (hal yang lama kutinggalkan), bersama dia aku berubah total, semua kelakuan burukku ku tinggal. 5 bulan setelah jadian aku lulus, selama 5 bulan aku banyak belajar sama dia, kenalan sama keluarganya dan cerita banyak hal..termasuk tentang masa depan, saat itu aku langsung berfikir sebagai pria, aku harus mandiri dan segera kerja….aku harus bisa mempersiapkan masa depan kami (menikah) karena aku ngerasa cocok, singkat cerita akhirnya aku dapat kontrak di kalimantan 2 tahun, aku diskusi sama dia, bahwa aku harus ninggalin dia dulu untuk kerja, aku ngejelasin maksutku ke dia, aku harus bangun masa depan bersama dia, aku harus nunjukin ke ortunya aku bisa jaga anaknya kelak. pokoknya aku bertekat jadi pria bukan anak laki2 lagi, lagian 2 tahun lagi paling dia udah lulus jadi kami bisa langsung nikah (ortunya mau dia lulus dulu) ….akhirnya singkat cerita, dengan berat hati dia melepasku, aku berangkat kekalimantan, masih ingat aku tangisnya, selama 1 tahun 2 bulan kami baik2 saja, paling ribut kecil aja..biasa long distance….6 bulan sekali aku cuti ketemu dia, sebagai bukti keseriusan slip gajiku ku tunjukin, demikian juga tabungan yang ku simpan buat pernikahan nanti, sebagai bukti aku serius. Tetapi betapa hancur hatiku, baru2 ini dia minta putus (1,3 tahun di rantau), alasannya dia gak bisa ngelupain pria yang dulu pernah di sukai dan dia merasa bersalah, meskipun gtu aku maafin aku mencoba nenangin dia, meskipun sakit aku maafin dia, aku tetap terima dia karena aku sayang dia. Pertama dia ngelunak tetap jadi pacarku, trus dengan besar hati kubilang, kalian ketemulah bicara baik2 kalo kau udah punya komitmen dengan aku dan dia harus terima itu, cowok itu juga kusuruh ketemu, namun akhirnya dia ngambil keputusan gak akan milih aku atau cowok itu, itu keputusan final….ok saat itu aku terima, tapi alangkah kagetnya aku dalam 1 jam di fbnya
dia ganti status pacaran dengan pria itu ternyata pas mereka kusuruh ketemu, mereka malah jadian, terus terang aku shock…sangat shock….aku nelf dia dan minta penjelasan, aku juga usaha pulang mau ketemu tapi gak diijinin sama dia, akhirnya sambil nangis, dia bilang alasan mutusin aku…..
1. Egois, aku gak bisa bersama dia terus, aku lebih milih egoku untuk mandiri ketimbang bersama dia.
2. Pria yang dia sukai itu selama ini berantakan kuliahnya karena dia frustasi gadis itu jadi pacarku.
3. Dia gak suka suku aku, sekalipun 1 suku sama bapaknya.
4. Dia butuh orang didekatnya dan nyata bukan cuma pria yang cuma ngasi janji tapi tidak ada bukti.
Terus terang aku sakit hati sekali, aku marah ke mantanku aku bilang cowok itu anjing, tapi kemudian aku nyesal.
Yang aku bingung sekarang…
1. Jika suatu saat cowok itu nyia-nyiain dia, aku harus gmna?, aku masih sayang dia…tapi aku takut terulang lagi.
2. Benarkah aku egois dengan milih kerja jauh dibanding dekat dengan dia?
3. aku bingung, harus gmna, terus terang motifasi kerjaku jatuh sekali karena ini….
4. Pantaskah aku berharap pada gadis itu….aku takut dia jadi begini karena kesepian………..kutinggal jadi dia salah langkah…..kalo suatu saat dia salah pasti aku punya andil, dosa kah aku?..
5. Pada saat marah aku bilang ke pacarku kamu lebih rendah dari pelacur, pelacur saja mandi dulu baru ganti pelanggan, kau bahkan air mata belum kering udah yang-yangan sama anjing itu di f.b. aku harus gmna harus minta maafkah secara langsung?, karena no hpnya telah ganti…
Demikian curhatku, mohon maaf ganggu…..minta tolong pandangannya

Rey

[JAWAB]:

[DSB]:

Sungguh amat menyakitkan hati apabila seseorang yang kita perjuangkan ternyata mengalihkan cintanya ke lain hati. Bahkan ketika kita rela menderita demi dia dengan rela berpisah sementara demi masa depan bersamanya, tapi malah disalahartikan dengan menanggap bahwa hal itu demi keegoisan kita semata. Tentunya Rey merasa sungguh sangat menderita sekaligus marah karenanya. Meskipun demikian, cinta Rey kepada Y tentu masih besar sehingga Rey masih mengharapkan Y kembali. Adalah hal yang wajar juga apabila Rey merasa ini sebagai kesalahan Rey. Bahkan istri yang ditinggal mati suaminya pun seringkali menyalahkan diri sendiri sebagai akibat kematian suaminya.

Rey, hati yang luka memang perlu pemulihan. Saat ini, ambilah waktu untuk menikmati kesendirian Anda, carilah kesibukan dan temuilah teman-teman seiman yang dapat membantu menguatkan Rey. Saat seperti ini tentu sangat berat dilalui sendiri. Bersandarlah pada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan mengijinkan hal ini terjadi untuk kebaikan Rey juga. Berdoalah mohon Tuhan beri kekuatan untuk melewati masa sulit ini. Just take your time to recover.

Rey, banyak hubungan cinta yang hancur dengan tidak baik, hal ini justru akan menyimpan masalah di kemudian hari pada hubungan cinta yang berikutnya. Misalnya dalam kasus serupa Rey, ada orang yang jadi trauma berhubungan dengan orang suku x misalnya, atau malah jadi benci semua perempuan. Tentunya ini tidak baik. Jadi bereskanlah hubungan yang sudah putus itu dengan baik. Caranya bagaimana?
1. Terimalah keadaan yang sudah terjadi, bahwa Y sudah jadian dengan cowok lain. Tidak perlu menyalahkan siapa pun dalam hal ini, hanya perlu berlapang dada menerima kondisi ini. Menerima keadaan ini berarti let her go. Berhentilah untuk mengharapkan dirinya kembali. Saya tau ini akan sangat sulit (saya pun pernah mengalami hal yang serupa), tapi percayalah bahwa berhenti mengharapkannya akan sangat membantu mempercepat recovery Anda. Cobalah untuk mengalihkan pikiran Rey dari dia. Carilah kegiatan yang berguna (misalnya aktif di gereja), bergaulah dengan orang-orang lain.
2. Maafkanlah Y beserta cowok lain tersebut. Ini adalah sesuatu yang vital untuk dilakukan. Keberhasilan Rey mengampuni Y akan membuka jalan ke hubungan yang lebih baik di kemudian hari.
3. Sebisa mungkin buatlah hubungan Rey dengan mantan Rey tetap baik. Kalau Rey sudah terlanjur kelepasan ngomong yang agak kasar kepada mereka, usahakan untuk mintalah maaf kepada mereka. Hubungan yang baik bukan berarti terus berkomunikasi. Mintalah maaf dan kemudian untuk sementara jauhilah dia dulu untuk memulihkan hati Rey.
4. Evaluasi diri diperlukan supaya tidak jatuh di tempat yang sama.

Bicara tentang hubungan jarak jauh, sebelum Rey memutuskan untuk berkarir di Kalimantan, apakah sudah ada pembicaraan antara kedua belah pihak mengenai hal tersebut? Apabila hubungan pacaran Rey dan Y memang sudah sampai tahap yang cukup serius, adalah penting untuk mengambil keputusan bersama dalam hal masa depan, khususnya apabila salah satu dari keduanya harus pindah ke kota lain. Apabila salah satu pihak sudah memutuskan baru kemudian meminta ijin dari pasangannya, ada kecenderungan di kemudian hari akan saling menyalahkan apabila timbul permasalahan di antara keduanya. Memang tidak mudah membina hubungan jarak jauh. Sangat diperlukan komitmen yang tinggi di antara keduanya. Kedua belah pihak memang harus memikirkan kemungkinan kehilangan orang yang ditinggal pergi. Apalagi apabila hubungan yang masih baru saja berjalan (5 bulan?), komitmen yang dibangun mungkin belum cukup kokoh untuk bisa ditinggalkan selama beberapa tahun.

Mengenai kemungkinan bahwa Y akan kembali ke pelukan Rey, tentunya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, namun terntu pertimbangan-pertimbangan berikut harus terlebih dulu dipertimbangkan sebelum memutuskan:
1. Seperti yang Rey sendiri katakan, Rey akan takut hal ini terulang kembali. Tentu ada kemungkinan Y bisa berubah, namun saya harus katakan bahwa memulihkan kepercayaan itu bukan sesuatu yang mudah. Perlu banyak kesabaran dan pengertian dan tentunya Rey harus bisa menuntut komitmen Y untuk berubah dan menunjukkan perubahan tersebut.
2. Semakin cepat Rey melepaskan Y dan tidak mengharapkannya lagi, semakin cepat Rey bisa recovery dan bisa memulai hubungan yang lain dengan baik. Sebaliknya apabila Rey terus-menerus mengharapkan Y, wanita lain pun akan sulit mendekat, atau Rey dapat jatuh pada kesalahan yang sama dengan yang dilakukan oleh Y.

Akhir kata, apapun yang Rey rasakan, atau apapun yang Rey akan putuskan atau lakukan, doakanlah, berserulah kepada Tuhan. “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” (Mazmur¬† 34:19).

Kami pun akan turut berdoa untukmu Rey.