Bagaimana orang Kristen Reformed memahami perikop Yohanes 6:52-68?

Apa maksudnya “Daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman”?

Apakah ini berarti bahwa Yesus SUNGGUH-SUNGGUH hadir dalam Hosti dan Anggur yang dikonsekrasikan dalam Perjamuan Ekaristi orang Katolik?

Atau, Yesus sekadar menceritakan metafora? Jadi, Ia tidak bermaksud mengatakan bahwa umat-Nya harus secara harfiah “makan daging-Nya dan minum darah-Nya” agar memperoleh hidup yang kekal?

Bagaimana penjelasannya?

Hireka

[JAWAB]:

[CKM]:

Ini adalah bahasa kiasan. Untuk itu perlu diperhatikan sbb:

Pertama, kita harus mengerti dulu bahwa Orang-orang Yahudi memberikan penafsiran hurufiah untuk sesuatu yang jelas-jelas bersifat kiasan (ay 52).

Kedua, dalam ayat 52 dikatakan bahwa ‘orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka’, menunjukkan bahwa ada di antara mereka yang mengerti secara benar kata-kata Yesus, tetapi ada juga yang mengertinya secara salah / secara hurufiah. Ini menimbul­kan pertengkaran / perdebatan di antara mereka (bdk. Yoh 7:12,40-43 9:16 10:19-21).

Ketiga, sewaktu orang-orang Yahudi tidak bisa menerima hal-hal keras yang Yesus ajarkan (ay 52), maka Yesus bukannya melemahkan / melunakkan ajaranNya, tetapi sebaliknya makin menekankan / memperkeras. Ini bisa terlihat dari ayat 51 dimana tadinya Yesus bicara tentang makan dagingNya, sekarang pada ayat 53-56 Ia bicara tentang makan dagingNya dan minum darahNya. Ajaran tentang minum darah ini kalau ditafsirkan secara hurufiah akan bertentangan dengan ayat-ayat seperti Kej 9:4; Im 3:17; Im 17:10,12,14.

Apakah ini berarti bahwa Yesus SUNGGUH-SUNGGUH hadir dalam Hosti dan Anggur yang dikonsekrasikan dalam Perjamuan Ekaristi orang Katolik?

Supaya tidak terjadi kesalahpahaman, maka disini saya harus menjelaskan bahwa kaum Reformed menganggap Perjamuan Kudus harus dipisahkan dari Misa Katolik .

Perjamuan Kudus bukanlah misa. “Dalam sakramen itu Kristus tidak dipersembahkan sebagai kurban kepada BapaNya, dan sama sekali tidak dipersembahkan kurban nyata apapun demi pengampunan dosa…Sakramen itu hanaya merupakan peringatan akan perbuatanNya mempersembahkan diriNya sebagai kurban satu-satunya di kayu salib, satu kali untuk selama-lamanya.”

Isi Konsili Katolik mengenai Misa:“pengorbanan (dalam Misa) adalah identik dengan pengorbanan di kayu salib, karena Yesus Kristus adalah imam maupun korban. Satu-satunya per-bedaan terletak dalam cara pengorbanannya, yang merupakan pengorbanan berdarah di kayu salib dan tanpa darah pada altar kami.” (Council of Trent)

Isi dari Pengakuan Iman Reformed, Pengakuan Iman Westminster:”In this sacrament, Christ is not offered up to his Father; nor any real sacrifice made at all, for remission of sins …; but only a commemoration of that one offering up of himself, by himself, upon the cross, once for all.” (WCF, XXIX:2).”

Kami juga berbeda dengan katolik yang mengajarkan doktrin transubstansiasi, yang percaya bahwa roti dan anggur komuni diubah menjadi substansi tubuh dan darah Kristus.

Pandangan Reformed mengenai Perjamuan Kudus adalah, Kristus benar-benar hadir dalam sakramen Perjamuan Kudus – bukan secara fisik, tetapi secara spiritual. Orang percaya makan, bersatu dengan, dan menerima karunia dariNya dalam sakramen. Berarti mereka menolak berkat tersebut jika tidak mengikuti Perjamuan Kudus, walau mereka bisa mencari Dia dengan cara lain, misalnya dengan Firman dan doa. “Orang-orang yang menerima sakramen itu dengan cara yang layak, dan yang turut mengambil bagian dalam unsur-unsur kelihatan sakramen ini (1 Kor 11:27-29; 2 Kor 6:14-16), dengan demikian, secara batin, melalui iman, sungguh-sungguh & secara nyata, namun tidak secara badaniah & jasmani,tetapi secara rohani.” Worthy receivers, outwardly partaking of the visible elements, in this sacrament, do then also, inwardly by faith, really and indeed, yet not carnally and corporally but spiritually, receive, and feed upon, Christ crucified, and all benefits of his death” (WCF, XXIX:7).

Atau, Yesus sekadar menceritakan metafora? Jadi, Ia tidak bermaksud mengatakan bahwa umat-Nya harus secara harfiah “makan daging-Nya dan minum darah-Nya” agar memperoleh hidup yang kekal?

Alkitab tidak mengajarkan bahwa untuk selamat haruslah mengikuti sakramen perjamuan kudus. Alkitab menyatakan bahwa keselamatan adalah anugerah dari Allah kepada orang berdosa yang percaya dalam hatinya bahwa Kristus mati untuk dosa-dosanya dan bangkit kembali untuk membenarkan si pendosa (1 Kor 15:1-4; Rom 10:9-13. Alkitab menyatakan bahwa sewaktu seseorang menerima anugerah kesematan makan secara langsung/simultan ia memperoleh hidup kekal ( 1 Yoh 5:10-13). Bacalah dengan teliti Yoh 1:12; 3:16-18; 3:36; 5:24; 14:1-6; 20:30 & 31. Tidak ada gereja manapun yang bisa memberikan keselamatan pada orang manapun, tetap Kristuslah yang bisa dan akan menyelamtakan orang-orang yang mau datang dan percaya kepadaNya dan mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya (Kis 4:12; Yoh 6:37; 10:27-30). Keanggotaan atau iman kepada gereja bukanlah jeminan keselamatan bagi siapaun, tetapi percaya kepada Kristus dan keapda Kristus sajalah manusia akan memperoleh keselamatan kekal!