saya ingin tanya tentang saat teduh, apa saat teduh memang harus dilakukan pada pagi-pagi sekali, apa gak bisa digantikan dengan siang atau malam hari karena terkadang saya tidak sempat saat teduh pada pagi hari karena alasan tertentu. Dan saya jadi merasa bersalah sama Tuhan karena hal ini tolong bantu saya. Dan 1 lagi apakah ada tata cara saat teduh (mungkin saya tidak tahu), misalkan sebelum baca firman, menyanyikan 1 pujian atau tidak atau mungkin yg lainnya. Terima kasih sebelumnya ; maaf saya banyak tanya. Tuhan memberkati

Andrea

[JAWAB]:

[MC]:

Dear Andrea,

Dalam kita bersaat teduh, sebetulnya tidak ada waktu atau “cara” tertentu.

Memang ada baiknya kita menetapkan waktu yang khusus, misalnya jam 9 malam. Sebisa mungkin kita tepati waktu tersebut, karena waktu tersebut adalah komitmen kita dengan Tuhan. Akan tetapi, bila memang ada halangan yang membuat kita tidak dapat memenuhi komitmen tersebut, kita tidak perlu merasa bersalah. Namun kita tetap perlu menyediakan waktu yang lain di hari tersebut, janganlah kita biarkan satu hari berlalu tanpa kita menjalani persekutuan dengan Tuhan.

Apa yang kita lakukan saat bersaat teduh? Adakah aturan dasar tertentu? Sebenarnya tidak, akan tetapi minimal kita harus BERDOA dan MEMBACA serta MENDALAMI FIRMAN. Hal-hal tersebut lah yang mutlak ada. Bila Andrea ingin menambahkan pujian di awal atau di akhir karena hal tersebut membantu, silakan lakukan.

Yang hendak kami ingatkan adalah mengenai pembacaan dan pendalaman Firman dalam saat teduh.

Ada beberapa point yang harus kita ingat dalam membaca dan mendalami Firman.

1. Saat kita membaca Firman, tanyakanlah apa yang dibicarakan di dalam bagian Firman yang kita baca tersebut. Apa pesan yang disampaikan, kepada siapa pesan tersebut disampaikan, apa tujuan bagian tersebut ditulis.

2. Bagaimanakah relevansi Firman tersebut dengan hidup kita saat ini?

3. Apa yang dapat kita terapkan dari bagian Firman tersebut.

Selain bagian ini, Andrea juga dapat membaca Saat Teduh yang Hidup

Semoga dapat membantu. Selamat bersaat teduh.

[CKM]:

Menurut saya tidak ada ketentuan khusus bahwa saat teduh harus dilakukan pagi hari. Untuk hal ini saya tidak bersikap dogmatik. Tetapi kalau kita bicara ideal, maka memang pagi hari waktu yang tepat untuk bersaat teduh, karena:

1. Meneladani Tuhan Yesus yang pagi2, bahkan dikatakan hari masih gelap (Mar 1:35) Ia sudah bangun dan berdoa.

2. Pagi hari saat dimana pada umumnya pikiran kita masih segar, belum dipenuhi oleh kepusingan hal-hal lain, maka tepatlah kalau pagi hari dimana pikiran masih segar ini kita isi dengan firman Tuhan.
Kalau memang pagi hari tidak memungkinkan, maka boleh saat teduh siang atau malam hari. Bahkan ada teman saya yang menyisihkan waktu untuk saat teduh saat isitirahat siang (dilakukan dalam situasi darurat). Ini dilakukan jika pagi dan malamnya tidak memungkinkan. Teman saya ini bersaaat teduh rutinnya malam.
Saat teduh sering menjadi hanya rutinitas dan kegiatan lahiriah. Maka disini perlu berhati-hati. Saat teduh harus lahir dari suatu kesadaran bahwa saya perlu pimpinan dan berkat Tuhan setiap hari sebelum saya memulai seluruh kegiatan pada hari tsb. Kalau tidak ada kesadaran itu, maka saat teduh akan hanya menjadi rutinitas yang sia-sia atau kegiatan lahiriah tanpa makna dan hanya menjadikan munafik.
Saat teduh pagi hari tidak berarti orang itu lebih suci atau lebih rohani atau lebih kudus dari orang yang saat teduh malam atau bahkan di sela-sela istirahat siangnya. Silakan Anda persiapkan waktu yang menurut Anda saat itu tepat untuk bersaat teduh dan lakukan dengan komitmen dan jangan berdalih macam2 lagi. Karena manusia mempunya 1001 alasan logis/dalih untuk membenarkan tindakannya yang padahal mendukakan Tuhan. Selamat bersaat teduh.