kan jelas2 di alkitab tertulis bahwa sabat harus dijaga, dan karena sabat itu adalah hari sabtu, bukankah dosa besar kalo meninggalkan sabat dan menggati jadi ibadah minggu?

G

[JAWAB]:

[CKM]:

Ada beberapa hal prinsip dan keterangan yang harus diperhatikan:

1. Roma 14:6 mengatakan bahwa ‘memelihara’ atau ‘tidak memelihara’ hari tersebut haruslah dilakukan untuk Tuhan. Dan seseorang tidak mungkin tidak memelihara Sabat demi Tuhan.

2. Kol 2:16-17. Kata ‘Sabat’ dalam Perjanjian Lama tidak diterapkan hanya pada hari yang ketujuh, tetapi kepada semua hari-hari dari istirahat kudus yang dipelihara oleh orang-orang Ibrani, dan secara khusus menunjuk pada permulaan dan penutupan dari pesta perayaan mereka yang besar. Tidak diragukan bahwa di tempat ini kata itu menunjuk pada hari-hari itu, karena kata itu digunakan dalam bentuk jamak, dan sang rasul tidak menunjuk secara khusus pada apa yang secara benar dinamakan Sabat. … Seandainya ia menggunakan kata dalam bentuk tunggal – ‘Sabat’ – maka tentu saja jelas bahwa ia bermaksud untuk mengajar bahwa perintah itu tidak mengikat lagi, dan bahwa Sabat tidak perlu dipelihara lagi. Tetapi penggunaan istilah itu dalam bentuk jamak, dan hubungannya, menunjukkan bahwa ia menujukan matanya pada sejumlah besar hari-hari yang dipelihara oleh orang-orang Ibrani sebagai pesta-pesta perayaan, sebagai bagian dari hukum yang bersifat upacara dan TYPE, dan bukan pada hukum moral, atau 10 hukum Tuhan. Tidak ada bagian dari hukum moral – tidak satupun dari 10 hukum Tuhan – yang bisa dikatakan sebagai ‘bayangan dari apa yang harus datang’. Hukum-hukum ini, dari sifat dari hukum moral, merupakan kewajiban yang bersifat kekal dan universal.

3. Hari Sabat sebetulnya adalah hari Sabtu. Bangsa Israel menghitung hari dengan cara berbeda dari orang Cina. Bagi orang CIna, hari pertama adalah hari Senin, tetapi bagi bangsa Israel, hari pertama adalah hari Minggu, hari kedua adalah hari Senin, dst., sehingga bagi mereka hari ketujuh adalah hari Sabtu. Jadi, hari Sabat sebetulnya (pada jaman PL) adalah hari Sabtu. Juga  yang perlu diingat adalah bahwa pergantian hari mereka terjadi pada jam 18.00. Jadi kalau bagi kita masih Jumat jam 18.00, bagi mereka saat itu sudah mulai masuk hari Sabtu/Sabat.

4. Sabat diubah dari Sabtu menjadi Minggu. Sabat Kristen berbeda harinya dengan Sabat Yahudi. Bagi orang Kristen, hari Sabat berubah dari Sabtu menjadi Minggu.  Alasannya:

a. Kristus bangkit pada hari Minggu, dan 2x Ia menampakkan diri setelah kebaktian, juga pada hari Minggu. Pengakuan Iman Westminster XXI.7 berbunyi:

7. Menurut hukum alam, seharusnya manusia menyisihkan bagian waktu secara umum untuk menyembah Allah. Begitu pula dalam Firman-Nya Dia menetapkan secara khusus satu hari dari ketujuh hari menjadi Hari Sabat, yang perlu dikuduskan untuk Dia. Hal itu Dia lakukan melalui suatu perintah yang tegas, yang termasuk hukum kesusilaan, yang berlaku untuk selamanya, dan yang mengikat semua orang dari segala umur.[a] Sejak permulaan dunia hingga kebangkitan Kristus hari itu adalah hari terakhir tiap-tiap minggu.[b] dan sejak kebangkitan Kristus hari itu diubah menjadi hari pertama tiap-tiap minggu. Dalam Alkitab hari itu disebut Hari Tuhan.[c] dan perayaannya harus diteruskan sampai akhir dunia, sebagai Hari Sabat Kristen.[d] (a. Kel 20:8,10:11; Yes 56:2-4,6-7. b. Kej 2:2-3; 1Ko 16:1-2; Kis 20:7. c. Wah 1:10. d. Kel 20:8,10 bersama Mat 5:17-18.)

8. Yoh 20:19,26.

a.  “pada hari pertama minggu itu”. Yohanes menulis sedemikian rupa sehingga hari pertama itu sangat ditekankan. Bandingkan dengan versi KJV: ‘Then the same day at evening, being the first day of the week’.

b.  “malam”. Text yang sedang kita pelajari ini (Yoh 20:19-23) paralel dengan Luk 24:36-dst. Jika dilihat dari Luk 24:29,33,36 ini, terlihat dengan jelas bahwa saat ini bukan lagi siang/sore (sebelum jam 18.00) tetapi sudah malam (lewat dari jam 18.00). Itu berarti bahwa sebetulnya, dari perhitungan waktu Yahudi, itu bukan lagi hari pertama (minggu) tetapi hari kedua (senin).  Jika Yohanes menggunakan perhitungan waktu Yahudi, maka ia tidak mungkin menggabungkan ‘malam’ dengan ‘hari pertama minggu itu’. Bagian ini perlu diperhatikan karena ada orang-orang yang menolak perubahan Sabat dari Sabtu menjadi Minggu dengan mengatakan bahwa Yesus menampakkan diri di sini pada hari Senin, bukan pada hari Minggu. Itu memang Senin berdasarkan perhitungan waktu Yahudi, tetapi itu adalah Minggu berdasarkan perhitungan waktu Romawi. Dan Yohanes kelihatannya menggunakan perhitungan waktu Romawi.

c.  “berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat”. Kita memang tidak tahu apa tujuan para murid berkumpul pada saat itu, tetapi sedikitnya itu adalah suatu persekutuan. Bahkan ada penafsir yang beranggapan bahwa murid-murid berkumpul pada hari minggu dalam Yoh 20:19 itu, untuk berbakti.

9. Yoh 20:26. Maksudnya adalah 8 hari setelah Yoh 20:19. Ini bukan hari Senin, tetapi hari Minggu! Yoh 20:19 adalah hari Minggu. 8 hari setelah itu/hari ke 8 setelah itu juga adalah hari Minggu! (bandingkan dengan Yesus yang mati pada hari Jumat, lalu bangkit pada hari ke 3 yang adalah hari Minggu – itulah cara mereka menghitung hari!). Kenapa Yesus muncul lagi-lagi pada hari Minggu? Untuk menekankan perubahan Sabat dari Sabtu menjadi hari pertama (Minggu). Menurut Matthew Henry,” Ia menunda itu selama 7 hari. Dan mengapa demikian? … supaya Ia bisa meletakkan suatu penghormatan pada hari pertama dari suatu minggu, dan memberikan suatu isyarat yang jelas dari kehendakNya, bahwa hari itu harus diperingati/dihormati dalam gerejaNya sebagai Sabat Kristen, hari libur mingguan dan pertemuan kudus mingguan.” Jelas bahwa inisiatif perubahan Sabat itu tidak mungkin datang dari rasul-rasul, yang lalu disetujui oleh Yesus. Inisiatif itu datang dari Yesus sendiri, yang secara sengaja dan terencana melakukan 2x pemunculan pada hari Minggu, dan dengan demikian memberikan isyarat yang jelas tentang hal itu.

10. Sejak kebangkitan Tuhan Yesus, orang-orang kristen berbakti pada hari pertama/hari Minggu. (Kis 20:7; 1 Kor 16:1-2). Dari kedua text di atas (Kis 20:7 dan 1Kor 16:1-2), terlihat bahwa berbakti pada hari Minggu ini sudah dimulai sangat awal. Beberapa penafsir mengatakan bahwa sejak awal abad kedua, seluruh gereja sudah meninggalkan Sabat Yahudi (Sabtu), dan menggunakan hari Minggu sebagai hari Sabat/Kebaktian. Ke-universal-an seperti ini tidak mungkin terjadi kalau hanya orang-orang kristen tertentu yang mengubahnya. Pasti rasul-rasul yang mengubahnya, dan mereka tidak mungkin mengubah berdasarkan kemauan/pemikiran mereka sendiri. Mereka pasti mendapat perintah dari Tuhan. Perhatikan perkataan dari Charles Hodge mengenai 1 Kor 16:2,” Bahwa hari yang pertama dari minggu, oleh penetapan ilahi, dijadikan hari kudus bagi orang-orang kristen, bisa disimpulkan, … Dari praktek yang seragam/sama dari seluruh gereja, praktek mana, karena mempunyai bukti yang jelas dari persetujuan/dukungan rasuli, adalah bersifat memerintah/mempunyai wewenang.”