Aku pny persoalan yg smp skrng ini buat aku mau mati rasanya.. aku wanita, bekerja di bgn marketing, sdh bersuami mempunyai anak cewe umur 5th..pernikahan aku sendiri bisa dibilang kurang harmonis krn suami tdk bekerja.. Aku menjalin cinta terlarang dng seorang cowo (blm merit tapi sdh pny pacar) yg usianya lbh muda dari aku..hubungan aku & dia “sudah melewati batas” smp akhirnya dia mutusin hubungan ini krn dia sadar bhw selama ini dia hanya mengejar bayangan. Dia takut “karma”..

Awalnya aku ga terima keadaan ini, aku sakit hati, dendam, marah sm dia tapi aku jg tau hubungan ini memang hrs berakhir.. Yg jadi masalah knp smp saat ini (sdh hampir 7 bln sejak kami putus) aku ga bs lupain dia, aku sering nangis inget dia. kadang2 di tengah malam aku tiba2 terbangun dr tidur & lsng ingat dia. aku lsng menangis lg??sedangkan perasaan aku sm suami aku sendiri sdh hambar (sungguh aku merasa sdh tdk cinta sm suami aku lg krn cintanya aku sdh kuberikan kepada dia).. mohon saran dari temen2 aku unt masalah aku ini..bgm caranya spy aq bs lupain dia dan hilangin sakit hati ini? Bgm membangun kembali cintanya aku sm suami aku? apa benar menjalin hub. terlarang akan mendapatkan karma di kemudian hari? thanks buat sarannya.

Mia (nama samaran)

[JAWAB]:

[DSB]

Dear mbak Mia,

Sungguh berat rasanya menjadi seorang istri yang harus menjadi tumpuan hidup keluarga sekaligus seorang ibu yang membesarkan anaknya. Tentu ini tidak mudah bagi mbak Mia. Dan sayangnya karena keterbatasan media e-mail ini, mbak Mia tidak dapat menjelaskan kepada kami mengenai ketidakharmonisan dalam keluarga mbak. Apakah memang sebab ketidakharmonisannya adalah karena suami mbak yang tidak bekerja, atau masalah lain. Yang jelas mbak Mia tidak merasa puas dengan suami mbak dan kemudian mencari cinta di tempat lain.

Mbak, bagi wanita, hubungan intim bukan hanya menjadi sekedar hubungan fisik. Dalam seks seorang wanita mengikatkan dirinya secara emosi kepada orang yang dicintainya. Berbeda dengan pria yang dapat melupakan begitu saja hubungan intim yang sudah terjadi. Kalau hal ini terjadi antara pria dan wanita tanpa ikatan pernikahan, akibatnya seperti yang mbak alami sekarang ini. Sang pria akan cenderung lebih mampu memadamkan cintanya (kalau memang sudah ada cinta) kepada mbak dan wanita yang ditinggalkan (yaitu mbak Mia) akan merasa seakan-akan sesuatu sudah dirampas dari dirinya. Mbak kemudian menjadi marah, dendam, sakit hati dan sebagainya. Hal ini ditambah lagi dengan efek bahwa bukan mbak yang memutuskan hubungan ini. Pihak yang memutuskan umumnya lebih siap untuk melepaskan pasangannya. Sedangkan pihak yang diputuskan seakan dipaksa untuk berhenti mencintainya. Kemungkinan, ini juga yang mengakibatkan mbak menjadi sulit untuk melupakan PIL mbak tersebut.

Mbak Mia, kalau seseorang (apalagi kalau orang tersebut percaya Kristus) melakukan dosa perselingkuhan, yang sedih bukan hanya pasangan dan anak-anaknya. Yang menderita bukan hanya keluarga orang yang melakukan dosa tersebut. Tetapi terlebih dari itu, Tuhan kita sangat sedih dan menderita karena pelanggaran-pelanggaran kita. Dia sungguh ingin menolong mbak Mia dan memulihkan kondisi mbak. Maka hal paling pertama yang harus mbak lakukan adalah bertobat. Akui segala perbuatan mbak kepada-Nya dan mohonlah Dia yang menuntun hidup mbak untuk memulihkan hubungan mbak dengan suami. Kalau mbak sungguh-sungguh bertobat dan rindu untuk dipulihkan, saya percaya Tuhan akan membantu mbak dengan luar biasa. Namun mbak pun perlu komitmen untuk melupakan PIL dan memulihkan hubungan dengan suami mbak.

Lebih lanjut, saya kira media ini terlalu terbatas untuk dapat membantu mbak Mia dalam menjawab permasalah mbak. Maka saya sangat menyarankan mbak untuk pergi kepada Hamba Tuhan di tempat mbak beribadah untuk berkonseling dengan Hamba Tuhan tersebut. Atau mbak dapat juga pergi ke konselor Kristen profesional lain. Kalau mbak memang membutuhkan jasa konselor profesional tersebut dan membutuhkan informasi, kami akan mengirimkannya kepada mbak melalui e-mail.

Mengenai karma, dalam keKristenan istilah yang lebih tepat adalah hukum “tabur-tuai”

(Gal 6:7) Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Artinya setiap hal yang kita lakukan, selalu ada akibatnya. Memang hukuman karena dosa tersebut dapat Tuhan hapuskan kalau kita bertobat.Namun akibat-akibat langsung dari perbuatan tersebut tentu tidak dapat Tuhan hilangkan begitu saja. Sebagai buktinya, mbak sendiri sudah merasakan penderitaan yang menyakitkan akibat diputuskan PIL. Demikian juga akibat-akibat sosial seperti kalau suami/anak mbak sampai mengetahui kejadian ini. Namun yang luar biasa, saat kita bertobat, Tuhan kita tidak akan meninggalkan kita. Ia akan selalu menyertai kita melalui akibat-akibat yang ditimbulkan oleh dosa kita sendiri tersebut.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

(Mazmur 103:8-11)

GBU