Syalom, saya mau nanya bagaimana caranya untuk melepaskan dosa perzinahan? karena saya dan pacar saya sudah pacaran 2 tahun dan selama itu juga kami sering berbuat sebuah dosa perzinahan (sampai ML). sering kali ingin bertobat tapi sering jatuh.

Saya juga mau nanya apakah salah kalo menjalin hubungan dengan laki-laki yang pendidikannya rendah dari saya, apakah nantinya akan bahagia?Karena saya mendapat rintangan dari orang tua karena pendidikan kami berdua berbeda.
Mohon pendapat/ sarannya. Terima kasih.

NN

[JAWAB]:

[DSB]:

Dear NN,

Kami sangat sedih dengan jatuhnya NN dan pasangan NN ke dalam jurang hubungan terlarang. Tentunya bukan hal yang mudah bagi NN untuk mengungkapkannya kepada kami. Namun ada 1 hal yang membuat kami terhibur yaitu keinginan NN yang kuat untuk bertobat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Ini adalah suatu modal yang cukup besar karena komitmen yang kuat adalah salah satu hal yang diperlukan untuk mengatasi dosa ini.

Sdri NN, dosa seksual berbeda dengan dosa yang lainnya. Ia mempunyai sifat dapat menimbulkan kecanduan bagi orang yang melakukannya. Ini disebabkan karena adanya hormon Adrenalin yang dikeluarkan tubuh saat tubuh manusia terangsang. Bahkan pada saat kita baru memikirkan dosa tersebut atau baru mengingat apa yang telah kita lakukan, adrenalin kita sudah terpompa dan menimbulkan perasaan nikmat pada diri kita. Ini membuat dosa seksual menjadi sulit untuk dilepaskan.

Karena itu sebagai solusi jangka pendek, ada beberapa tips untuk mengatasi masalah ini:

1. Alihkan perhatian kalian berdua. Isilah waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang berguna, misalnya olah raga, atau pelayanan atau malah bekerja. Hal ini akan membantu NN untuk mengalihkan pikiran dari hal-hal yang berbau dosa.

2. Hindari berada di tempat yang memungkinkan kalian berdua untuk melakukan hubungan tersebut. Coba Anda berdua evaluasi, di mana hubungan tersebut dilakukan, dan coba hindari berada di tempat-tempat tersebut hanya berdua saja. Ini bisa jadi di rumah atau di tempat kost atau di mana saja.

3. Lebih baik apabila mengajak teman-teman lain untuk pergi bersama, daripada pergi berdua saja. Hal ini membantu mengalihkan perhatian kalian berdua sekaligus menjaga kalian dari perbuatan dosa.

4. Memiliki teman akuntabilitas. Adalah hal yang sangat membantu apabila kalian berdua dapat menceritakan masalah kalian kepada teman yang dapat dipercaya yang dapat membantu menjaga NN dan pasangan dari dosa penzinahan tersebut. Teman Anda tersebut dapat mengingatkan, menelepon atau mengecek NN apabila NN sedang berkencan dengan pasangan.

5. NN dan pasangan harus membuat suatu daftar batasan-batasan pacaran yang diijinkan. Misalnya sun pipi diijinkan, namun sun bibir NO. Gandengan tangan boleh, namun rangkulan dari belakang atau berhadap-hadapan NO. Patuhi aturan tersebut setelah dibuat.

Untuk solusi jangka panjang, kalau NN dan pasangan sudah yakin untuk ingin menempuh hidup bersama sebagai suami istri, maka saya menyarankan NN dan pasangan untuk segera menikah. Hal ini akan sangat membantu menyelesaikan masalah yang sudah genting ini. Tentunya sampai pernikahan itu benar-benar terjadi, Anda berdua harus bisa menahan diri dan menjaga kekudusan. Dan saat bimbingan pra-nikah dari gereja (apabila gereja Anda memilikinya), hendaknya dipergunakan baik-baik untuk berkonseling kepada hamba Tuhan untuk menceritakan sejujurnya mengenai masalah dosa ini. Ini akan sangat membantu menjaga kekudusan kalian berdua.

Namun apabila membaca pertanyaan NN, sayang sekali kelihatannya masih ada yang mengganjal hati NN dalam menjalin hubungan dengan sang kekasih. Yaitu masalah perbedaan latar belakang pendidikan. Perbedaan latar belakang pendidikan bisa saja menjadi masalah ataupun tidak jadi masalah dalam kehidupan pernikahan Anda kelak, namun ada yang lebih penting yang harus NN pertimbangkan, yaitu bagaimana dengan kerohanian Anda berdua? Apakah pasangan Anda dapat mendukung pertumbuhan rohani NN? Dan bagaimana sebaliknya? Bagaimana upaya NN untuk berhenti melakukan dosa ini, apakah dia juga mempunyai komitmen yang sama besarnya? Bagaimana juga pengenalan diri kalian berdua? Apakah selama 2 tahun ini hubungan kalian cukup mendalam, dalam arti dapat saling mengerti dan terbuka? Ataukah biasa-biasa saja? Atau malah penuh pertengkaran?

Kalau dari pertanyaan-pertanyaan tadi NN merasa jauh dari pernikahan, maka saya menyarankan NN untuk mempertimbangkan kembali hubungan kalian berdua. Setidaknya mungkin ada baiknya break dulu beberapa waktu (misalnya 1 – 2 bulan). Hal ini disebabkan karena dosa perzinahan yang telah kalian lakukan dapat mengaburkan penilaian objektif mengenai pasangan kalian. Dalam hubungan pacaran yang sehat, hubungan emosi dan pengenalan dari pribadi ke pribadi harusnya bertumbuh sejalan dengan kerohanian keduanya yang juga akan bertumbuh. Kalau karena satu dan lain hal ada relasi yang tidak bertumbuh (stagnan), maka salah satu orang akan bisa merasakannya dan akhirnya memutuskan hubungan cinta tersebut. Namun dalam hubungan pacaran yang dinodai dengan dosa seksual, yang terjadi adalah setiap pertemuan diwarnai dengan hasrat untuk melakukan hubungan fisik saja. Akibatnya hubungan antar hati ke hati justru kurang berkembang dan keduanya akan sulit untuk menilai hubungan antar keduanya dengan objektif. Yang lebih kuat adalah perasaan takut ditinggalkan bagi wanita, dan kadang perasaan posesif bagi pria. Jadi sekalipun hubungan antara keduanya keropos, namun mereka bisa tetap memaksakan menikah. Ini tentu tidak sehat dan berbahaya bagi masa depan keduanya.

Semoga jawaban kami dapat membantu Sdri NN. Kami akan mendoakan NN agar diberi hikmat untuk dapat memutuskan yang baik dan benar demi hidup NN sendiri.

GBU