Saya mau bertanya, apakah hati nurani dapat membawa manusia ke dalam keselamatan? Saya pernah diberitahu oleh seorang guru agama bahwa untuk orang-orang yang belum mengenal Yesus sebagai penebus, akan diselamatkan oleh perbuatannya yang didasarkan hati nuraninya. Tetapi menurut saya hal ini bertentangan dengan ucapan Yesus bahwa Ialah jalan kebenaran dan hidup (bermakna tunggal) yang artinya hanya lewat pengenalan akan Kristus. Terima kasih! GBU

RC

[JAWAB]:

[MC]:

Dear RC,

Tepat sekali RC mengatakan bahwa hanya lewat pengenalan akan Kristuslah seseorang dapat memperoleh keselamatan. Tidak ada jalan lain yang disediakan selain melalui Kristus.

Roma 6:23 dan 3:23 menyatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa, dan upah dosa adalah maut, dan hidup kekal adalah karunia Allah melalui Yesus Kristus. Roma 2:12 juga menyatakan bahwa setiap orang yang berdosa akan binasa, baik ia mengenal hukum Taurat ataupun tidak.

Jadi bagaimana dengan orang-orang yang tidak pernah mendengar tentang berita keselamatan Yesus Kristus? Apakah mereka diselamatkan bila mereka melakukan perbuatan yang didasarkan hati nurani? Ataukah mereka semua dihukum?

Pertama-tama, apakah memungkinkan hati nurani seseorang membimbing kepada keselamatan? Alkitab mencatat hal tersebut tidaklah mungkin. Mengapa?

1. Efesus 2:8-9. Keselamatan dinyatakan sebagai anugerah dan bukan hasil perbuatan, jadi perbuatan apapun tidak dapat membawa keselamatan

2. Kisah Para Rasul 4:12. Tidak ada nama lain yang dapat menyelamatkan selain nama Yesus. Bila kita dapat diselamatkan dengan berbuat baik, bukankah kita diselamatkan karena nama kita sendiri?

3. Roma 3:10-18. Tidak ada seorangpun yang berbuat baik. Saat manusia jatuh ke dalam dosa, kejatuhannya bersifat total, manusia tidak lagi mampu berbuat baik. Jadi tidak mungkin hati nurani kita membimbing kepada keselamatan, karena setiap bagian dari manusia sudah rusak oleh dosa (termasuk hati nurani)

4. Titus 3:5. Keselamatan adalah karya Roh Kudus, bukan manusia. Kita tidak bisa mempertobatkan orang lain, hanya Roh Kudus yang bisa. Bila orang lain saja tidak dapat kita pertobatkan, apalagi diri kita sendiri.

Jadi kita lihat, tidaklah mungkin hati nurani, yang sudah cemar oleh dosa, dapat membimbing kita melakukan perbuatan yang membimbing kepada keselamatan, apalagi kita percaya bahwa keselamatan hanya ada di dalam nama Yesus dan hanya dapat dikerjakan oleh Roh Kudus.

Jadi apakah setiap orang yang belum pernah mendengar tentang Kristus dihukum?

Alkitab sebetulnya tidak pernah mencatat secara jelas apa yang akan terjadi kepada mereka yang tidak pernah mendengar kabar keselamatan. Hal ini sebenarnya tetaplah sebuah misteri. Namun ada beberapa hal yang mungkin saja terjadi.

1. Mereka dihukum. Bila kita berkaca pada doktrin predestinasi (di mana Allah sudah menetapkan orang-orang yang akan diselamatkan), maka untuk mereka yang tidak pernah mendengar tentang Kristus, ada kemungkinan mereka memang tidak pernah ditetapkan Allah untuk diselamatkan.

2. Allah memiliki “cara” untuk memberitakan Injil tanpa melalui manusia. Yohanes 8:56 mencatat sesuatu yang menarik. Yesus menyatakan bahwa Abraham akan melihat Yesus dan ia telah melihat Yesus dan ia bersukacita. Jadi ada kemungkinan Roh Kudus memakai cara yang tidak umum untuk mengenalkan Injil Keselamatan kepada orang-orang yang tidak pernah mendengar tentang Kristus.

Pada akhirnya, meskipun memang tidak tertutup kemungkinan untuk Allah memakai cara di luar manusia untuk memberitakan Injil, akan tetapi Yesus telah mendelegasikan tugas tersebut kepada setiap kita yang telah menerima diri-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Maka dari itu, marilah kita tetap berdoa dan bertekun dalam memberitakan Injil-Nya.