Benernya orang Kristen percaya soal jodoh ga sih? Makasih.

MNSK

[JAWAB]:

[DSB]:

Banyak orang mengira bahwa pasangan hidup adalah jodoh dari yang diatur oleh Tuhan. Hal yang sejalan dengan pernyataan ini adalah bahwa pasangan hidup kita ditentukan oleh Allah, sehingga kita harus menemukan 1 orang (hanya 1 saja, tiada yang lain) yang menjadi pasangan kita. Seakan-akan hanya orang tersebutlah yang paling tepat untuk menjadi pasangan hidup kita.

Memang benar bahwa dalam Kemahakuasaan Allah dan Kemahatahuan Allah, kedaulatan-Nya menentukan segala sesuatu dalam hidup kita ini, bahwa tidak ada hal sekecil apa pun yang lolos dari kuasa dan kedaulatan-Nya, termasuk dalam pasangan hidup. Dalam kedaulatan Allah, Allah sudah menentukan siapa yang akan menjadi pasangan hidup kita. Namun hal ini tidak sama dengan pernyataan bahwa jodoh kita Tuhan yang atur sehingga hanya ada 1 orang yang tepat menjadi pasangan hidup kita. Kedaulatan Tuhan sama sekali tidak menghilangkan kebebasan manusia (silakan membaca penjelasannya di Free Will dan Predestinasi). Tugas kita sebagai manusia bukanlah mencari tahu siapa yang merupakan ketetapan Tuhan untuk menjadi jodoh kita. Kita tidak perlu bertanya-tanya pada cenayang (sekalipun berjubah pendeta). Allah memberikan hikmat kepada manusia untuk memilih pasangannya masing-masing dengan tanggung jawab. Tidak ada orang yang boleh menyalahkan Tuhan karena menganggap Tuhan telah memilihkan dia jodoh yang salah. Tidak hanya 1 orang saja yang dapat menjadi pasangan yang tepat untuk kita.

Ini berarti apabila seseorang datang kepada Anda dan mengatakan bahwa Tuhan menentukan Anda untuk menjadi pasangan hidupnya, Anda dapat menolak orang tersebut tanpa perlu berpikir panjang. Itu pasti bukan dari Tuhan. Dalam seluruh Alkitab hanya ada 1 orang yang tidak dapat memilih pasangannya sendiri atas penentuan Tuhan: Adam! Bahkan dalam kitab Hosea, Allah menyuruh Hosea mengawini seorang pelacur, namun Tuhan tidak mengatakan nama secara spesifik siapa pelacur tersebut.

Jangan salah mengerti, hal ini bukan berarti Allah tidak campur tangan dalam memilih pasangan hidup kita. Tentu saja Dia ikut campur dan menuntun kita ke orang yang tepat, asalkan kita memang mempersilakan Allah membantu kita dalam menentukan pasangan hidup kita. Jadi Allah memang menentukan siapa yang menjadi jodoh/pasangan hidup kita, tetapi dalam kedaulatan-Nya tersebut, manusialah yang punya tanggung jawab untuk memilih dan menjalani pilihannya itu dengan penuh tanggung jawab.

Nah, sekalipun pasangan hidup adalah pilihan manusia, bukan berarti orang Kristen dapat bebas memilih begitu saja pasangan hidupnya. Ada tuntunan yang Tuhan sudah berikan kepada manusia yaitu:

1. Harus berlainan jenis. Bukan homo/lesbian (I Korintus 6:9-10)

2. Harus seiman (2 Korintus 6:14)

3. Sepadan (Kejadian 2:18)

Sebagai penutup, kenyataan mengatakan bahwa bahkan orang yang menikah dengan “jodoh” nya pun akan menghadapi pertengkaran dan kesulitan yang sama (atau bahkan lebih) dengan orang yang tidak menikah dengan “jodoh” mereka.

Ini rahasianya: pertengkaran dan kesulitan itu adalah ujian dalam pernikahan, yang Allah ijinkan terjadi supaya membentuk diri kita dan pasangan kita sehingga semakin dewasa di dalam Dia. Jadi apabila hal seperti ini singgah dalam pernikahan Anda, jangan salahkan Tuhan seakan-akan telah memberikan pasangan yang salah kepada Anda. Jangan juga menyalahkan diri sendiri seakan-akan telah salah memilih, karena hal itu sudah terlambat, lagipula belum tentu Anda salah memilih. Tetapi ubahlah pemikiran Anda untuk melihat bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang percaya kepada-Nya. (Roma 8:28)

[MC]:

Permasalahan jodoh memang merupakan sebuah permasalahan yang sangat menarik. Berapa sering kita mendengar ucapan, “Jodoh itu di tangan Tuhan”, “kalau udah jodoh, ga bakal ke mana-mana”, atau “Dapet jodoh belum?”

Namun, bagaimanakah jodoh secara sudut pandang Kristiani? Apakah ada yang namanya jodoh? Bila tidak ada, apa sih yang menentukan kelanggengan pasangan suami istri?

Seperti yang telah dikatakan rekan DSB, Tuhan memberi kebebasan dan kebijaksanaan kepada kita untuk memilih pasangan hidup. Maka jodoh (dalam pengertian tanpa kebebasan memilih manusia) bukanlah ajaran yang Kristiani.

Secara logika, bila jodoh memang ada, maka ada beberapa hal yang akan terjadi.

1. Kalau pernikahan tidak langgeng, ada dua kemungkinan:

a. orang akan menyalahkan Tuhan. “Wah, Tuhan salah ngasih jodoh buat saya, nih. Makanya pernikahan saya ga harmonis.”

Tapi Tuhan jelas tidak pernah melakukan kesalahan. Bila Ia melakukan kesalahan, Ia bukanlah Tuhan.

b. orang akan memiliki pembenaran untuk perceraian. “Wah, dia bukan jodoh saya, makanya kita bercerai.”

Bukankah jelas Yesus pernah mengatakan bahwa apa yang dipersatukan Tuhan janganlah dipisahkan manusia?

2. Kalau jodoh ada, kita tidak perlu pusing memikirkan pasangan hidup. Mengapa? Karena dengan siapapun kita menikah, dia pasti jodoh kita.

Mengapa demikian? Karena bila Tuhan sudah menetapkan sesuatu, maka tidaklah mungkin bagi siapapun untuk menggagalkannya.

Maka kita lihat, secara logika pun jodoh sebetulnya tidak masuk akal.

Keberhasilan suatu hubungan tidaklah ditentukan oleh jodoh, namun ada beberapa hal yang harus dipelihara agar suatu hubungan bisa berhasil.

1. Kasih.

2. Komitmen.

3. Komunikasi.

4. Kejujuran.

5. Penerimaan dan pengertian.

6. Kesabaran.

7. Penyerahan diri sendiri dan pasangan sepenuhnya ke dalam kasih Tuhan.