Syaloom…

Saya mau bertanya tentang hubungan saya dengan pacar (cewek) saya. Pacar saya lebih tua 5 tahun dari saya, kondisinya dia bekerja dan saya kuliah. Kami berpacaran jarak jauh karena saya kuliah di luar kota. Yang mau saya tanyakan adalah bagaimana caranya menghadapi pacaran jarak jauh itu? Dan bagaimana mengatasi usia pacar saya yang lebih tua itu? Satu lagi dia pernah jujur bilang ke saya kalo dia itu tidak suci (virgin) lagi. Dia melakukan itu dengan mantan pacarnya.

Bagaimana saya mesti jalani ini semua? Padahal saya sangat menyayanginya….

Terima kasih

Tuhan Yesus Memberkati

J di somewhere

[JAWAB]:

Jawaban atas pertanyaan di atas akan kami bagi dalam 2 bagian. Untuk bagian yang pertama ini kami akan menjawab mengenai pacaran jarak jauh terlebih dahulu

[MC]:

Dear J,

Sekali lagi, Alkitab memang tidak memberikan panduan mengenai pasangan selain bahwa pasangan kita harus seiman dan juga merupakan orang yang seimbang dengan kita.

Mengenai pertanyaan J tentang keadaan pacar J yang lebih tua, kami pernah membahasnya di posting terdahulu. Silakan baca artikel Pacaran Dengan Wanita yang Lebih Tua.

Pacaran jarak jauh memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Semakin besar jarak di antara kalian berdua, semakin besar pula tingkat kesulitan yang dihadapi.

Ada beberapa masalah yang harus ditangani dengan hati-hati dalam menjalani hubungan jarak jauh (HJJ). Masalah yang seringkali membuat HJJ menjadi sangat berat adalah ketika rasa kangen muncul dan kita merasakan kebutuhan akan kehadiran pasangan kita. Sayangnya kebutuhan tersebut mungkin tidak dapat dipenuhi dengan mudah.

Bahaya yang sering timbul adalah kebutuhan tersebut akhirnya membuat kita mencari pemenuhannya di tempat lain. Tidak jarang akhirnya muncul figur pria / wanita lain yang dapat menyebabkan hubungan kita berakhir.

Masalah besar lainnya adalah komunikasi. Karena komunikasi hanya dapat dilakukan via telepon, seringkali terjadi salah paham. Penyebabnya antara lain:

1. Bahasa non-verbal pasangan kita yang tidak dapat kita lihat, padahal komunikasi non-verbal seringkali mampu menyampaikan pesan lebih banyak dibanding komunikasi verbal. Seringkali saat kita sedang telepon, kita tidak menyadari kalau pasangan kita saat itu mungkin sedang lelah, stress, dll.

2. Fokus kita saat sedang telepon seringkali mudah terpecah.

Karena hal-hal tersebut, seringkali terjadi salah paham. Bahkan mungkin terjadi konflik. Dan harus diakui, pemecahan konflik dalam HJJ tidaklah mudah. Bukan tidak mungkin konflik yang terjadi akhirnya tidak terselesaikan dan menumpuk lalu meledak di kemudian hari.

Saran saya dalam menghadapi HJJ:
1. Ciptakan komunikasi yang baik. Cobalah untuk mengutarakan apa yang sedang kita rasakan (kesal, senang, letih, dll) di awal komunikasi. Berikan petunjuk-petunjuk kepada pasangan kita agar ia dapat lebih mudah mengerti keadaan kita saat itu.
Bila salah satu sudah lelah, ada baiknya percakapan jangan terlalu panjang. Selain agar dapat memberikan kesempatan beristirahat, hal tersebut juga dapat mencegah emosi negatif yang muncul sebagai akibat rasa lelah tersebut.

2. Bangun kepercayaan dan komitmen, lalu lindungi diri Anda sendiri dari hal-hal yang mungkin merusak kepercayaan dan komitmen tersebut. Hal itu terutama berlaku saat kita sedang kangen dan ingin mencari-cari kesempatan dengan pihak lain.

3. Luangkan waktu sesering mungkin untuk bertemu, dan dalam pertemuan-pertemuan tersebut, usahakanlah untuk mengisinya dengan aktivitas yang membangun relasi kita dengan pasangan.
Menonton bioskop TIDAK termasuk aktivitas yang membangun. bukan berarti kita tidak boleh pergi nonton, akan tetapi janganlah kita habiskan waktu kita terlalu banyak menonton bioskop. Mengapa? Kita tidak menjalin relasi dengan pasangan kita saat kita menonton bioskop karena fokus kita ada pada film.

4. Saat kita hendak menapaki hubungan ke arah yang lebih dalam, ada baiknya dicari cara agar J dapat tinggal satu kota dengan pasangan. Hal ini akan berguna untuk membawa kita mengenal pasangan kita dengan lebih baik lagi.

Pada akhirnya, saya ingatkan kembali bahwa yang terpenting adalah 4K (kasih, komitmen, kepercayaan, dan komunikasi). Dalam segala hal, cobalah pikirkan pengaruh tindakan kita kepada keempat hal tersebut.

Mengenai virginitas akan kami bahas di post berikutnya:

Pacarku Tidak Perawan Lagi

Tuhan berkati.