Syalom! Saya ingin bertanya mengenai dunia teknologi secara kristen. Yang ingin saya tanyakan apakah kita sebagai orang kristen berdosa jika menggunakan program komputer bajakan hanya untuk keperluan pribadi saja? Mohon jawabannya, terima kasih. GBU

RC

[JAWAB]:

[MC]:

Dear RC,

Permasalahan mengenai software bajakan memang merupakan topik yang menarik untuk dicermati. Apalagi saat ini Indonesia tercatat sebagai salah satu negara pemakai software bajakan terbesar di dunia. Bahkan banyak gereja yang memakai software bajakan di kantor-kantor mereka.

Jadi bagaimana sih seharusnya kita menanggapi permasalahan tersebut? Bolehkah kita menggunakan software bajakan untuk kepentingan pribadi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus kembali kepada License Agreement yang tercantum saat kita membeli software.

Rata-rata License Agreement menyatakan bahwa software yang dibeli tersebut hanya boleh dipergunakan untuk SATU KOMPUTER (bukan satu orang atau satu perusahaan), jadi seandainya kita membeli sebuah software dan menginstallnya di dua buah komputer yang kita miliki, sebenarnya hal tersebut telah melanggar hukum.

Jadi sebenarnya jelas, penggunaan software bajakan tidak dapat dibenarkan secara hukum sekalipun untuk keperluan pribadi.

Sebagai orang Kristen yang baik, kita diperintahkan untuk tunduk kepada pemerintah. Hukum yang mengatur perlindungan terhadap software-software tersebut tentu saja dikeluarkan oleh pemerintah.

Selain itu, software adalah hak milik dari sang pembuat (baik perusahaan maupun perorangan). Jadi, menggunakan software bajakan pada dasarnya sama saja dengan mencuri.

Jadi dengan menggunakan software bajakan kita paling tidak telah melanggar dua perintah Tuhan, yaitu taat pada pemerintah dan jangan mencuri.

Masalahnya, harus diakui bahwa harga software resmi memang tidak murah. Beberapa hari lalu Adobe meluncurkan produk Creative Suit 5. Produk tersebut dilepas dengan harga antar US$ 1600-2000! Bila dikonversi ke rupiah, harganya antara 15-20juta.

Sangat mahal! Apalagi bila kita bandingkan dengan UMR di Indonesia yg berada di kisaran 1,5-2juta. Artinya bila seseorang yang memiliki gaji UMR hendak membeli software tersebut, ia harus menabung hampir setahun tanpa memakai pendapatannya sama sekali!

Jadi bagaimana?

Solusi yang terbaik sebenarnya adalah dengan mencari software-software yang gratis. Saat ini telah cukup banyak software yang bisa didapatkan secara gratis. Misalnya, untuk mengganti Microsoft Office, kita bisa menggunakan OpenOffice.