Juga ingin saya tanyakan bahwa apakah kekristenan mempercayai teori evolusi? Guru agama katholik saya berkata bahwa katholik mempercayai hal tersebut. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

RC

[JAWAB]:

[MC]:

Gereja Roma Katolik memang sudah cukup lama menjadi “pendukung” evolusi. Pandangan mereka adalah bahwa mungkin saja Allah menggunakan proses evolusi dalam penciptaan manusia.

Bagaimana dengan orang Kristen?

Sebelum kita berbicara lebih jauh, perlu kita ketahui bahwa ada dua jenis evolusi, yaitu evolusi makro dan evolusi mikro.

Evolusi makro adalah proses evolusi di mana suatu species baru tercipta (misalnya, dari monyet menjadi manusia), sementara evolusi mikro adalah proses evolusi di mana suatu varietas baru tercipta (misalnya anjing pudel dan anjing pom). Yang sering diperdebatkan adalah evolusi makro, namun evolusi mikro sebenarnya bisa diterima, bahkan oleh orang Kristen sekalipun.

Ada alasan mengapa evolusi disebut teori evolusi dan bukan hukum evolusi. Teori adalah sesuatu yang masih perlu dibuktikan dan belum dapat diterima sebagai kebenaran, sementara hukum adalah sesuatu yang sudah terbukti dan dapat diterima sebagai kebenaran. Hal ini adalah karena evolusi makro sampai saat ini tidaklah dapat dibuktikan!

Penelitian Charles Darwin, sang bapak evolusi, di kepulauan Galapagos sebenarnya adalah pembuktian akan evolusi mikro, di mana dari satu jenis burung Finch terbentuk beberapa macam jenis burung Finch lainnya. Judul buku Darwin “The Origin of Species” (Asal Muasal Spesies) sebenarnya sangatlah tidaklah tepat.

Bagaimana dengan pandangan Kristiani akan hal ini?

Pertama-tama, saat Allah menciptakan segala sesuatu, Ia “melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik.” (Kejadian 1:31). Bila segala sesuatu itu sungguh amat baik, lalu mengapa dibutuhkan evolusi?

Lalu, proses evolusi makro didasarkan pada proses seleksi alam, di mana yang kuat dan mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sementara yang lemah dan tidak mampu beradaptasi akan mati.

Jadi, untuk dapat sampai kepada manusia dari seekor kera, pastilah harus terjadi adaptasi yang berlangsung lama sekali. Sementara itu, kera-kera yang tidak mampu beradaptasi akan mati di tengah proses ini.

Namun, bila kita berkaca kepada kisah penciptaan, kematian tidak terjadi sampai manusia jatuh ke dalam dosa!

Hal ini tentu sungguh bertentangan dengan proses evolusi makro! Dalam proses evolusi makro, kematian ada sebelum manusia ada, sementara di dalam Alkitab kematian terjadi setelah manusia ada (karena kematian adalah akibat dari dosa Adam).

Dengan demikian, logika evolusi sangatlah bertolak belakang dengan logika Firman Tuhan dan tidak dapat diterima oleh orang Kristen.

Terakhir, kalau kita membaca silsilah Yesus dalam Lukas 3 kita akan menemukan bahwa Yesus adalah anak Yusuf (menurut anggapan orang), anak Eli. Dan kita sampai kepada bagian akhir silsilah tersebut (ayat 38), ditulis bahwa Yesus adalah anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

Sebagai keturunan (anak) Adam, sayapun anak Allah. Silakan RC pilih silsilah mana yang RC lebih sukai:
– anak Adam, anak Allah, atau
– anak Adam, anak monyet🙂