dear sophia,

saya mempunyai pacar umur 35 tahun dan saya berumur 37 tahun kami berdua kristen. kami berencana akan menikah 6 bulan lagi. Kami berpacaran jarak jauh selama 1 tahun, komunikasi kami dibangun lewat telefon hampir setiap hari dan beberapa kali berdoa bersama di telefon. Tetapi tiba-tiba saya mendengar kabar dari pacar saya sendiri bahwa di awal PDKT awal jadi pacaran dengan saya, pernah sekali dia melakukan hubungan seks dengan seorang janda (cerai suami masih hidup). janda tersebut datang ke kantornya pada malam hari dan menurut pacar saya janda tersebut menjebaknya. Dan sekarang janda tersebut sudah melahirkan anak dan meminta pertanggungjawaban dari pacar saya. Pacar saya tidak yakin bahwa anak itu adalah hasil hub dia dengan janda tersebut karena janda tersebut memang suka bertukar pasangan menurut pengakuan pacar saya. Sehingga harus dibutktikan dengan tes DNA. Kalaupun benar anak terebut hasil hub dengan pacar saya, maka dia akan bertanggungjawab terhadap anak tersebut tetapi tidak akan menikahi janda tersebut karena tidak ada rasa cinta.

Pacar saya juga mengakui bahwa dirinya sudah kotor dan tidak layak untuk saya. Pacar saya mengakui bahwa sebelum berpacaran dengan saya dia dia telah melakukan hub sex dengan 3 orang mantannya, tetapi hanya janda ini yang hamil.
Dia mengatakan sering merasa diri tak layak di hadapan Tuhan dan kotor. Sering berketetapan hati tetapi tidak dapat menahan diri.

Orang tua dari pacar saya adalah orang yang taat mengadakan pembacaan firman Tuhan setiap malam di rumahnya. Bahkan dahulu pacar saya aktif di salah satu persekutuan tetapi akibat dosa seks ini ia menarik diri merasa diri tidak layak.
Pacar saya akan segera menyelesaikan masalah ini dengan janda tersebut kemudian pacar saya akan membicarakan pernikahan bahkan mungkin mengundurkannya sampai tahun depan.

Pertanyaan saya :
1. Apakah saya harus mempertahankan hubungan ini? Saya merasa tidak sanggup jika ternyata anak tersebut benar anak hasil hub mereka. Tetapi saya masih mencintai pacar saya.
2. Apakah setelah menikah dia tidak akan melakukan hub sex dengan wanita lain. menurut pengakuan pacar saya dia tidak akan menodai pernikahan.
3. Apakah yang harus dilakukan oleh pacar saya agar benar-benar terlepas dari dosa ini.
4. Apakah menurut firman Tuhan pacar saya ini harus menikahi janda tersebut?

NN

[JAWAB]:

[DSB]:

Dear NN,

Sungguh berat dan menyakitkan perasaan NN mendengar bahwa pacar NN yang diharapkan menjadi suami di usia NN yang tidak muda lagi, ternyata telah melakukan hubungan seksual dengan wanita lain. Sayang sekali bahwa bukan hanya pernah melakukannya, tapi juga melakukannya pada saat sudah berpacaran dengan NN. Ini tentu membuat hati NN gundah. Ada suatu ketakutan juga yang dirasakan NN mengingat ini sudah terjadi 3 kali. Apalagi saat terakhir kali ternyata hamil.

Dalam hubungan pacaran, segalanya akan menjadi sulit dan menyeramkan apabila dalam pacaran telah melampaui titik di mana tidak bisa kembali lagi (point of no return). Dalam hal ini pacar Anda kalau terbukti sebagai ayah dari anak yang dikandung oleh janda tersebut, mungkin bisa saja tidak menikahi sang janda. Namun hal tersebut tidak akan bisa menghilangkan akibat yang sudah ditimbulkannya yaitu ada anak yang menjadi tanggung jawab dia. Belum lagi mengingat track record pacar NN yang sudah 3 kali berhubungan seks, apalagi dengan wanita yang melakukan free sex berarti kemungkinan pacar NN mempunyai penyakit seksual juga cukup besar.

Ditambah lagi dengan hubungan NN selama ini dengan sang pacar ternyata dilakukan dengan jarak jauh, akibatnya akan lebih sulit bagi NN untuk mengetahui sifat, kebiasaan dan kehidupan yang sebenarnya dari pacar Anda.

Untuk sang pacar, saya hanya bisa menyarankan kalau memang dia sungguh-sungguh untuk bertobat, sebaiknya datang ke hamba Tuhan setempat untuk konseling dan digembalakan secara khusus.

Untuk NN, Anda perlu memikirkan secara serius hubungan Anda dengan pacar Anda ini, melihat kenyataan di atas.  Yang cukup penting adalah, kalau Anda tetap memilih mempertahankan hubungan ini sampai pernikahan, Anda perlu memastikan bahwa pasangan Anda ini memang dapat dipercaya, dan sudah sungguh-sungguh bertobat. Lebih baik lagi kalau ada konfirmasi pertobatan itu dari hamba Tuhan yang mengkonseling atau dari saudara seiman yang bisa dipercaya. Selain daripada itu, doakan dengan sungguh-sungguh. Percayalah dan bersandarlah pada Tuhan supaya Dia menuntun NN melalui jalan yang sulit ini.

Saya juga akan turut mendoakan NN. GBU