Shallom…apakah Karya Penebusan Kristus dapat dikatakan bhw Allah
Bapa telah melakukan “blunder” (kesalahan yang bodoh – red) dalam “PERENCANAAN” Karya Penciptaan bumi dan isinya terutama manusia?Thx,JLU all.

purwanto

[JAWAB]:

[CKM]:

1. Charles Hodge Berkata bahwa,”Perubahan rencana timbul atau karena kekurangan hikmat atau kekurangan kuasa. Karena Allah itu tidak terbatas dalam hikmat dan kuasa, maka dengan Dia tidak bisa ada keadaan darurat yang tidak dilihat lebih dulu, dan tidak ada kekurangan jalan/cara, dan tidak ada yang bisa menahan/menolak pelaksanaan yang maksud/rencana semula.

Jadi, rencana Allah sudah ada/direncanakan sejak semula (2 Raja-raja 19:25; Maz 139:16; Yes 25:1; Yes 37:26; Yes 46:10; 2 Tim 1:9) dan Rencana Allah itu tidak mungkin berubah/gagal (Bil 23:19; 1 Sam 15:29; Maz 33:11). Allah yang maha tahu dan maha bijaksana, merencanakan seluruh RencanaNya sejak semula! Pada waktu Allah merencanakan, bukankah Ia sudah tahu apakah rencanaNya akan berhasil atau gagal? Kalau Ia tahu bahwa Rencana-Nya akan gagal, lalu mengapa Ia tetap merencanakannya?
2. Rencana Allah juga tercakup dosa, tapi Allah bukan pencipta dosa. Rencana Allah tentang penebusan dosa oleh Kristus (1 Pet 1:19-20) menunjukkan adanya Rencana/penentuan terjadinya dosa.

Westminster Confession of Faith:
Chapter V, 1: “God the great Creator of all things doth uphold, direct, dispose, and govern all creatures, actions, and things, from the greatest even to the least, by His most wise and holy providence, according to His infallible foreknowledge, and the free and immutable counsel of His own will, to the praise of the glory of His wisdom, power, justice, goodness, and mercy.

Chapter V, 4: “The almighty power, unsearchable wisdom, and infinite goodness of God so far manifest themselves in His providence, that it extendeth itself even to the first fall, and all other sins of angels and men; and that not by a bare permission, but such as hath joined with it a most wise and powerful bounding, and otherwise ordering and governing of them, in a manifold dispensation, to His own holy ends; yet so, as the sinfulness thereof proceedeth only from the creature, and not from God, who, being most holy and righteous, neither is nor can be the author or approver of sin“.

‘The Larger Catechism’:

Question 12: “What are the decrees of God?”

Answer: “God’s decrees are the wise, free, and holy acts of the counsel of His will, whereby, from all eternity, he hath, for his own glory, unchangeably foreordained whatsoever comes to pass in time, especially concerning angels and men”

Arthur Pink, ‘The Seven Sayings of the Saviour on the Cross”:

“ bukanlah suatu kebetulan bahwa Tuhan Kemuliaan disalibkan di antara 2 pencuri. Tidak ada kebetulan dalam dunia yang diperintah oleh Allah. Lebih-lebih lagi tidak ada kebetulan pada Hari segala hari, atau dalam hubungannya dengan Peristiwa di antara segala peristiwa – suatu Hari dan Peristiwa yang terletak di pusat sejarah dunia. Tidak; Allah mengontrol adegan/peristiwa itu. Dari kekekalan Allah telah menentukan kapan dan dimana dan bagaimana dan dengan siapa AnakNya harus mati. Tidak ada yang terjadi karena kebetulan atau karena perubahan pikiran manusia. Semua yang telah Allah tentukan terjadi persis seperti yang Ia tentukan, dan tidak ada sesuatupun yang terjadi kecuali yang sudah Ia rencanakan secara kekal. Apapun yang manusia lakukan hanyalah apa yang kuasa/tangan dan rencana/kehendak Allah ‘tentukan untuk terjadi’ (Kis 4:28). Ketika Pilatus memberikan perintah supaya Tuhan Yesus disalibkan di antara 2 kriminil, tanpa ia sendiri sadari, ia sedang melaksanakan ketetapan kekal dari Allah dan menggenapi firman nubuatanNya. Tujuh ratus tahun sebelum pejabat Romawi ini memberikan perintah, Allah telah menyatakan melalui nabi Yesaya bahwa AnakNya harus ‘diperhitungkan sebagai pemberontak/pelanggar’ (Yes 53:12). … Tidak satupun dari firman Allah bisa jatuh ke tanah/gagal. ‘Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firmanMu ditetapkan di surga’ (Maz 119:89 – diterjemahkan dari KJV). Persis seperti yang Allah telah tentukan, dan persis seperti yang Ia beritakan, begitulah hal itu terjadi.