shallom redaksi
saya ingin bertanya dan mohon b
antuannya karena saya agak sedikit bingung nih !!!!
begini, saat ini saya sedang menyukai atau mungkin yang lebih tepatnya mencintai seorang perempuan. dia adalah teman saya 1 gereja dan puji Tuhan dia juga melayani di Ibadah Pemuda gereja kami. dia tidak pernah tahu kalau saya mencintai dia, dan saya belum berani memberitahunya. saat ini saya seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta di kota saya dan di anak SMA di kota yang sama dengan saya. nah yang ingin saya tanyakan adalah

1. apakah salah jika saya mencintainya (menyukai)?
2. apa mungkin saya menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman (serius) dengannya ?
3. apakah hal tersebut tidak akan mengganggu studinya (meskipun saya tidak bermaksud menggangu studinya
4. bagaimana semuanya itu jika ditinjau dari segi Firman Tuhan

mungkin itu saja. mohon bantuannya. Terima kasih

AW

JAWAB:

[MC]:

Kasih adalah salah satu anugerah Tuhan yang paling luar biasa. Maka apabila kita menyukai seseorang (ataupun disukai), itu adalah sebuah hal yang sangat wajar dan indah. Rata-rata hubungan pernikahan saat ini diawali dengan rasa suka satu orang kepada seorang yang lain. Lama-kelamaan rasa suka itu mendalam dan berubah menjadi cinta dan pada akhirnya rasa cinta berubah menjadi komitmen.

Bila AW saat ini sedang menyukai seseorang, itu adalah hal yang wajar. Alkitab memang tidak berbicara banyak mengenai proses sebelum menikah (berpacaran), akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, pasangan kita HARUS berbeda jenis. Jadi bila AW adalah seorang pria, pasangan AW haruslah seorang wanita. Alkitab tidak meninggalkan ruang bagi pasangan sesama jenis. Definisi dari pernikahan Kristen adalah antara satu orang pria dengan satu orang wanita, pasangan homosexual ataupun poligami BUKAN kehendak Allah.

Kedua, Alkitab tegas mengatakan agar terang berpasangan dengan terang, jadi jelas di sini kita dituntut untuk memiliki pasangan yang sudah lahir baru.

Membaca curhat AW, kami gembira karena kedua hal di atas nampaknya sudah terpenuhi dalam pasangan pilihan AW. Silakan AW coba lakukan pendekatan dengan si dia untuk memperdalam hubungan kalian berdua. Namun ada beberapa hal yang perlu diingat.

1. Hargai dan hormati calon pasangan Anda. Hal ini juga termasuk apabila gadis tersebut ternyata tidak memiliki perasaan yang sama dengan AW dan tidak ingin memperdalam hubungan kalian. AW tetap wajib menghormati dan menghargai dia serta menerima keputusannya dengan lapang dada.

2. Tetap bertanggung jawab. Seringkali sepasang kekasih (terutama pasangan yang baru) terhanyut dalam hubungan mereka sampai-sampai mereka melupakan tanggung jawab mereka. Tanggung jawab di sini bukan hanya dalam hal tugas (kuliah / sekolah / kerja), namun juga tanggung jawab terhadap Tuhan (pelayanan dan menjaga kekudusan hubungan), terhadap keluarga dan teman (menyediakan waktu untuk mereka).

3. Bertumbuh bersama. Ada banyak pasangan setelah bersatu akhirnya berhenti bertumbuh. Hubungan yang sehat seharusnya membuat kita semakin bertumbuh secara pribadi. Baik itu bertumbuh di dalam Tuhan, maupun dalam kedewasaan kita dan hal-hal lainnya.

4. Terakhir, ingatlah bahwa hubungan kalian harus diarahkan untuk memasuki jenjang pernikahan. Mungkin kalian masih muda, tapi tetap harus diingat bahwa tujuan dari berpacaran adalah pernikahan, dan bukan hanya untuk main-main semata atau mencari teman dekat semata. Maka seperti telah kami singgung di awal, rasa suka harus bertumbuh menjadi cinta, dan rasa cinta harus bertumbuh menjadi komitmen.

Silakan AW baca juga beberapa posting terdahulu kami yang mungkin dapat membantu AW dalam hal ini.
Kapan Saat yang Tepat Menyatakan Cinta?
Pasangan Hidup: Jodoh atau Pilihan?
Bagaimana Tahu Seseorang Suka pada Kita?