Apa bayi tabung itu diperbolehkan menurut kekristenan? Trims

Andreas

JAWAB:

[CKM]:

Secara medis, teknik bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) tidak dipermasalahkan.  Bagaimana menurut iman Kristen? Sebaiknya tidak dilakukan walaupun jika dalam proses IVF sel telur dan sperma yang digunakan memang dari pasangan suami-istri yang sah. Karena jika tidak, apa bedanya dengan perzinahan.

Namun demikian, IVF juga menyisakan masalah yang jika dilihat dari iman Kristen tidaklah diperbolehkan. Masalahnya adalah dalam proses IVF, IVF akan mengambil beberapa sel telur dan sperma dari pasangan suami-istri tersebut sehingga nanti akan tercipta beberapa “batch” hasil pembuahan. Batch yang menunjukkan hasil pembuahan terbaiklah yang kemudian akan dikembangkan selanjutnya dalam rahim si ibu. Sementara hasil pembuahan lain yang juga berhasil terjadi tetapi dianggap “kualitasnya kurang prima” dibuang/dimusnahkan. Pemusnahan bayi-bayi yang lain ini yang termasuk dalam pembunuhan, yang berarti melanggar hukum ke-6.  Teknik bayi tabung yang dikembangkan kemudian ternyata juga tidak menjawab masalah-masalah yang ditimbulkan, bahkan memperumit dan menambahnya dengan masalah pelik yang baru.

[MC]:

Mendapatkan anak adalah impian dari banyak orang. Apabila cara normal (alamiah) sudah tidak berhasil, seringkali orang mencari jalan lain untuk mendapatkan sang buah hati. Salah satu cara yang sekarang banyak dilakukan adalah dengan cara bayi tabung (in-vitro fertilization).

Prosedur yang dilakukan adalah dengan mengambil sel telur dari sang ibu dan sel sperma dari sang ayah, lalu kedua sel tersebut dipertemukan di dalam tabung. Setelah terjadi pembuahan, maka hasilnya kembali ditanamkan ke dalam rahim sang ibu.

Sayang sekali, prosedur ini tidak dapat diterima secara iman Kristen. Mengapa? Karena dalam proses pembuahan buatan tersebut, dilakukan lebih dari 1 kali pembuahan. Dari hasil-hasil tersebut, dipilih hasil yang diperkirakan merupakan yang terbaik untuk lalu ditanamkan ke dalam rahim sang ibu.

Bagaimana dengan hasil-hasil yang lain? Hasil-hasil tersebut dibuang (dihancurkan). Memang memungkinkan untuk menyimpan hasil-hasil tersebut untuk dapat dipergunakan di masa yang akan datang, akan tetapi, misalnya saja dibuat 10 pembuahan, seandainya disimpan pun, kemungkinan kecil sekali semua hasil tersebut (10 buah) dipergunakan seluruhnya. Dengan demikian, hasil-hasil tersebut hampir pasti dihancurkan.

Apa masalahnya dengan iman Kristen? Iman Kristen memegang teguh bahwa kehidupan dimulai saat terjadi pembuahan (saat sel sperma membuahi sel telur). Dengan demikian, setiap hasil pembuahan dalam tabung sebenarnya telah menjadi satu bentuk kehidupan.

Lalu bila hasil-hasil pembuahan buatan tersebut dihancurkan, sementara mereka sudah merupakan kehidupan, maka tindakan tersebut adalah sama saja dengan aborsi, yang berarti tindakan tersebut adalah pembunuhan. Maka dari itulah, teknik bayi tabung tidak dapat diterima oleh iman Kristen.

Lalu apa yang harus dilakukan bila kita tidak dapat memiliki anak? Tetaplah berdoa dan memohon kepada Tuhan. Alkitab mencatat cukup banyak wanita yang awalnya tidak dapat memiliki anak, namun kemudian Tuhan memberi mereka anak. Kita tentunya ingat cerita Abraham dan Sara yang memiliki Ishak di usia yang sudah sangat tua. Istri Ishak (Ribka) pun tergolong tidak subur sehingga ia baru memiliki anak di usia yang tidak muda lagi.

Anak Ishak dan Ribka, yaitu Yakub, juga memiliki seorang istri (Rahel) yang tidak dapat memiliki anak sampai akhirnya Tuhan mengijinkannya. Kita juga ingat cerita Samuel yang ibunya bahkan sempat dikira pemabuk karena ia menangis sedemikian hebatnya di bait Allah. Akhirnya Tuhan memberikan anak-anak kepadanya.

Maka tetaplah berdoa dan minta Tuhan menganugerahkan anak-anak kepada kita.

Selain itu, cara lain yang cukup baik adalah dengan mengadopsi. Begitu banyak anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya di dunia ini. Tidak sedikit dari antara mereka yang akhirnya tumbuh besar tanpa kasih sayang dan bimbingan orang tua dan akhirnya menjadi orang-orang yang tidak baik.

Dengan mengadopsi mereka, kita memberikan mereka kesempatan untuk mendapatkan kasih sayang, bimbingan, pendidikan, dan banyak hal lain yang hampir pasti akan mengubah jalan hidup mereka.