Hai..sy ingin meminta pandangan dari kamu.
Sy ada mendoakan seseorang utk menjadi pasangan hidup sy..dan hal ini sudah mahu dekat 4tahun sy doakan dia.Sy ada harapan untuk menjadi pasangannya cuma ada saja hal yang mendatang terhadap dirinya sehingga kan jejaka A ini belum boleh memberi jawapan untuk terima sy.

Dan baru2 ini ada muncul seorang jejaka B yang cuba memikat sy dan jejaka B ini juga mempunyai ciri2 lelaki yang sy doakan.Sy tidak menolak mentah-mentah jejaka B ini dan sy hanya minta dia bawa dalam doa dan sekarang jejak B ini tinggal tunggu jawapan dari sy sahaja.

Dan sekarang sy dalam dilema untuk memilih.Dalam pergumulan sy sekarang apakah sy perlu setia dengan doa sy untuk jejaka A atau adakah jejaka B ini yang Tuhan berikan yang terbaik untuk sy atau mungkin Tuhan menguji kesetiaan sy kepada jejaka A.Sekarang apakah jalan yang terbaik untuk sy lakukan??.

Sila bg pandangan.Tuhan berkati…

A, di luar negeri

JAWAB:

[MC]:

Dear A,

Memilih pasangan hidup memang bukan hal yang mudah. Begitu banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipikirkan dengan sangat baik sebelum kita memutuskan pilihan kita untuk menikah dengan seseorang. Terutama karena pernikahan Kristen TIDAK mengenal perceraian.

Dengan mendoakan calon pasangan, A sudah melakukan hal yang sangat tepat dan sangat baik. Kita memang sebaiknya meminta pimpinan Tuhan dalam segala hal, apalagi kami lihat A begitu setia mendoakan pria yang pertama (sampai 4 tahun).

Bila sekarang muncul seorang pria lain yang nampaknya cocok dengan A, ada beberapa hal yang harus A ingat dalam memilih antara kedua pria tersebut.

1. Tuhan TIDAK menetapkan pasangan kita, sebaliknya, Tuhan memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih orang yang akan menjadi pasangan kita. Silakan baca Pasangan Hidup: Jodoh atau Pilihan?

2. Sekalipun A sudah mendoakan pria pertama selama 4 tahun, BUKAN berarti A pasti akan menjadi pasangannya. Tujuan dari doa kita adalah untuk bergumul mencari kehendak Allah, dan ada kalanya Tuhan menjawab doa kita dengan “tidak”. Namun seringkali manusia keras kepala dan memaksa agar Tuhan mengatakan “ya”. Maka, A perlu juga pergumulkan apakah jawaban Tuhan terhadap pria pertama selama ini sebenarnya adalah “tidak” atau “belum waktunya”. Selain itu, bukan tidak mungkin justru pria kedualah jawaban bagi doa A selama ini.

3. Jelaskan kepada kedua pria tersebut akan situasi yang sedang A hadapi, ajaklah mereka berdua untuk mendoakan hubungan A dengan mereka dan apa yang Tuhan kehendaki bagi kalian bertiga.

4. Tetap terdapat kemungkinan bahwa kedua pria ini BUKAN yang terbaik bagi A, dan A harus siap bila Tuhan mengatakan “tidak” terhadap kedua pria ini.

Kami terus berdoa agar Tuhan memberikan kebijaksanaan dalam A memutuskan dalam memilih.

 

[DSB]:

Melengkapi jawaban dari saudara MC, saya rasa waktu 4 tahun adalah waktu yang sudah sangat cukup untuk menggumulkan seseorang. Karena itu sah-sah saja apabila A mau mendoakan 2 orang pria sekaligus, asalkan tentunya jawaban dari A bukanlah YA untuk keduanya.

Tuhan memberikan kepada kita kebebasan dan hikmat untuk memilih pasangan kita. Namun hikmat perlu ditunjang oleh pengenalan yang cukup dengan orang yang kita gumulkan. Karena itu apabila A ingin memutuskan salah satu di antara kedua pria tersebut, keputusan tersebut haruslah diambil setelah menjalani proses pengenalan yang cukup dengan keduanya.

Sdri A, saya percaya bahwa seharusnya pihak prialah yang melamar wanita, dan pihak wanita tugasnya memilih lamaran yang akan diterima. Karena itu apabila sang pria tidak kunjung juga menyatakan cintanya pada A, ada kemungkinan itu merupakan jawaban dari Tuhan juga. Dalam hal ini A telah menunggu 4 tahun namun belum ada pernyataan dari si pria, maka A perlu mempertimbangkan pria lain.

Yang terpenting, tetap berdoa, doakan agar siapapun calon suami A boleh adalah orang yang mengasihi Tuhan dan agar Tuhan menuntun A ke orang yang tepat. Percayalah dan bersandarlah pada Tuhan, Tuhan pasti akan menuntun A untuk menemukan dan memilih pria yang tepat tersebut.