Apakah yg hrs d lakukan? bercerai krn merasa sdh tdk ada kecocokan atau bertahan dgn tertekan krn takut dosa cerai?

WG

JAWAB:

[MC]:

Dear WG,

Kami turut prihatin terhadap apa yang sedang WG hadapi. Memang terkadang sulit sekali untuk memutuskan apa yang harus dilakukan saat pernikahan kita tampaknya memasuki tahap di mana segala sesuatu hal sudah tidak bisa dipersatukan lagi karena ketidak cocokan. Bahkan menurut data dinas kependudukan di salah satu kota besar di Indonesia, di tahun 2010, mayoritas pasangan yang bercerai adalah akibat ketidak cocokan. Angkanya mencapai 71% dari seluruh perceraian yang terjadi!

Sayang sekali, sama seperti apa yang pernah kami tegaskan dalam postingan kami sebelumnya, Bolehkah Bercerai?, iman Kristen memang hanya dapat menerima satu alasan untuk perceraian, yaitu dosa perzinahan.

Karena terbatasnya informasi yang kami miliki mengenai keadaan keluarga WG dan permasalahan yang dihadapi, yang dapat kami sarankan saat ini hanyalah agar WG dan pasangan WG mencoba untuk konseling dengan hamba Tuhan ataupun pakar konseling Kristiani mengenai masalah-masalah yang kalian hadapi. Selain itu tetaplah doakan agar Tuhan membuka jalan serta menyatakan kehendak dan rencananya bagi keluarga WG.

Mohon pikirkan juga apa yang akan terjadi dengan anak-anak WG (bila memang sudah ada) bila kedua orang tuanya bercerai. Pikirkan perasaan mereka dan masa depan mereka.

Selain itu, karena pasangan hidup bukanlah ketetapan Allah, kami percaya bahwa sesungguhnya, dengan bantuan Tuhan, setiap pasangan mampu untuk bekerja sama dalam mempertahankan hubungan pernikahan. Dibutuhkan kesabaran dan komitmen kedua belah pihak untuk bekerja sama dan berkomunikasi dalam menyelamatkan pernikahan yang retak.

Carilah juga dukungan rekan-rekan dan keluarga kalian dalam membantu menyelamatkan hubungan ini. Kehadiran pihak luar sering kali dapat membuat kita menyadari hal-hal yang mungkin tidak kita lihat karena kita terlalu tenggelam dalam emosi kita.

Kami tetap berdoa untuk WG dan keluarga WG. Biarlah Tuhan menolong kalian.